MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup
Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan
Kediaman Kakek Hamid di Jalan Swadaya RT 02, Desa Kapitan, Kecamatan Kumai. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia ujur dan tidak bisa melihat dunia. Dirinya bersama sang istri tetap mampu bertahan hidup di tengah ekonomi sekarang ini. 

KOKO SULISTYO, Kumai

PAGI itu, sekitar pukul 06.30 WIB, Kamis (4/1) di Jalan Swadaya, RT 02, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum begitu ramai kendaraan yang melintas, terlihat seorang kakek renta yang menarik gerobak reot ditemani perempuan tua. Perempuan itu, selalu memberi aba-aba ketika di depannya ada lubang atau tikungan jalan kepada kakek tua itu, dengan sigap kakek tua itu mengemudikan gerobaknya menghindari jalan yang rusak. Anehnya, pandangan kakek itu lurus tanpa ekspresi dan tidak berkedip. 

Tiba-tiba perempuan itu, menyuruh kakek berhenti, ia terlihat memungut bekas air mineral gelas dan juga pecahan ember yang terdapat di tumpukan sampah di depan rumah salah seorang warga, setelah mengais sampah dan tidak menemukan apa yang dicarinya, perempuan itu merapikan kembali tumpukan sampah dan melanjutkan perjalanan. 

Kalteng Pos terus mengikuti langkah kecil perempuan dan kakek tua yang tampak begitu dingin bahkan ketika diajak bicara oleh perempuan itu, pandangannya tetap mengarah ke depan. Sesekali langkah keduanyaa terhenti oleh komando perempuan yang cekatan memungut sampah bernilai ekonomis yang ditemuinya. 

Sekitar satu jam berjalan, kedua orang itu berhenti, perempuan itu mengambil sesuatu dari dalam gerobak yang ternyata adalah botol air minum. Bergiliran kedua orang itu menenggak air tersebut. Sebelum mereka melanjutkan perjalanan Kalteng Pos mendekati keduanya.  Ternyata, kakek tua itu adalah seorang tunanetra, ia mengalami kebutaan sejak puluhan tahun silam, ia juga tak mengetahui apa yang menjadi penyebabnya, tiba - tiba saja semakin lama pandangannya semakin gelap hingga ia tak bisa melihat sama sekali. 

Kakek itu memperkenalkan namanya Hamid (74) sementara perempuan yang setia menemaninya sekaligus menjadi pemandunya adalah istri tercintanya Enor (62). Keduanya setiap hari melakukan aktivitas memulung untuk mempertahankan hidup. Mereka mengaku dalam sehari mereka hanya mampu mengumpulkan sampah sebanyak 2,5 kilogram, kalau dirupiahkan hanya tiga ribu lima ratus rupiah, nilai yang tak sebanding.  "Dalam sehari kami hanya mampu mengumpulkan sampah plastik yang bisa dijual sebanyak 2,5 kilo, uangnya tiga ribu lima ratus," papar Enor. 

Enor mengaku, uang hasil memulungnya yang ia gunakan untuk bertahan hidup, tentu saja uang itu tak mencukupi namun ia tetap bersyukur di usia senjanya mereka tak merepotkan anak - anaknya. "Kadang kami menerima bantuan dari tetangga dan mendapat jatah raskin dari desa," imbuh Kakek Hamid. 

Setelah cukup istirahat mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan berburu rupiah dengan menyulap barang-barang bekas bernilai ekonomis.  Salah seorang warga Kumai, yang ditemui Kalteng Pos mengaku tidak asing lagi dengan sosok Kakek Hamid, menurutnya setiap hari pasangan suami istri yang susah lansia itu memulung sampah melewati rute Bundaran Monyet, Kapitan dan Kumai Hilir, kadang mereka juga kerap ditemui di tempat pembuangan sampah jalan Padat Karya.  " Sehari-hari ya begitu, kakek Hamid yang narik gerobak istrinya yang memberi aba - aba," kata Afif. 

Informasinya, kondisi ekonomi kakek Hamid sudah diketahui pihak pemerintah desa dan dulu pernah diajukan bantuan Bedah Rumah atau Rumah Tinggal Tidak Layak Huni (Rutilahu), namun karena Kakek Hamid menumpang di atas tanah orang maka niat pemerintah desa terganjal status tanah tersebut. (*c2/ala/dar)


BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Selasa, 04 September 2018 11:24
Bripka Anastasia H Rompas Terima Penghargaan dari Kapolda

Polwan Kalteng Pertama yang Bertugas di Daerah Konflik

1 September 2019, merupakan HUT ke-70 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia. Di Kalteng, dirayakan…

Jumat, 31 Agustus 2018 10:29
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (2/selesai)

Apapun Terjadi, Harus Tetap Cantik

Panggung Sasono Langen Budoyo menjadi saksi. Peluh keringat terbayar, ketika riuh penonton terhibur…

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)

Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari

Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal.…

Selasa, 28 Agustus 2018 09:38
Mengenal Adelia, Mahasiswi Pegiat Seni Lukis Mandala dan Body Painting

Bergelut Kuas sejak SD, Lukisan Terjual hingga Jutaan

Melukis di dinding, sudah biasa dilakukannya. Mulai dari menggambar bunga, tulisan, hingga mandala.…

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng

Minim Peminat, Andalkan Jejaring online

Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya.…

Kamis, 23 Agustus 2018 09:51
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (2/Selesai)

Seharga Rp5 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Setiap orang memiliki alasan tersendiri terhadap hobinya masing-masing. Termasuk seorang penghobi ikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:24
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (1)

Terkadang Rewel dan Merepotkan

Mungil. Cantik. Dan indah. Itulah gambaran ikan cupang. Ikan air tawar dengan berbagai warna dan motif…

Senin, 20 Agustus 2018 09:43
Cara Wali Kota Palangka Raya Terpilih Serap Aspirasi Masyarakat

Kota Cantik “Banjir” Harapan

Banyak cara demi mendapat masukan dan saran untuk pembangunan. Seperti memanfaatkan media sosial. Itulah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .