MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 22 Januari 2018 07:52
Melihat Upaya Pencarian Rusli yang “Lenyap” di Kebun Sawit
Bantu Paranormal, Helikopter Ikut Dikerahkan
Helikopter Jenis Bell milik tokoh Masyarakat H Abdul Rasyid ikut dikerahkan untuk membantu proses pencarian dari udara, kemarin. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Belum ada tanda - tanda keberadaan Rusli yang menghilang sejak lima hari lalu, tak lantas membuat Tim SAR patah arang, walau dilanda kelelahan  kedatangan orang nomor satu di Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu pagi (21/1) memecut kembali semangat tim SAR.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun 

TIM SAR yang terdiri dari BPBD, Satpol PP dan Damkar, TNI, Tagana, Basarnas dan keluarga serta masyarakat terus berupaya melakukan pencarian terhadap Rusli (60) warga Jalan Mak Jambek, RT 04, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, yang hilang saat memanen buah sawit di kebunnya sejak lima hari lalu.

Setiap sudut hutan, bantaran Sungai Arut, lembah dan bukit tak sejengkal pun lepas dari penyisiran tim SAR. Bahkan kolam kecil tak jauh dari pondok milik Rusli di Jalan Jenderal Sudirman, Gang Sintang Sejahtera, Bamban, Kelurahan Mendawai diobok-obok serta diselam warga, namun tanda-tanda keberadaan Rusli tak jua terlihat.

Berbagai peralatan dibawa oleh tim, parang, mandau, senter bahkan mesin pemotong rumput untuk menyibak semak belukar yang menutup parit selebar dua meter yang berada di sisi kiri jalan menuju tempat penambatan perahu Rusli.

Pihak keluarga juga berupaya dengan mendatangkan beberapa paranormal ke lokasi untuk mengetahui keberadaan Rusli, salah satunya dengan cara memasukan makhluk gaib kedalam tubuh manusia. 

Anggota Satpol PP dan Damkar Kobar yang dijadikan media untuk dimasuki makhluk itu berguling - guling dan dalam sekejap kesurupan, namun saat ditanyai oleh paranormal tak ada jawaban yang keluar dari mulutnya, sehingga upaya untuk mengorek keterangan terkait keberadaan Rusli dari makhluk astral gagal.“Saya sempat muntah darah karena dua kali dijadikan media untuk dimasuki," kata Anggota Satpol PP dan Damkar Kobar, Bara di lokasi pencarian hilangnya Rusli, Sabtu (20/1).

Beberapa paranormal lainnya dengan cara masing-masing terus berupaya, bahkan ada yang mengatakan Rusli tak jauh dari lokasi pondok dan kebun sawitnya. Namun saat tim SAR menyusuri petunjuk tersebut hasilnya nihil.Di saat seluruh tim SAR kebingungan karena tak ada petunjuk terkait keberadaan Rusli dan dilanda penurunan kondisi fisik, semangat mereka kembali terlecut saat orang nomor satu di Bumi Marunting  Batu Aji, Bupati Kobar Hj.Nurhidayah dan suami H.M Ruslan AS menyambangi lokasi hilangnya Rusli.

Wejangan yang berisi penyemangat kepada tim untuk terus melakukan pencarian  dengan maksimal terus diutarakan Nurhidayah dan juga kepada keluarga Rusli. Bahkan HM Ruslan AS juga berjanji akan membantu pencarian dengan mengerahkan satu unit heli jenis Bell ke lokasi.

Pukul 09.45 WIB, tim SAR tiba-tiba dikejutkan dengan suara bergemuruh dari udara, satu pesawat helikopter berwarna biru striping putih berputar-putar di atas lokasi hilangnya Rusli. Cukup lama heli tersebut melakukan penyisiran udara, setelah refull BBM heli kembali lagi melanjutkan pencarian." Pak Haji Ruslan tadi yang meminta helikopter diterbangkan untuk membantu penyisiran dari udara," terang Kasi Kebencanaan, BPBD Kobar, Pahrul Laji.

Hilangnya Rusli membuat Bupati Nurhidayah dan suami HM Ruslan AS selaku tokoh  masyarakat tak bisa menyembunyikan kesedihannya, Kepada Kalteng Pos ia mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh anggota tim SAR, yang hingga hari ke lima masih terus membantu proses pencarian.Mereka berdua juga merasa prihatin atas musibah yang menimpa bapak Rusli, ia meminta seluruh masyarakat Kobar turut mendoakan kepada keluarga agar terus bertawaqal, sabar." Insyaallah akan segera ditemukan baik dalam keadaan hidup atau sudah tiada," tutupnya. (ala/dar)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…

Minggu, 04 Februari 2018 08:12
Kisah Lima Hari Berburu Pemangsa Manusia

Tangkap Buaya dengan Umpan Itik dan Monyet

Perburuan buaya pemakan manusia di Desa Sebangau Jaya, Pulang Pisau, membuahkan hasil. Buaya yang diyakini…

Jumat, 02 Februari 2018 20:03

Ketika Makanan Berkurang, Beruang Masuk Permukiman

SEKILAS bentuknya lucu, karena ditutupi bulu hitam dengan corak keemasan. Tetapi untuk menangkapnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .