MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Minggu, 21 Januari 2018 10:16
MAHAR POLITIK ITU PEMERASAN

Tanpa Laporan Tetap Bisa Diusut

ILUSTRASI

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Mahar politik tidak hanya berdampak pada suhu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Semakin dinamis karena mahar politik dianggap masuk dalam kategori pemerasan. Pelakunya, juga bisa dipidana.Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Palangka Raya Hendry S Dalim, menilai kasus mahar politik bisa masuk dalam ranah pemerasan. Namun, hal itu tetap harus dilihat dari kronologi sehingga terjadinya mahar tersebut.

“Kalau misalnya calon datang dan minta datang dukungan dari parpol. Dan parpol minta dengan syarat, namun calon tidak sanggup apabila parpol memasang harga tertentu, itu terkesan masuk kategori pemerasan,” ujarnya kepada Kalteng Pos, Sabtu (20/1).

Apabila hal itu terjadi, kata dia, maka calon kepala daerah bisa melaporkan kepada Bawaslu. Sehingga, Bawaslu bisa menelusuri adanya dugaan mahar politik tersebut. Menurut dia, terjadinya pemerasan itu bisa jadi lantaran memang ada unsur kesengajaan dari penerima uang. Misalnya, sengaja mempermainkan calon dengan nominal tertentu. Atau, dengan sengaja membuat perebutan kursi dukungan dengan tarif harga yang terus naik.

“Lapor ke Bawaslu dulu. Kalau memang jelas ada unsur pidana, itu masuk ke pemesaran. Atau ada unsur kesengajaan untuk mempermainkan misal permintaan uang, atau ada pernyataan ada orang lain yang lebih berani menyator lebih tinggi, ini jelas pemerasan. Itu yang harus diinvestigasi oleh Bawaslu,” katanya.

Selain itu, ia menduga kasus ini bisa saja selesai. Dengan catatan, apabila penerima mengembalikan uang yang sudah disetor oleh Jhon Krisli-Maryono (Joyo) dan juga Mulyar Samsi. Praktisi hukum ini juga yakin, kalau belum ada laporan dari Joyo atau Mulyar lantaran berharap ada pengembalian uang yang telah disetorkan.“Tidak mau lapor mungkin berharap dikembalikan. Apakah seluruhnya atau sebagian? Namun yang penting ada iktikat baik. Kalau dikembalikan, bukan masuk ke ranah pemerasan lagi,” imbuhnya.

Sepengetahuan dia, kasus ini sudah acap kali terjadi. Kata dia, rata-rata banyak yang akan bersembunyi di kata ‘mesin partai’. Dirinya menduga, ada oknum parpol yang dengan sengaja meminta uang tebusan kursi kepada calon. Hanya saja, dengan mengatasnamakan demi keperluan mesin partai.

 

MAHAR POLITIK, BAWASLU SEBUT PIDANA

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kalteng Satriadi mengatakan, walaupun belum ada dilaporkan Jhon Krisli-Maryono ke Panwaslu Kota Palangka Raya, akan tetapi pihaknya melalui Panwaslu tetap memproses kasus tersebut hingga tuntas. Pihaknya proaktif merespon ujaran itu. Sehingga, pihaknya mendalami kasus mahar politik yang melanda Kota Cantik dan juga Kabupaten Murung Raya. Katanya, mahar politik yang sedang meramaikan Kota Puruk Cahu juga menjadi catatan pihaknya.

Walaupun Mulyar Samsi belum melaporkan secara tertulis, namun Bawaslu tetap menganggap hal itu harus ditelusuri. Meskipun demikian, Satriadi berharap agar Mulyar dan Jhon Krisli-Maryono melaporkan dugaan mahar tersebut.

“Untuk yang di Palangka Raya tetap diusut. Tanpa laporan pun bisa diusut dan dijadikan temuan apabila dianggap kuat bukti. Tapi alangkah baiknya jika ada laporan untuk mempermudah proses,” katanya kepada Kalteng Pos, kemarin.

Menurut dia, Panwaslu Kota Palangka Raya masih mendalami dengan meminta keterangan beberapa pihak. Termasuk melakukan pemanggilan terhadap Jhon Krisli-Maryono, serta para saksi lainnya. Demikian pula partai politik yang sebelumnya diwacanakan akan dipanggil. Walaupun demikian, Satriadi tetap percaya semua itu tidak akan menggangu proses Pilkada yang masih berlangsung baik di Kota Palangka Raya atau di Kabupaten Murung Raya. “Dan ini, tidak akan mengganggu tahapan pilkada,” bebernya.

Selain hal itu, apabila terbukti ada mahar politik, maka para pelaku bersiap-siap akan terkena pidana. Menurut Satriadi, hal itu tidak akan keluar dari aturan tindak pidana bagi mahar politik.

Apabila terbukti maka sesuai dengan pasal 187B UU 10 tahun 2016, pelaku dari parpol bisa diancam hukuman penjara 36 bulan paling singkat dan 72 paling lama. Serta denda sebesar Rp300 juta paling kecil dan Rp1 miliar paling besar. Serta Demikian pula pemberi sebagaimana yang diatur dalam pasal 187C UU 10 tahun 2016, pelaku dari lembaga atau perorangan bisa diancam hukuman penjara 24 bulan paling singkat dan 72 bulan paling lama. Serta denda sebesar Rp300 juta paling kecil dan Rp1 miliar paling besar.

Lebih parah lagi, bagi parpol penerima mahar, akan dilarang mengajukan calon pada periode berikutnya di daerah yang sama, sebagaimana yang diatur Pasal 47 ayat 2 UU 10 tahun 2016. “Tetap tidak keluar dari pasal 47, pasal 187 B dan 187 C,” jawab Satriadi tentang ancaman bagi pelaku jika terbukti melakukan mahar politik. (ami/abe/dar)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 11:30

Kesadaran Menurun, Pelanggaran Meningkat

OPERASI Zebra Telabang 2018 telah berakhir kemarin (12/11). Hasilnya sudah…

Selasa, 13 November 2018 11:15

Diduga Terkait Pelecehan Siswa, Kepala SMAN 1 Mundur

PANGKALAN BUN - SMAN 1 Pangkalan Bun menjadi perbincangan hangat…

Selasa, 13 November 2018 10:56

Diguyur Hujan, Rumah Dinas Terbakar

SAMPIT – Bersamaan dengan hujan lebat mengguyur Kota Sampit dan…

Selasa, 13 November 2018 10:47

2.900 Ikut Tes, Hanya 82 yang Lulus

SAMPIT - Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Kotawaringin…

Selasa, 13 November 2018 10:38
Ketika Curahan Hati Korban Pelakor Viral di Medsos

Banjir Dukungan, Diundang Tampil di Televisi

Kekuatan media sosial (medsos) membawa curahan hati (curhat) pemilik akun…

Senin, 12 November 2018 09:57

Jangan Coba-Coba ! Kobar Perangi Prostitusi

PANGKALAN BUN-Operasi "senyap" praktik prostotusi yang masuk wilayah Kecamatan Arut…

Senin, 12 November 2018 09:54

Budak Sabu Tak Berkutik, Ini Barbuknya

SAMPIT-Seorang budak sabu yang biasa menjajakan barang haram ini akhirnya…

Senin, 12 November 2018 09:50

Waswas Serangan Lanjutan Buaya di Sungai Mentaya

SAMPIT-Teror buaya di Sungai Mentaya Kabupaten Kotim kembali terjadi. Walaupun…

Senin, 12 November 2018 09:47

PARAH NICH ! Empat Laki-laki dan Seorang Perempuan Asyik Ngelem Fox

SAMPIT-Lima anak baru gede (ABG) Sampit, mesti berurusan dengan aparat…

Senin, 12 November 2018 09:41

Mayat Wanita Ditemukan Mengapung di Galian Ekskavator

PALANGKA RAYA-Warga Desa Rawung, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .