MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 30 Januari 2018 08:33
Ketika Bripka Yulianto Menjadi Guru Sukarela
Polisi Sahabat Anak, Tanamkan Sikap Disiplin Sejak Dini
Bripka Yulianto meluangkan waktu menjadi guru bantu di TK Anggrek Tunas Muda, Desa Kaoitan, Kecamatan Kumai, Senin (29/1). //POLRES FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Lengkap sudah keceriaan bocah-bocah TK Anggrek Tunas Baru, Desa Kapitan, Kecamatan Kumai pagi itu, setelah bermain, mereka juga bernyanyi bersama dengan anggota polisi dari Polsek Kumai, Bripka Yulianto.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

SUASANA proses belajar mengajar pagi itu terasa  berbeda. Puluhan murid Taman Kanak - Kanak Anggrek Tunas Baru, Desa Kapitan sontak berteriak kegirangan ketika Bripka Yulianto memasuki ruang kelas. Anggota Polsek Kumai yang murah senyum ini pada hari itu menjadi guru bantu sukarela yang akan mengajar di sekolah mereka. Di tengah kesibukannya sebagai anggota Polri ia masih menyempatkan waktu untuk menjadi tenaga pengajar sukarela, membantu dunia pendidikan. Kecintaannya terhadap anak-anak membuatnya menikmati profesi barunya menjadi guru TK.

Dengan pakaian dinas lengkap, Bripka Yulianto dengan elegan dan sabar memberikan materi seperti menggambar, mewarnai dan bernyanyi. Sebagai salah satu anggota polisi ia tak lupa menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada anak-anak dengan menyanyikan lagu kebangsaa. Tak ada raut ketakutan pada wajah-wajah mereka, semua murid hanyut dalam permainan, mereka juga terlihat begitu senang ketika Bripka Yulianto mengajari mereka menggambar.

Tak henti-hentinya Bripka Yulianto menghampiri para murid dari satu meja ke meja yang lain. Bahkan ketika anak-anak memanggilnya untuk menunjukkan hasil menggambarnya, ia dengan cepat menghampiri mereka. Telaten, sabar dan sangat mengayomi melihat cara mengajar Bripka Yulianto, ia terlihat lugas, senyumnya juga tak lepas dari bibirnya. Sesekali ia menyempatkan untuk duduk di kursinya kecil bersama anak-anak, mereka terlibat obrolan santai, anak-anak terlihat sesekali tertawa kecil."Saya sangat mencintai dunia anak-anak dan saya senang ada di tengah-tengah mereka," ujarnya.

Metode belajar dan bermain yang ia terapkan dapat diterima oleh murid-murid, buktinya para murid TK sangat antusias dan gembira  menerima pelajaran yang diberikan. “Metode pengajaran yang saya kombinasikan dengan belajar dan bermain dapat diterima oleh anak-anak,” kata Bripka Yulianto.

Kegiatan polisi menjadi guru bantu sukarela tak lepas dari bagian program pendekatan pihak kepolisian kepada anak- anak sejak usia dini melalui program polisi sebagai sahabat anak.Dengan kehadiran polisi di sekolah-sekolah ia berharap dapat menurunkan dan menekan angka kenakalan anak di sekolah. Program Polisi Sahabat Anak (PSA), merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap anak-anak untuk menanamkan sikap disiplin sejak dini dan juga pada saatnya nanti anak-anak juga tidak phobia kepada polisi bahkan merasa bangga dengan polisi sebagai pengayom dan pelayan masyarakat.

Dengan kegiatan PSA ini Bripka Yulianto berharap bahwa anak-anak dapat memahami tugas polisi yang berjiwa mulia, jujur dan disiplin. Ke depannya ia menginginkan program tersebut tidak hanya ia lakukan di satu sekolah, tetapi juga di sekolah lain di jenjang yang lebih tinggi. “Saya harapkan program seperti ini patut ditanamkan di setiap sekolah sejak dini, sehingga dapat menekan tingkat kenakalan anak sekolah,” ucap Bripka Yulianto. (ala/dar)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…

Minggu, 04 Februari 2018 08:12
Kisah Lima Hari Berburu Pemangsa Manusia

Tangkap Buaya dengan Umpan Itik dan Monyet

Perburuan buaya pemakan manusia di Desa Sebangau Jaya, Pulang Pisau, membuahkan hasil. Buaya yang diyakini…

Jumat, 02 Februari 2018 20:03

Ketika Makanan Berkurang, Beruang Masuk Permukiman

SEKILAS bentuknya lucu, karena ditutupi bulu hitam dengan corak keemasan. Tetapi untuk menangkapnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .