MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 07 Desember 2017 06:27
Menengok Lokasi Wisata Batu Batungkat dan Negeri di Atas Awan
Tempat Pemujaan untuk Meraih Kesuksesan
Wisatawan lokal dan mancanegara peserta Tanjung Puting Family Trip bersantai di lokasi Bukit Bolau atau Negeri di Atas Awan. //IST FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Potensi wisata alam di Kabupaten Lamandau sebenarnya tak kalah indah dari daerah yang sudah sukses memajukan sektor pariwisatanya. Keterbatasan dana dan kurangnya promosi dianggap menjadi penyebab tertutupnya potensi wisata alam yang dimiliki wilayah hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ini.

GAZALI SIP, Nanga Bulik

KEINDAHAN alam di Bumi Bahaum Bakuba--julukan Kabupaten Lamandau masih terjaga dengan baik. Hanya saja perlu mendapat perhatian untuk dapat dikelola agar mampu menghasilkan pendapatan daerah. Salah satunya di Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau. Dimana terdapat Batu Batungkat dan Bukit Bolau atau Negeri di Atas Awan. Daerah tersebut sulit untuk dijangkau dan harus menyeberangi sungai.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Tapin Bini, Indra Yadi menjelaskan, obyek wisata Batu Batungkat dan Bukit Bolau sebenarnya sudah dikenal oleh banyak masyarakat. “Tapi seolah tenggelam karena kurangnya ekspos dan jalan menuju lokasi masih sulit ditempuh bagi pengunjung,” kata Yadi.

Kondisi alam di dua lokasi itu baru diketahui setelah adanya kegiatan Tanjung Puting Family Trip hasil gagasan Dinas Pariwisata Lamandau.Menurut Yadi, memerlukan waktu 2,5 jam perjalanan darat dari Kota Nanga Bulik (ibu kota Kabupaten Lamandau) menuju Kelurahan Tapin Bini. Setelah 1 jam 30 menit perjalanan dari kelurahan menuju Batu Batungkat dan Bukit Bolau. “Batu Batungkat adalah lokasi peristirahatan sebelum menuju Bukit Bolau,” ungkapnya.

Guna mencapai lokasi tersebut, ujar pria ini, harus menyeberangi sungai, lalu melewati jalan berbukit. Untungnya sudah disediakan jalan setapak hasil gotong royong masyarakat setempat.  Uniknya saat di lokasi Batu Batungkat, diwajibkan membawa tongkat dari kayu yang diambil dari sekitar lokasi dan ditancapkan di Batu Batungkat. “Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, jika batang pohon yang didirikan itu tumbuh maka usahanya yang dimiliki akan sukses dan keberhasilan dapat dicapai,” ucap Yadi.

Yadi menceritakan, menurut sejarah, Batu Batungkat merupakan salah satu tempat pemujaan. Dimana diyakini tempat itu bisa menopang atau membantu kehidupan masyarakat.  “Makanya setiap orang yang datang wajib memotong kayu sebagai tongkat dan disandarkan pada batu dengan demikian orang itu yakin kehidupannya akan lebih baik,” jelasnya mendalam.

Sementara Bukit Bolau, keindahannya dapat dilihat dari hamparan awan yang menyelimutinya.Seolah pengunjung berada di atas awan. “Untuk melihat keindahan tersebut kita harus menginap. Sebab hanya dapat dilihat pagi hari,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Lamandau, Frans Effendi mengakui, besarnya potensi alam di setiap kecamatan dan seharusnya dapat menjadi modal dalam mengembangkan pariwisata wisata. Tapi minimnya anggaran membuat tidak dapat dikelola dengan baik, meskipun pihaknya sudah berupaya sebaik mungkin memperhatikannya.“Kami akui kendala di anggaran. Jadi persoalan untuk wisata di Lamandau, sebab lokasinya jauh dan harus ada pembangunan akses yang baik,” terangnya. (ang/dar)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 07:23
Mengikuti Patroli Srikandi Polwan Polres Kobar

Tunggangi Motor, Datangi Pusat Rawan Kriminalitas

Setelah dibina dan dididik selama sebulan penuh di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Tjilik Riwut Polda…

Rabu, 06 Desember 2017 06:00
Ketika Pemerintah Sudah Bosan dengan Pelanggaran Reklame

AWAS ! Pasang Sembarangan Diproses Hukum, Denda Rp50 Juta

Ketidakpatuhan masyarakat terhadap berbagai aturan yang sudah ditetapkan pemerintah masih sering dijumpai…

Senin, 04 Desember 2017 06:27
Pasca Terjadinya Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kabupaten Katingan

6 Bangunan Rusak, Termasuk Rujab Bupati

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Sabtu (2/12) sore, menyebabkan fasilitas umum hingga…

Kamis, 30 November 2017 07:06
Melihat Terobosan Pemerintah Mempercepat Pengurusan Tanah

Program PTSL Berikan Jaminan atas Kepemilikan Lahan

Satu lagi program dari pemerintah dalam pengurusan kepemilikan lahan atau tanah. Program baru ini sangat…

Rabu, 29 November 2017 06:32
Pengakuan Duriyanto, Pencuri Sawit di Kebun Perusahaan

Beraksi dalam Kondisi Mabuk, Termakan Bujuk Rayu Temannya

Penyesalan mendalam dirasakan oleh Muhammad Duriyanto alias Duri (27), pria ini “Terjebak”…

Senin, 27 November 2017 06:02
Ketika Aksi Pencurian Helm di Tempat Hiburan Marak

Jukir Tak Bertanggung Jawab, Lokasi Parkiran tanpa CCTV

Kasus pencurian helm di Pangkalan Bun kembali meresahkan, meskipun ada juru parkir (Jukir) yang menata…

Jumat, 24 November 2017 22:39
Melihat Hasil Operasi Zebra Telabang 2017

Jaring 900 Pelanggar, Hasilkan Rp82 Juta

Operasi Zebra Telabang 2017 yang dilaksanakan oleh Satlantas Polres Kotawaringin Timur (Kotim) telah…

Rabu, 22 November 2017 09:03
Melihat Pelayanan di Kantor Satpas Polres Lamandau

Sarana Lebih Komplit, Miliki Lapangan Uji Standar

Polres Lamandau kini memiliki Kantor pelayanan Satuan Pelaksana Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi…

Minggu, 19 November 2017 20:12

Melihat Mobil Perpustakaan Keliling Pemkab Bartim

Bentuknya cukup kuno, memanjang dengan warna putih polos. Berbagai perlengkapan seperti air conditioner…

Selasa, 14 November 2017 14:43
Enyu-enyu dan Tampahiring, Rumput untuk Pengobatan Tradisional

Tumbuhan Liar Ini Dipercaya Mampu Menyembuhkan Penyakit Ginjal

Cara pengobatan tradisional masih belum tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman. Buktinya, meskipun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .