MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 11 Januari 2018 07:20
Kantor DPMPD Katingan Digeledah

Pihak Kejaksaan Cari Berkas dan Barbuk Perkara Dugaan Korupsi DD dan ADD 2015

Tim penyidik Pidsus Kejaksaan Negeri Katingan, ketika menggeledah ruangan Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan di DPMPD Katingan, Selasa (9/1). //JERI/KALTENG POS

PROKAL.CO, KASONGAN–Di awal tahun ini tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Katingan menggeledah Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Katingan, Selasa (9/1). Penggeledahan yang dipimpin Kasi Pidsus KZ Tommy A SH dan Kasi Intel M Arsyad ini, dilakukan di ruangan Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Penggeledahan ini dilakukan, untuk mencari berkas dan sejumlah barang bukti, pada perkara kasus dugaan korupsi masalah Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun 2015 lalu.

Dari penggeledahan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam setengah itu, tim membawa sejumlah berkas yang disimpan di dalam kardus dan juga sebuah koper. Tak hanya itu, setelah dari Kantor DPMPD Kabupaten Katingan, tim langsung bergerak ke kediaman tersangka berinisial YD. Di sini petugas menyita sebuah mobil Toyota Agya warna merah milik tersangka YD yang diduga dibeli dari uang hasil dugaan Korupsi. Selain itu juga menyita sejumlah berkas lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Katingan Philipus Khalolik melalui Kasi Pidsus KZ Tommy A SH menjelaskan, bahwa penggeledahan ini merupakan tindak lanjut dari penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) masalah Dana Desa dengan tersangka YD. “YD ini sudah kita tetapkan menjadi tersangka terhitung sejak 2 Januari 2018,” kata Tommy kepada Kalteng Pos, Selasa malam (9/1).

Ditegaskan Kasi Pidsus, dalam kasus yang menyeret YD ini, akan terus mereka kembangkan. Sebab dalam kasus ini sebutnya, tak hanya dilakukan oleh YD sendiri, tetapi juga ada keterlibatan dari pihak-pihak yang lainnya. “Kita sudah pegang alat bukti untuk bakal calon tersangka yang menjadi target kita. Untuk sementara target baru satu orang dulu. Tunggu saja, karena kita fokuskan untuk YD dulu,” jelasnya.

Setelah menyita sejumlah dokumen hingga sebuah mobil milik YD, kini langkah tim penyidik akan segera melakukan pemberkasan terlebih dulu. Hingga saat ini untuk tersangka YD masih belum dilakukan penahanan. “Yang jelas selama tersangka YD ini masih kooperatif dalam penyidikan yang kami lakukan, tidak kita lakukan penahanan dulu,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa kasus yang menyerat YD ini terkait masalah pencairan dana desa tahun 2015 lalu. Di mana pada pencairan Dana Desa waktu itu, diminta masing-masing Kepala Desa untuk menyiapkan proposal RAP kegiatan dan gambar kegiatan yang akan dilakukan di desa. Akan tetapi karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) pada tingkat Desa untuk memenuhi persyaratan yang diminta tersebut.

 Lalu dengan kewenangannya YD menawarkan diri, untuk membuatkan syarat yang diminta tersebut kepada beberapa Kepala Desa. Bahkan penawaran yang dilakukan YD itu terkesan dipaksa, hingga akhirnya beberapa Kepala Desa langsung mau menyerahkan sepenuhnya pembuatan proposal, RAP, gambar, hingga pertanggung jawabannya kepada yang bersangkutan. Dengan catatan masing-masing ada sekitar 17 desa, harus memberikan uang dengan nilai yang berbeda-beda kepada YD. Selain imbalan untuk pembuatan proposal dan lainnya, juga ada indikasi bahwa YD meminta pembayaran pajak disetor lewat dirinya. Dan pembayaran pajak inipun sempat terjadi pengendapan. Kasus ini terungkap, setelah Inspektorat Kabupaten Katingan melakukan pemeriksaan secara reguler. Dari situ diketahui rata-rata pada 17 desa belum memiliki pertanggung jawaban. Lalu lakukan Riksus oleh Inspektorat dan tak lama kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Katingan, karena dianggap ada unsur pidana. (eri/ala/dar)


BACA JUGA

Minggu, 18 Februari 2018 09:01

Taufik Dipanggil untuk Klarifikasi

NANGA BULIK-Beredarnya kabar Calon Wakil Bupati (Cawabup) Lamandau Taufik Hidayat diduga melakukan fitnah…

Minggu, 18 Februari 2018 08:53

Untuk Menuju Putri Indonesia Perlu Modal 3M

PUTRI Indonesia perwakilan Kalimantan Tengah, Episcia Puspita Lautt, semakin percaya diri menatap serangkaian…

Kamis, 15 Februari 2018 08:38

PBB Nilai KPU Kapuas Tak Mengerti Aturan

PALANGKA RAYA-Putusan KPU Kapuas yang tidak meloloskan pasangan Muhammad Mawardi-Muhajirin, mengusik…

Senin, 12 Februari 2018 07:29

Jangan Malu Sekolah dan Menjadi Lulusan SMK

PANGAKALAN BUN-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Kalteng H Muhammad Rakhman, melakukan…

Minggu, 11 Februari 2018 07:03

Lagi Ketagihan, Rumah Sendiri Mau Dibakar

PALANGKARA RAYA-Seorang pria bernama Budi (40) warga Jalan Tambung Raya, Kelurahan Langkai, Kota Palangka…

Minggu, 11 Februari 2018 06:58
Boeing 737 JT 671 Sudah Berusia 8 Tahun

Onderdil Pesawat Lion Air Bermasalah

SEBANYAK 211 penumpang pesawat Lion Air sempat terkatung-katung empat jam lebih di Bandara Tjilik Riwut,…

Minggu, 11 Februari 2018 00:32
BREAKING NEWS

Ditinggal Beli Pisang Keju, Kundut Gantung Diri

PALANGKA RAYA-Warga Jalan Banteng Kota Palangka Raya mendadak geger. Hal tersebut menyusul ditemukannya…

Jumat, 09 Februari 2018 09:53

KABAR GEMBIRA ! 2.860 Guru Honorer Siap-siap Jadi PNS

PALANGKA RAYA-Senyum semringah tak mampu disembunyikannya. Meskipun baru sebatas keinginan, namun kabar…

Kamis, 08 Februari 2018 14:06

MELAWAN ! Polisi Kena Pisau, Pembunuh Kapolsek Tewas Diterjang Timah Panah

PALANGKA RAYA-Usai sudah pelarian pelaku penusuk Kapolsek Katingan Hulu AKP Abdul Karim dan Bripda Krisandi…

Kamis, 08 Februari 2018 11:11

DUKUNGAN INDEPENDEN TERBELAH

PALANGKA RAYA-Dukungan bakal pasangan calon (bapaslon) independen menjadi perhatian publik. Karena hampir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .