MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 23 Januari 2018 10:59
Ketika RSUD Sultan Imanuddin Terima Rujukan Pasien Gizi Buruk
Beri Susu Setiap 3 Jam, Obati Infeksi dan Peningkatan Berat Badan
Linda Sri Lestari didampingi ibunya saat menjalani perawatan intensif di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sejak 18 Januari lalu. //FOTO KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Selama Januari 2018, RSUD Sultan Imanuddin (SI) Pangkalan Bun Menerima dua pasien rujukan dari RS Lamandau. Keduanya didiagnosis menderita gizi buruk. Walaupun sempat dirawat kurang lebih 19 hari, namun satu di antaranya, yaitu Yani Ato (6) akhirnya meninggal dunia (MD) pekan lalu. Sementara satunya, yaitu Linda Sri Lestari, hingga Senin (22/1) masih menjalani perawatan intensif di RSUD SI Pangkalan Bun.

-------------------------

 TIM dokter RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, terus berusaha untuk mengobati pasien bernama Linda Sri Lestari. Pihak rumah sakit mencoba untuk fokus pada pengobatan infeksi dalam tubuh warga RT 09 Seberang, Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau itu. Tim medis juga berupaya untuk meningkatkan berat badan pasien, dengan cara menambah asupan nutrisi yang baik dalam tubuh anak 10 tahun itu.Untuk peningkatan berat badan, selain dibantu melalui infus, Linda juga diberikan susu sebanyak 160 cc setiap tiga jam sekali. Selain itu, Linda juga diberi asupan makanan tinggi kalori tinggi protein (TKTP), termasuk nasi.

"Masih dalam perawatan intensif petugas rumah sakit dan kita masih fokus pada peningkatan berat badan pasien, termasuk memberikan asupan makanan tinggi kalori tinggi protein dan memberikan susu setiap tiga jam sekali," kata Kasi Rawat Inap RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Aimandinata, Senin (22/1).

Terapi gizi dokter selama sepekan dirawat di ruang perawatan anak Lanan, kondisi Linda sudah menunjukkan kemajuan, terutama pada meningkatnya berat badan. Linda yang pertama masuk RSUD SI Selasa (16/1) pekan lalu, beratnya hanya sekitar 9,9 kilogram. Tetapi saat ini bobotnya sudah mencapai 10 kilogram.Bupati Lamandau Marukan mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait ada warganya yang mengalami gizi buruk. Alasannya, karena belum dapat laporan lengkap dari Dinas Kesehatan setempat. Namun dirinya meminta kepada Dinkes Lamandau untuk terus memantau dan membantu pasien tersebut. "Saya tetap meminta Dinkes membantu prosedur biaya pengobatannya. Apalagi kalau itu warga Lamandau," ujar Marukan di ruang kerjanya, Senin siang (22/1).

Marukan menambahkan, dirinya memerintahkan kepada instansi terkait untuk datang ke perusahaan-perusahaan untuk mengecek kesehatan, khususnya anak-anak. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan tidak ada penyakit menular lainnya maupun gizi buruk di daerah itu.  “Segera kita rapatkan masalah ini," tutupnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Lamandau, Friaraiyatini membenarkan adanya pasien diduga gizi buruk dan juga mengalami penyakit lainnya dari Lamandau yang menjalani perawatan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. "Benar dan sudah dirawat. Diagnosisnya gizi buruk dan penyakit lainnya," ungkap Friaraiyatini.

Kadinkes mengakui, pasien tersebut akan dibiayai melalui BPJS Kesehatan dan sudah diproses. Sebelumnya Yani Ato yang akhirnya meninggal dunia, juga mendapat bantuan dari pemerintah. Bahkan untuk pemakaman juga dibantu Pemkab Lamandau, karena tidak ada keluarganya. "Inilah kesulitan kita kalau pasien berada di perusahaan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, RSUD Sultan Imanuddin kedatangan pasien rujukan dari RS Lamandau yang didiagnosis menderita gizi buruk bernama Linda. Pasien itu merupakan anak pasangan Sucipto (32) dan Yunita Sari (31). Linda menderita gizi buruk disebabkan karena beberapa penyakit guam atau sariawan akut. Di mana mulutnya dipenuhi jamur yang mengakibatkan ia kesulitan menelan makanan dan minuman. Akibatnya, berat badannya yang  semula 15 kilogran menurun drastis dalam satu pekan hingga 9 kilogram. 

Sucipto yang merupakan karyawan di salah satu perkebunan besar swasta (PBS) di Lamandau ini, mengaku mengadopsi Linda sejak berumur 4 tahun. Saat diadopsi, Linda diketahui hanya menderita penyakit asma. Saat ini Linda juga didiagnosis menderita infeksi paru. (*tyo/alh/ens/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 07:04
Pihak Sekolah Merasa Dilecehkan karena Kelasnya Dilempari Kotoran Manusia

Guru Mogok Mengajar dan Memasang Spanduk Unik

Info untuk siswa dan wali murid, orang yang anaknya tidak mau ditegur/dididik oleh guru SDN 2 Kubu,…

Sabtu, 24 Februari 2018 04:54
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (2)

Mantan Pelaut Handal, Pernah Menjelajah Hingga Malaysia

Sambil mengayuh kursi roda, kakek Syahrani menyusuri jalananan di Pangkalan Bun. Kaki yang sudah tidak…

Jumat, 23 Februari 2018 09:48
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (1)

Sempat Lima Hari Tidak Makan dan Minum

Sebelum lumpuh, Syahrani berkeliling dengan sepeda tuanya menawarkan dagangan ke kampung-kampung. Puluhan…

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .