MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 01 Januari 2018 10:59
Ketika Teror Predator Ganas Masih Meresahkan
Buaya Penerkam Diburu Warga, Gunakan Bebek sebagai Umpan
Anggota Bhabimkamtibmas anggota Polsek Cempaga Bripka Budi Hartono saat mengcek lokasi tempat kejadian warga yang diterkam oleh buaya, belum lama ini. //RUSLI/KALTENG POS

PROKAL.CO, Kekhawatiran warga terhadap peristiwa serangan buaya yang menerkam Basuni (52), yang tinggal di RT 8 RW 3 Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga membuat masyarakat setempat ketakutan.  Pasalnya kali cempaga merupakan tempat  melakukan berbagai kegiatan kehidupan sehari hari.

===================

KETAKUTAN warga atas keganasan binatang predator itu, rupanya berubah menjadi pemberani dengan  nekat berburu buaya yang menyerang warga setempat.  Adapun cara yang bakal dilakukan warga untuk menangkap binatang pemangsa itu, yakni dengan cara memancing menggunakan seekor itik (bebek red). “Warga desa resah, makanya berencana nekat mencari buaya tersebut. Serangan buaya terhadap warga  menjadi perhatian khusus oleh masyarakat setempat,” kata Ahmad Riady, warga Desa Sungai Paring, Minggu (31/12) kemarin.

Kini masyarakat di perairan Cempaga khususnya di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga mulai mengurangi aktivitas di sungai. Warga takut binatang predator itu kembali  menerkam. “Sekarang ini masyarakat banyak membeli mesin pompa air, supaya air sungai bisa dialirkan ke rumah, tanpa turun ke batang (lanting),” kata Arsyad warga lainnya.

Arsyad menuturkan,  serangan buaya di desa itu baru pertama kalinya. Bapak enam orang anak itu mengakui, bahwa habitat buaya di sungai tersebut cukup banyak, tapi tidak pernah menyerang warga. “Kami sempat heran juga, kok buaya bisa menyerang warga,” tandasnya.

Atas kejadian tersebut,  warga setempat tidak berani lagi melakukan berbagai aktivitas di di sungai terutama pada saat air sedang pasang.  Dibeberkan Arsyad, kata orang dahulu warga yang biasanya di sambar diterkam buaya itu memiliki firasat (tanda khsusus red), akan tapi warga yang diterkam tidak memiliki tanda apapun.

Seperti diketahui, Basuni (52) ,warga RT 8 Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga mengalami luka ditangan kanannya seusai mendapat serangan gigitan buaya saat berwudu di kali Sungai Cempaga , Kamis (28/12) lalu. Kejadian itu dialaminya sekitar pukul 04.00 Wib. Berawal saat dia hendak mengambil air wudu di sungai untuk salat subuh. Saat itu ia langsung mengambil air dengan memasukan tangan ke dalam air sungai. Tiba-tiba saat itu tangannya ini langsung mendapat serangan dari seekor buaya yang diperkirakan cukup besar mencapai 4 meter. (sli/ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:39
Menengok Tiga Pasutri yang Dikaruniai Anak pada Momen HUT ke-73 RI

Kelahiran Tak Terencana, Binggung Memberi Nama

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:44
Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Kibarkan Merah Putih di Sungai Seruyan

"Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Demikian kutipan yang pernah dikatakan Bung Karno. Tentang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:25
Melihat Suasana Sekolah Inklusi Pertama di Kalteng

Pelajaran Disesuaikan dengan Kemampuan

Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus, bukan sebuah pilihan. Bukan pula keinginan orang tua. Itu…

Senin, 13 Agustus 2018 10:33
Eicha, Peraih Golden Champion Perparawi Tingkat Nasional

Catatkan Diri dalam Sejarah Keikutsertaan Kontingen Kalteng

Prestasi membanggakan ditorehkan Eicha Cristy Gianella. Ketika mewakili kontingen Kalteng, putri asal…

Minggu, 12 Agustus 2018 11:57
Menengok Usaha Budi Daya Lebah Madu di Palangka Raya

Jual Pikap Demi 10 Kotak Sarang Mellifera

Petani lebah madu asal Kalampangan ini bernama Yoanes Budiyana. Madu produksinya punya label yang sudah…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:26
Memanfaatkan Bekas Peralatan Elektronik Menjadi Barang Unik

Kreativitas dan Karya dari Balik Penjara

Hidup di balik jeruji besi sudah pasti terisolasi. Terkurung dan terbatas dengan dunia luar. Namun,…

Jumat, 10 Agustus 2018 13:23
Ketika Warga Katingan Kuala Harus Terjebak di Minimnya Infrastruktur Jalan

Meregang Nyawa di Tengah Sungai

Ibu Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan harus menghembuskan…

Jumat, 10 Agustus 2018 11:02
Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Perkebunan Sawit

PT KLM Terancam Tahanan, Denda, dan Izin Dicabut

Kebakaran seluas 511 hektare lahan perkebunan sawit, menjadi petaka bagi PT KLM. Perusahaan beroperasi…

Kamis, 09 Agustus 2018 10:36
Zein Alitamara Mufthihati, Gadis Kalteng Pencinta Seni Poster

Lima Master Piece Dipamerkan di Rusia

Masih ingat dengan Zein Alitamara Mufthihati? Ya. Wanita kelahiran 2 Desember 1991 itu, tak berhenti…

Rabu, 08 Agustus 2018 10:47
Susistiyono, Penginjil yang Buta setelah Kecelakaan

Kehilangan Pekerjaan dan Hidup Serba Keterbatasan

Susistiyono, seorang asisten pendeta harus kehilangan penglihatannya, usai kecelakaan tiga tahun silam.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .