MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini
Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal
Bangunan peninggalan zaman jepang bergaya Eropa perpaduan China di RT 01, Kelurahan Raja Seberang, Kecamataan Arut Selatan, nyaris ambruk. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan bergaya Eropa perpaduan China inilah lahir sosok atau tokoh terkenal dari Kalteng. Sayangnya, gedung yang dulunya megah itu hanya tinggal kenangan.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun 

MIRIS, tidak ada kata lain untuk menggambarkan kondisi bangunan tua peninggalan etnis Tionghoa yang berdiri sejak ratusan tahun silam itu, bangunan bergaya arsitektur Eropa perpaduan China yang berada di RT 01, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kondisinya nyaris ambruk. 

Dulunya bangunan tua yang dibangun khusus bagi putra-putri etnis Tionghoa mengenyam pendidikan itu begitu kokoh, berdiri gagah di tengah pemukiman tradisional masyarakat bantaran sungai Arut. Meja dan bangku belajar serta lemari bukunya terbuat dari jati China berkualitas wahid, seluruh fondasi penopang bangunan berbahan kayu ulin super. 

Parah, seluruhnya, raib dijarah oknum tak bertanggung jawab. " Lantai dan dinding habis sudah tidak tersisa, harusnya bangunan itu bisa menjadi ikon di Raja Seberang tapi sedihnya justru malah nyaris ambruk karena tidak ada perhatian,"keluh tokoh masyarakat Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kaspul Anwar, kepada Kalteng Pos, Rabu (3/1). 

Tak banyak yang bisa diperbuat dengan bangunan yang dikenal masyarakat sekitar sebagai bangunan bekas SDN 05, padahal bangunan yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang pendidikan di Kobar itu telah melahirkan tokoh-tokoh sekelas milyader Iwan Sunito yang merupakan Raja Properti di Australia dan anggota DPR RI Hamdhani. 

Kondisi itu juga menimbulkan keprihatinan bagi pegiat pariwisata di Kobar, salah satunya Ahmad Yani, sebagai salah satu aset pariwisata harusnya bangunan artistik tersebut menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah tetapi warga sekitar dan warga keturunan Tionghoa. Sebabnya, tidak jauh dari lokasi berdirinya bangunan tua itu juga terdapat perkampungan dan satu-satunya perkampungan etnis Tionghoa di Kotawaringin Barat. 

"Bangunan tersebut bisa menjadi magnet pariwisata, apalagi ada pecinan dan didukung rencana Pemkab untuk membangun water front di bantaran klop sudah, sayangnya bangunan itu tidak tersentuh," tandasnya. 

Bangunan bersejarah yang saat ini kerap dijadikan tempat untuk minum-minuman keras para remaja ini sebenarnya dulu ada rencana untuk dilakukan rehab sebagai situs sejarah pecinan di Pangkalan bun, tetapi paska nomenklatur dan Dinas Pariwisata tidak mengurus Kebudayaan lagi sehingga rencana tersebut tidak berlanjut karena sudah tidak menjadi ranah Dinas Pariwisata. "Bangunan itu punya nilai sejarah sewajarnya untuk diperhatikan baik oleh keturunan Tionghoa masyarakat Kobar tentunya juga Pemda," tukas Kepala Dinas Pariwisata, Kobar Gusti Imansyah. (ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .