MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 04 Januari 2018 22:48
Bupati HST Ditangkap KPK karena Dugaan Suap Proyek RS
Bupati HST Abdul Latif

PROKAL.CO, KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali beraksi di Kalimantan Selatan (Kalsel). Setelah sebelumnya mengamankan Ketua DPRD Banjarmasin dan Kepala PDAM Bandarmasih, kali ini KPK mengamankan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Abdul Latif.

----------------------

PAGI masih tenang saat pintu ruang kerja Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif terbuka, Kamis (4/1) sekitar pukul 07.30 WIB. Tanpa banyak kata, lima orang dengan wajah asing masuk. Di dalam, Bupati HST Abdul Latif, Sekda Akhmad Tamzil dan beberapa staf ahli tampak terpana.Melihat dari pakaian santai yang mereka pakai, yang hadir di dalam ruangan itu sempat mengira, lima orang yang datang tanpa permisi itu adalah wartawan. Saat akhirnya salah seorang dari mereka memperkenalkan diri, gemparlah seisi ruangan. Yang datang mengaku dari KPK!

"Mereka rata-rata masih sangat muda, ada satu perempuan dan empat laki-laki," ungkap sumber Radar Banjarmasin (Grup Kalteng.Prokal.Co) yang melihat sendiri penangkapan Abdul Latif di lantai II kantor itu, kemarin.

“Saya kira mereka wartawan, karena waktu masuk ruang kerja hanya kaos oblong. Yang mengenalkan diri orangnya berjenggot dan berpeci haji, terlihat usianya paling tua. Pokoknya tidak meyakinkan mereka petugas negara, seisi ruangan shock karena kaget,” ungkapnya.

Kelima orang itu langsung menjalankan tugasnya dengan cepat. Ada yang langsung berbicara kepada Bupati Abdul Latif, ada yang mengeluarkan secarik surat serta memperlihatkan tanda pengenal, yang lain mengawasi, dan satu petugas merekam aktivitas penangkapan tersebut. "Bupati menyambut  dengan ramah seluruh petugas itu," ucapnya.

Tak lebih dari sejam, Abdul Latif kemudian dibawa ke mobil KPK untuk selanjutnya menggeledah rumah dinas. Saking senyapnya, para pegawai di lantai I tidak ada yang menyadari kalau  lima orang asing yang bersama bupati mereka itu adalah petugas KPK. "Padahal di lantai I banyak pegawai termasuk wartawan sedang berbincang ringan dekat pintu masuk kantor sekretariat tersebut," ungkapnya.

KPK menangkap Latif sekitar pukul 09.30 WIB. Sebelumnya, KPK juga telah menciduk dua kontraktor HST. Mereka adalah Fauzan dan Abdul Basit. Fauzan yang dikenal sebagai tangan kanan Abdul Latif sejak menjabat sebagai kepala daerah, dijemput di rumahnya, Desa Rangas, Birayang, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS) sekitar pukul 07.00 WIB.

Awalnya, Fauzan enggan menanggapi karena melihat penampilan petugas KPK. Dia buru-buru ingin bertolak untuk urusan penting. Saat mengetahui yang datang adalah petugas KPK, Ketua Kadin HST itu langsung limbung. Istrinya histeris karena tak terima suaminya dibawa petugas. Seluruh kunci kendaraan milik Fauzan disita petugas. Uang sejumlah Rp5 miliar kemudian disita petugas juga.Petugas kemudian menuju ke rumah Abdul Basit. Kontraktor dan orang kepercayaan Abdul Latif ini dijemput saat lagi bertamu ke rumah rekannya sesama kontraktor di kawasan Pasar Baru Barabai.  

Wakil Bupati HST HA Chairansyah mengaku terkejut atas penangkapan itu. “Rombongan  masuk tanpa permisi.  Bahkan tidak lapor ajudan bupati juga. Apakah memang seperti itu gayanya orang KPK?" ungkapnya.

Chairansyah mengaku, sejak masuk kantor Rabu (3/1) lalu dirinya tidak bertemu sama sekali dengan Bupati Abdul Latif. Dia kemudian hanya dititipkan tumpukan berkas pemerintahan. "Ya, intinya, pesan agar roda pemerintahan terus berjalan," ucapnya mengutip bupati yang menyampaikan pesan melalui Sekda Akhmad Tamzil.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo mengatakan, operasi penangkapan KPK memang berlangsung senyap. Polres bahkan  tidak dilibatkan dalam proses penangkapan. Dia yakin KPK  telah berada di HST dalam dua hari terakhir ini. Sebelum akhirnya melakukan penangkapan terhadap bupati HST itu."Berdasarkan informasi, penangkapan bupati ini terkait kasus suap dan korupsi proyek rumah sakit (RS). Karena nilai dari proyek RS Damanhuri Barabai sendiri angkanya puluhan miliar rupiah," ungkapnya.

Dugaan ini beralasan, pasalnya KPK juga melakukan penyegelan beberapa ruangan di RS Damanhuri. Proyek pengerjaan Rumah Sakit Damanhuri Barabai sendiri nilai proyeknya mencapai Rp54 miliar. Sekadar diketahui, Bupati Abdul Latif maju lewat jalur independen pada pilkada di kabupaten itu sebelumnya. Sosoknya penuh dengan kontroversi. Mulai dari tato di tubuhnya hingga dugaan terlibat kasus lainnya. (mam/mof/ay/ran/ens/dar)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:11

OALAH ! Ayah Dua Anak Ini Bawa Kabur Motor Ustaz

SAMPIT-Perbuatan Endiansyah tak patut ditiru. Pasalnya, bukannya ke masjid untuk…

Selasa, 11 Desember 2018 13:08

BEJAT ! Pemuda Ini Cabuli Bunga di Hadapan Pacarnya

SAMPIT-Entah apa yang ada dalam benak AR. Pemuda 21 tahun…

Selasa, 11 Desember 2018 13:02

160 ASN Kobar Tes Urine

PANGKALAN BUN-Dalam rangka memastikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah…

Senin, 10 Desember 2018 12:06

Dua Gadis dan Tiga Pria Terciduk di Kamar Hotel

DUA gadis yang masih berusia belasan tahun terjaring razia. Dua…

Senin, 10 Desember 2018 11:58

LUAR BIASA ! Kiper Asal Palangka Raya Ini Bawa Persib Juara

PALANGKA RAYA- Dunia olahraga, khususnya cabang olahraga sepakbola di Bumi…

Jumat, 07 Desember 2018 14:27

KKN-PPL Luar Negeri Berlanjut

PALANGKA RAYA-Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) terus berkomitmen mengukuhkan posisinya sebagai…

Jumat, 07 Desember 2018 14:24

Kalteng Putra Ambisi Beli Pemain Asing

EUFORIA lolosnya Kalteng Putra ke Liga 1 musim depan, belum…

Kamis, 06 Desember 2018 15:07

Kalteng Putra Disambut Bak Pahlawan, Diguyur Bonus 170 Persen dari Gaji

Tim Kalteng Putra disambut bak pahlawan. Turun dari pesawat yang…

Kamis, 06 Desember 2018 14:54

Truk Terbalik ! Satu Tewas, 11 Orang Luka-Luka (Sub)

SAMPIT - Kecelakaan tunggal terjadi pada areal perkebunan kelapa sawit…

Jumat, 30 November 2018 10:46

Karyawan PT AKT Ditelantarkan, Dua Bulan Gaji dan BPJS Kesehatan Belum Dibayar

PURUK CAHU-Massa dari pekerja PT Asmin Kolindo Tuhup (AKT) mendatangi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .