MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini
Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal
Bangunan peninggalan zaman jepang bergaya Eropa perpaduan China di RT 01, Kelurahan Raja Seberang, Kecamataan Arut Selatan, nyaris ambruk. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan bergaya Eropa perpaduan China inilah lahir sosok atau tokoh terkenal dari Kalteng. Sayangnya, gedung yang dulunya megah itu hanya tinggal kenangan.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun 

MIRIS, tidak ada kata lain untuk menggambarkan kondisi bangunan tua peninggalan etnis Tionghoa yang berdiri sejak ratusan tahun silam itu, bangunan bergaya arsitektur Eropa perpaduan China yang berada di RT 01, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kondisinya nyaris ambruk. 

Dulunya bangunan tua yang dibangun khusus bagi putra-putri etnis Tionghoa mengenyam pendidikan itu begitu kokoh, berdiri gagah di tengah pemukiman tradisional masyarakat bantaran sungai Arut. Meja dan bangku belajar serta lemari bukunya terbuat dari jati China berkualitas wahid, seluruh fondasi penopang bangunan berbahan kayu ulin super. 

Parah, seluruhnya, raib dijarah oknum tak bertanggung jawab. " Lantai dan dinding habis sudah tidak tersisa, harusnya bangunan itu bisa menjadi ikon di Raja Seberang tapi sedihnya justru malah nyaris ambruk karena tidak ada perhatian,"keluh tokoh masyarakat Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kaspul Anwar, kepada Kalteng Pos, Rabu (3/1). 

Tak banyak yang bisa diperbuat dengan bangunan yang dikenal masyarakat sekitar sebagai bangunan bekas SDN 05, padahal bangunan yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang pendidikan di Kobar itu telah melahirkan tokoh-tokoh sekelas milyader Iwan Sunito yang merupakan Raja Properti di Australia dan anggota DPR RI Hamdhani. 

Kondisi itu juga menimbulkan keprihatinan bagi pegiat pariwisata di Kobar, salah satunya Ahmad Yani, sebagai salah satu aset pariwisata harusnya bangunan artistik tersebut menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah tetapi warga sekitar dan warga keturunan Tionghoa. Sebabnya, tidak jauh dari lokasi berdirinya bangunan tua itu juga terdapat perkampungan dan satu-satunya perkampungan etnis Tionghoa di Kotawaringin Barat. 

"Bangunan tersebut bisa menjadi magnet pariwisata, apalagi ada pecinan dan didukung rencana Pemkab untuk membangun water front di bantaran klop sudah, sayangnya bangunan itu tidak tersentuh," tandasnya. 

Bangunan bersejarah yang saat ini kerap dijadikan tempat untuk minum-minuman keras para remaja ini sebenarnya dulu ada rencana untuk dilakukan rehab sebagai situs sejarah pecinan di Pangkalan bun, tetapi paska nomenklatur dan Dinas Pariwisata tidak mengurus Kebudayaan lagi sehingga rencana tersebut tidak berlanjut karena sudah tidak menjadi ranah Dinas Pariwisata. "Bangunan itu punya nilai sejarah sewajarnya untuk diperhatikan baik oleh keturunan Tionghoa masyarakat Kobar tentunya juga Pemda," tukas Kepala Dinas Pariwisata, Kobar Gusti Imansyah. (ala/dar)


BACA JUGA

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…

Senin, 01 Januari 2018 10:59
Ketika Teror Predator Ganas Masih Meresahkan

Buaya Penerkam Diburu Warga, Gunakan Bebek sebagai Umpan

Kekhawatiran warga terhadap peristiwa serangan buaya yang menerkam Basuni (52), yang tinggal di RT 8…

Sabtu, 30 Desember 2017 10:04
Ketika Teror Buaya Meresahkan Masyarakat Cempaga

Musim Kawin Membuat Buaya Makin Agresif

Trauma dan ketakukan sedang menghantui masyarakat di Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .