MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 11 Januari 2018 07:20
Kantor DPMPD Katingan Digeledah

Pihak Kejaksaan Cari Berkas dan Barbuk Perkara Dugaan Korupsi DD dan ADD 2015

Tim penyidik Pidsus Kejaksaan Negeri Katingan, ketika menggeledah ruangan Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan di DPMPD Katingan, Selasa (9/1). //JERI/KALTENG POS

PROKAL.CO, KASONGAN–Di awal tahun ini tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Katingan menggeledah Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Katingan, Selasa (9/1). Penggeledahan yang dipimpin Kasi Pidsus KZ Tommy A SH dan Kasi Intel M Arsyad ini, dilakukan di ruangan Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Penggeledahan ini dilakukan, untuk mencari berkas dan sejumlah barang bukti, pada perkara kasus dugaan korupsi masalah Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun 2015 lalu.

Dari penggeledahan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam setengah itu, tim membawa sejumlah berkas yang disimpan di dalam kardus dan juga sebuah koper. Tak hanya itu, setelah dari Kantor DPMPD Kabupaten Katingan, tim langsung bergerak ke kediaman tersangka berinisial YD. Di sini petugas menyita sebuah mobil Toyota Agya warna merah milik tersangka YD yang diduga dibeli dari uang hasil dugaan Korupsi. Selain itu juga menyita sejumlah berkas lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Katingan Philipus Khalolik melalui Kasi Pidsus KZ Tommy A SH menjelaskan, bahwa penggeledahan ini merupakan tindak lanjut dari penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) masalah Dana Desa dengan tersangka YD. “YD ini sudah kita tetapkan menjadi tersangka terhitung sejak 2 Januari 2018,” kata Tommy kepada Kalteng Pos, Selasa malam (9/1).

Ditegaskan Kasi Pidsus, dalam kasus yang menyeret YD ini, akan terus mereka kembangkan. Sebab dalam kasus ini sebutnya, tak hanya dilakukan oleh YD sendiri, tetapi juga ada keterlibatan dari pihak-pihak yang lainnya. “Kita sudah pegang alat bukti untuk bakal calon tersangka yang menjadi target kita. Untuk sementara target baru satu orang dulu. Tunggu saja, karena kita fokuskan untuk YD dulu,” jelasnya.

Setelah menyita sejumlah dokumen hingga sebuah mobil milik YD, kini langkah tim penyidik akan segera melakukan pemberkasan terlebih dulu. Hingga saat ini untuk tersangka YD masih belum dilakukan penahanan. “Yang jelas selama tersangka YD ini masih kooperatif dalam penyidikan yang kami lakukan, tidak kita lakukan penahanan dulu,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa kasus yang menyerat YD ini terkait masalah pencairan dana desa tahun 2015 lalu. Di mana pada pencairan Dana Desa waktu itu, diminta masing-masing Kepala Desa untuk menyiapkan proposal RAP kegiatan dan gambar kegiatan yang akan dilakukan di desa. Akan tetapi karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) pada tingkat Desa untuk memenuhi persyaratan yang diminta tersebut.

 Lalu dengan kewenangannya YD menawarkan diri, untuk membuatkan syarat yang diminta tersebut kepada beberapa Kepala Desa. Bahkan penawaran yang dilakukan YD itu terkesan dipaksa, hingga akhirnya beberapa Kepala Desa langsung mau menyerahkan sepenuhnya pembuatan proposal, RAP, gambar, hingga pertanggung jawabannya kepada yang bersangkutan. Dengan catatan masing-masing ada sekitar 17 desa, harus memberikan uang dengan nilai yang berbeda-beda kepada YD. Selain imbalan untuk pembuatan proposal dan lainnya, juga ada indikasi bahwa YD meminta pembayaran pajak disetor lewat dirinya. Dan pembayaran pajak inipun sempat terjadi pengendapan. Kasus ini terungkap, setelah Inspektorat Kabupaten Katingan melakukan pemeriksaan secara reguler. Dari situ diketahui rata-rata pada 17 desa belum memiliki pertanggung jawaban. Lalu lakukan Riksus oleh Inspektorat dan tak lama kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Katingan, karena dianggap ada unsur pidana. (eri/ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 14:33

1 Jokowi-Ma’ruf VS Prabowo-Sandi 2

JAKARTA-Kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden sudah mengambil undian nomor urut untuk Pilpres…

Sabtu, 22 September 2018 14:31

Rumah Dinas Hakim Berkobar

PALANGKA RAYA-Rumah Dinas Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya yang terletak di Jalan Untung Suropati…

Sabtu, 22 September 2018 14:17

Gubernur Soroti Infrastruktur dan Layanan Kesehatan

BUNTOK-Di usia ke-59Kabupaten Barsel, banyak apresiasi dan koreksi disampaikan. Misalnya, wejangan Gubernur…

Sabtu, 22 September 2018 14:13

Kok Bisa Ya…? Ada Perusahaan Tambang yang ‘Buta’ PPM

PERUSAHAAN pertambangan diwajibkan melaksanakan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM),…

Jumat, 21 September 2018 10:30

NEKAT..!! Dana Desa Dipakai Bisnis Pribadi, Ya Masuk Penjara Lah Kau..!!

PALANGKA RAYA-Akibat dana desa (DD) dipakai untuk kepentingan pribadi, sejumlah pejabat desa merugikan…

Jumat, 21 September 2018 10:25

Kayu Jarahan di Taman Nasional Dimusnahkan

PALANGKA RAYA-Tumpukan kayu olahan jenis meranti tertata rapi di jalan masuk areal Taman Nasional Sebangau…

Jumat, 21 September 2018 10:22

Jalan Sehat Lamandau Digelar Usai Pelantikan

NANGA BULIK-Kegiatan jalan sehat di Kabupaten Lamandau ditunda pelaksanaannya. Digelar setelah pelantikan…

Jumat, 21 September 2018 10:20

Minggu, Timses Jokowi-Ma’ruf Dideklarasikan

PALANGKA RAYA–Tim kampanye daerah Koalisi Indonesia Kerja, pengusung dan pendukung calon Presiden…

Jumat, 21 September 2018 10:17

10 Kepala Daerah di Kalteng Dilantik 24 September

PALANGKA RAYA- Hari yang ditunggu-tunggu kepala daerah terpilih hasil pilkada serentak di 11 kabupaten/kota…

Kamis, 20 September 2018 10:06

VIRAL..!! Aksi Tangkap Ular Kobra Ini Bikin Deg-degan

SAMPIT-Aksi dilakukan Andin Yogianur Rizky Wahyudi atau pemuda yang kerap dipanggil Yogi, menghebohkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .