MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 23 Januari 2018 10:59
Ketika RSUD Sultan Imanuddin Terima Rujukan Pasien Gizi Buruk
Beri Susu Setiap 3 Jam, Obati Infeksi dan Peningkatan Berat Badan
Linda Sri Lestari didampingi ibunya saat menjalani perawatan intensif di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sejak 18 Januari lalu. //FOTO KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Selama Januari 2018, RSUD Sultan Imanuddin (SI) Pangkalan Bun Menerima dua pasien rujukan dari RS Lamandau. Keduanya didiagnosis menderita gizi buruk. Walaupun sempat dirawat kurang lebih 19 hari, namun satu di antaranya, yaitu Yani Ato (6) akhirnya meninggal dunia (MD) pekan lalu. Sementara satunya, yaitu Linda Sri Lestari, hingga Senin (22/1) masih menjalani perawatan intensif di RSUD SI Pangkalan Bun.

-------------------------

 TIM dokter RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, terus berusaha untuk mengobati pasien bernama Linda Sri Lestari. Pihak rumah sakit mencoba untuk fokus pada pengobatan infeksi dalam tubuh warga RT 09 Seberang, Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau itu. Tim medis juga berupaya untuk meningkatkan berat badan pasien, dengan cara menambah asupan nutrisi yang baik dalam tubuh anak 10 tahun itu.Untuk peningkatan berat badan, selain dibantu melalui infus, Linda juga diberikan susu sebanyak 160 cc setiap tiga jam sekali. Selain itu, Linda juga diberi asupan makanan tinggi kalori tinggi protein (TKTP), termasuk nasi.

"Masih dalam perawatan intensif petugas rumah sakit dan kita masih fokus pada peningkatan berat badan pasien, termasuk memberikan asupan makanan tinggi kalori tinggi protein dan memberikan susu setiap tiga jam sekali," kata Kasi Rawat Inap RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Aimandinata, Senin (22/1).

Terapi gizi dokter selama sepekan dirawat di ruang perawatan anak Lanan, kondisi Linda sudah menunjukkan kemajuan, terutama pada meningkatnya berat badan. Linda yang pertama masuk RSUD SI Selasa (16/1) pekan lalu, beratnya hanya sekitar 9,9 kilogram. Tetapi saat ini bobotnya sudah mencapai 10 kilogram.Bupati Lamandau Marukan mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait ada warganya yang mengalami gizi buruk. Alasannya, karena belum dapat laporan lengkap dari Dinas Kesehatan setempat. Namun dirinya meminta kepada Dinkes Lamandau untuk terus memantau dan membantu pasien tersebut. "Saya tetap meminta Dinkes membantu prosedur biaya pengobatannya. Apalagi kalau itu warga Lamandau," ujar Marukan di ruang kerjanya, Senin siang (22/1).

Marukan menambahkan, dirinya memerintahkan kepada instansi terkait untuk datang ke perusahaan-perusahaan untuk mengecek kesehatan, khususnya anak-anak. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan tidak ada penyakit menular lainnya maupun gizi buruk di daerah itu.  “Segera kita rapatkan masalah ini," tutupnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Lamandau, Friaraiyatini membenarkan adanya pasien diduga gizi buruk dan juga mengalami penyakit lainnya dari Lamandau yang menjalani perawatan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. "Benar dan sudah dirawat. Diagnosisnya gizi buruk dan penyakit lainnya," ungkap Friaraiyatini.

Kadinkes mengakui, pasien tersebut akan dibiayai melalui BPJS Kesehatan dan sudah diproses. Sebelumnya Yani Ato yang akhirnya meninggal dunia, juga mendapat bantuan dari pemerintah. Bahkan untuk pemakaman juga dibantu Pemkab Lamandau, karena tidak ada keluarganya. "Inilah kesulitan kita kalau pasien berada di perusahaan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, RSUD Sultan Imanuddin kedatangan pasien rujukan dari RS Lamandau yang didiagnosis menderita gizi buruk bernama Linda. Pasien itu merupakan anak pasangan Sucipto (32) dan Yunita Sari (31). Linda menderita gizi buruk disebabkan karena beberapa penyakit guam atau sariawan akut. Di mana mulutnya dipenuhi jamur yang mengakibatkan ia kesulitan menelan makanan dan minuman. Akibatnya, berat badannya yang  semula 15 kilogran menurun drastis dalam satu pekan hingga 9 kilogram. 

Sucipto yang merupakan karyawan di salah satu perkebunan besar swasta (PBS) di Lamandau ini, mengaku mengadopsi Linda sejak berumur 4 tahun. Saat diadopsi, Linda diketahui hanya menderita penyakit asma. Saat ini Linda juga didiagnosis menderita infeksi paru. (*tyo/alh/ens/dar)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida Qolbu di Jalan Jaya Wijaya,…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu bagi kontestan untuk meraup suara.…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun, pengamen yang menonjolkan aksinya…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya yang menjadi inspektur upacara…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka, justru batik Kalteng pun unik dan menarik…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar), tidaklah sedikit.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .