MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Jumat, 02 Februari 2018 06:54
Wow...Untungnya Menggiurkan, Wanita Ini Ketagihan Jual Miras
Satpol PP mendatangi warung jamu milik Soekartini. Saat digeledah di dalam lemari bajunya dan di kamar ditemukan sekitar 18 botol anggur merah. //FOTO : SATPOL PP FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Boleh jadi, jeratan tindak pidana ringan (Tipiring) bagi pelaku pengedar minuman keras (miras), menjadi faktor kenapa bisnis memabukkan ini terus digeluti oleh masyarakat, silih berganti pelaku miras ditangkap tak jua membuat jera mereka. Seolah, bisnis haram ini membuat mereka ketagihan untuk menjalankannya. Tak terkecuali bagi Soekartini (55), warga jalan Ahmad Yani, Km 17, RT 08/02, Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kobar. Awalnya, ia hanya coba-coba mencari peruntungan dari bisnis ilegal itu, keuntungan yang sangat menjanjikan membuat ia menjadi ketagihan untuk terus dan terus menggeluti bisnis itu.

Berkedok warung jual jamu di Simpang Runtu, Kecamatan Pangkalan Lada, ia juga melayani menjual Miras jenis anggur merah. Bisnis yang sudah dilakoninya beberapa bulan belakangan ini membuatnya terlena hingga ia harus berurusan dengan Dinas Satpol PP dan Damkar Kobar, Rabu (31/1) sekitar pukul 17.30 WIB. Patroli Satpol PP mendatangi warung jamu miliknya, saat digeledah di dalam lemari bajunya dan di kamar ditemukan sekitar 18 botol anggur merah.Sontak perempuan paruh baya ini meraung-raung minta ampun kepada anggota Satpol PP, ia meminta jangan dibawa dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Apalagi setelah ia mendengar sanksi Perda Nomor 13 tahun 2006 tentang larangan minuman beralkohol dengan ancaman 3 bulan kurungan atau denda setinggi - tingginya Rp59 juta.“Ampun pak, ampun saya jera pak,” ucap Soekartini.

Ratapan Soehartini tak membuat anggota Satpol PP Kobar luluh, bersama barang bukti ia diangkut ke Dinas Satpol PP Kobar untuk diperiksa guna pengembangan terkait sumber ia memperoleh miras tersebut.Pengungkapan penjual miras dengan berkedok sebagai warung jamu ini, bermula dari hasil monitoring yang dilakukan Satpol PP serta didukung oleh informasi dari masyarakat terkait aktivitas ilegal Soehartono.“Ia pemain baru di bisnis ini, keuntungan yang menjanjikan membuat ia ketagihan berjualan dan modusnya dengan berkedok sebagai penjual jamu," kata Komandan Regu III, Dinas Satpol PP dan Damkar Kobar, Sayid Abdul Badawi, Kamis (1/2).

Bagaimana tidak menggiurkan bisnis Miras ini, menurut informasi yang berhasil dihimpun Kalteng Pos, dalam 1 dus minuman keras dengan jumlah 12 botol para penjual membelinya dengan harga Rp500 ribu. Kemudian minuman keras jenis Bir Bintang ini diecer perbotolnya Rp80 ribu, dari satu dus miras pelaku bisnis haram ini dapat memperoleh untung hingga Rp450 ribu. Sementara untuk jenis anggur merah yang banyak digemari penjual miras ini membeli dengan harga Rp700 ribu persis isi 12 botol dan dijual per botolnya Rp100 ribu dengan margin keuntungan mencapai Rp500 ribu.

Dibandingkan dengan minuman keras bermerek, harga miras lokal seperti arak lebih murah per kantong isi 20 liter hanya Rp400 ribu. Kemudian dikemas dalam Aqua tanggung 600 mililiter (ml) bisa menghasilkan 40 - 50 botol dan dijual per botolnya Rp20 ribu rupiah bahkan ada yang 50 ribu rupiah per botolnya. Menyikapi maraknya peredaran miras ini, membuat Pemkab Kobar gencar melaksanakan razia rutin ke sejumlah tempat yang dicurigai sebagai pemasok dan penjual miras, tak hanya itu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberi efek jera kepada pada pelaku yakni mengkaji lagi rugulasi Perda miras yang ada.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, pihaknya terus mengkaji lagi aturan yang berlaku, dan melihat lagi aturan yang ada, karena memang sanksi yang diterapakan untuk menjerat para pelaku masih diangap sangat ringan, Tipiring maksimal hanya diancam dengan hukuman 3 bulan kurungan“Kerena memang di dalam Perda kita ini sanksinya ringan, kerena itu memang tipiring, jadi hukuman maksimalnya sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Bupati kepada Kelteng Pos, Kamis (1/2).

Bupati menambahkan, pemerintah dalam hal ini Pemkab Kobar tidak biasa sembarangan dalam menegakan Peraturan Daerah (Perda), selain harus berpatokan pada aturan yang sudah lebih dulu ada. Meskipun sanksi yang diberikan dianggap ringan dan tidak setimpal dengan perbuatan pelaku, numun Perda tetap berada dibawah Undang-Undang."Kita juga dalam menegakan perda tidak bisa melebihi sangksi dari aturan yang ada diatasnya (undang-undang), karena Perda dibuat mengacu dari UU," jelasnya.

Meski demikian, tidak berati pemerintah kendor dalam memeberantas peredaran narkoba d idaerah, terbukti sejak satu bulan terakhir sepanjang Januari, Pemkab Kobar melalui Dinas Satpol PP dan Damkar, justru semakin gencar mengamankan para pelaku penjual miras dari hasil operasi razia miras yang rutin dilakukan dan menggerebek beberapa tempat penjualan miras baik yang bermerek maupun miras lokal (arak). "Kita tetap berupaya untuk memberantas perendaran miras di kobar dengan cara rutin melaksanakan razia ke sejumlah tempat, termasuk mengkaji regulasinya, paling tidak kita berupaya mengurangi peredarannya di kobar," tukasnya.(*tyo/lan/ala/dar)


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 14:09

TERLALU..!! Gara-Gara Aki Dicuri, Ratusan PJU Mati

KUALA PEMBUANG-Matinya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) diakibatkan hilangnya aki…

Jumat, 14 Desember 2018 13:59
Mengengok Aktivitas Basarnas Sampit Menjelang Natal dan Tahun Baru

Tingkatkan Pengawasan dengan Patroli Rutin

Selain melaksanakan tugas maupun penyelamatan terhadap peristiwa atau musibah yang…

Jumat, 14 Desember 2018 13:57

HEBAT NICH ! Pengemis Nginap di Hotel

PANGKALAN BUN-Pengemis dari luar daerah kembali masuk Pangkalan Bun. Di…

Selasa, 11 Desember 2018 13:13
Cara Kapolsek Parenggean Jaga Kondusifitas Jelang Natal dan Tahun Baru

Dorong Warga Tingkatkan Siskamling

Menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kondusif menjadi hal paling…

Selasa, 11 Desember 2018 13:04

Aruta Dikepung Banjir

PANGKALAN BUN–Banjir sedang melanda beberapa desa di Kecamatan Arut Utara…

Senin, 10 Desember 2018 11:35

Parenggean, Sasaran Satgas Saber Pungli

SAMPIT-Guna pencegahan terhadap praktik pungutan liar (pungli), satgas saber pungli…

Senin, 10 Desember 2018 11:18

Isi Buku Mutasi, Selalu Melaporkan Situasi Setiap Hari

TAMIANG LAYANG-Kabagops Polres Bartim AKP Asdini Pratam Putra SIK pada…

Jumat, 07 Desember 2018 14:46

Warga Handil Sohor Tangkap Buaya Muara

SAMPIT - Seekor buaya muara berukuran sekitar 2,5 meter ditangkap…

Jumat, 07 Desember 2018 14:42

Curi Perak, Residivis Diamankan di Gudang

SAMPIT - Apes dialami M Saleh alias Saleh (35). Pria…

Jumat, 07 Desember 2018 14:40
Permintaan Wakapolda kepada Ditpolairud Polda Kalteng

Awasi Aktivitas di Laut dan Sungai, Cegah Penebangan Liar

Kekayaan alam yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng) cukup berilimpah.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .