MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup
Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan
Kediaman Kakek Hamid di Jalan Swadaya RT 02, Desa Kapitan, Kecamatan Kumai. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia ujur dan tidak bisa melihat dunia. Dirinya bersama sang istri tetap mampu bertahan hidup di tengah ekonomi sekarang ini. 

KOKO SULISTYO, Kumai

PAGI itu, sekitar pukul 06.30 WIB, Kamis (4/1) di Jalan Swadaya, RT 02, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum begitu ramai kendaraan yang melintas, terlihat seorang kakek renta yang menarik gerobak reot ditemani perempuan tua. Perempuan itu, selalu memberi aba-aba ketika di depannya ada lubang atau tikungan jalan kepada kakek tua itu, dengan sigap kakek tua itu mengemudikan gerobaknya menghindari jalan yang rusak. Anehnya, pandangan kakek itu lurus tanpa ekspresi dan tidak berkedip. 

Tiba-tiba perempuan itu, menyuruh kakek berhenti, ia terlihat memungut bekas air mineral gelas dan juga pecahan ember yang terdapat di tumpukan sampah di depan rumah salah seorang warga, setelah mengais sampah dan tidak menemukan apa yang dicarinya, perempuan itu merapikan kembali tumpukan sampah dan melanjutkan perjalanan. 

Kalteng Pos terus mengikuti langkah kecil perempuan dan kakek tua yang tampak begitu dingin bahkan ketika diajak bicara oleh perempuan itu, pandangannya tetap mengarah ke depan. Sesekali langkah keduanyaa terhenti oleh komando perempuan yang cekatan memungut sampah bernilai ekonomis yang ditemuinya. 

Sekitar satu jam berjalan, kedua orang itu berhenti, perempuan itu mengambil sesuatu dari dalam gerobak yang ternyata adalah botol air minum. Bergiliran kedua orang itu menenggak air tersebut. Sebelum mereka melanjutkan perjalanan Kalteng Pos mendekati keduanya.  Ternyata, kakek tua itu adalah seorang tunanetra, ia mengalami kebutaan sejak puluhan tahun silam, ia juga tak mengetahui apa yang menjadi penyebabnya, tiba - tiba saja semakin lama pandangannya semakin gelap hingga ia tak bisa melihat sama sekali. 

Kakek itu memperkenalkan namanya Hamid (74) sementara perempuan yang setia menemaninya sekaligus menjadi pemandunya adalah istri tercintanya Enor (62). Keduanya setiap hari melakukan aktivitas memulung untuk mempertahankan hidup. Mereka mengaku dalam sehari mereka hanya mampu mengumpulkan sampah sebanyak 2,5 kilogram, kalau dirupiahkan hanya tiga ribu lima ratus rupiah, nilai yang tak sebanding.  "Dalam sehari kami hanya mampu mengumpulkan sampah plastik yang bisa dijual sebanyak 2,5 kilo, uangnya tiga ribu lima ratus," papar Enor. 

Enor mengaku, uang hasil memulungnya yang ia gunakan untuk bertahan hidup, tentu saja uang itu tak mencukupi namun ia tetap bersyukur di usia senjanya mereka tak merepotkan anak - anaknya. "Kadang kami menerima bantuan dari tetangga dan mendapat jatah raskin dari desa," imbuh Kakek Hamid. 

Setelah cukup istirahat mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan berburu rupiah dengan menyulap barang-barang bekas bernilai ekonomis.  Salah seorang warga Kumai, yang ditemui Kalteng Pos mengaku tidak asing lagi dengan sosok Kakek Hamid, menurutnya setiap hari pasangan suami istri yang susah lansia itu memulung sampah melewati rute Bundaran Monyet, Kapitan dan Kumai Hilir, kadang mereka juga kerap ditemui di tempat pembuangan sampah jalan Padat Karya.  " Sehari-hari ya begitu, kakek Hamid yang narik gerobak istrinya yang memberi aba - aba," kata Afif. 

Informasinya, kondisi ekonomi kakek Hamid sudah diketahui pihak pemerintah desa dan dulu pernah diajukan bantuan Bedah Rumah atau Rumah Tinggal Tidak Layak Huni (Rutilahu), namun karena Kakek Hamid menumpang di atas tanah orang maka niat pemerintah desa terganjal status tanah tersebut. (*c2/ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…

Senin, 12 Maret 2018 09:46

Atraksi Microlight Trike, Aeromodeling,Pesawat Pixwing dan Drone Hibur Masyarakat

Menyambut bulan Dirgantara HUT ke-72 TNI Angakatan Udara (AU), jajaran TNI AU Satuan Pangkalan Udara…

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Bincang-bincang Bersama Petinggi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng

Perekonomian Kurang Bergairah dan Eksklusif

Perekonomian di Bumi Tambun Bungai ternyata masih bagus di angka. Kenyataannya, pun belum merata. Pertumbuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .