MANAGED BY:
SENIN
19 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 01 Januari 2018 10:59
Ketika Teror Predator Ganas Masih Meresahkan
Buaya Penerkam Diburu Warga, Gunakan Bebek sebagai Umpan
Anggota Bhabimkamtibmas anggota Polsek Cempaga Bripka Budi Hartono saat mengcek lokasi tempat kejadian warga yang diterkam oleh buaya, belum lama ini. //RUSLI/KALTENG POS

PROKAL.CO, Kekhawatiran warga terhadap peristiwa serangan buaya yang menerkam Basuni (52), yang tinggal di RT 8 RW 3 Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga membuat masyarakat setempat ketakutan.  Pasalnya kali cempaga merupakan tempat  melakukan berbagai kegiatan kehidupan sehari hari.

===================

KETAKUTAN warga atas keganasan binatang predator itu, rupanya berubah menjadi pemberani dengan  nekat berburu buaya yang menyerang warga setempat.  Adapun cara yang bakal dilakukan warga untuk menangkap binatang pemangsa itu, yakni dengan cara memancing menggunakan seekor itik (bebek red). “Warga desa resah, makanya berencana nekat mencari buaya tersebut. Serangan buaya terhadap warga  menjadi perhatian khusus oleh masyarakat setempat,” kata Ahmad Riady, warga Desa Sungai Paring, Minggu (31/12) kemarin.

Kini masyarakat di perairan Cempaga khususnya di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga mulai mengurangi aktivitas di sungai. Warga takut binatang predator itu kembali  menerkam. “Sekarang ini masyarakat banyak membeli mesin pompa air, supaya air sungai bisa dialirkan ke rumah, tanpa turun ke batang (lanting),” kata Arsyad warga lainnya.

Arsyad menuturkan,  serangan buaya di desa itu baru pertama kalinya. Bapak enam orang anak itu mengakui, bahwa habitat buaya di sungai tersebut cukup banyak, tapi tidak pernah menyerang warga. “Kami sempat heran juga, kok buaya bisa menyerang warga,” tandasnya.

Atas kejadian tersebut,  warga setempat tidak berani lagi melakukan berbagai aktivitas di di sungai terutama pada saat air sedang pasang.  Dibeberkan Arsyad, kata orang dahulu warga yang biasanya di sambar diterkam buaya itu memiliki firasat (tanda khsusus red), akan tapi warga yang diterkam tidak memiliki tanda apapun.

Seperti diketahui, Basuni (52) ,warga RT 8 Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga mengalami luka ditangan kanannya seusai mendapat serangan gigitan buaya saat berwudu di kali Sungai Cempaga , Kamis (28/12) lalu. Kejadian itu dialaminya sekitar pukul 04.00 Wib. Berawal saat dia hendak mengambil air wudu di sungai untuk salat subuh. Saat itu ia langsung mengambil air dengan memasukan tangan ke dalam air sungai. Tiba-tiba saat itu tangannya ini langsung mendapat serangan dari seekor buaya yang diperkirakan cukup besar mencapai 4 meter. (sli/ala/dar)


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu bagi kontestan untuk meraup suara.…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun, pengamen yang menonjolkan aksinya…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya yang menjadi inspektur upacara…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka, justru batik Kalteng pun unik dan menarik…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar), tidaklah sedikit.…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .