MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Kamis, 01 Februari 2018 06:49
BPK Periksa Kerugian Negara

Terkait Hilangnya Dana Kas Pemkab Katingan Sebesar Rp 35 M

Sakariyas

PROKAL.CO, KASONGAN–Masih ingat dengan kasus dugaan penggelapan uang dari kas daerah, milik Pemerintah Kabupaten Katingan di PT Bank Tabungan Negara Pondok Pinang Jakarta, senilai Rp 35 Miliar? Kasus yang telah dilaporkan oleh Pemerintah Kabupaten Katingan ke Polda Kalteng tahun 2017 lalu, rupanya masih terus berjalan.  Perkembangan terbarunya, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI pusat kini turun tangan, untuk melakukan Pemeriksaan Khusus (Riksus) terhadap kerugian negara, akibat dugaan penyimpanan uang di BTN oleh Pemerintah Kabupaten Katingan tahun 2014 itu.

Bupati Katingan Sakariyas ketika dikonfirmasi membenarkan adanya audit khusus atau Riksus oleh BPK RI pusat terhadap uang Rp 35 miliar tersebut. Bupati mengaku, tim BPK RI termasuk dari pihak BTN dan penyidik Polda Kalteng sudah bertemu dengannya. Di mana dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup di ruang kerja, tim BPK RI akan bekerja selama 10 hari ke depan.

“Pemeriksaan yang mereka lakukan ini, tidak lain untuk mengetahui berapa kerugian negara dan lain sebagainya. Kita persilakan mereka bekerja dan saya sudah minta kepada pegawai kita, supaya data-data itu dipersiapkan untuk pihak BPK ini,” kata Sakariyas kepada sejumlah wartawan, Selasa (30/1).

Dikatakan bupati, kedatangan beberapa orang tim dari BPK ini, atas permintaan dari penyidik Polda Kalteng itu sendiri. Hal ini dalam rangka untuk mengetahui kerugian negara akibat kasus yang sempat membuat heboh di tahun 2017 lalu. Tentunya hal ini juga dalam rangka untuk mendukung proses hukum yang masih berjalan di Polda Kalteng.

“Kita berharap dengan adanya Riksus oleh BPK, bisa mendapatkan informasi yang jelas dan terang, mengenai uang itu. Sebab hasil Riksus ini akan disampaikan ke penyidik untuk mengambil langkah selanjutnya,” terang Sakariyas.

Informasi lain juga disampaikan Sakariyas, bahwa pihak BTN sudah memberikan keterangan dan penjelasan terkait uang kas daerah itu. Di mana dari keterangan yang disampaikan orang nomor satu di Katingan ini, bahwa uang itu tidak terdaftar di sistem pihak BTN sendiri. Artinya tidak masuk di dalam deposito. Uang tersebut tersimpan di dalam rekening giro atas nama Pemerintah Kabupaten Katingan sendiri. “Jadi seperti itu informasi yang sudah disampaikan. Dan kita sendiri menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada pihak Kepolisian,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa di dalam perjanjian kerja sama penyimpanan uang itu di tahun 2014, sangat jelas tersimpan dan tertulis di dalam deposito. Tetapi di balik itu semua, secara administrasi di BTN sendiri, rupanya dibukukan di rekening Giro atas nama Pemerintah Kabupaten Katingan. Uang itu di kirim sejak Februari 2014 ke rekening Giro, sebanyak tiga kali. Pertama dikirim Rp 75 miliar, kedua Rp 10 miliar, dan ketiga Rp 15 miliar, sehingga total Rp100 miliar. Lalu di tengah perjalanannya, uang itu ditarik kembali ke Kas Daerah Pemerintah Kabupaten Katingan sebesar Rp65 miliar, sehingga yang tersisa sekarang sebesar Rp35 miliar hingga kini masih tidak jelas keberadaannya. (eri/ala/dar)


BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 12:38

Asmara Pukul Istri dan Aniaya Mertua hingga Pingsan

SAMPIT - Entah apa yang ada dalam benak Bayu Asmara.…

Rabu, 20 Februari 2019 12:36
Menelusuri Jejak Banteng Spesies Baru di Hutan Lamandau

Populasinya Terus Berkurang, Fisiknya Lebih Kecil dari Banteng Jawa

Spesies baru banteng kalimantan terdeteksi menjadi penghuni kawasan hutan Belantikan…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:11

MENDESAK..!! Karena Sering Dihantam Banjir, Perlu Dibangun Ini

PALANGKA RAYA-Tiap musim hujan, banjir kerap melanda jalan di Bukit…

Kamis, 14 Februari 2019 12:04

PARAH EHH..!! Ketua Paguyugan Diduga Cabuli Bocah

KUALA KAPUAS-Aksi tak senonoh dilakukan H, yang tak lain merupakan…

Jumat, 01 Februari 2019 11:13

Korban Miras Oplosan Bertambah

KUALA KAPUAS-Miras oplosan menambah daftar korban. Epno, menyusul nama lainnya…

Jumat, 01 Februari 2019 11:06

SABAR AJA..!! PT BAK Cicil Tunggakan Gaji Karyawan

MUARA TEWEH-Polemik tunggakan gaji karyawan di PT Berjaya Agro Kalimantan…

Kamis, 10 Januari 2019 10:36

Duel Berdarah Buruh Sawit, Satu Luka Parah, Satu Masuk Penjara

PANGKALAN BUN – Duel berdarah buruh kelapa sawit terjadi antara…

Rabu, 02 Januari 2019 10:21

Tug Boat Tenggelam, Diduga Diterjang Gelombang Laut

SAMPIT – Cuaca yang kurang bersahabat di laut, sekitar perairan…

Kamis, 27 Desember 2018 13:24

720 Janda Baru di Kobar, Ini Sebab Dominannya...

PANGKALAN BUN - Angka perceraian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 14 Desember 2018 14:09

TERLALU..!! Gara-Gara Aki Dicuri, Ratusan PJU Mati

KUALA PEMBUANG-Matinya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) diakibatkan hilangnya aki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*