MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya
Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi
Yani saat berada di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun. //WARGA FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa menderita Marasmus (Gizi Buruk) memang tragis, ia diduga menjadi korban eksploitasi ayah tirinya untuk mendapatkan uang, dan saat ini ia seorang diri menjalani pemulihan kesehatannya di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun. 

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun 

KECERIAAN wajah Yani Ato (6), mulai terpancar di wajah kurusnya, sepekan belakangan ini perkembangan kesehatannya mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat saat ia terbangun dari tidur, Yani sudah bisa mencari Tab yang dibelikan oleh para relawan untuk melihat beberapa film kartun kesukaannya. Keceriaan yang ia rasakan rupanya tak berlangsung lama, kesehatannya kembali drop, intensitas diarenya makin sering hingga 2-3 jam sekali sejak kemarin. 

Mata kecil Yani terlihat nanar, seolah mencari sesuatu yang berharga dalam hidupnya, ya, ia mencari ayah tirinya  yang selama ini ia jadikan gantungan hidup sejak ayah dan ibu kandungnya meninggal dunia enam tahun silam. Antonius Ato, ayah tirinya sejak kemarin subuh meninggalkan Yani seorang diri di RSUD SI, tak ada yang tahu kemana perginya sang ayah tiri, yang pasti satu koper berisi pakaiannya dan uang jutaan rupiah hasil sumbangan warga turut dibawa pergi. 

Kepergian ayah tiri Yani Ato, membuat para relawan yang tergabung dalam Relawan Kobar kelimpungan, pasalnya Yani tak ada yang menemani saat malam hari, selama ini hanya ayah tirinya yang menjaga. " Sejak subuh kemarin ayahnya sudah pergi, kami enggak tahu ke mana perginya yang pasti kopernya dan uang hasil sumbangan warga beberapa juta yang diterima ayahnya turut dibawa pergi," ujar Mella Jarias, salah seorang relawan kepada Kalteng Pos, Kamis (11/1). 

Para relawan tak mengerti apa yang ada dalam pikiran Antonius ayah tiri Yani sehingga tega meninggalkan Yani di saat kondisinya butuh sentuhan kasih sayang seorang ayah. Kepergian Antonius menguatkan dugaan bahwa ia hanya memanfaatkan Yani untuk kepentingan pribadinya, dugaan ini muncul dari perilaku Antonius, pasalnya, sebelum dibawa ke RSUD SI, Antonius berhasil mengumpulkan sumbangan yang nilainya mencapai ratusan juta, uang dalam jumlah besar itu tak diketahui penggunaannya, yang pasti Yani semakin tidak terawat dan kesehatannya semakin turun. Jangankan membelikan obat terkadang Yani dibiarkan kelaparan. Sementara sang ayah bisa membeli pakaian, rokok, Handphone berharga jutaan rupiah. 

Diduga kaburnya Antonius karena saat ini penjagaan Yani dari relawan begitu ketat, termasuk sumbangan yang sampai ke rekening relawan pengeluarannya diatur dengan ketat, sehingga peluang Antonius begitu tipis untuk memanfaatkan Yani. Parahnya, dari hasil penelusuran Relawan Kobar, ternyata di kampung halamannya Soe NTT informasinya Antonius memiliki istri dan anak yang statusnya belum bercerai. "Kami hanya menduga bahwa Yani ini hanya dieksploitasi untuk kepentingan pribadi ayahnya, " ujar Mella. 

Para relawan juga menemukan fakta bahwa Yani diduga juga mengalami kekerasan karena di wajah Yani ada goresan - goresan luka kecil, saat ditanyakan kepada Yani itu ayahnya yang melakukan. Saat ini relawan membutuhkan tenaga pengasuh yang bisa menjaga Yani saat malam hari, mereka membutuhkan dua orang untuk mengawasi Yani secara bergantian." Kemarin sudah ada dua orang yang bersedia, nanti diatur jam kerjanya secara bergantian," tandasnya. (ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:39
Menengok Tiga Pasutri yang Dikaruniai Anak pada Momen HUT ke-73 RI

Kelahiran Tak Terencana, Binggung Memberi Nama

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:44
Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Kibarkan Merah Putih di Sungai Seruyan

"Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Demikian kutipan yang pernah dikatakan Bung Karno. Tentang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:25
Melihat Suasana Sekolah Inklusi Pertama di Kalteng

Pelajaran Disesuaikan dengan Kemampuan

Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus, bukan sebuah pilihan. Bukan pula keinginan orang tua. Itu…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:42

Panjang Ratusan Meter Menyeberangi Sungai

Pembentangan bendera merah putih di 13 kabupaten dan satu kota mengawali euforia penyambutan Hari Kemerdekaan…

Senin, 13 Agustus 2018 10:33
Eicha, Peraih Golden Champion Perparawi Tingkat Nasional

Catatkan Diri dalam Sejarah Keikutsertaan Kontingen Kalteng

Prestasi membanggakan ditorehkan Eicha Cristy Gianella. Ketika mewakili kontingen Kalteng, putri asal…

Minggu, 12 Agustus 2018 11:57
Menengok Usaha Budi Daya Lebah Madu di Palangka Raya

Jual Pikap Demi 10 Kotak Sarang Mellifera

Petani lebah madu asal Kalampangan ini bernama Yoanes Budiyana. Madu produksinya punya label yang sudah…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:26
Memanfaatkan Bekas Peralatan Elektronik Menjadi Barang Unik

Kreativitas dan Karya dari Balik Penjara

Hidup di balik jeruji besi sudah pasti terisolasi. Terkurung dan terbatas dengan dunia luar. Namun,…

Jumat, 10 Agustus 2018 13:23
Ketika Warga Katingan Kuala Harus Terjebak di Minimnya Infrastruktur Jalan

Meregang Nyawa di Tengah Sungai

Ibu Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan harus menghembuskan…

Jumat, 10 Agustus 2018 11:02
Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Perkebunan Sawit

PT KLM Terancam Tahanan, Denda, dan Izin Dicabut

Kebakaran seluas 511 hektare lahan perkebunan sawit, menjadi petaka bagi PT KLM. Perusahaan beroperasi…

Kamis, 09 Agustus 2018 10:36
Zein Alitamara Mufthihati, Gadis Kalteng Pencinta Seni Poster

Lima Master Piece Dipamerkan di Rusia

Masih ingat dengan Zein Alitamara Mufthihati? Ya. Wanita kelahiran 2 Desember 1991 itu, tak berhenti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .