MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral
Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes
Warung Makan Rumah Bento Lia Liyuk di Jalan Alipandi Sardjen, Rabu (10/1). //RUSLAN/KALTENG POS

PROKAL.CO, Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia Puji Listiani (27), kata Pelakor membuat ide kreatifnya muncul. Yakni dengan membuat rumah Makan Ayam Pelakor. Kini rumah makan tersebut viral dan banyak dikunjungi.  

RUSLAN, Pangakalan Bun

AYAM Pelakor itu lah salah satu menu andalan dari Warung Makan Rumah Bento Lia Liyuk yang beralamat di Jalan Alipandi Sardjen, Kelurahan Raja, Kotawaringin Barat (Kobar). Sempat terpuruk akibat masalah yang dialaminya menjadi korban pelakor, Lia Puji Listiani (27), justru bangkit dengan semangat usaha dengan membuka warung kecil-kecilan bernuansa pedas. Dengan modal nekat, ibu dua anak ini mencoba mengembangakan bakatnya di bidang kuliner, dengan menu makanan yang cukup unik yakni, ayam pelakor, tumini (tumpeng mini), tiwul goreng, dan ayam James (janda gemes)."Kerana ada pengamanan seperti itu (korban pelakor) sempat terpuruk, maka munculah ide untuk membuat menu-menu tersebut," ujar Lia saat dijumpai Kalteng Pos, di tempat usahanya, warung Rumah Bento Lia Liyuk, Rabu (10/1).

Lia menjelaksan, kejadian perselingkuhan mantan sumaminya terobongkar pada Desember 2017 lalu, saat itu suaminya direbut orang, bak pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, Lia yang saat itu mencurahakan permasalahan yang sedang dialami di media sosial  Facebook justru, dilaporkan oleh mantan suami dan pelakor tersebut ke Polisi, atas tuduhan pencemaran nama baik."Waktu itu bingung sekali karena musibah datang bertubi-tubi, namun Alhamdulillah teman-teman banyak yang bantu dan kasih dukungan sehinga bisa cepat  move on," kaya Lia menjelaskan kepada awak media.

Lia dianjurkan para sahabatnya untuk membuka warung makan, namun saat itu terekendala modal, beruntung  ada teman yang baik dan memberikan modal awal Rp 5 juta, untuk buka usaha warung makan serta tambahan modal dari pinjaman ke fosri (forum silaturahmi usaha kecil mikro menengah) sebesar Rp 2 juta. termasuk kipas, kompor gas, dan lainya hasil pemberian dari teman-teman dan pelanggannya.

Menunya ada ayam pelakor yang terdiri dari ayam goreng, sambal, dan lalapan super pedas dengan beberapa tingakatan level, kemudian Tumini, Tiwul goreng, Ayam Jamaes (janda gemes)."Harga yang kita tawarkan ekonomis sesuai dangan kantong pelajar, dangan kisaran harga ayam pelakor Rp 12.000, dan Tumini hanya dijual dengan harga Rp 18.000 per porsi," jelasnya.

Sejak dibuka hari ini respon masyarakat terhadap warung cukup bagus, hal ini terlihat dari 100 porsi ayam pelakor yang disiapkan, 80 porsi diantaranya laku terjual. Banyak pesan yang ingin disampaikan Lia, melalui menu-menu dari warung makannya tersebut, salah satunya ia ingin menunjukan bahwa bisa move dan bangakit dari penghianatan yang dilakukan oleh suaminya yang sudah menjalani hubungan selama 7 tahun. "Yang saat ingin tekankan disini, bahwa menjadi seorang istri harus memiliki keterampilan yang lebih, itu untuk mengantisipasi jika suatu saat terjadi hal-hal seperti yang saya alami saat ini," pungkasnya. (ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…

Senin, 12 Maret 2018 09:46

Atraksi Microlight Trike, Aeromodeling,Pesawat Pixwing dan Drone Hibur Masyarakat

Menyambut bulan Dirgantara HUT ke-72 TNI Angakatan Udara (AU), jajaran TNI AU Satuan Pangkalan Udara…

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Bincang-bincang Bersama Petinggi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng

Perekonomian Kurang Bergairah dan Eksklusif

Perekonomian di Bumi Tambun Bungai ternyata masih bagus di angka. Kenyataannya, pun belum merata. Pertumbuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .