MANAGED BY:
SENIN
19 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 07 Desember 2017 06:27
Menengok Lokasi Wisata Batu Batungkat dan Negeri di Atas Awan
Tempat Pemujaan untuk Meraih Kesuksesan
Wisatawan lokal dan mancanegara peserta Tanjung Puting Family Trip bersantai di lokasi Bukit Bolau atau Negeri di Atas Awan. //IST FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Potensi wisata alam di Kabupaten Lamandau sebenarnya tak kalah indah dari daerah yang sudah sukses memajukan sektor pariwisatanya. Keterbatasan dana dan kurangnya promosi dianggap menjadi penyebab tertutupnya potensi wisata alam yang dimiliki wilayah hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ini.

GAZALI SIP, Nanga Bulik

KEINDAHAN alam di Bumi Bahaum Bakuba--julukan Kabupaten Lamandau masih terjaga dengan baik. Hanya saja perlu mendapat perhatian untuk dapat dikelola agar mampu menghasilkan pendapatan daerah. Salah satunya di Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau. Dimana terdapat Batu Batungkat dan Bukit Bolau atau Negeri di Atas Awan. Daerah tersebut sulit untuk dijangkau dan harus menyeberangi sungai.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Tapin Bini, Indra Yadi menjelaskan, obyek wisata Batu Batungkat dan Bukit Bolau sebenarnya sudah dikenal oleh banyak masyarakat. “Tapi seolah tenggelam karena kurangnya ekspos dan jalan menuju lokasi masih sulit ditempuh bagi pengunjung,” kata Yadi.

Kondisi alam di dua lokasi itu baru diketahui setelah adanya kegiatan Tanjung Puting Family Trip hasil gagasan Dinas Pariwisata Lamandau.Menurut Yadi, memerlukan waktu 2,5 jam perjalanan darat dari Kota Nanga Bulik (ibu kota Kabupaten Lamandau) menuju Kelurahan Tapin Bini. Setelah 1 jam 30 menit perjalanan dari kelurahan menuju Batu Batungkat dan Bukit Bolau. “Batu Batungkat adalah lokasi peristirahatan sebelum menuju Bukit Bolau,” ungkapnya.

Guna mencapai lokasi tersebut, ujar pria ini, harus menyeberangi sungai, lalu melewati jalan berbukit. Untungnya sudah disediakan jalan setapak hasil gotong royong masyarakat setempat.  Uniknya saat di lokasi Batu Batungkat, diwajibkan membawa tongkat dari kayu yang diambil dari sekitar lokasi dan ditancapkan di Batu Batungkat. “Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, jika batang pohon yang didirikan itu tumbuh maka usahanya yang dimiliki akan sukses dan keberhasilan dapat dicapai,” ucap Yadi.

Yadi menceritakan, menurut sejarah, Batu Batungkat merupakan salah satu tempat pemujaan. Dimana diyakini tempat itu bisa menopang atau membantu kehidupan masyarakat.  “Makanya setiap orang yang datang wajib memotong kayu sebagai tongkat dan disandarkan pada batu dengan demikian orang itu yakin kehidupannya akan lebih baik,” jelasnya mendalam.

Sementara Bukit Bolau, keindahannya dapat dilihat dari hamparan awan yang menyelimutinya.Seolah pengunjung berada di atas awan. “Untuk melihat keindahan tersebut kita harus menginap. Sebab hanya dapat dilihat pagi hari,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Lamandau, Frans Effendi mengakui, besarnya potensi alam di setiap kecamatan dan seharusnya dapat menjadi modal dalam mengembangkan pariwisata wisata. Tapi minimnya anggaran membuat tidak dapat dikelola dengan baik, meskipun pihaknya sudah berupaya sebaik mungkin memperhatikannya.“Kami akui kendala di anggaran. Jadi persoalan untuk wisata di Lamandau, sebab lokasinya jauh dan harus ada pembangunan akses yang baik,” terangnya. (ang/dar)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida Qolbu di Jalan Jaya Wijaya,…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu bagi kontestan untuk meraup suara.…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun, pengamen yang menonjolkan aksinya…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya yang menjadi inspektur upacara…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka, justru batik Kalteng pun unik dan menarik…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar), tidaklah sedikit.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .