MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 29 November 2017 06:32
Pengakuan Duriyanto, Pencuri Sawit di Kebun Perusahaan
Beraksi dalam Kondisi Mabuk, Termakan Bujuk Rayu Temannya
Terlihat wajah penyesalan dari Duri saat diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri Kotim, kemarin. //DOD/KALTENGPOS

PROKAL.CO, align="left">Penyesalan mendalam dirasakan oleh Muhammad Duriyanto alias Duri (27), pria ini “Terjebak” di perkebunan sawit ketika melakukan aksi pencurian. Sedangkan dua rekan yang membawanya beraksi, berhasil kabur saat tepergok petugas keamanan perusahaan.

DODI, Sampit

PENCURI buah kelapa sawit milik PT Karya Makmur Bahagia Duri  telah diamankan polisi pada pagi hari (4/10) lalu di Divisi II Bukit Daman Estate, Blok H-28, PT KMB. Merupakan warga dari Desa Rantau Tampang, Kecamatan Telaga Antang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Diketahui juga Duri adalah seorang resedivis kasus penganiayaan beberapa waktu yang lalu dan harus kembali merasakan dinginnya lantai jeruji besi.

Pada hari Selasa, (28/11) kasusnya telah dilimpahkan kasusnya oleh Polres Kotim kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotim.Wartawan Kalteng Pos sempat berbincang dengan Duri saat berada di Kejari Kotim. Duri mengakui bahwa pada saat itu, dirinya sedang dalam keadaan mabuk. Sehingga mudah tergoda akan bujuk rayu kedua temannya yang bernama Guntur dan Kiok untuk melakukan pencurian tersebut. Namun sial bagi duri, kedua temannya tersebut berhasil kabur dari kejaran pihak keamanan PT KMB. Diketahui sampai dengan saat ini kedua teman duri masih menjadi DPO pihak kepolisian.“Kondisi saya saat itu dalam keadaan mabuk, usai melayat dari kediaman didi. Sebenarnya saya tidak ingin ikut namun karena terbujuk jadi mau,” ucap Duri, kemarin.

Pada saat melakukan pencurian tersebut, baru 11 jenjang memanen sawit. Namun aksi kejahatan mereka telah diendus oleh para petugas keamanan PT KMB, sehingga membuat mereka panik dan berlarian menyisakan duri seorang yang gagal kabur dari hadangan petugas.    “Saat sebelum ditangkap, perasaan saya sudah tidak enak. Dan baru  jenjang yang 11 berhasil dipanen, namun sudah keburu ketahuan oleh pihak keamanan,” ungkap lelaki yang memiliki tattoo di tangan kanannya ini. (*/ala/dar)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 09:48
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (1)

Sempat Lima Hari Tidak Makan dan Minum

Sebelum lumpuh, Syahrani berkeliling dengan sepeda tuanya menawarkan dagangan ke kampung-kampung. Puluhan…

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)

Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah

Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan…

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .