MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada
Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta
Salah satu karyawan pandai besi Jaya Tani di Kecamatan Pangkalan Lada ketika membuat berbagai perkakas dari besi, kemarin (2/1). //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng. Seperti usaha pandai besi di Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang mampu bertahan hingga sekarang ini.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Lada

MATAHARI pagi masih malu-malu menampakkan sinarnya, semburat jingga menyusup masuk ke ruangan kusam tanpa dinding melalui sela-sela pelepah dahan pohon sawit.  Di pagi yang dingin itu, dua orang karyawan pria bertelanjang dada mulai menempa besi yang memerah akibat panas api yang mencapai 1000 an derajat menggunakan palu godam besar secara bergiliran. Suaranya khas, bagi kedua karyawan ini dentingan suara besi yang ditempa bagaikan melodi indah. Pemandangan itulah yang terlihat di usaha pandai besi Jaya Tani yang dikelola Imas (33). Warga SP V, Desa Sungai Melawen, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (2/1). 

Usaha pandai besi yang ditekuni Imas bukan tanpa kendala, usaha yang dikelola secara turun temurun ini awalnya tidak bisa berkembang akibat benturan permodalan dan terkendala persoalan pemasaran.  Saat itu sistem pemasaran yang digunakan adalah dengan cara menitip ke toko - toko pedagang di pasar Indra Sari, Pangkalan Bun. Sistem inilah yang membuat usahanya tidak berkembang karena Imas baru mendapatkan uang kalau barangnya habis terjual sehingga ia harus memutar otak untuk produksi selanjutnya. 

Perempuan asal Jawa Barat ini menjelaskan dalam menghasilkan produk-produk seperti parang, beji, kapak dan arit serta alat perkebunan (dodos) ia memanfaatkan besi limbah yang didapatkan dari tukang rongsokan. “Kita memanfaatkan besi rongsokan untuk disulap menjadi alat keperluan perkebunan dan rumah tangga,” papar Imas kepada Kalteng Pos, kemarin (2/1). 

Kesabaran dan keuletan Imas mulai membuahkan hasil, sedikit demi sedikit ia sudah bisa menguasai pasar, orderan dari pedagang juga semakin banyak, sementara pesanan dari luar daerah terus berdatangan terutama dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Ia tidak menyangka berkat keuletannya usaha pandai besi miliknya saat ini sudah beromzet lebih dari Rp 200 juta. 

Walau begitu, menurut Imas ia masih membutuhkan perhatian dari pemerintah, ia berharap banyak usaha pandai besi miliknya dapat dijadikan mitra binaan.  Ia menilai, di tengah serbuan barang sejenis dari China ke Indonesia, potensi pasar di Pulau Jawa dan Sumatera masih terbuka lebar, tentang kerapihan dan kualitas barang Imas memberikan garansi." Pasar luar Kalimantan masih terbuka tapi kami sulit masuk, kalau pemerintah bisa membuka jalur ekspansi kami yakin usaha pandai besi bisa menjadi unggulan daerah," tandasnya. (ala/dar)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 09:44
Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Kibarkan Merah Putih di Sungai Seruyan

"Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Demikian kutipan yang pernah dikatakan Bung Karno. Tentang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:25
Melihat Suasana Sekolah Inklusi Pertama di Kalteng

Pelajaran Disesuaikan dengan Kemampuan

Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus, bukan sebuah pilihan. Bukan pula keinginan orang tua. Itu…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:42

Panjang Ratusan Meter Menyeberangi Sungai

Pembentangan bendera merah putih di 13 kabupaten dan satu kota mengawali euforia penyambutan Hari Kemerdekaan…

Senin, 13 Agustus 2018 10:33
Eicha, Peraih Golden Champion Perparawi Tingkat Nasional

Catatkan Diri dalam Sejarah Keikutsertaan Kontingen Kalteng

Prestasi membanggakan ditorehkan Eicha Cristy Gianella. Ketika mewakili kontingen Kalteng, putri asal…

Minggu, 12 Agustus 2018 11:57
Menengok Usaha Budi Daya Lebah Madu di Palangka Raya

Jual Pikap Demi 10 Kotak Sarang Mellifera

Petani lebah madu asal Kalampangan ini bernama Yoanes Budiyana. Madu produksinya punya label yang sudah…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:26
Memanfaatkan Bekas Peralatan Elektronik Menjadi Barang Unik

Kreativitas dan Karya dari Balik Penjara

Hidup di balik jeruji besi sudah pasti terisolasi. Terkurung dan terbatas dengan dunia luar. Namun,…

Jumat, 10 Agustus 2018 13:23
Ketika Warga Katingan Kuala Harus Terjebak di Minimnya Infrastruktur Jalan

Meregang Nyawa di Tengah Sungai

Ibu Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan harus menghembuskan…

Jumat, 10 Agustus 2018 11:02
Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Perkebunan Sawit

PT KLM Terancam Tahanan, Denda, dan Izin Dicabut

Kebakaran seluas 511 hektare lahan perkebunan sawit, menjadi petaka bagi PT KLM. Perusahaan beroperasi…

Kamis, 09 Agustus 2018 10:36
Zein Alitamara Mufthihati, Gadis Kalteng Pencinta Seni Poster

Lima Master Piece Dipamerkan di Rusia

Masih ingat dengan Zein Alitamara Mufthihati? Ya. Wanita kelahiran 2 Desember 1991 itu, tak berhenti…

Rabu, 08 Agustus 2018 10:47
Susistiyono, Penginjil yang Buta setelah Kecelakaan

Kehilangan Pekerjaan dan Hidup Serba Keterbatasan

Susistiyono, seorang asisten pendeta harus kehilangan penglihatannya, usai kecelakaan tiga tahun silam.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .