MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir
Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih
Suasana kampung Cempedak yang masih terisolir dan tertinggal. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar) ini sangat mendambakan kesejahteraan, dusun yang dihuni 13 Kepala Keluarga (KK) ini merasa ditinggalkan oleh pemerintah. 

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

PAGI itu beberapa anak kecil terlihat begitu ceria berlarian di sebuah jalan setapak tanpa alas kaki, diantaranya bahkan tak mengenakan baju, keceriaan khas anak - anak yang belum terkontaminasi oleh peradaban zaman. Sementara itu tidak ada terlihat kesibukan yang berarti dari para perempuan yang tinggal di Gang Kalui, Kampung Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Belasan rumah - rumah sederhana dengan dinding kayu beratap seng nampak sepi. 

Itulah suasana perkampungan yang berada di jantung kota Pangkalan Bun, 1,5 kilometer dari Jalan poros Ahmad Yani atau sekitar 11 kilometer dari pusat kota Pangkalan Bun. Perkampungan yang dihuni oleh 13 Kepala Keluarga (KK) tersebut mayoritas kepala keluarganya berprofesi sebagai pekebun. Miris, perkampungan yang berada di jantung kota Pangkalan Bun ini tertinggal dari perkampungan di sekitarnya, tak ada jaringan listrik maupun ketersediaan air bersih dari layanan PDAM, padahal kampung ini sudah ada sejak 80 tahun silam. 

Sehari - hari untuk mencukupi kebutuhan air bersih mereka memanfaatkan aliran air dari anak sungai yang berjarak 800 meter dari perkampungan mereka sebagian lagi membuat sumur bor di rumah mereka sementara untuk penerangan belasan rumah ini mengandalkan dari lampu minyal tanah (teplok). "Ada 75 jiwa yang tinggal di kampung ini dan kami disini adalah penduduk asli dari keturunan Dayak Pasir Panjang," ujar salah seorang sesepuh kampung Cempedak, Nenek Ondong (81), Jumat (5/1). 

Selain tidak ada penerangan dam minim air bersih, perkampungan ini juga tertinggal dari sisi infrastruktur jalan sepanjang 1,5 kilometer menuju jalan poros masih berupa tanah yang terjal yang kanan kirinya ditumbuhi tanaman sawit, hanya 200 meter saja yang kondisinya sudah beraspal." Puluhan tahun kampung kami ini tidak tersentuh pembangunan, kampung kami bukan tertinggal tetapi ditinggal," tukas warga lainnya, Tia. 

Ia mengaku sudah berbagai cara ditempuh agar kampung mereka mendapatkan perlakuan yang sama dengan yang lain tapi hasilnya nihil karena sampai detik ini belum ada perkembangan."Kasihan kalau malam gelap gulita, beberapa anak yang sekolah belajar menggunakan lampu minyak," imbuhnya. 

Walau hidup dalam keterbatasan mereka tetap berharap pemerintah memperhatikan mereka baik infrastruktur jalan, listrik, air bersih dan juga pendidikan, karena kebutuham itulah yang dirasa mendesak saat ini. (ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .