MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 11 Januari 2018 07:20
Kantor DPMPD Katingan Digeledah

Pihak Kejaksaan Cari Berkas dan Barbuk Perkara Dugaan Korupsi DD dan ADD 2015

Tim penyidik Pidsus Kejaksaan Negeri Katingan, ketika menggeledah ruangan Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan di DPMPD Katingan, Selasa (9/1). //JERI/KALTENG POS

PROKAL.CO, KASONGAN–Di awal tahun ini tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Katingan menggeledah Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Katingan, Selasa (9/1). Penggeledahan yang dipimpin Kasi Pidsus KZ Tommy A SH dan Kasi Intel M Arsyad ini, dilakukan di ruangan Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Penggeledahan ini dilakukan, untuk mencari berkas dan sejumlah barang bukti, pada perkara kasus dugaan korupsi masalah Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun 2015 lalu.

Dari penggeledahan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam setengah itu, tim membawa sejumlah berkas yang disimpan di dalam kardus dan juga sebuah koper. Tak hanya itu, setelah dari Kantor DPMPD Kabupaten Katingan, tim langsung bergerak ke kediaman tersangka berinisial YD. Di sini petugas menyita sebuah mobil Toyota Agya warna merah milik tersangka YD yang diduga dibeli dari uang hasil dugaan Korupsi. Selain itu juga menyita sejumlah berkas lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Katingan Philipus Khalolik melalui Kasi Pidsus KZ Tommy A SH menjelaskan, bahwa penggeledahan ini merupakan tindak lanjut dari penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) masalah Dana Desa dengan tersangka YD. “YD ini sudah kita tetapkan menjadi tersangka terhitung sejak 2 Januari 2018,” kata Tommy kepada Kalteng Pos, Selasa malam (9/1).

Ditegaskan Kasi Pidsus, dalam kasus yang menyeret YD ini, akan terus mereka kembangkan. Sebab dalam kasus ini sebutnya, tak hanya dilakukan oleh YD sendiri, tetapi juga ada keterlibatan dari pihak-pihak yang lainnya. “Kita sudah pegang alat bukti untuk bakal calon tersangka yang menjadi target kita. Untuk sementara target baru satu orang dulu. Tunggu saja, karena kita fokuskan untuk YD dulu,” jelasnya.

Setelah menyita sejumlah dokumen hingga sebuah mobil milik YD, kini langkah tim penyidik akan segera melakukan pemberkasan terlebih dulu. Hingga saat ini untuk tersangka YD masih belum dilakukan penahanan. “Yang jelas selama tersangka YD ini masih kooperatif dalam penyidikan yang kami lakukan, tidak kita lakukan penahanan dulu,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa kasus yang menyerat YD ini terkait masalah pencairan dana desa tahun 2015 lalu. Di mana pada pencairan Dana Desa waktu itu, diminta masing-masing Kepala Desa untuk menyiapkan proposal RAP kegiatan dan gambar kegiatan yang akan dilakukan di desa. Akan tetapi karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) pada tingkat Desa untuk memenuhi persyaratan yang diminta tersebut.

 Lalu dengan kewenangannya YD menawarkan diri, untuk membuatkan syarat yang diminta tersebut kepada beberapa Kepala Desa. Bahkan penawaran yang dilakukan YD itu terkesan dipaksa, hingga akhirnya beberapa Kepala Desa langsung mau menyerahkan sepenuhnya pembuatan proposal, RAP, gambar, hingga pertanggung jawabannya kepada yang bersangkutan. Dengan catatan masing-masing ada sekitar 17 desa, harus memberikan uang dengan nilai yang berbeda-beda kepada YD. Selain imbalan untuk pembuatan proposal dan lainnya, juga ada indikasi bahwa YD meminta pembayaran pajak disetor lewat dirinya. Dan pembayaran pajak inipun sempat terjadi pengendapan. Kasus ini terungkap, setelah Inspektorat Kabupaten Katingan melakukan pemeriksaan secara reguler. Dari situ diketahui rata-rata pada 17 desa belum memiliki pertanggung jawaban. Lalu lakukan Riksus oleh Inspektorat dan tak lama kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Katingan, karena dianggap ada unsur pidana. (eri/ala/dar)


BACA JUGA

Senin, 14 Mei 2018 09:35

Inilah Para Hakim dan Pandawa yang Mengadili Wilmar Group

PALANGKA RAYA – Hari ini, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng menggelar Sidang Perdamaian Adat Dayak,…

Senin, 14 Mei 2018 09:32

Pagi Ini, Wilmar Group Akan Disidang Adat

PALANGKA RAYA-Pagi ini (14/5), Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng menggelar Sidang Perdamaian Adat Dayak,…

Minggu, 13 Mei 2018 15:18

Pj Sekda Kalteng Ancam Sanksi Pejabat yang Belum Lakukan Ini

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi Kalteng memiliki komitmen tinggi terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara…

Minggu, 13 Mei 2018 15:07

Wagub Kalteng: Pelaku Pemboman Gereja Orang Berhati Iblis

PALANGKA RAYA - Aksi pengeboman di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5) pagi, menuai keprihatinan…

Sabtu, 12 Mei 2018 10:42

NU Batara Dukung Pilkada Damai

PALANGKA RAYA-Peredaran berita bohong atau hoax dan isu-isu berbau SARA, menjadi perhatian semua pihak.…

Sabtu, 12 Mei 2018 10:38

Walhi Ingin Illegal Logging Tak Berhenti di Penindakan, Ungkap Sampai Pemodal..!!

PALANGKA RAYA-Kasus illegal logging mengancam kawasan Taman Nasional Sebangau (TNS) menjadi perhatian…

Sabtu, 12 Mei 2018 10:30

Istri Yakin Suami Tidak Bersalah

BAGAI disayat sembilu, Nyta Bianyta Rezza tidak bisa menyembunyikan perasaan hati yang amat sedih, melihat…

Sabtu, 12 Mei 2018 10:24

Penahanan Rojikinnor Sesuai Prosedur

PALANGKA RAYA- Sidang keempat gugatan praperadilan tersangka Sekretaris Daerah (Sekda) Palangka Raya…

Senin, 07 Mei 2018 01:04

Potensi Daerah Bisa Menjadi Sumber Kerawanan

PALANGKA RAYA-Luasnya wilayah dan sumber daya alam Provinsi Kalimantan Tengah, merupakan potensi sekaligus…

Sabtu, 21 April 2018 22:15

Tuntaskan Permasalahan Tata Ruang Wilayah

PALANGKA RAYA-Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA-SKMA) wilayah Kalimantan menggelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .