MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir
Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih
Suasana kampung Cempedak yang masih terisolir dan tertinggal. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar) ini sangat mendambakan kesejahteraan, dusun yang dihuni 13 Kepala Keluarga (KK) ini merasa ditinggalkan oleh pemerintah. 

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

PAGI itu beberapa anak kecil terlihat begitu ceria berlarian di sebuah jalan setapak tanpa alas kaki, diantaranya bahkan tak mengenakan baju, keceriaan khas anak - anak yang belum terkontaminasi oleh peradaban zaman. Sementara itu tidak ada terlihat kesibukan yang berarti dari para perempuan yang tinggal di Gang Kalui, Kampung Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Belasan rumah - rumah sederhana dengan dinding kayu beratap seng nampak sepi. 

Itulah suasana perkampungan yang berada di jantung kota Pangkalan Bun, 1,5 kilometer dari Jalan poros Ahmad Yani atau sekitar 11 kilometer dari pusat kota Pangkalan Bun. Perkampungan yang dihuni oleh 13 Kepala Keluarga (KK) tersebut mayoritas kepala keluarganya berprofesi sebagai pekebun. Miris, perkampungan yang berada di jantung kota Pangkalan Bun ini tertinggal dari perkampungan di sekitarnya, tak ada jaringan listrik maupun ketersediaan air bersih dari layanan PDAM, padahal kampung ini sudah ada sejak 80 tahun silam. 

Sehari - hari untuk mencukupi kebutuhan air bersih mereka memanfaatkan aliran air dari anak sungai yang berjarak 800 meter dari perkampungan mereka sebagian lagi membuat sumur bor di rumah mereka sementara untuk penerangan belasan rumah ini mengandalkan dari lampu minyal tanah (teplok). "Ada 75 jiwa yang tinggal di kampung ini dan kami disini adalah penduduk asli dari keturunan Dayak Pasir Panjang," ujar salah seorang sesepuh kampung Cempedak, Nenek Ondong (81), Jumat (5/1). 

Selain tidak ada penerangan dam minim air bersih, perkampungan ini juga tertinggal dari sisi infrastruktur jalan sepanjang 1,5 kilometer menuju jalan poros masih berupa tanah yang terjal yang kanan kirinya ditumbuhi tanaman sawit, hanya 200 meter saja yang kondisinya sudah beraspal." Puluhan tahun kampung kami ini tidak tersentuh pembangunan, kampung kami bukan tertinggal tetapi ditinggal," tukas warga lainnya, Tia. 

Ia mengaku sudah berbagai cara ditempuh agar kampung mereka mendapatkan perlakuan yang sama dengan yang lain tapi hasilnya nihil karena sampai detik ini belum ada perkembangan."Kasihan kalau malam gelap gulita, beberapa anak yang sekolah belajar menggunakan lampu minyak," imbuhnya. 

Walau hidup dalam keterbatasan mereka tetap berharap pemerintah memperhatikan mereka baik infrastruktur jalan, listrik, air bersih dan juga pendidikan, karena kebutuham itulah yang dirasa mendesak saat ini. (ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Bincang-bincang Bersama Petinggi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng

Perekonomian Kurang Bergairah dan Eksklusif

Perekonomian di Bumi Tambun Bungai ternyata masih bagus di angka. Kenyataannya, pun belum merata. Pertumbuhan…

Selasa, 06 Maret 2018 09:53
Ketika Bupati Lamandau Ir Marukan Membuka Usaha Pengolahan Pupuk (1)

Solusi Agar Petani Tidak Tergantung dengan Pupuk Kimia

Tidak terasa, kepemimpinan Bupati Lamandau Ir Marukan akan berakhir, selama dua periode memimpin di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .