MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 23 Januari 2018 10:59
Ketika RSUD Sultan Imanuddin Terima Rujukan Pasien Gizi Buruk
Beri Susu Setiap 3 Jam, Obati Infeksi dan Peningkatan Berat Badan
Linda Sri Lestari didampingi ibunya saat menjalani perawatan intensif di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sejak 18 Januari lalu. //FOTO KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Selama Januari 2018, RSUD Sultan Imanuddin (SI) Pangkalan Bun Menerima dua pasien rujukan dari RS Lamandau. Keduanya didiagnosis menderita gizi buruk. Walaupun sempat dirawat kurang lebih 19 hari, namun satu di antaranya, yaitu Yani Ato (6) akhirnya meninggal dunia (MD) pekan lalu. Sementara satunya, yaitu Linda Sri Lestari, hingga Senin (22/1) masih menjalani perawatan intensif di RSUD SI Pangkalan Bun.

-------------------------

 TIM dokter RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, terus berusaha untuk mengobati pasien bernama Linda Sri Lestari. Pihak rumah sakit mencoba untuk fokus pada pengobatan infeksi dalam tubuh warga RT 09 Seberang, Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau itu. Tim medis juga berupaya untuk meningkatkan berat badan pasien, dengan cara menambah asupan nutrisi yang baik dalam tubuh anak 10 tahun itu.Untuk peningkatan berat badan, selain dibantu melalui infus, Linda juga diberikan susu sebanyak 160 cc setiap tiga jam sekali. Selain itu, Linda juga diberi asupan makanan tinggi kalori tinggi protein (TKTP), termasuk nasi.

"Masih dalam perawatan intensif petugas rumah sakit dan kita masih fokus pada peningkatan berat badan pasien, termasuk memberikan asupan makanan tinggi kalori tinggi protein dan memberikan susu setiap tiga jam sekali," kata Kasi Rawat Inap RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Aimandinata, Senin (22/1).

Terapi gizi dokter selama sepekan dirawat di ruang perawatan anak Lanan, kondisi Linda sudah menunjukkan kemajuan, terutama pada meningkatnya berat badan. Linda yang pertama masuk RSUD SI Selasa (16/1) pekan lalu, beratnya hanya sekitar 9,9 kilogram. Tetapi saat ini bobotnya sudah mencapai 10 kilogram.Bupati Lamandau Marukan mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait ada warganya yang mengalami gizi buruk. Alasannya, karena belum dapat laporan lengkap dari Dinas Kesehatan setempat. Namun dirinya meminta kepada Dinkes Lamandau untuk terus memantau dan membantu pasien tersebut. "Saya tetap meminta Dinkes membantu prosedur biaya pengobatannya. Apalagi kalau itu warga Lamandau," ujar Marukan di ruang kerjanya, Senin siang (22/1).

Marukan menambahkan, dirinya memerintahkan kepada instansi terkait untuk datang ke perusahaan-perusahaan untuk mengecek kesehatan, khususnya anak-anak. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan tidak ada penyakit menular lainnya maupun gizi buruk di daerah itu.  “Segera kita rapatkan masalah ini," tutupnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Lamandau, Friaraiyatini membenarkan adanya pasien diduga gizi buruk dan juga mengalami penyakit lainnya dari Lamandau yang menjalani perawatan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. "Benar dan sudah dirawat. Diagnosisnya gizi buruk dan penyakit lainnya," ungkap Friaraiyatini.

Kadinkes mengakui, pasien tersebut akan dibiayai melalui BPJS Kesehatan dan sudah diproses. Sebelumnya Yani Ato yang akhirnya meninggal dunia, juga mendapat bantuan dari pemerintah. Bahkan untuk pemakaman juga dibantu Pemkab Lamandau, karena tidak ada keluarganya. "Inilah kesulitan kita kalau pasien berada di perusahaan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, RSUD Sultan Imanuddin kedatangan pasien rujukan dari RS Lamandau yang didiagnosis menderita gizi buruk bernama Linda. Pasien itu merupakan anak pasangan Sucipto (32) dan Yunita Sari (31). Linda menderita gizi buruk disebabkan karena beberapa penyakit guam atau sariawan akut. Di mana mulutnya dipenuhi jamur yang mengakibatkan ia kesulitan menelan makanan dan minuman. Akibatnya, berat badannya yang  semula 15 kilogran menurun drastis dalam satu pekan hingga 9 kilogram. 

Sucipto yang merupakan karyawan di salah satu perkebunan besar swasta (PBS) di Lamandau ini, mengaku mengadopsi Linda sejak berumur 4 tahun. Saat diadopsi, Linda diketahui hanya menderita penyakit asma. Saat ini Linda juga didiagnosis menderita infeksi paru. (*tyo/alh/ens/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .