MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini
Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal
Bangunan peninggalan zaman jepang bergaya Eropa perpaduan China di RT 01, Kelurahan Raja Seberang, Kecamataan Arut Selatan, nyaris ambruk. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan bergaya Eropa perpaduan China inilah lahir sosok atau tokoh terkenal dari Kalteng. Sayangnya, gedung yang dulunya megah itu hanya tinggal kenangan.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun 

MIRIS, tidak ada kata lain untuk menggambarkan kondisi bangunan tua peninggalan etnis Tionghoa yang berdiri sejak ratusan tahun silam itu, bangunan bergaya arsitektur Eropa perpaduan China yang berada di RT 01, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kondisinya nyaris ambruk. 

Dulunya bangunan tua yang dibangun khusus bagi putra-putri etnis Tionghoa mengenyam pendidikan itu begitu kokoh, berdiri gagah di tengah pemukiman tradisional masyarakat bantaran sungai Arut. Meja dan bangku belajar serta lemari bukunya terbuat dari jati China berkualitas wahid, seluruh fondasi penopang bangunan berbahan kayu ulin super. 

Parah, seluruhnya, raib dijarah oknum tak bertanggung jawab. " Lantai dan dinding habis sudah tidak tersisa, harusnya bangunan itu bisa menjadi ikon di Raja Seberang tapi sedihnya justru malah nyaris ambruk karena tidak ada perhatian,"keluh tokoh masyarakat Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kaspul Anwar, kepada Kalteng Pos, Rabu (3/1). 

Tak banyak yang bisa diperbuat dengan bangunan yang dikenal masyarakat sekitar sebagai bangunan bekas SDN 05, padahal bangunan yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang pendidikan di Kobar itu telah melahirkan tokoh-tokoh sekelas milyader Iwan Sunito yang merupakan Raja Properti di Australia dan anggota DPR RI Hamdhani. 

Kondisi itu juga menimbulkan keprihatinan bagi pegiat pariwisata di Kobar, salah satunya Ahmad Yani, sebagai salah satu aset pariwisata harusnya bangunan artistik tersebut menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah tetapi warga sekitar dan warga keturunan Tionghoa. Sebabnya, tidak jauh dari lokasi berdirinya bangunan tua itu juga terdapat perkampungan dan satu-satunya perkampungan etnis Tionghoa di Kotawaringin Barat. 

"Bangunan tersebut bisa menjadi magnet pariwisata, apalagi ada pecinan dan didukung rencana Pemkab untuk membangun water front di bantaran klop sudah, sayangnya bangunan itu tidak tersentuh," tandasnya. 

Bangunan bersejarah yang saat ini kerap dijadikan tempat untuk minum-minuman keras para remaja ini sebenarnya dulu ada rencana untuk dilakukan rehab sebagai situs sejarah pecinan di Pangkalan bun, tetapi paska nomenklatur dan Dinas Pariwisata tidak mengurus Kebudayaan lagi sehingga rencana tersebut tidak berlanjut karena sudah tidak menjadi ranah Dinas Pariwisata. "Bangunan itu punya nilai sejarah sewajarnya untuk diperhatikan baik oleh keturunan Tionghoa masyarakat Kobar tentunya juga Pemda," tukas Kepala Dinas Pariwisata, Kobar Gusti Imansyah. (ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…

Senin, 12 Maret 2018 09:46

Atraksi Microlight Trike, Aeromodeling,Pesawat Pixwing dan Drone Hibur Masyarakat

Menyambut bulan Dirgantara HUT ke-72 TNI Angakatan Udara (AU), jajaran TNI AU Satuan Pangkalan Udara…

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Bincang-bincang Bersama Petinggi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng

Perekonomian Kurang Bergairah dan Eksklusif

Perekonomian di Bumi Tambun Bungai ternyata masih bagus di angka. Kenyataannya, pun belum merata. Pertumbuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .