MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 07 Desember 2017 06:27
Menengok Lokasi Wisata Batu Batungkat dan Negeri di Atas Awan
Tempat Pemujaan untuk Meraih Kesuksesan
Wisatawan lokal dan mancanegara peserta Tanjung Puting Family Trip bersantai di lokasi Bukit Bolau atau Negeri di Atas Awan. //IST FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, Potensi wisata alam di Kabupaten Lamandau sebenarnya tak kalah indah dari daerah yang sudah sukses memajukan sektor pariwisatanya. Keterbatasan dana dan kurangnya promosi dianggap menjadi penyebab tertutupnya potensi wisata alam yang dimiliki wilayah hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ini.

GAZALI SIP, Nanga Bulik

KEINDAHAN alam di Bumi Bahaum Bakuba--julukan Kabupaten Lamandau masih terjaga dengan baik. Hanya saja perlu mendapat perhatian untuk dapat dikelola agar mampu menghasilkan pendapatan daerah. Salah satunya di Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau. Dimana terdapat Batu Batungkat dan Bukit Bolau atau Negeri di Atas Awan. Daerah tersebut sulit untuk dijangkau dan harus menyeberangi sungai.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Tapin Bini, Indra Yadi menjelaskan, obyek wisata Batu Batungkat dan Bukit Bolau sebenarnya sudah dikenal oleh banyak masyarakat. “Tapi seolah tenggelam karena kurangnya ekspos dan jalan menuju lokasi masih sulit ditempuh bagi pengunjung,” kata Yadi.

Kondisi alam di dua lokasi itu baru diketahui setelah adanya kegiatan Tanjung Puting Family Trip hasil gagasan Dinas Pariwisata Lamandau.Menurut Yadi, memerlukan waktu 2,5 jam perjalanan darat dari Kota Nanga Bulik (ibu kota Kabupaten Lamandau) menuju Kelurahan Tapin Bini. Setelah 1 jam 30 menit perjalanan dari kelurahan menuju Batu Batungkat dan Bukit Bolau. “Batu Batungkat adalah lokasi peristirahatan sebelum menuju Bukit Bolau,” ungkapnya.

Guna mencapai lokasi tersebut, ujar pria ini, harus menyeberangi sungai, lalu melewati jalan berbukit. Untungnya sudah disediakan jalan setapak hasil gotong royong masyarakat setempat.  Uniknya saat di lokasi Batu Batungkat, diwajibkan membawa tongkat dari kayu yang diambil dari sekitar lokasi dan ditancapkan di Batu Batungkat. “Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, jika batang pohon yang didirikan itu tumbuh maka usahanya yang dimiliki akan sukses dan keberhasilan dapat dicapai,” ucap Yadi.

Yadi menceritakan, menurut sejarah, Batu Batungkat merupakan salah satu tempat pemujaan. Dimana diyakini tempat itu bisa menopang atau membantu kehidupan masyarakat.  “Makanya setiap orang yang datang wajib memotong kayu sebagai tongkat dan disandarkan pada batu dengan demikian orang itu yakin kehidupannya akan lebih baik,” jelasnya mendalam.

Sementara Bukit Bolau, keindahannya dapat dilihat dari hamparan awan yang menyelimutinya.Seolah pengunjung berada di atas awan. “Untuk melihat keindahan tersebut kita harus menginap. Sebab hanya dapat dilihat pagi hari,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Lamandau, Frans Effendi mengakui, besarnya potensi alam di setiap kecamatan dan seharusnya dapat menjadi modal dalam mengembangkan pariwisata wisata. Tapi minimnya anggaran membuat tidak dapat dikelola dengan baik, meskipun pihaknya sudah berupaya sebaik mungkin memperhatikannya.“Kami akui kendala di anggaran. Jadi persoalan untuk wisata di Lamandau, sebab lokasinya jauh dan harus ada pembangunan akses yang baik,” terangnya. (ang/dar)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 09:48
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (1)

Sempat Lima Hari Tidak Makan dan Minum

Sebelum lumpuh, Syahrani berkeliling dengan sepeda tuanya menawarkan dagangan ke kampung-kampung. Puluhan…

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .