MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Kamis, 11 Januari 2018 06:46
Buaya Raksasa Ini Sempat Mengejar Warga saat Memancing

Ditangkap Para Penambang dan Warga Diserahkan ke BKSDA

Buaya seberat satu ton saat dievakuasi ke BKSDA SKW II Pangkalan Bun, kemarin (10/1). //RUSLAN/KALTENG POS

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Buaya raksasa dengan panjang sekitar enam meter dan berat 1 ton hasil serahan warga Desa Batu Agung, Kecamatan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan, kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangakalan Bun, tiba di Kantor BKSDA SKW II, Rabu (10/1). Buaya jenis Senyulong atau yang lebih dikenal dengan sebutan buaya sapit berwana cokelat keputih-putihan ini diangkap para penambang di sungai Mengkahing, anak sungai Arut, dan sempat mengejar warga sekitar saat memancing, sebelum akhirnya ditangkap oleh para penambang dan warga sekitar.

Kepala SKW II Pangakalan Bun, BKSDA Kalteng Agung Widodo mengatakan, berdasarkan keterangan warga, Buaya ditangakap para penambang pada Selasa (9/1) dengan bantuan pawang buaya, pihaknya sendiri baru dilaporkan adanya tangkapan buaya sekitar Selasa sore, dan langsung menerjunkan tim Rescue saat itu juga untuk mengevakuasi buaya."Informasinya buaya itu ditangakap oleh masyarakat para pekerja tambang sekitar, saat kita evakuasi posisi buaya sudah dalam keadan terikat, dan jadi tontonan warga," ujar Agung saat dikonfirmasi Kalteng Pos, Rabu (10/1).

Agung menjelaskan, jika kalangan masyarakat biasa tanpa keahlian khusus, tentu tidak mudah untuk menangkap buaya raksasa sebesar itu, terlebih buaya raksasa tersebut memliki bobot satu ton dengan panjang mencapai 6 meter, sekali pun memiliki keahlian khusus juga harus menggunakan bius."Untuk memindahkannya ke mobil saja kita gunakan wingch, itupun hanya bisa ditarik, karena gak bisa diangkat beratnya mencapai 1 ton lebih," jelasnya.

Agung menjelaskan, biasanya ukuran buaya jenis sapit yang pernah ditemukan maksimal hanya memiliki panjang 3,5 meter saja, namun kali ini cukup menkajubkan panjangnya diperkirkan hampir mencapai 6 meter ini sekaligus membuat rekor baru, dan merupakan hasil evakuasi petugas yang paling besar selama ini."Saking besarnya kaca belakang mobil kita sampai pecah akibat di tanduk buaya tersebut, padahal seluruh bagian tubuh buaya sudah diikat mengunakan tali tambang," imbuhnya.

Saat ini pihak BKSDA SKW II masih berkondisi dengan BKSDA Kalteng guna menentukan di mana tempat yang cocok untuk melepasliarkan buaya raksasa tersebut,  karena dari ukuran dan bobotnya yang super besar memerlukan tempat yang sesuai dengan habitat aslinya.“Saat ini masih direhabilitasi, namun untuk pelepasliaran masih kita carikan tempat yang pas karena yang selama ini kita andalkan tempat pelepasliaran hanya di SM Lamandau,” tukasnya.

Jika dilepasliarkan di SM Lamandau dikawatirkan akan kembali lagi ke habitat asalnya dan mengancam keselamatan warga masyarakat mengingat trek/jalur SM Lamnadau terhubung dengan sungai Arut yang memungkinkan bagi buaya untuk keluar ke sungai Arut.“Untuk rehabilitasi semantara  kita masih bisa carikan tempat, alternatifnya akan kita lepas di sungai buluh kecil kawasan TNTP, namun kita masih koordinasi dulu bersama pihak TNTP bersedia atau tidak menampung buaya raksasa itu,” jelasnya.

Untuk sementara, hanya sungai buluh kecil yang menjadi satu-satunnya tempat alternatif pelepasliaran, karena di situ tidak ada aktivitas wisata, dan treknya tidak menyambung dengan sungai sekonyer yang jadi jalur masuk wisata ke TNTP.“Dari segi warna, bobot, maupun panjangnya buaya yang ditemukan kali ini sangat tidak biasa, hal tersebut diperkirakan terjadi akibat pengaruh habitat, kualiatas air, dan usia buaya yang diperkirakan berumur di atas 10 tahun,” pungkasnya. (lan/ala/dar)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 10:00

Truk Bermuatan Kernel Terguling, Ini Penyebabnya

SAMPIT-Truk bermuatan kernel mengalami insiden tak terduga ketika melintas di Jalan Tjilik Riwut Km…

Minggu, 12 Agustus 2018 13:27

INGAT YA…! TPA Bisa Tempat Rekreasi dan Lomba Lho, Ini Buktinya

KUALA KAPUAS- Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Permukiman…

Jumat, 10 Agustus 2018 12:30

Dihantam Tongkang Bermuatan Pasir, Kelotok dan Jamban Warga Hancur

SAMPIT – Warga Jalan Iskandar Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumat…

Rabu, 25 Juli 2018 21:17

Wah! Ternyata di Kotim Belum Ada SOP Baku Penerbitan SKT

SAMPIT-Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur mengungkapkan, sampai saat ini belum ada aturan yang mengatur…

Rabu, 25 Juli 2018 21:10

Wajib Konfirmasi Status Wajib Pajak

SAMPIT–Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sampit mewajibkan anggota masyarakat yang ingin memperoleh…

Rabu, 13 Juni 2018 23:04

Mudik, Penumpang Beralaskan Terpal

PALANGKA RAYA-Puncak arus mudik lebaran 2018 di Kalteng, dapat dirasakan di Palangka Raya, Sampit, dan…

Senin, 11 Juni 2018 19:11

Pemudik Melalui Pelabuhan Sampit Mulai Ramai

SAMPIT-Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah sudah mulai dekat, antusias para pemudik nampak mulain meningkat,…

Minggu, 03 Juni 2018 14:45

Kembalikan Pluralisme Sebagai Kekuatan Bangsa Indonesia

BUNTOK - Kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan salah satu pendorong besar dan diseganinya…

Senin, 14 Mei 2018 09:30

Ciptakan Suasana Aman dan Damai saat Pilkada

MURUNG RAYA-Dalam mendukung pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Murung Raya berjalan aman dan kondusif,…

Rabu, 25 April 2018 06:27

Jaga Kesamaptaan Jasmani

BUNTOK-dimana pun bertugas, prajurit TNI dituntut memiliki kesamaptaan jasmani yang baik. Hal ini untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .