MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

SERBA SERBI

Senin, 08 Januari 2018 15:04
Dokter Anak Siap Lakukan Upaya Preventif
Ketua IDAI Pusat, Dr dr Aman Pulungan SPAK (Kelima dari kiri) pose bersama IDAI cabang Kalteng usai melakukan pelantikan untuk pertama kalinya, Sabtu (6/1).// NUE/ KALTENG POS

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA - Kalimantan Tengah merupakan satu di antara sekian banyak wilayah yang ada di Indonesia, yang memiliki angka kematian ibu dan bayi yang masih tergolong tinggi.

Hal tersebut banyak disebabkan karena kurangnya pemahaman mengenai penanganan kasus kegawatdaruratan kepada setiap ibu dan juga bayi yang baru lahir.

Kondisi tersebut  menginisiasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) cabang Kalteng untuk segera melakukan pelantikan pengurus untuk pertama kalinya, Sabtu (6/1).

“Dengan adanya dokter anak, selain membuat masyarakat khususnya balita menjadi sehat dan sejahtera dengan berbagai kegiatan, juga melihat hal yang menjadi prioritas dan dibutuhkan oleh masing-masing anak di setiap daerah,” ungkap Ketua IDAI Kalteng dr Made Yuliari kepada Kalteng Pos.

Menurutnya, apabila memang prioritasnya adalah tenaga kesehatan, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk meminta atau memberikan usulan dari bawah, demi terpenuhinya tenaga kesehatan yang dibutuhkan.

Selain itu hal yang paling penting adalah melaksanakan pelayanan kesehatan secara  preventif, sebab apabila sudah sakit maka pelayanan akan lebih sulit. Selain itu juga melakukan promotif dan bekerjasama dengan pihak lain.

“Kita juga harus melihat masing-masing anggota dimana harus meningkatkan pengetahuan dan mengupdate ilmu, sehingga dapat memperolah ilmu yang terbaru lagi,” harapnya.

Dengan demikian, guna meningkatkan kesadaran masyarakat maka yang perlu dilakukan promosi yang menerangkan bahwa imunisasi itu aman dan tidak semua penyakit bisa dicegah dengan imunisasi.

 “Tetapi penyakit tertentu yang bisa dicegah seperti infeksi yang membuat anak menjadi sakit, catat dan bahkan menimbulkan kematian,” jelasnya dengan nada tegas.

Tetapi memang ada kelompok tertentu  yang tak mau membawa anaknya untuk melakukan imunisasi, karena kurangnya pemahanan. Hal itu memang manjadi tantangan pihaknya untuk melakukan promosi.

Selain itu, daerah yang terpencil di mana pada daerah aliran sungai yang selalu berpindah-pindah seperti tambang mas, berkebun dan lainnya sehingga saat petugas akan menjalankan imunisasi, masyarakat tidak ada.

“Kedepan apabila menemukan suatu kasus maka akan segera melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan  dan menyampaikan kasus yang didapat,” tegasnya.

Dengan demikian, tidak hanya pihak IDAI saja yang turun kelapangan tetapi dinas kesehatan juga melakukan pengecekan secara langsung untuk sama-sama mencari solusi terbaik.

Terpisah Ketua Umum IDAI Pusat, Dr dr Aman Pulungan SPAK,  mengatakan guna meningkatkan pelayanan maka perlu mendapatkan fasilitasi dan sarana prasarana yang ada.

“Sebab tidak mungkin dokter akan mampu bekerja dengan baik, sementara transportasi tidak ada, tempat rujukan tidak bisa, alat-alat dan obat-obatan tidak disiapkan dan lain-lain,” katanya.

Sehingga semuanya harus menjadi pionir dengan jumlah dokter anak sebanyak 22 orang yang ada di Kalteng, kendati jumlah tersebut tidak cukup untuk daerah seluas Kalteng.

“Untuk menangani kekurangan dokter anak dan dokter lainnya maka perlu adanya otonimi daerah yang memberikan usulan untuk pengadaan dokter tersebut. Harus ada permintaan dan hal itu akan dipenuhi, ” tegasnya. (nue/s/iha)


BACA JUGA

Kamis, 08 Februari 2018 12:36

Tim Medis Hadapi Bencana Banjir

PALANGKA RAYA - Upaya penyelamatan korban terdampak banjir penting adanya dilakukan oleh tim medis…

Kamis, 08 Februari 2018 12:35

Pelajar MTs Annur Ikuti Seleksi MTQ Kecamatan

PALANGKA RAYA - Musabawah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Palangka Raya sebentar lagi digelar,…

Kamis, 08 Februari 2018 12:35

Berikan Pelatihan Pengembangan Sumber Pendapatan Alternatif

PALANGKA RAYA - Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia, Fakultas Pertanian Universitas…

Selasa, 06 Februari 2018 11:46

UM PalangkarayaTeken MoU dengan Kampus Korsel

PALANGKA RAYA - Kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri sudah dibangun Universitas Muhammadiyah…

Selasa, 06 Februari 2018 11:43

PTGMI Perbaharui Ilmu dan Pengembangan

PALANGKA RAYA - Guna meningkatkan terapis gigi dan mulut di era milenial, Perastuan Terapis Gigi dan…

Selasa, 06 Februari 2018 11:40

RSI PKU Muhammadiyah Gelar Gladi Lapang

PALANGKA RAYA - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, bersama Rumah Sakit…

Senin, 05 Februari 2018 12:45

PAN Batara Serahkan Verifikasi Faktual

MUARA TEWEH – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Barito Utara (Batara) menyerahkan…

Senin, 05 Februari 2018 12:42

Pentingnya Menyiapkan Generasi yang Kuat

PALANGKA RAYA – Menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat secara batin juga sehat fisiknya…

Senin, 05 Februari 2018 12:40

Siap Menangkan Yulhaidir- Iswanti

KUALA PEMBUANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Seruyan menggelar Rapat Kerja Cabang Khusus…

Minggu, 04 Februari 2018 12:32

Dokteroid Sudah Taraf Mengkhawatirkan

Fenomena dokteroid sudah pada taraf mengkhawatirkan. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .