MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 30 Desember 2017 10:04
Ketika Teror Buaya Meresahkan Masyarakat Cempaga
Musim Kawin Membuat Buaya Makin Agresif
Basuni (duduk) memperagakan saat hendak mengambil air wudu dan digigit buaya, Jumat (29/12). //BKSDA FOR KALTENG POS.

PROKAL.CO, Trauma dan ketakukan sedang menghantui masyarakat di Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bagaimana tidak, teror predator masih menghantui warga yang berada di pinggiran sungai.

================

BUAYA yang sempat menyerang salah satu warga di Desa Sungai Paring RT  007 RW 003 Kecamatan Cempaga, Kamis (28/12) sekitar pukul 04.00 WIB.Rasa trauma mungkin saat ini dirasakan oleh Basuni (51) setelah selamat dari serangan buaya yang nyaris merenggut nyawanya beberapa hari lalu, sehingga membuat tangan kanannya yang terluka dua jahitan.

Menaggapi hal tersebut Komandan Pos Balai Konservasi Sumber Daya Alam  (BKSDA) Sampit Kotim Muriansyah mengatakan jika serangan buaya tersebut merupakan yang pertama kalinya untuk di kawasan wilayah Kecamatan Cempaga di tahun 2015 pihaknya juga pernah menerima laporan ada serangan buaya namun sebelumnya buaya senmpat menyerang ternak warga sekitar berupa itik.

Buaya yang menyerang warga sekitar tersebut diduga kuat buaya merupakan jenis Buaya Sampit atau Sinyolung dengan panjang sekitar 2-3 meter, kumunculan buaya tersebut menjadikan untuk warga sekitar agar selalu berhati hati-hati dalam beraktivitas terutama di pinggir sungai.“Diperkirakan karena masuk musim kawin dan di musim kawin buaya bertelur, sehingga buaya menjadi lebih agresif dan mudah menyerang,” ucap Komandan Pos BKSDA Sampit Muriansyah melalui WhatsApp, kemarin (29/12).

Ia juga menambahkan untuk mengimbau warga sekitar agar berhati-hati saat beraktivitas di sungai dan tepi sungai terutama subuh, pagi, sore dan malam hari karena saat itu biasanya buaya keluar,dan juga mengimbau agar jangan membuang bangkai ayam ke sungai karena sekitar lokasi banyak kandang ayam potong.“Karena habitatnya terganggu atau rusak yang berdampak ke sumber pakannya atau makanannya, sumber pakan di darat jadi sulit didapatnya dan sumber pakan yang di air seperti ikan juga sulit di dapatnya sehingga dampak dari penangkapan ikan yang menyalahi aturan,” pungkasnya. (*ais/ala/dar)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 06:57
Ketika Peredaran Miras di Pangkalan Lada Masih Marak

Pemain Lama Tak Jera, Terancam Denda Rp50 Juta

Peredaran Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Pangkalan Lada sepertinya masih ada, meskipun diam-diam,…

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .