MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada
Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta
Salah satu karyawan pandai besi Jaya Tani di Kecamatan Pangkalan Lada ketika membuat berbagai perkakas dari besi, kemarin (2/1). //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng. Seperti usaha pandai besi di Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang mampu bertahan hingga sekarang ini.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Lada

MATAHARI pagi masih malu-malu menampakkan sinarnya, semburat jingga menyusup masuk ke ruangan kusam tanpa dinding melalui sela-sela pelepah dahan pohon sawit.  Di pagi yang dingin itu, dua orang karyawan pria bertelanjang dada mulai menempa besi yang memerah akibat panas api yang mencapai 1000 an derajat menggunakan palu godam besar secara bergiliran. Suaranya khas, bagi kedua karyawan ini dentingan suara besi yang ditempa bagaikan melodi indah. Pemandangan itulah yang terlihat di usaha pandai besi Jaya Tani yang dikelola Imas (33). Warga SP V, Desa Sungai Melawen, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (2/1). 

Usaha pandai besi yang ditekuni Imas bukan tanpa kendala, usaha yang dikelola secara turun temurun ini awalnya tidak bisa berkembang akibat benturan permodalan dan terkendala persoalan pemasaran.  Saat itu sistem pemasaran yang digunakan adalah dengan cara menitip ke toko - toko pedagang di pasar Indra Sari, Pangkalan Bun. Sistem inilah yang membuat usahanya tidak berkembang karena Imas baru mendapatkan uang kalau barangnya habis terjual sehingga ia harus memutar otak untuk produksi selanjutnya. 

Perempuan asal Jawa Barat ini menjelaskan dalam menghasilkan produk-produk seperti parang, beji, kapak dan arit serta alat perkebunan (dodos) ia memanfaatkan besi limbah yang didapatkan dari tukang rongsokan. “Kita memanfaatkan besi rongsokan untuk disulap menjadi alat keperluan perkebunan dan rumah tangga,” papar Imas kepada Kalteng Pos, kemarin (2/1). 

Kesabaran dan keuletan Imas mulai membuahkan hasil, sedikit demi sedikit ia sudah bisa menguasai pasar, orderan dari pedagang juga semakin banyak, sementara pesanan dari luar daerah terus berdatangan terutama dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Ia tidak menyangka berkat keuletannya usaha pandai besi miliknya saat ini sudah beromzet lebih dari Rp 200 juta. 

Walau begitu, menurut Imas ia masih membutuhkan perhatian dari pemerintah, ia berharap banyak usaha pandai besi miliknya dapat dijadikan mitra binaan.  Ia menilai, di tengah serbuan barang sejenis dari China ke Indonesia, potensi pasar di Pulau Jawa dan Sumatera masih terbuka lebar, tentang kerapihan dan kualitas barang Imas memberikan garansi." Pasar luar Kalimantan masih terbuka tapi kami sulit masuk, kalau pemerintah bisa membuka jalur ekspansi kami yakin usaha pandai besi bisa menjadi unggulan daerah," tandasnya. (ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…

Senin, 12 Maret 2018 09:46

Atraksi Microlight Trike, Aeromodeling,Pesawat Pixwing dan Drone Hibur Masyarakat

Menyambut bulan Dirgantara HUT ke-72 TNI Angakatan Udara (AU), jajaran TNI AU Satuan Pangkalan Udara…

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Bincang-bincang Bersama Petinggi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng

Perekonomian Kurang Bergairah dan Eksklusif

Perekonomian di Bumi Tambun Bungai ternyata masih bagus di angka. Kenyataannya, pun belum merata. Pertumbuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .