MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir
Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih
Suasana kampung Cempedak yang masih terisolir dan tertinggal. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar) ini sangat mendambakan kesejahteraan, dusun yang dihuni 13 Kepala Keluarga (KK) ini merasa ditinggalkan oleh pemerintah. 

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

PAGI itu beberapa anak kecil terlihat begitu ceria berlarian di sebuah jalan setapak tanpa alas kaki, diantaranya bahkan tak mengenakan baju, keceriaan khas anak - anak yang belum terkontaminasi oleh peradaban zaman. Sementara itu tidak ada terlihat kesibukan yang berarti dari para perempuan yang tinggal di Gang Kalui, Kampung Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Belasan rumah - rumah sederhana dengan dinding kayu beratap seng nampak sepi. 

Itulah suasana perkampungan yang berada di jantung kota Pangkalan Bun, 1,5 kilometer dari Jalan poros Ahmad Yani atau sekitar 11 kilometer dari pusat kota Pangkalan Bun. Perkampungan yang dihuni oleh 13 Kepala Keluarga (KK) tersebut mayoritas kepala keluarganya berprofesi sebagai pekebun. Miris, perkampungan yang berada di jantung kota Pangkalan Bun ini tertinggal dari perkampungan di sekitarnya, tak ada jaringan listrik maupun ketersediaan air bersih dari layanan PDAM, padahal kampung ini sudah ada sejak 80 tahun silam. 

Sehari - hari untuk mencukupi kebutuhan air bersih mereka memanfaatkan aliran air dari anak sungai yang berjarak 800 meter dari perkampungan mereka sebagian lagi membuat sumur bor di rumah mereka sementara untuk penerangan belasan rumah ini mengandalkan dari lampu minyal tanah (teplok). "Ada 75 jiwa yang tinggal di kampung ini dan kami disini adalah penduduk asli dari keturunan Dayak Pasir Panjang," ujar salah seorang sesepuh kampung Cempedak, Nenek Ondong (81), Jumat (5/1). 

Selain tidak ada penerangan dam minim air bersih, perkampungan ini juga tertinggal dari sisi infrastruktur jalan sepanjang 1,5 kilometer menuju jalan poros masih berupa tanah yang terjal yang kanan kirinya ditumbuhi tanaman sawit, hanya 200 meter saja yang kondisinya sudah beraspal." Puluhan tahun kampung kami ini tidak tersentuh pembangunan, kampung kami bukan tertinggal tetapi ditinggal," tukas warga lainnya, Tia. 

Ia mengaku sudah berbagai cara ditempuh agar kampung mereka mendapatkan perlakuan yang sama dengan yang lain tapi hasilnya nihil karena sampai detik ini belum ada perkembangan."Kasihan kalau malam gelap gulita, beberapa anak yang sekolah belajar menggunakan lampu minyak," imbuhnya. 

Walau hidup dalam keterbatasan mereka tetap berharap pemerintah memperhatikan mereka baik infrastruktur jalan, listrik, air bersih dan juga pendidikan, karena kebutuham itulah yang dirasa mendesak saat ini. (ala/dar)


BACA JUGA

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…

Senin, 01 Januari 2018 10:59
Ketika Teror Predator Ganas Masih Meresahkan

Buaya Penerkam Diburu Warga, Gunakan Bebek sebagai Umpan

Kekhawatiran warga terhadap peristiwa serangan buaya yang menerkam Basuni (52), yang tinggal di RT 8…

Sabtu, 30 Desember 2017 10:04
Ketika Teror Buaya Meresahkan Masyarakat Cempaga

Musim Kawin Membuat Buaya Makin Agresif

Trauma dan ketakukan sedang menghantui masyarakat di Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .