MANAGED BY:
RABU
22 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 16 Januari 2018 07:26
Kasus Pencabulan Santriwati oleh Ustaz

Orangtua Kecewa, Polisi Sebut Sulit Diungkap karena Minim Alat Bukti

Orang tua SVT (15) korban dugaan pencabulan saat mengadukan kasusnya di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, belum lama ini //RUSLAN/ KELTENG POS

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Siti Noor Solcha (38) orang tua dari SVT (15) mengadu ke Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Ia mengadu karena kecewa kasus yang dilaporkannya terkait dugaan pencabulan terhadap putrinya yang diduga dilakukan oleh  oknum ustaz inisial AH, sejak dilaporakan 23 Agustus 2017 lalu, hingga kini belum ada titik terangnya.Orang tua korban Siti Noor Solcha mengaku, dugaan pencabulan tersebut terjadi saat SVT menjadi santriwati di salah satu Ponpes di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pangkalan Lada.  "Padahal saksi-saksi semuanya sudah diperiksa, namun kasusnya belum ada kejelasan sampai sekarang, terakhir saya dangar kasus ini mau dihentikan," kata Siti kepada Kalteng Pos, Senin (15/1).

Menanggapi hal ini Pejabat Sementara Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kobar Bripka  Shinta mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan, dan pemeriksaan/interogasi terhadap tujuh saksi dan dua saksi dari terduga terlapor (saksi) dan ibunya, dari hasil keterangan seluruh saksi (7 orang), semuanya menyatakan tidak ada yang melihat kejadian, inilah yang menjadi salah satu kendala mengapa kasus ini sulit diungkap."Minim alat bukti, sementara dari hasil visum pun, pihak korban (saksi) terlambat melapor kerena kejadian tanggal 1 Agustus, sedangkan kasus baru dilaporkan 23 Agustus, jeda waktunya cukup lama," ujar Shinta saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, kemarin.

Ia menambahkan, dari hasil visum dijelaskan bahwa ada nyeri dan merah di bagian alat kelamin korban, itu akibat keputihan yang diderita oleh korban, sedangkan bekas merah itu tidak semerta-merta diakibatkan oleh benda tumpul, namun bisa saja kemungkinan lain, seperti bekas garukan sehingga menghasilkan warna merah."Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan dan mereka juga menyatakan alat bukti sagat lemah, dengan kata lain berkas ini tidak bisa kita paksakan dalam proses penyidikan," jelasnya.

Kemungkinan besar kasus ini akan ditutup, karena minim alat bukti, namun pihaknya masih berkondisi dengan Kejaksaan, karena kepolisian tidak bisa gegabah dalam hal ini lantaran menyangkut nama baik seseorang, akibat tidak ada bukti yang kuat terlebih terduga terlapor adalah seorang tokoh agama. (lan/ala/dar)


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 01:24

KENAPA INI..?? Wabup Kobar Ancam Tindak Tegas Operator Angkutan Laut

PANGKALAN BUN - Arus mudik jelang lebaran mulai memadati Pelabuhan Panglima…

Rabu, 22 Mei 2019 01:23

WAH PARAH..!! Meras dan Ngancam Kakek-Kakek, Oknum Guru Berurusan dengan Polisi

PULANG PISAU – Markus (57) harus berurusan dengan hukum. Oknum PNS…

Jumat, 17 Mei 2019 15:15

Setubuhi Anak Tiri, Ayah Dituntut 15 Tahun Penjara

NANGA BULIK - Terdakwa TR yang tega menyetubuhi anak tirinya…

Jumat, 17 Mei 2019 00:57

NAH KAN..!! ASN Penganiaya ART Dieksekusi ke Penjara

NANGA BULIK - Catarina Sirait, oknum ASN yang bekerja di Dinas…

Rabu, 15 Mei 2019 15:08

LAKA MENGERIKAN..!! Satu Tewas, Satu Kritis

KUALA KAPUAS - Kecelakaan maut merenggut korban jiwa kembali terjadi…

Senin, 13 Mei 2019 12:53

Terkunci di Mobil, Tewas Kehabisan Oksigen

PANGKALAN BUN-Mendadak warga Gang Haji Sabil, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan…

Senin, 13 Mei 2019 12:47

Hindari Lobang, Nyawa Melayang

KECELAKAAN yang menyebabkan pengendara sepeda motor tewas, kembali terjadi lagi…

Senin, 13 Mei 2019 12:46

Putra Bejat, Menjala Sambil Cabuli Bocah

PURUK CAHU- Puncak Mandala Putra, ditangkap aparat Polsek Laung Tuhup…

Minggu, 12 Mei 2019 12:21

Soal Kasus Dua Oknum ASN Mesum, Ini Perintah Bupati ke Inspektorat

KASONGAN–Kasus dua oknum ASN berinisial Yu dan IR yang sebelumnya…

Sabtu, 11 Mei 2019 12:05
Karena Kebakaran Lahan Tahun 2018

Divonis Bersalah ! PT KLM Bayar Ganti Rugi Rp89 M, Biaya Pemulihan Rp210 M

KUALA KAPUAS-Kebakaran lahan yang terjadi 2018 lalu di area perusahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*