MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi
Yani saat berada di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun. //WARGA FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa menderita Marasmus (Gizi Buruk) memang tragis, ia diduga menjadi korban eksploitasi ayah tirinya untuk mendapatkan uang, dan saat ini ia seorang diri menjalani pemulihan kesehatannya di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun. 

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun 

KECERIAAN wajah Yani Ato (6), mulai terpancar di wajah kurusnya, sepekan belakangan ini perkembangan kesehatannya mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat saat ia terbangun dari tidur, Yani sudah bisa mencari Tab yang dibelikan oleh para relawan untuk melihat beberapa film kartun kesukaannya. Keceriaan yang ia rasakan rupanya tak berlangsung lama, kesehatannya kembali drop, intensitas diarenya makin sering hingga 2-3 jam sekali sejak kemarin. 

Mata kecil Yani terlihat nanar, seolah mencari sesuatu yang berharga dalam hidupnya, ya, ia mencari ayah tirinya  yang selama ini ia jadikan gantungan hidup sejak ayah dan ibu kandungnya meninggal dunia enam tahun silam. Antonius Ato, ayah tirinya sejak kemarin subuh meninggalkan Yani seorang diri di RSUD SI, tak ada yang tahu kemana perginya sang ayah tiri, yang pasti satu koper berisi pakaiannya dan uang jutaan rupiah hasil sumbangan warga turut dibawa pergi. 

Kepergian ayah tiri Yani Ato, membuat para relawan yang tergabung dalam Relawan Kobar kelimpungan, pasalnya Yani tak ada yang menemani saat malam hari, selama ini hanya ayah tirinya yang menjaga. " Sejak subuh kemarin ayahnya sudah pergi, kami enggak tahu ke mana perginya yang pasti kopernya dan uang hasil sumbangan warga beberapa juta yang diterima ayahnya turut dibawa pergi," ujar Mella Jarias, salah seorang relawan kepada Kalteng Pos, Kamis (11/1). 

Para relawan tak mengerti apa yang ada dalam pikiran Antonius ayah tiri Yani sehingga tega meninggalkan Yani di saat kondisinya butuh sentuhan kasih sayang seorang ayah. Kepergian Antonius menguatkan dugaan bahwa ia hanya memanfaatkan Yani untuk kepentingan pribadinya, dugaan ini muncul dari perilaku Antonius, pasalnya, sebelum dibawa ke RSUD SI, Antonius berhasil mengumpulkan sumbangan yang nilainya mencapai ratusan juta, uang dalam jumlah besar itu tak diketahui penggunaannya, yang pasti Yani semakin tidak terawat dan kesehatannya semakin turun. Jangankan membelikan obat terkadang Yani dibiarkan kelaparan. Sementara sang ayah bisa membeli pakaian, rokok, Handphone berharga jutaan rupiah. 

Diduga kaburnya Antonius karena saat ini penjagaan Yani dari relawan begitu ketat, termasuk sumbangan yang sampai ke rekening relawan pengeluarannya diatur dengan ketat, sehingga peluang Antonius begitu tipis untuk memanfaatkan Yani. Parahnya, dari hasil penelusuran Relawan Kobar, ternyata di kampung halamannya Soe NTT informasinya Antonius memiliki istri dan anak yang statusnya belum bercerai. "Kami hanya menduga bahwa Yani ini hanya dieksploitasi untuk kepentingan pribadi ayahnya, " ujar Mella. 

Para relawan juga menemukan fakta bahwa Yani diduga juga mengalami kekerasan karena di wajah Yani ada goresan - goresan luka kecil, saat ditanyakan kepada Yani itu ayahnya yang melakukan. Saat ini relawan membutuhkan tenaga pengasuh yang bisa menjaga Yani saat malam hari, mereka membutuhkan dua orang untuk mengawasi Yani secara bergantian." Kemarin sudah ada dua orang yang bersedia, nanti diatur jam kerjanya secara bergantian," tandasnya. (ala/dar)


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar),…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .