MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 23 Januari 2018 10:59
Ketika RSUD Sultan Imanuddin Terima Rujukan Pasien Gizi Buruk
Beri Susu Setiap 3 Jam, Obati Infeksi dan Peningkatan Berat Badan
Linda Sri Lestari didampingi ibunya saat menjalani perawatan intensif di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sejak 18 Januari lalu. //FOTO KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Selama Januari 2018, RSUD Sultan Imanuddin (SI) Pangkalan Bun Menerima dua pasien rujukan dari RS Lamandau. Keduanya didiagnosis menderita gizi buruk. Walaupun sempat dirawat kurang lebih 19 hari, namun satu di antaranya, yaitu Yani Ato (6) akhirnya meninggal dunia (MD) pekan lalu. Sementara satunya, yaitu Linda Sri Lestari, hingga Senin (22/1) masih menjalani perawatan intensif di RSUD SI Pangkalan Bun.

-------------------------

 TIM dokter RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, terus berusaha untuk mengobati pasien bernama Linda Sri Lestari. Pihak rumah sakit mencoba untuk fokus pada pengobatan infeksi dalam tubuh warga RT 09 Seberang, Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau itu. Tim medis juga berupaya untuk meningkatkan berat badan pasien, dengan cara menambah asupan nutrisi yang baik dalam tubuh anak 10 tahun itu.Untuk peningkatan berat badan, selain dibantu melalui infus, Linda juga diberikan susu sebanyak 160 cc setiap tiga jam sekali. Selain itu, Linda juga diberi asupan makanan tinggi kalori tinggi protein (TKTP), termasuk nasi.

"Masih dalam perawatan intensif petugas rumah sakit dan kita masih fokus pada peningkatan berat badan pasien, termasuk memberikan asupan makanan tinggi kalori tinggi protein dan memberikan susu setiap tiga jam sekali," kata Kasi Rawat Inap RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Aimandinata, Senin (22/1).

Terapi gizi dokter selama sepekan dirawat di ruang perawatan anak Lanan, kondisi Linda sudah menunjukkan kemajuan, terutama pada meningkatnya berat badan. Linda yang pertama masuk RSUD SI Selasa (16/1) pekan lalu, beratnya hanya sekitar 9,9 kilogram. Tetapi saat ini bobotnya sudah mencapai 10 kilogram.Bupati Lamandau Marukan mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait ada warganya yang mengalami gizi buruk. Alasannya, karena belum dapat laporan lengkap dari Dinas Kesehatan setempat. Namun dirinya meminta kepada Dinkes Lamandau untuk terus memantau dan membantu pasien tersebut. "Saya tetap meminta Dinkes membantu prosedur biaya pengobatannya. Apalagi kalau itu warga Lamandau," ujar Marukan di ruang kerjanya, Senin siang (22/1).

Marukan menambahkan, dirinya memerintahkan kepada instansi terkait untuk datang ke perusahaan-perusahaan untuk mengecek kesehatan, khususnya anak-anak. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan tidak ada penyakit menular lainnya maupun gizi buruk di daerah itu.  “Segera kita rapatkan masalah ini," tutupnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Lamandau, Friaraiyatini membenarkan adanya pasien diduga gizi buruk dan juga mengalami penyakit lainnya dari Lamandau yang menjalani perawatan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. "Benar dan sudah dirawat. Diagnosisnya gizi buruk dan penyakit lainnya," ungkap Friaraiyatini.

Kadinkes mengakui, pasien tersebut akan dibiayai melalui BPJS Kesehatan dan sudah diproses. Sebelumnya Yani Ato yang akhirnya meninggal dunia, juga mendapat bantuan dari pemerintah. Bahkan untuk pemakaman juga dibantu Pemkab Lamandau, karena tidak ada keluarganya. "Inilah kesulitan kita kalau pasien berada di perusahaan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, RSUD Sultan Imanuddin kedatangan pasien rujukan dari RS Lamandau yang didiagnosis menderita gizi buruk bernama Linda. Pasien itu merupakan anak pasangan Sucipto (32) dan Yunita Sari (31). Linda menderita gizi buruk disebabkan karena beberapa penyakit guam atau sariawan akut. Di mana mulutnya dipenuhi jamur yang mengakibatkan ia kesulitan menelan makanan dan minuman. Akibatnya, berat badannya yang  semula 15 kilogran menurun drastis dalam satu pekan hingga 9 kilogram. 

Sucipto yang merupakan karyawan di salah satu perkebunan besar swasta (PBS) di Lamandau ini, mengaku mengadopsi Linda sejak berumur 4 tahun. Saat diadopsi, Linda diketahui hanya menderita penyakit asma. Saat ini Linda juga didiagnosis menderita infeksi paru. (*tyo/alh/ens/dar)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 09:43
Cara Wali Kota Palangka Raya Terpilih Serap Aspirasi Masyarakat

Kota Cantik “Banjir” Harapan

Banyak cara demi mendapat masukan dan saran untuk pembangunan. Seperti memanfaatkan media sosial. Itulah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:39
Menengok Tiga Pasutri yang Dikaruniai Anak pada Momen HUT ke-73 RI

Kelahiran Tak Terencana, Binggung Memberi Nama

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:44
Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Kibarkan Merah Putih di Sungai Seruyan

"Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Demikian kutipan yang pernah dikatakan Bung Karno. Tentang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:25
Melihat Suasana Sekolah Inklusi Pertama di Kalteng

Pelajaran Disesuaikan dengan Kemampuan

Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus, bukan sebuah pilihan. Bukan pula keinginan orang tua. Itu…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:42

Panjang Ratusan Meter Menyeberangi Sungai

Pembentangan bendera merah putih di 13 kabupaten dan satu kota mengawali euforia penyambutan Hari Kemerdekaan…

Senin, 13 Agustus 2018 10:33
Eicha, Peraih Golden Champion Perparawi Tingkat Nasional

Catatkan Diri dalam Sejarah Keikutsertaan Kontingen Kalteng

Prestasi membanggakan ditorehkan Eicha Cristy Gianella. Ketika mewakili kontingen Kalteng, putri asal…

Minggu, 12 Agustus 2018 11:57
Menengok Usaha Budi Daya Lebah Madu di Palangka Raya

Jual Pikap Demi 10 Kotak Sarang Mellifera

Petani lebah madu asal Kalampangan ini bernama Yoanes Budiyana. Madu produksinya punya label yang sudah…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:26
Memanfaatkan Bekas Peralatan Elektronik Menjadi Barang Unik

Kreativitas dan Karya dari Balik Penjara

Hidup di balik jeruji besi sudah pasti terisolasi. Terkurung dan terbatas dengan dunia luar. Namun,…

Jumat, 10 Agustus 2018 13:23
Ketika Warga Katingan Kuala Harus Terjebak di Minimnya Infrastruktur Jalan

Meregang Nyawa di Tengah Sungai

Ibu Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan harus menghembuskan…

Jumat, 10 Agustus 2018 11:02
Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Perkebunan Sawit

PT KLM Terancam Tahanan, Denda, dan Izin Dicabut

Kebakaran seluas 511 hektare lahan perkebunan sawit, menjadi petaka bagi PT KLM. Perusahaan beroperasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .