MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 07 Desember 2017 06:27
Menengok Lokasi Wisata Batu Batungkat dan Negeri di Atas Awan
Tempat Pemujaan untuk Meraih Kesuksesan
Wisatawan lokal dan mancanegara peserta Tanjung Puting Family Trip bersantai di lokasi Bukit Bolau atau Negeri di Atas Awan. //IST FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Potensi wisata alam di Kabupaten Lamandau sebenarnya tak kalah indah dari daerah yang sudah sukses memajukan sektor pariwisatanya. Keterbatasan dana dan kurangnya promosi dianggap menjadi penyebab tertutupnya potensi wisata alam yang dimiliki wilayah hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ini.

GAZALI SIP, Nanga Bulik

KEINDAHAN alam di Bumi Bahaum Bakuba--julukan Kabupaten Lamandau masih terjaga dengan baik. Hanya saja perlu mendapat perhatian untuk dapat dikelola agar mampu menghasilkan pendapatan daerah. Salah satunya di Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau. Dimana terdapat Batu Batungkat dan Bukit Bolau atau Negeri di Atas Awan. Daerah tersebut sulit untuk dijangkau dan harus menyeberangi sungai.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Tapin Bini, Indra Yadi menjelaskan, obyek wisata Batu Batungkat dan Bukit Bolau sebenarnya sudah dikenal oleh banyak masyarakat. “Tapi seolah tenggelam karena kurangnya ekspos dan jalan menuju lokasi masih sulit ditempuh bagi pengunjung,” kata Yadi.

Kondisi alam di dua lokasi itu baru diketahui setelah adanya kegiatan Tanjung Puting Family Trip hasil gagasan Dinas Pariwisata Lamandau.Menurut Yadi, memerlukan waktu 2,5 jam perjalanan darat dari Kota Nanga Bulik (ibu kota Kabupaten Lamandau) menuju Kelurahan Tapin Bini. Setelah 1 jam 30 menit perjalanan dari kelurahan menuju Batu Batungkat dan Bukit Bolau. “Batu Batungkat adalah lokasi peristirahatan sebelum menuju Bukit Bolau,” ungkapnya.

Guna mencapai lokasi tersebut, ujar pria ini, harus menyeberangi sungai, lalu melewati jalan berbukit. Untungnya sudah disediakan jalan setapak hasil gotong royong masyarakat setempat.  Uniknya saat di lokasi Batu Batungkat, diwajibkan membawa tongkat dari kayu yang diambil dari sekitar lokasi dan ditancapkan di Batu Batungkat. “Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, jika batang pohon yang didirikan itu tumbuh maka usahanya yang dimiliki akan sukses dan keberhasilan dapat dicapai,” ucap Yadi.

Yadi menceritakan, menurut sejarah, Batu Batungkat merupakan salah satu tempat pemujaan. Dimana diyakini tempat itu bisa menopang atau membantu kehidupan masyarakat.  “Makanya setiap orang yang datang wajib memotong kayu sebagai tongkat dan disandarkan pada batu dengan demikian orang itu yakin kehidupannya akan lebih baik,” jelasnya mendalam.

Sementara Bukit Bolau, keindahannya dapat dilihat dari hamparan awan yang menyelimutinya.Seolah pengunjung berada di atas awan. “Untuk melihat keindahan tersebut kita harus menginap. Sebab hanya dapat dilihat pagi hari,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Lamandau, Frans Effendi mengakui, besarnya potensi alam di setiap kecamatan dan seharusnya dapat menjadi modal dalam mengembangkan pariwisata wisata. Tapi minimnya anggaran membuat tidak dapat dikelola dengan baik, meskipun pihaknya sudah berupaya sebaik mungkin memperhatikannya.“Kami akui kendala di anggaran. Jadi persoalan untuk wisata di Lamandau, sebab lokasinya jauh dan harus ada pembangunan akses yang baik,” terangnya. (ang/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .