MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 07 Desember 2017 06:27
Menengok Lokasi Wisata Batu Batungkat dan Negeri di Atas Awan
Tempat Pemujaan untuk Meraih Kesuksesan
Wisatawan lokal dan mancanegara peserta Tanjung Puting Family Trip bersantai di lokasi Bukit Bolau atau Negeri di Atas Awan. //IST FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Potensi wisata alam di Kabupaten Lamandau sebenarnya tak kalah indah dari daerah yang sudah sukses memajukan sektor pariwisatanya. Keterbatasan dana dan kurangnya promosi dianggap menjadi penyebab tertutupnya potensi wisata alam yang dimiliki wilayah hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ini.

GAZALI SIP, Nanga Bulik

KEINDAHAN alam di Bumi Bahaum Bakuba--julukan Kabupaten Lamandau masih terjaga dengan baik. Hanya saja perlu mendapat perhatian untuk dapat dikelola agar mampu menghasilkan pendapatan daerah. Salah satunya di Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau. Dimana terdapat Batu Batungkat dan Bukit Bolau atau Negeri di Atas Awan. Daerah tersebut sulit untuk dijangkau dan harus menyeberangi sungai.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Tapin Bini, Indra Yadi menjelaskan, obyek wisata Batu Batungkat dan Bukit Bolau sebenarnya sudah dikenal oleh banyak masyarakat. “Tapi seolah tenggelam karena kurangnya ekspos dan jalan menuju lokasi masih sulit ditempuh bagi pengunjung,” kata Yadi.

Kondisi alam di dua lokasi itu baru diketahui setelah adanya kegiatan Tanjung Puting Family Trip hasil gagasan Dinas Pariwisata Lamandau.Menurut Yadi, memerlukan waktu 2,5 jam perjalanan darat dari Kota Nanga Bulik (ibu kota Kabupaten Lamandau) menuju Kelurahan Tapin Bini. Setelah 1 jam 30 menit perjalanan dari kelurahan menuju Batu Batungkat dan Bukit Bolau. “Batu Batungkat adalah lokasi peristirahatan sebelum menuju Bukit Bolau,” ungkapnya.

Guna mencapai lokasi tersebut, ujar pria ini, harus menyeberangi sungai, lalu melewati jalan berbukit. Untungnya sudah disediakan jalan setapak hasil gotong royong masyarakat setempat.  Uniknya saat di lokasi Batu Batungkat, diwajibkan membawa tongkat dari kayu yang diambil dari sekitar lokasi dan ditancapkan di Batu Batungkat. “Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, jika batang pohon yang didirikan itu tumbuh maka usahanya yang dimiliki akan sukses dan keberhasilan dapat dicapai,” ucap Yadi.

Yadi menceritakan, menurut sejarah, Batu Batungkat merupakan salah satu tempat pemujaan. Dimana diyakini tempat itu bisa menopang atau membantu kehidupan masyarakat.  “Makanya setiap orang yang datang wajib memotong kayu sebagai tongkat dan disandarkan pada batu dengan demikian orang itu yakin kehidupannya akan lebih baik,” jelasnya mendalam.

Sementara Bukit Bolau, keindahannya dapat dilihat dari hamparan awan yang menyelimutinya.Seolah pengunjung berada di atas awan. “Untuk melihat keindahan tersebut kita harus menginap. Sebab hanya dapat dilihat pagi hari,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Lamandau, Frans Effendi mengakui, besarnya potensi alam di setiap kecamatan dan seharusnya dapat menjadi modal dalam mengembangkan pariwisata wisata. Tapi minimnya anggaran membuat tidak dapat dikelola dengan baik, meskipun pihaknya sudah berupaya sebaik mungkin memperhatikannya.“Kami akui kendala di anggaran. Jadi persoalan untuk wisata di Lamandau, sebab lokasinya jauh dan harus ada pembangunan akses yang baik,” terangnya. (ang/dar)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 09:44
Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Kibarkan Merah Putih di Sungai Seruyan

"Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Demikian kutipan yang pernah dikatakan Bung Karno. Tentang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:25
Melihat Suasana Sekolah Inklusi Pertama di Kalteng

Pelajaran Disesuaikan dengan Kemampuan

Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus, bukan sebuah pilihan. Bukan pula keinginan orang tua. Itu…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:42

Panjang Ratusan Meter Menyeberangi Sungai

Pembentangan bendera merah putih di 13 kabupaten dan satu kota mengawali euforia penyambutan Hari Kemerdekaan…

Senin, 13 Agustus 2018 10:33
Eicha, Peraih Golden Champion Perparawi Tingkat Nasional

Catatkan Diri dalam Sejarah Keikutsertaan Kontingen Kalteng

Prestasi membanggakan ditorehkan Eicha Cristy Gianella. Ketika mewakili kontingen Kalteng, putri asal…

Minggu, 12 Agustus 2018 11:57
Menengok Usaha Budi Daya Lebah Madu di Palangka Raya

Jual Pikap Demi 10 Kotak Sarang Mellifera

Petani lebah madu asal Kalampangan ini bernama Yoanes Budiyana. Madu produksinya punya label yang sudah…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:26
Memanfaatkan Bekas Peralatan Elektronik Menjadi Barang Unik

Kreativitas dan Karya dari Balik Penjara

Hidup di balik jeruji besi sudah pasti terisolasi. Terkurung dan terbatas dengan dunia luar. Namun,…

Jumat, 10 Agustus 2018 13:23
Ketika Warga Katingan Kuala Harus Terjebak di Minimnya Infrastruktur Jalan

Meregang Nyawa di Tengah Sungai

Ibu Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan harus menghembuskan…

Jumat, 10 Agustus 2018 11:02
Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Perkebunan Sawit

PT KLM Terancam Tahanan, Denda, dan Izin Dicabut

Kebakaran seluas 511 hektare lahan perkebunan sawit, menjadi petaka bagi PT KLM. Perusahaan beroperasi…

Kamis, 09 Agustus 2018 10:36
Zein Alitamara Mufthihati, Gadis Kalteng Pencinta Seni Poster

Lima Master Piece Dipamerkan di Rusia

Masih ingat dengan Zein Alitamara Mufthihati? Ya. Wanita kelahiran 2 Desember 1991 itu, tak berhenti…

Rabu, 08 Agustus 2018 10:47
Susistiyono, Penginjil yang Buta setelah Kecelakaan

Kehilangan Pekerjaan dan Hidup Serba Keterbatasan

Susistiyono, seorang asisten pendeta harus kehilangan penglihatannya, usai kecelakaan tiga tahun silam.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .