MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada
Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta
Salah satu karyawan pandai besi Jaya Tani di Kecamatan Pangkalan Lada ketika membuat berbagai perkakas dari besi, kemarin (2/1). //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng. Seperti usaha pandai besi di Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang mampu bertahan hingga sekarang ini.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Lada

MATAHARI pagi masih malu-malu menampakkan sinarnya, semburat jingga menyusup masuk ke ruangan kusam tanpa dinding melalui sela-sela pelepah dahan pohon sawit.  Di pagi yang dingin itu, dua orang karyawan pria bertelanjang dada mulai menempa besi yang memerah akibat panas api yang mencapai 1000 an derajat menggunakan palu godam besar secara bergiliran. Suaranya khas, bagi kedua karyawan ini dentingan suara besi yang ditempa bagaikan melodi indah. Pemandangan itulah yang terlihat di usaha pandai besi Jaya Tani yang dikelola Imas (33). Warga SP V, Desa Sungai Melawen, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (2/1). 

Usaha pandai besi yang ditekuni Imas bukan tanpa kendala, usaha yang dikelola secara turun temurun ini awalnya tidak bisa berkembang akibat benturan permodalan dan terkendala persoalan pemasaran.  Saat itu sistem pemasaran yang digunakan adalah dengan cara menitip ke toko - toko pedagang di pasar Indra Sari, Pangkalan Bun. Sistem inilah yang membuat usahanya tidak berkembang karena Imas baru mendapatkan uang kalau barangnya habis terjual sehingga ia harus memutar otak untuk produksi selanjutnya. 

Perempuan asal Jawa Barat ini menjelaskan dalam menghasilkan produk-produk seperti parang, beji, kapak dan arit serta alat perkebunan (dodos) ia memanfaatkan besi limbah yang didapatkan dari tukang rongsokan. “Kita memanfaatkan besi rongsokan untuk disulap menjadi alat keperluan perkebunan dan rumah tangga,” papar Imas kepada Kalteng Pos, kemarin (2/1). 

Kesabaran dan keuletan Imas mulai membuahkan hasil, sedikit demi sedikit ia sudah bisa menguasai pasar, orderan dari pedagang juga semakin banyak, sementara pesanan dari luar daerah terus berdatangan terutama dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Ia tidak menyangka berkat keuletannya usaha pandai besi miliknya saat ini sudah beromzet lebih dari Rp 200 juta. 

Walau begitu, menurut Imas ia masih membutuhkan perhatian dari pemerintah, ia berharap banyak usaha pandai besi miliknya dapat dijadikan mitra binaan.  Ia menilai, di tengah serbuan barang sejenis dari China ke Indonesia, potensi pasar di Pulau Jawa dan Sumatera masih terbuka lebar, tentang kerapihan dan kualitas barang Imas memberikan garansi." Pasar luar Kalimantan masih terbuka tapi kami sulit masuk, kalau pemerintah bisa membuka jalur ekspansi kami yakin usaha pandai besi bisa menjadi unggulan daerah," tandasnya. (ala/dar)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida Qolbu di Jalan Jaya Wijaya,…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu bagi kontestan untuk meraup suara.…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun, pengamen yang menonjolkan aksinya…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya yang menjadi inspektur upacara…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka, justru batik Kalteng pun unik dan menarik…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .