MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Minggu, 04 Februari 2018 07:49
17 Hari Belum Ditemukan, Kerahkan Anjing Pelacak
Polisi Satwa dan dua satwa anjing pelacak K9 dari Ditsabhara Polda Kalimantan Tengah menyusuri lokasi pencarian di Jalan Jendral Sudirman Gang Sintang Sejahtera, kawasan (Bamban) Kelurahan Mendawai Kecamatan Arsel, Kabupatan Kobar, Sabtu (3/1) //RUSLAN KALTENG POS

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN–Meski sudah memasuki hari ke 17 masa pecarian M. Rusli (65 th), korban yang hilang saat berkebun di kawasan (Bamban) Jalan Jendral Sudirman Gang Sintang Sejahtera, Kelurahan Mendawai Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat, sejak dikabarkan hilang pada (18/1) lalu terus dilakukan. Pencarian kali ini melibatkan Polisi Satwa dan dua anjing pelacak K9 dari Ditsabhara Polda Kalimantan Tengah dan jajaran Kepolisi Resort Kobar yang dipimpin Kapolsek Arsel AKP Zanuar Cahyo Wibowo.

Berdasarkan petunjuk saksi mata yang terkahir kali melihat korban, diketahui sebelum hilang sejumlah saksi melihat korban sedang di jalan kawasan menuju arah pondok, maka pencarian difokuskan pada titik terakhir dikabrkan hilang, yakni di areal kebun sawit miliknya dan di titik bau busuk tak jauh dari pinggiran sungai, dari lokasi kebun korban.Zanuar Cahyo Wibowo mengatakan, pencarian hari ini difokuskan kepada titik berdasarkan keterangan para saksi dan disinkronkan dari penciuman anjing pelacak sehingga pencarian dilerluas hingga ke dataran tinggi di atas lokasi kebun milik korban."Untuk perluasan area pencarian kami menyesuaikan kronologis cerita dan kronologis beberapa keterangan saksi," ujar Zanuar, disela-sela kegitannya saat melaksanakan pencarianan, di kawasan Bamban, Sabtu (3/2).

Dari pencarian diketahaui anjing pelacak sempat  beberapa kali terhenti di titik bekas tebangan pohon lapuk dibawah tumbuhan rerumputan. K9 berulang-ulang berbalik dititik bekas tebangan pohon, namun setelah dipongkar tumpukan rumput dan potongan kayu lapuk tersebut tidak ditemukan apa-apa."Diduga (titik) tempat itu menjadi wadah istirahat dari yang bersangkutan (korban) sebelum hilang, sehingga K9 berhenti di titik itu," jelasnya.

Zanuar menjelaskan, anjing pelacak yang digunakan kesulitan untuk mengengendus, lantaran terkendala dilapangan, akibat TKP sudah rusak karena pencarian yang dilakuan pada hari sebelumnya, belum lagi jangka waktu pencarian sudah lebih dari dua hari, sehingga jejak korban hilang, serta peciuman K9 yang berkurang akibat lokasi sudah diguyur hujan yang menghilangkan jejak bau korban."Setiap pencarian yang melibatkan anjing pelacak TKP harus utuh serta rentang waktu, dan faktor cuaca sangat diperlukan, karena pencarian hanya mengunakan indra penciuman yang tajam dari anjing, kalau sudah diguyur hujan tentu baunya akan berkurang, dan menyulitkan anjing untuk mendeteksi," tukasnya.

Pencarian hari ini juga diperluas hingga daerah dataran diatas bukit, karena menurut salah satu saksi Surjana, tukang bangunan yang bekerja di sekitar kawasan tersebut, menyebutkan sempat melihat korban di atas dataran kawasan tempat pembuatan arang, dengan ciri-ciri sama  persis seperti korban, yakni menggunakan topi, mebawa parang serta gulungan karung di pinggangnya, dan memikul karung berisi rebung (tunas bambu)."Dia sempat tanya ke saya mau cari pondoknya, lalu saya jawab pondok sampian dimana?, Dia diam saja sambil pergi meninggalkan saya," kata Surjana, salah satu saksi.

Semantara itu Kasi pencegahan BPBD Kobar Pahrul Laji mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan pencarian, dan stanby diloksi hilangnya korban.  "Perkembangan pencarian korban masih nihil, kami terus berupaya mencari, dengan cara terus menampung keterangan dari masyarakat jika ada informasi yang mencurigakan," ujar Pahrul saat dikonfirmasi awak media lokasi posko pencarian, Sabtu (3/2).

Pencarian korban akan dilanjutkan lagi besok hari, melibatkan K9 dengan fokus pencarian di titik terakhir di tempat pembuatan. (lan/nto/dar)


BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 12:38

Asmara Pukul Istri dan Aniaya Mertua hingga Pingsan

SAMPIT - Entah apa yang ada dalam benak Bayu Asmara.…

Rabu, 20 Februari 2019 12:36
Menelusuri Jejak Banteng Spesies Baru di Hutan Lamandau

Populasinya Terus Berkurang, Fisiknya Lebih Kecil dari Banteng Jawa

Spesies baru banteng kalimantan terdeteksi menjadi penghuni kawasan hutan Belantikan…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:11

MENDESAK..!! Karena Sering Dihantam Banjir, Perlu Dibangun Ini

PALANGKA RAYA-Tiap musim hujan, banjir kerap melanda jalan di Bukit…

Kamis, 14 Februari 2019 12:04

PARAH EHH..!! Ketua Paguyugan Diduga Cabuli Bocah

KUALA KAPUAS-Aksi tak senonoh dilakukan H, yang tak lain merupakan…

Jumat, 01 Februari 2019 11:13

Korban Miras Oplosan Bertambah

KUALA KAPUAS-Miras oplosan menambah daftar korban. Epno, menyusul nama lainnya…

Jumat, 01 Februari 2019 11:06

SABAR AJA..!! PT BAK Cicil Tunggakan Gaji Karyawan

MUARA TEWEH-Polemik tunggakan gaji karyawan di PT Berjaya Agro Kalimantan…

Kamis, 10 Januari 2019 10:36

Duel Berdarah Buruh Sawit, Satu Luka Parah, Satu Masuk Penjara

PANGKALAN BUN – Duel berdarah buruh kelapa sawit terjadi antara…

Rabu, 02 Januari 2019 10:21

Tug Boat Tenggelam, Diduga Diterjang Gelombang Laut

SAMPIT – Cuaca yang kurang bersahabat di laut, sekitar perairan…

Kamis, 27 Desember 2018 13:24

720 Janda Baru di Kobar, Ini Sebab Dominannya...

PANGKALAN BUN - Angka perceraian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 14 Desember 2018 14:09

TERLALU..!! Gara-Gara Aki Dicuri, Ratusan PJU Mati

KUALA PEMBUANG-Matinya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) diakibatkan hilangnya aki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*