MANAGED BY:
SENIN
19 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 31 Januari 2018 07:07
KUALITAS PILKADA TERANCAM

Ahmad Syar’i : Semua Harus Netral

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Konstelasi politik di beberapa daerah se-Kalteng sedang adem ayem. Meskipun 5 dari 11 daerah pilkada akan dijabat penjabat sementara (Pjs) bupati, sebagai bentuk taat aturan dan etika, para bupati dan plt bupati serta penjabat pimpinan tinggi pratama wajib netral. Sehingga, tidak memengaruhi kualitas pelaksanaan pilkada.Ketua KPU Kalteng Ahmad Syar’i berharap, semua kepala daerah yang menjabat bisa menjaga netralitasnya, baik untuk bupati ataupun wali kota. “Kami berharap semua harus netral. Karena jika tidak, maka akan mengurangi kualitas pilkada,” ujarnya kepada Kalteng Pos, Selasa (30/1).

Dikatakannya, hal itu sudah semestinya menjadi acuan. Namun pihaknya tetap mewanti-wanti agar semua Pjs, Plt serta bupati aktif bekerja secara profesional.

Kembali bertarungnya para kepala daerah di Pilkada Seruyan, Barito Utara, Kapuas, Pulang Pisau, dan Katingan, membuat Pemprov Kalteng mesti mengisi jabatan yang akan ditinggalkan. Namun, pihak Pemprov masih merahasiakan siapa saja nama yang akan menjabat di posisi strategis itu. Walaupun sudah beredar kabar kalau beberapa kepala dinas dipastikan akan menjadi Pjs bupati.

Terkait hal itu, Syar’i mengatakan, pihaknya belum menerima keputusannya. Lantaran merupakan domainnya Mendagri serta jajaran termasuk gubernur Kalteng. Namun, ia memastikan kalau semua kepala daerah yang maju pilkada, harus sudah cuti sejak 15 Februari. “Ketika 15 Februari, sudah tidak bisa melaksanakan tugas bupati atau wakil bupati, karena sudah harus cuti. Intinya, 15 Februari tidak boleh lagi dan harus sudah cuti,” kata dia.

Menurutnya, sebelum penetapan pasangan calon per 12 Februari, maka sudah ada keputusan pengajuan cuti itu. Katanya, yang harus cuti per 15 Februari nanti adalah para kepala daerah yang akan mencalonkan diri kembali. Seperti di Kabupaten Kapuas, Barito Utara, Seruyan dan Pulang Pisau, baik bupati maupun wakilnya sama-sama maju di pilkada. Sementara di Katingan, lantaran tidak ada wakil bupati serta bupatinya juga ikut mencalon, maka bupati setempat juga harus cuti. “15 Februari itu masa kampanye, jadi memang harus sudah cuti. Karena Pjs itu, kalau bupati dan wakil bupati sama-sama maju, atau memang karena masa jabatannya habis,” jelas dia.

Sementara itu, mencuatnya Pjs bupati di beberapa daerah, lantaran para bupati dan wakilnya sama-sama maju pilkada. Berbeda dengan Pilkada Bartim dan Murung Raya. Para wakil bupati tidak mencalonkan diri kembali, sehingga langsung menjadi Plt bupati. Sedangkan untuk daerah yang akan dipimpin oleh wali kota atau bupatinya yakni Palangka Raya, Gunung Mas, Lamandau, dan Sukamara. Para kepala daerah di empat kabupaten dan kota ini sudah dua periode serta ada yang tidak mencalonkan diri lagi seperti di Gunung Mas.

Plt Sekda Kalteng Fahrizal Fitri juga mengungkapkan, bahwa seluruh penjabat pimpinan tinggi pratama di Pemprov Kalteng, kepala dinas, kepala biro dan kepala badan, bisa menjadi Pjs bupati. Hanya saja, yang berhak menentukan untuk menjabat tetap berada di tangan gubernur.

“Usulan siapa yang harus menjadi Pjs bupati itu jelas hak gubernur. Kami dari dewan hanya memberikan saran saja. Sebab ini juga menyangkut kinerja pemerintah ke depan,” jelas Wakil Ketua DPRD Kalteng Heriansyah kepada Kalteng Pos, Selasa (30/1).

Dia mengungkapkan, penunjukan Pjs bupati yang mengisi lima daerah itu, sebaiknya dari Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) yang tidak terlalu memiliki peran strategis. Sementara SOPD strategis dan memiliki kesibukan agar dihindari. “Saran dari kami, agar yang menjadi Pjs bupati jangan dari dinas yang sangat vital. Seperti Dinas Pekerjaan Umum atau Dinas Pendidikan. Dua dinas itu harus stand by di provinsi,” jelas politikus Gerindra ini.

Selain itu, sambung dia, pejabat eselonnya harus siap membagi waktu. Jangan sampai tugas dan kegiatannya tidak berjalan dengan baik. Sebab tentu akan berdampak pada kinerja pemerintah sendiri.  “Kepala dinas diusulkan menjadi Pjs bupati, sebaiknya orang yang benar siap untuk rangkap jabatan. Pemerintah provinsi juga harus bekerja untuk melaksakan program-programnya. Kami dari dewan tentu menilai dari serapan anggaran. Apalagi ini triwulan pertama,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan II meliputi Kotim dan Seruyan ini.

Ditambahkannya, selain dua hal tersebut, penempatan pejabat kepala dinas harus menyesuaikan dengan kinerja dan kesibukan dinas sendiri dalam program-programnya. Jangan sampai yang ditempatkan di daerah paling jauh, sementara program dan kegiatan dinasnya sangat urgen dalam program-program pemerintah. Apalagi waktu menjadi Pjs bupati cukup lama mencapai 3 bulan. “Kadis yang tidak banyak kesibukannya, di daerah jauh saja. Sedangkan yang peranan dan program dinasnya penting, di daerah yang dekat saja. Kapuas atau Pulang pisau kan masih dekat. Selain itu umur dan masa pensiunnya juga perlu dipertimbangkan. Jangan yang mendekati pensiun,” tukas dia.

Dia juga mengingatkan, agar dinas yang sudah dipercayakan gubernur menjadi Pjs bupati harus bisa netral. Tidak boleh memihak pasangan tertentu.“Dia juga harus netral, kami yakin gubernur mengetahui itu. Kami percaya gubernur memilih orang-orang yang tepat dengan mempertimbangkan berbagai macam faktor,” kata dia. (ami/uni/abe/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 15:53

Kemenag dan Ormas se-Kotim Tolak LGBT

SAMPIT - Kementerian Agama dan organisasi masyarakat (ormas) se-Kotim menolak keberadaan kelompok lesbian,…

Sabtu, 17 November 2018 15:37

Terpeleset, Tukang Las Tewas di Sungai Mentaya

SAMPIT - Nahas dialami Dirin. Pria 35 tahun yang berprofesi sebagai tukang las itu ditemukan tewas di…

Sabtu, 17 November 2018 15:33

Awas! KTP, KK dan Akta Palsu

SAMPIT – Hati-hati menggunakan jasa calo dalam urusan kartu tanda penduduk (KTP) maupun akta kelahiran,…

Sabtu, 17 November 2018 15:20
Rejeki Ultah ke-26 Bagi Bidan Diah Ayu Novitasari

Baru Dua Bulan di Lamandau, Lulus Tes SKD CPNS

Ada yang unik dari pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)…

Jumat, 16 November 2018 16:05

Melarikan Diri, Dua Tersangka Dihadiahi Timah Panas

SAMPIT - Usai sudah pelarian Taufiqurrahman alias Upik dan Mudianto alias Mudi. Dua pria yang sempat…

Jumat, 16 November 2018 16:03

Tak Hadir, Otomatis Gugur

PANGKALAN BUN – Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Kamis, 15 November 2018 11:56

Selamat HUT ke 73 Brimob ! Semoga Semakin Dicintai Masyarakat

UPACARA peringatan HUT ke-73 Brimob Polri di Kalteng, diselenggarakan di Lapangan Mako Batalyon Raider…

Kamis, 15 November 2018 11:53
Melihat Cara Pemprov Kalteng Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Kesulitan Memasarkan, 1.000 UMKM Dikumpulkan

Angka pertumbuhan ekonomi Kalteng di atas rata-rata nasional. Bahkan se-Kalimantan, perekonomian Kalteng…

Kamis, 15 November 2018 11:51

Mobil Pelangsir Terbakar, SPBU Di-Police Line

PALANGKA RAYA-Dua pintu mobil Honda Civic terbuka secara bersamaan, dibarengi bunyi letusan kecil. Sesaat…

Selasa, 13 November 2018 11:30

Kesadaran Menurun, Pelanggaran Meningkat

OPERASI Zebra Telabang 2018 telah berakhir kemarin (12/11). Hasilnya sudah bisa diprediksi. Banyak pengendara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .