MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Kamis, 11 Januari 2018 06:46
Buaya Raksasa Ini Sempat Mengejar Warga saat Memancing

Ditangkap Para Penambang dan Warga Diserahkan ke BKSDA

Buaya seberat satu ton saat dievakuasi ke BKSDA SKW II Pangkalan Bun, kemarin (10/1). //RUSLAN/KALTENG POS

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Buaya raksasa dengan panjang sekitar enam meter dan berat 1 ton hasil serahan warga Desa Batu Agung, Kecamatan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan, kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangakalan Bun, tiba di Kantor BKSDA SKW II, Rabu (10/1). Buaya jenis Senyulong atau yang lebih dikenal dengan sebutan buaya sapit berwana cokelat keputih-putihan ini diangkap para penambang di sungai Mengkahing, anak sungai Arut, dan sempat mengejar warga sekitar saat memancing, sebelum akhirnya ditangkap oleh para penambang dan warga sekitar.

Kepala SKW II Pangakalan Bun, BKSDA Kalteng Agung Widodo mengatakan, berdasarkan keterangan warga, Buaya ditangakap para penambang pada Selasa (9/1) dengan bantuan pawang buaya, pihaknya sendiri baru dilaporkan adanya tangkapan buaya sekitar Selasa sore, dan langsung menerjunkan tim Rescue saat itu juga untuk mengevakuasi buaya."Informasinya buaya itu ditangakap oleh masyarakat para pekerja tambang sekitar, saat kita evakuasi posisi buaya sudah dalam keadan terikat, dan jadi tontonan warga," ujar Agung saat dikonfirmasi Kalteng Pos, Rabu (10/1).

Agung menjelaskan, jika kalangan masyarakat biasa tanpa keahlian khusus, tentu tidak mudah untuk menangkap buaya raksasa sebesar itu, terlebih buaya raksasa tersebut memliki bobot satu ton dengan panjang mencapai 6 meter, sekali pun memiliki keahlian khusus juga harus menggunakan bius."Untuk memindahkannya ke mobil saja kita gunakan wingch, itupun hanya bisa ditarik, karena gak bisa diangkat beratnya mencapai 1 ton lebih," jelasnya.

Agung menjelaskan, biasanya ukuran buaya jenis sapit yang pernah ditemukan maksimal hanya memiliki panjang 3,5 meter saja, namun kali ini cukup menkajubkan panjangnya diperkirkan hampir mencapai 6 meter ini sekaligus membuat rekor baru, dan merupakan hasil evakuasi petugas yang paling besar selama ini."Saking besarnya kaca belakang mobil kita sampai pecah akibat di tanduk buaya tersebut, padahal seluruh bagian tubuh buaya sudah diikat mengunakan tali tambang," imbuhnya.

Saat ini pihak BKSDA SKW II masih berkondisi dengan BKSDA Kalteng guna menentukan di mana tempat yang cocok untuk melepasliarkan buaya raksasa tersebut,  karena dari ukuran dan bobotnya yang super besar memerlukan tempat yang sesuai dengan habitat aslinya.“Saat ini masih direhabilitasi, namun untuk pelepasliaran masih kita carikan tempat yang pas karena yang selama ini kita andalkan tempat pelepasliaran hanya di SM Lamandau,” tukasnya.

Jika dilepasliarkan di SM Lamandau dikawatirkan akan kembali lagi ke habitat asalnya dan mengancam keselamatan warga masyarakat mengingat trek/jalur SM Lamnadau terhubung dengan sungai Arut yang memungkinkan bagi buaya untuk keluar ke sungai Arut.“Untuk rehabilitasi semantara  kita masih bisa carikan tempat, alternatifnya akan kita lepas di sungai buluh kecil kawasan TNTP, namun kita masih koordinasi dulu bersama pihak TNTP bersedia atau tidak menampung buaya raksasa itu,” jelasnya.

Untuk sementara, hanya sungai buluh kecil yang menjadi satu-satunnya tempat alternatif pelepasliaran, karena di situ tidak ada aktivitas wisata, dan treknya tidak menyambung dengan sungai sekonyer yang jadi jalur masuk wisata ke TNTP.“Dari segi warna, bobot, maupun panjangnya buaya yang ditemukan kali ini sangat tidak biasa, hal tersebut diperkirakan terjadi akibat pengaruh habitat, kualiatas air, dan usia buaya yang diperkirakan berumur di atas 10 tahun,” pungkasnya. (lan/ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 05:55

NAH LHO ! Oknum ASN Gumas Kena OTT di Warung, Barbuknya Rp5 Juta

KUALA KURUN-Ada-ada saja ulah oknum pegawai negeri yang satu ini. Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN)…

Sabtu, 24 Februari 2018 05:40

Pemilik Lahan Diperiksa, Wakapolda Instruksikan Mapping Lahan

PANGKALAN BUN-Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menjadi perhatian banyak…

Sabtu, 24 Februari 2018 05:34

Terima Kasih Telah Menjadi Mitra, Kami Terbantu dan Puas

SEBANYAK 93 kepala desa (Kades) se-Barito Utara (Batara) menyerbu Gedung Biru Kalteng Pos di Jalan Tjilik…

Sabtu, 24 Februari 2018 05:14
Pemkab Seruyan

Dukung Pemkab Buka Lowongan Tenaga Dokter

KUALA PEMBUANG-Pembukaan lowongan penerimaan tenaga dokter yang direncanakan pihak Pemerintah Kabupaten…

Sabtu, 24 Februari 2018 05:08

Pembangunan Jalan Penghubung Sepanjang 97 Km Dalam Proses Lelang

SAMPIT-Pembuatan jalan penghubung di tiga kecamatan seberang Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin…

Sabtu, 24 Februari 2018 05:01

TNI-Polri Patroli Dialogis, Ini Sasarannya

SAMPIT-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah di kotawaringin, membuat TNI-Polri di…

Sabtu, 24 Februari 2018 04:48

Gerebek Penghuni Barak, Ditemukan 3 Paket Sabu

KASONGAN–Warga Jalan Palangka Raya RT 06 Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir mendadak…

Jumat, 23 Februari 2018 11:43

Untuk CSR, PT MUTU Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

PALANGKA RAYA- Untuktanggungjawabsosialperusahaanatau Corporate Social Responsibility (CSR) jugasudahdilaksanakanoleh…

Jumat, 23 Februari 2018 11:41

KEREN…! Serapan Tenaga Kerja Lokal PT MUTU Capai 70 Persen

PALANGKA RAYA- Manajemen PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) berkunjung ke Gedung Biru KaltengPos, Kamis…

Jumat, 23 Februari 2018 09:46

Berkedok Jual Air Isi Ulang, Ternyata Jual Arak Putih

PANGKALAN BUN-Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Kotawaringin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .