MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup
Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan
Kediaman Kakek Hamid di Jalan Swadaya RT 02, Desa Kapitan, Kecamatan Kumai. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia ujur dan tidak bisa melihat dunia. Dirinya bersama sang istri tetap mampu bertahan hidup di tengah ekonomi sekarang ini. 

KOKO SULISTYO, Kumai

PAGI itu, sekitar pukul 06.30 WIB, Kamis (4/1) di Jalan Swadaya, RT 02, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum begitu ramai kendaraan yang melintas, terlihat seorang kakek renta yang menarik gerobak reot ditemani perempuan tua. Perempuan itu, selalu memberi aba-aba ketika di depannya ada lubang atau tikungan jalan kepada kakek tua itu, dengan sigap kakek tua itu mengemudikan gerobaknya menghindari jalan yang rusak. Anehnya, pandangan kakek itu lurus tanpa ekspresi dan tidak berkedip. 

Tiba-tiba perempuan itu, menyuruh kakek berhenti, ia terlihat memungut bekas air mineral gelas dan juga pecahan ember yang terdapat di tumpukan sampah di depan rumah salah seorang warga, setelah mengais sampah dan tidak menemukan apa yang dicarinya, perempuan itu merapikan kembali tumpukan sampah dan melanjutkan perjalanan. 

Kalteng Pos terus mengikuti langkah kecil perempuan dan kakek tua yang tampak begitu dingin bahkan ketika diajak bicara oleh perempuan itu, pandangannya tetap mengarah ke depan. Sesekali langkah keduanyaa terhenti oleh komando perempuan yang cekatan memungut sampah bernilai ekonomis yang ditemuinya. 

Sekitar satu jam berjalan, kedua orang itu berhenti, perempuan itu mengambil sesuatu dari dalam gerobak yang ternyata adalah botol air minum. Bergiliran kedua orang itu menenggak air tersebut. Sebelum mereka melanjutkan perjalanan Kalteng Pos mendekati keduanya.  Ternyata, kakek tua itu adalah seorang tunanetra, ia mengalami kebutaan sejak puluhan tahun silam, ia juga tak mengetahui apa yang menjadi penyebabnya, tiba - tiba saja semakin lama pandangannya semakin gelap hingga ia tak bisa melihat sama sekali. 

Kakek itu memperkenalkan namanya Hamid (74) sementara perempuan yang setia menemaninya sekaligus menjadi pemandunya adalah istri tercintanya Enor (62). Keduanya setiap hari melakukan aktivitas memulung untuk mempertahankan hidup. Mereka mengaku dalam sehari mereka hanya mampu mengumpulkan sampah sebanyak 2,5 kilogram, kalau dirupiahkan hanya tiga ribu lima ratus rupiah, nilai yang tak sebanding.  "Dalam sehari kami hanya mampu mengumpulkan sampah plastik yang bisa dijual sebanyak 2,5 kilo, uangnya tiga ribu lima ratus," papar Enor. 

Enor mengaku, uang hasil memulungnya yang ia gunakan untuk bertahan hidup, tentu saja uang itu tak mencukupi namun ia tetap bersyukur di usia senjanya mereka tak merepotkan anak - anaknya. "Kadang kami menerima bantuan dari tetangga dan mendapat jatah raskin dari desa," imbuh Kakek Hamid. 

Setelah cukup istirahat mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan berburu rupiah dengan menyulap barang-barang bekas bernilai ekonomis.  Salah seorang warga Kumai, yang ditemui Kalteng Pos mengaku tidak asing lagi dengan sosok Kakek Hamid, menurutnya setiap hari pasangan suami istri yang susah lansia itu memulung sampah melewati rute Bundaran Monyet, Kapitan dan Kumai Hilir, kadang mereka juga kerap ditemui di tempat pembuangan sampah jalan Padat Karya.  " Sehari-hari ya begitu, kakek Hamid yang narik gerobak istrinya yang memberi aba - aba," kata Afif. 

Informasinya, kondisi ekonomi kakek Hamid sudah diketahui pihak pemerintah desa dan dulu pernah diajukan bantuan Bedah Rumah atau Rumah Tinggal Tidak Layak Huni (Rutilahu), namun karena Kakek Hamid menumpang di atas tanah orang maka niat pemerintah desa terganjal status tanah tersebut. (*c2/ala/dar)


BACA JUGA

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…

Senin, 01 Januari 2018 10:59
Ketika Teror Predator Ganas Masih Meresahkan

Buaya Penerkam Diburu Warga, Gunakan Bebek sebagai Umpan

Kekhawatiran warga terhadap peristiwa serangan buaya yang menerkam Basuni (52), yang tinggal di RT 8…

Sabtu, 30 Desember 2017 10:04
Ketika Teror Buaya Meresahkan Masyarakat Cempaga

Musim Kawin Membuat Buaya Makin Agresif

Trauma dan ketakukan sedang menghantui masyarakat di Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .