MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Kamis, 11 Januari 2018 06:46
Buaya Raksasa Ini Sempat Mengejar Warga saat Memancing

Ditangkap Para Penambang dan Warga Diserahkan ke BKSDA

Buaya seberat satu ton saat dievakuasi ke BKSDA SKW II Pangkalan Bun, kemarin (10/1). //RUSLAN/KALTENG POS

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Buaya raksasa dengan panjang sekitar enam meter dan berat 1 ton hasil serahan warga Desa Batu Agung, Kecamatan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan, kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangakalan Bun, tiba di Kantor BKSDA SKW II, Rabu (10/1). Buaya jenis Senyulong atau yang lebih dikenal dengan sebutan buaya sapit berwana cokelat keputih-putihan ini diangkap para penambang di sungai Mengkahing, anak sungai Arut, dan sempat mengejar warga sekitar saat memancing, sebelum akhirnya ditangkap oleh para penambang dan warga sekitar.

Kepala SKW II Pangakalan Bun, BKSDA Kalteng Agung Widodo mengatakan, berdasarkan keterangan warga, Buaya ditangakap para penambang pada Selasa (9/1) dengan bantuan pawang buaya, pihaknya sendiri baru dilaporkan adanya tangkapan buaya sekitar Selasa sore, dan langsung menerjunkan tim Rescue saat itu juga untuk mengevakuasi buaya."Informasinya buaya itu ditangakap oleh masyarakat para pekerja tambang sekitar, saat kita evakuasi posisi buaya sudah dalam keadan terikat, dan jadi tontonan warga," ujar Agung saat dikonfirmasi Kalteng Pos, Rabu (10/1).

Agung menjelaskan, jika kalangan masyarakat biasa tanpa keahlian khusus, tentu tidak mudah untuk menangkap buaya raksasa sebesar itu, terlebih buaya raksasa tersebut memliki bobot satu ton dengan panjang mencapai 6 meter, sekali pun memiliki keahlian khusus juga harus menggunakan bius."Untuk memindahkannya ke mobil saja kita gunakan wingch, itupun hanya bisa ditarik, karena gak bisa diangkat beratnya mencapai 1 ton lebih," jelasnya.

Agung menjelaskan, biasanya ukuran buaya jenis sapit yang pernah ditemukan maksimal hanya memiliki panjang 3,5 meter saja, namun kali ini cukup menkajubkan panjangnya diperkirkan hampir mencapai 6 meter ini sekaligus membuat rekor baru, dan merupakan hasil evakuasi petugas yang paling besar selama ini."Saking besarnya kaca belakang mobil kita sampai pecah akibat di tanduk buaya tersebut, padahal seluruh bagian tubuh buaya sudah diikat mengunakan tali tambang," imbuhnya.

Saat ini pihak BKSDA SKW II masih berkondisi dengan BKSDA Kalteng guna menentukan di mana tempat yang cocok untuk melepasliarkan buaya raksasa tersebut,  karena dari ukuran dan bobotnya yang super besar memerlukan tempat yang sesuai dengan habitat aslinya.“Saat ini masih direhabilitasi, namun untuk pelepasliaran masih kita carikan tempat yang pas karena yang selama ini kita andalkan tempat pelepasliaran hanya di SM Lamandau,” tukasnya.

Jika dilepasliarkan di SM Lamandau dikawatirkan akan kembali lagi ke habitat asalnya dan mengancam keselamatan warga masyarakat mengingat trek/jalur SM Lamnadau terhubung dengan sungai Arut yang memungkinkan bagi buaya untuk keluar ke sungai Arut.“Untuk rehabilitasi semantara  kita masih bisa carikan tempat, alternatifnya akan kita lepas di sungai buluh kecil kawasan TNTP, namun kita masih koordinasi dulu bersama pihak TNTP bersedia atau tidak menampung buaya raksasa itu,” jelasnya.

Untuk sementara, hanya sungai buluh kecil yang menjadi satu-satunnya tempat alternatif pelepasliaran, karena di situ tidak ada aktivitas wisata, dan treknya tidak menyambung dengan sungai sekonyer yang jadi jalur masuk wisata ke TNTP.“Dari segi warna, bobot, maupun panjangnya buaya yang ditemukan kali ini sangat tidak biasa, hal tersebut diperkirakan terjadi akibat pengaruh habitat, kualiatas air, dan usia buaya yang diperkirakan berumur di atas 10 tahun,” pungkasnya. (lan/ala/dar)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 16:08

Truk CPO Tabrak Rumah dan Bengkel

SAMPIT - Truk tangki CPO warna kuning KH 8297 LN mengalami kecelakaan tunggal, Rabu siang (14/11). Diduga…

Rabu, 07 November 2018 09:50

Polisi Terus Buru Pelaku Penusukan

KUALA PEMBUANG - Hingga Selasa (6/11), pelaku penusukan terhadap Suladi (23) belum tertangkap. Polisi…

Rabu, 07 November 2018 09:48

Banyak Ditemukan Pelanggar Melawan Arus

SAMPIT - Operasi Zebra Telabang 2018 yang digelar Polres Kotim masih terus berjalan hingga 12 November…

Rabu, 07 November 2018 09:34

Rem Blong, Escudo Seruduk Traffic Light

SAMPIT - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Achmad Yani, tepatnya di bundaran Pemda Kotim, Sampit,…

Selasa, 06 November 2018 15:14

Kepala Dinas Meninggal Ketika Rapat BBM

SAMPIT-Berita duka dating dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kotawaringin…

Senin, 05 November 2018 09:25

PATUT DICONTOH ! Uang Urunan Anggota Komunitas untuk Membantu Korban Kebakaran

BUNTOK- Hingga Sabtu (4/8) kemarin, bantuan bagi korban kebakaran Panti Asuhan Darurrahmah, Buntok terus…

Kamis, 01 November 2018 10:19

24 Ditilang, Didominasi Anak di Bawah Umur

KUALA PEMBUANG - Hari pertama razia yang dikakukan Satuan Lalu Lintas Polres Seruyan terkait Operasi…

Kamis, 01 November 2018 10:10

Kecelakaan Selalu Merenggut Korban Jiwa

PURUK CAHU-Masih cukup tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan, memaksa aparat kepolisian untuk menggelar…

Selasa, 30 Oktober 2018 10:58

Kebanyakan Anak-anak, Bupati Minta Bantuan Dinkes Kalteng

Sudah 25 orang yang terdeteksi menderita Demam Bersarah Dengue (DBD). Semuanya merupakan warga Desa…

Selasa, 30 Oktober 2018 10:55

Dua Korban Tenggelam Berhasil Ditemukan

NANGA BULIK - Upaya tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dinas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .