MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 13 Januari 2018 10:56
MERASA DIZALIMI ! JOYO Tak Sanggup Penuhi 1 Kursi Rp750 Juta
Pasangan John Krisli dan Maryono (JOYO), merasa menjadi korban politik pragmatis. //FOTO : NUE/KALTENG POS

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA- Selesainya masa pendaftaran paslon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), bagi sebagian daerah tensi politik mereda. Tetapi tidak di Palangka Raya, Bartim dan Kapuas. Dinamika mengarah ke sengketa pilkada mulai terasa. Apalagi, di Pilwako Palangka Raya, mahar politik menjadi biasa di mata publik.  Bahkan, kandasnya pasangan John Krisli dan Maryono (JOYO) maju di pilwako justru membuka cerita yang membelalakkan mata. Keduanya merasa menjadi korban politik pragmatis. John Krisli yang juga ketua DPRD Kotim ini, mengungkapkan penyebab kegagalannya tidak ikut mendaftar, karena tidak sanggup memenuhi mahar politik yang ditawarkan 1 kursi dukungan Rp750 juta. “Kendala yang kami alami selama 10 hari di Jakarta, dalam rangka untuk mendapatkan rekom dari beberapa partai yang telah kami daftarkan seperti Gerindra dan juga PPP, kami merasa dizalimi oleh partai,” ungkap John, Jumat (12/1).

Sampai last minute alias detik terakhir sebelum pendaftaran 8-10 Januari lalu, kata dia, bisa dipastikan ada partai akan mengusungnya. Tetapi, manuver parpol menghilangkan dukungan kepadanya. “Sehingga kami merasa apa yang disampaikan selama ini, di mana setiap partai akan menjaring calon-calon tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kami merasa seperti dilelang dengan mahar yang disodorkan, guna mendapatkan dukungan,” tegasnya.

Sepengetahuannya, setiap detik menjelang akhir pendaftaran di KPU, angka mahar yang ditawarkan terus melonjak naik dengan harga yang fantastis dan hampir mencapai satu miliar rupiah. “Pernyataan tidak ada mahar, merupakan kebohongan publik yang disembunyikan. Kami menyaksikan dan merasakan sendiri adanya transaksi jual beli,” ungkapnya dengan nada optimistis.

Sebagai pasangan John, Maryono juga menerangkan kegagalan maju bertarung merupakan kelemahan dan konsekuesi yang harus diterimanya. Mahar politik diyakininya memengaruhi banyaknya bakal calon yang maju melalui jalur independen khususnya di Kota Palangka Raya.“Kami menyadari kelemahan yang kami miliki, tetapi di sini kami tidak merasa kecewa atau lain-lain,” ungkapnya. (nue/abe/dar)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 10:02

Ternyata Ini Motif Pembakaran Rumah dan Toko Itu

SAMPIT-Terlambat bagi Alfianur (46) untuk menyesali perbuatan nekatnya membakar toko dan rumah Syahroni.…

Selasa, 18 September 2018 09:57

Polisi Gerebek Pabrik Miras di Kebun Sawit

NANGA BULIK-Polres Lamandau kembali berhasil mengungkap penjualan dan produksi minuman keras (miras)…

Senin, 17 September 2018 10:12

Polres Lamandau Sukses Gagalkan Pengiriman Sabu Senilai Rp400 Juta

Sabu seberat 169,412 atau senilai Rp400 juta lebih hampir saja beredar di Kotawaringin Barat. Polres…

Senin, 17 September 2018 10:01

Begal Modus Rebut Pacar

PALANGKA RAYA- Aksi kejahatan jalanan tak ada habisnya menghiasai Kota Cantik. Setelah pekan lalu menimpa…

Senin, 17 September 2018 09:46

Hadiah Jalan Sehat Terus Bartambah

NANGA BULIK-Hadiah Jalan Sehat Lamandau Sega, Lamandau Juara terus bertambah. Kali ini, giliran Bank…

Senin, 17 September 2018 09:42

Karhutla, 18 Rumah Transmigran Terbakar

KUALA KAPUAS-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari ini berdampak luas. Sebanyak 18 rumah…

Senin, 17 September 2018 09:39

DIBUKA TAPI BELUM BERGUNA

KOTA Palangka Raya punya banyak taman. Sedikitnya enam taman pada Februari lalu dibuka. Salah satunya,…

Sabtu, 15 September 2018 12:31

INNALILAHIWAINAILAIHIROJIUN …! Imam Salat Jumat Wafat Posisi Sujud

INNALILAHIWAINAILAIHIROJIUN. Kabar duka menyelimuti Bumi Tambun Bungai. HM Sadri Arsyad, imam Masjid…

Sabtu, 15 September 2018 12:27

BEJAT ! Belasan Remaja Setubuhi Dua Gadis Cantik

KUALA KURUN-Malang nasib Mawar dan Melati. Si kembar usia 16 tahun itu dinodai belasan remaja. Peristiwa…

Sabtu, 15 September 2018 12:24
Jenazah Bayi dan Orang Tua Dikebumikan Dalam Satu Liang Lahat

Domi Dikenal Pendiam dan Sering Membantu Teman

Kematian Dominikus Jehatu alias Domi (34), Meliana Minur alias Imel (24), dan putra mereka Apriliano…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .