MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 24 Januari 2018 07:33
TUNTASKAN MAHAR POLITIK
ILUSTRASI

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Mengungkap kasus mahar politik, Panwaslu Kota Palangka Raya telah memanggil sekitar 10 saksi, baik dari pihak Jhon Krisli-Maryono (Joyo) ataupun Partai PPP dan Gerindra. Walaupun sempat beredar kabar kalau Jhon ikhlas uangnya tidak kembali, namun panwaslu menilai persoalan utama bukan pada uang yang diduga disetorkan sebagai mahar. Melainkan pada dugaan atas terjadinya permainan uang demi mencapai kekuasaan dalam bentuk mahar.

Menuntaskan kasus ini, Panwaslu Palangka Raya sudah berkoordinasi dengan Bawaslu RI dan Kalteng, dalam hal mengusut kasus mahar politik yang ramai diperbincangkan terjadi di Pilwako Palangka Raya.Selasa (23/1) sekitar pukul 16.00 WIB, seorang saksi kembali dimintai keterangan panwaslu. Namanya Rudianto. Ia disebut-sebut mengetahui proses terjadinya mahar sebagaimana yang disampaikan oleh pihak Joyo. Namun, saat selesai pemeriksaan, pria berbadan tambun ini enggan memberikan komentar. Dirinya hanya menyebutkan kalau dia bukanlah pihak partai."Saya bukan dari partai," ucapnya sembari menghidupkan sepeda motornya di depan kantor Panwaslu.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Palangka Raya Endrawati mengatakan, pihaknya memeriksa Rudianto karena mendapat keterangan dari Joyo, kalau pria tersebut sebagai salah satu saksi saat terjadinya pengembalian uang dari pihak Gerindra kepada Jhon Krisli atas dugaan mahar politik di Gerindra.

Menurutnya, meskipun Jhon Krisli merasa ikhlas uangnya tidak kembali, namun hal itu tidak serta-merta membuat kasus temuan mereka tersebut menjadi selesai. "Belum bisa dipastikan tutup atau tidak. Kami tetap melanjutkan sesuai aturan dan mekanisme yang ada," katanya usai meminta keterangan Rudianto, kemarin.

Menurut pihaknya, soal kasus tersebut, tetap berdasarkan hasil rapat internal antarkomisioner serta arahan hasil koordinasi dengan Bawaslu RI dan Bawaslu Kalteng. Apalagi ada aturan sebagaimana di UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016, pasal 47 dan 187 B serta 187 C."Perorangan atau pun lembaga atau calon dilarang memberi imbalan, termasuk juga parpol dilarang menerima," tegasnya.

Menurut dia, Rabu atau Kamis ini hasil rapat internal antarkomisioner Panwaslu Kota Palangka Raya akan diserahkan ke Gakkumdu. Katanya, untuk sementara dari hasil keterangan yang ada, memang ada indikasi mahar. "Nanti di Gakkumdu. Kami masih mempertimbangkan ini bisa dilanjutkan ke ranah pidana. Karena, kalau sudah tindak pidana, kami selaku panwas menyerahkan ke Gakkumdu," terangnya.

Sementara itu, Jhon Krisli-Maryono alias Joyo awalnya dijadwalkan akan datang ke panwaslu pada Selasa (23/1) sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, lantaran kesibukan Jhon Krisli selaku Ketua DPRD Kotim, maka belum bisa memenuhi undangan panwaslu. Demikian pula dengan Ketua DPD Gerindra Kalteng Iwan Kurniawan. Undangan pertama sudah dilayangkan bagi pria yang juga menjabat sebagai anggota DPR-RI Dapil Kalteng tersebut. Hanya saja, Sabtu (20/1) lalu, belum bisa hadir di panwaslu. Sementara, untuk bisa menghadirkannya, panwaslu juga harus berkoordinasi dengan Divisi Hukum Gerindra.

"Pak Iwan diundang karena disebut mengetahui kejadian dugaan mahar politik tersebut. Prinsipnya, kami hanya mengundang. Tidak bisa memaksa orang lain untuk hadir. Berbeda kalau sudah di Gakkumdu," pungkasnya.

RAYES VS PANCANI, LINGKARAN MAHAR POLITIK?

Ketua Bawaslu Kalteng mengatakan, indikasi adanya mahar politik memang sudah terlihat. Hanya saja, terkait jual beli kursi, dirinya tidak bisa menyimpulkan. Apalagi, hal itu memang lumayan susah dibuktikan. Namun, pihaknya tidak menutup diri jika ada laporan masyarakat atas dugaan mahar politik itu. Berbeda ceritanya jika melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Demikian pula dengan terjadinya dukungan ganda seperti di Bartim. Yang mana, baik pasangan Rayesnan-Marcopolo dan Pancani-Muhtar sama-sama mengklaim diusung Demokrat dan PAN. Ia tidak bisa menyimpulkan, apa yang menjadi sebab hingga ada dukungan ganda itu. “Kami tidak bisa mengatakan apakah itu ada indikasi mahar politik atau tidak. Publik bisa menilai dan melihatnya dengan yang ada selama ini,” ujarnya, kemarin.

Sedangkan terkait kans Rayes-Marcopolo di kancah Pilkada Bartim, Satriadi belum bisa memberikan kesimpulan. Keduanya memang bisa berpeluang mendaftar ulang. Hanya saja, tetap dilihat dari akar persoalan penolakan. “Belum tahu, apapun rekomnya, bisa jadi misalnya kan begitu (mendaftar ulang,red). Yang jelas, tugas KPU salah satunya melaksanakan rekomendasi dari panwas. Tapi belum tahu juga nanti, jangan-jangan benar apa yang disampaikan oleh KPU (penolakan,red). Kalau putusan penolakan kemarin benar, bisa clear saja itu (Rayes-Marcopolo tidak bisa daftar ulang,red),” jelasnya.

Di sisi lain, di Kabupaten Murung Raya terjadi pelanggaran. Saat pendaftaran 8-10 Januari lalu, terdapat ASN yang ikut-ikutan mendaftarkan bakal pasangan calon. “Murung Raya, tiga paslon ada ditemukan ASN memberikan dukungan dan partisipasi. Ini menjadi catatan sendiri,” katanya.

Menurut dia, teguran keras telah diberikan kepada ASN yang ikut dalam proses pendaftaran tersebut. Selain itu, ia juga berharap agar masyarakat menjalankan demokrasi yang baik. Sehingga tidak melakukan praktik jual beli kursi sebagaimana mahar politik. Menurutnya, apabila ada calon pemimpin yang begitu, maka itu menjadi cikal bakal adanya pemimpin yang koruptif.“Setidaknya cikal bakalnya ada (korupsi,red). Budaya korupsi itu akan terus-menerus kalau tidak sama-sama kita cegah,” imbuhnya. (ami/abe/dar)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:11

OALAH ! Ayah Dua Anak Ini Bawa Kabur Motor Ustaz

SAMPIT-Perbuatan Endiansyah tak patut ditiru. Pasalnya, bukannya ke masjid untuk…

Selasa, 11 Desember 2018 13:08

BEJAT ! Pemuda Ini Cabuli Bunga di Hadapan Pacarnya

SAMPIT-Entah apa yang ada dalam benak AR. Pemuda 21 tahun…

Selasa, 11 Desember 2018 13:02

160 ASN Kobar Tes Urine

PANGKALAN BUN-Dalam rangka memastikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah…

Senin, 10 Desember 2018 12:06

Dua Gadis dan Tiga Pria Terciduk di Kamar Hotel

DUA gadis yang masih berusia belasan tahun terjaring razia. Dua…

Senin, 10 Desember 2018 11:58

LUAR BIASA ! Kiper Asal Palangka Raya Ini Bawa Persib Juara

PALANGKA RAYA- Dunia olahraga, khususnya cabang olahraga sepakbola di Bumi…

Jumat, 07 Desember 2018 14:27

KKN-PPL Luar Negeri Berlanjut

PALANGKA RAYA-Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) terus berkomitmen mengukuhkan posisinya sebagai…

Jumat, 07 Desember 2018 14:24

Kalteng Putra Ambisi Beli Pemain Asing

EUFORIA lolosnya Kalteng Putra ke Liga 1 musim depan, belum…

Kamis, 06 Desember 2018 15:07

Kalteng Putra Disambut Bak Pahlawan, Diguyur Bonus 170 Persen dari Gaji

Tim Kalteng Putra disambut bak pahlawan. Turun dari pesawat yang…

Kamis, 06 Desember 2018 14:54

Truk Terbalik ! Satu Tewas, 11 Orang Luka-Luka (Sub)

SAMPIT - Kecelakaan tunggal terjadi pada areal perkebunan kelapa sawit…

Jumat, 30 November 2018 10:46

Karyawan PT AKT Ditelantarkan, Dua Bulan Gaji dan BPJS Kesehatan Belum Dibayar

PURUK CAHU-Massa dari pekerja PT Asmin Kolindo Tuhup (AKT) mendatangi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .