MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 14 November 2017 14:31
Kalteng Siapkan 300 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek Pertanian
Mentan Amran Sulaiman (baju putih) ketika tiba di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, disambut Gubernur Kalteng Sugianto Sabran (kanan) dan Danrem 102/Pjg Kolonel Arm M. Naudi Nurdika (kiri), Senin (13/11)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Tiga daerah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan menjadi pusat padi organik. Tiga daerah tersebut adalah Kapuas (191.027 hektare), Pulang Pisau (100.565 hektare) dan Palangka Raya (6.408 hektare). Totalnya mencapai 298.000–300.000 hektare yang akan digunakan untuk pusat padi organik.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Palangka Raya, Senin (13/11). “Ada perintah khusus dari presiden menjadikan lumbung pangan padi organik di Kalteng, yaitu 300.000 hektare. Varietasnya nanti akan kita lihat mana yang disenangi konsumen, karena ini khusus untuk ekspor,” kata Andi Imran kepada wartawan setelah rapat koordinasi pangan dan percepatan perluasan untuk pengembangan pertanian organik seluas 300.000 ha pada lahan gambut di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, kemarin.

Dijelaskannya, 300.000 ha lahan itu terbagi di tiga daerah. Yakni Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau dan Palangka Raya. Tiga daerah tersebut akan diprioritaskan menjadi pusat padi organik. Tiga ratus ribu hektare arealnya sudah siap dan tinggal proses perizinannya saja. “Jadi tiga daerah itu menjadi pusat untuk padi organik,” ungkap pria kelahiran Bone, 27 April 1968 ini.

Selain itu, sambungnya, saat ini Indonesia sudah swasembada jagung. Bahkan Dua negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia ingin membeli jagung dari Indonesia. “Saat ini Filipina dan Malaysia perlu 4 juta ton jagung. Kita akan siapkan di dalam negeri khususnya Kalteng, mudah-mudahan bisa dicapai 100.000 hektare,” harapnya.

Dia mengungkapkan, untuk menyukseskan program tersebut, Kementerian Pertanian akan memberi benih dan pupuk secara gratis hingga alat pertanian yang cocok untuk Kalteng. “Kami berikan pupuk dan benih gratis. Nilainya kurang lebih Rp200 miliar dan alat pertanian juga seperti traktor. Tadi saya kasih lima tetapi sepuluh diminta gubernurnya,” terangnya.

Selain padi organik dan jagung, Andi Imran juga mengatakan, Kementan fokus mengembangkan ternak sapi secara terus-menerus. “Kami senang ada pengusaha lokal di Kalteng yang ingin membangun sawah, jagung dan sapi. Kami berterima kasih. Dengan senang hati kami membantu untuk perizinan dengan Menteri KLHK dan Menteri ATR/BPN,” urainya.

Untuk menyukseskan hal tersebut, Andi akan membentuk tiga tim yang melibatkan semua pihak. Nanti tim khusus itu akan menangani jagung, padi dan sapi. “Ada tiga tim, untuk sapi, jagung dan padi organik. Tim harus terbentuk,” tegasnya.

Terkait tata ruang yang masih menjadi masalah di Kalteng, Andi Imran setuju dengan pernyataan gubernur, bahwa lahan diciptakan untuk manusia. “Saya akan sampaikan kepada presiden. Saya akan katakan kepada presiden, untuk izinkan kami yang membuat batasan-batasan hutan lindung atau hutan APL itu. Lahan harus dimanfaatkan seluas-luasnya untuk umat manusia,” katanya.

Sementara Gubernur H Sugianto Sabran mengatakan, dirinya siap menyediakan lahan yang diminta Kementan. Jika pun sampai 1 juta hektare, dia siap untuk mencarikan dan menyiapkannya. Rencananya proyek pertanian itu mulai digarap 2018. “Kami siap menyediakan lahan 300 ribu hektare. Bahkan 1 juta hektare pun siap,” tegas pria kelahiran Sampit 5 Juli 1973 ini. (uni/c3/ens/nto)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 08:45

Kepergok Sudah Setengah Bugil, Sepasang Pelajar Digerebek Warga

PANGKALAN BUN – Entah sial atau justru malah beruntung. Sepasang remaja yang masih berusia belasan…

Sabtu, 11 November 2017 13:42

Astaghfirullah..! Kakak Cantik Jadi Pengedar, Semua Keluarga Positif Narkoba

DAMPAK narkoba terbukti bisa menyasar siapa saja, tak peduli jenis kelamin dan usia. Seperti yang terjadi…

Jumat, 03 November 2017 02:25

Beginilah Pembagian Peran Para Pembakar Gedung SD di Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Reka ulang atau rekonstruksi kasus pembakaran sekolah dasar (SD) di Palangka Raya…

Kamis, 02 November 2017 22:48

Rekonstruksi Pembakaran Gedung SD, Ada yang Serius dan Tertawa

PALANGKA RAYA–Rekonstruksi kasus pembakaran 7 gedung sekolah dasar (SD) tidak hanya dilakukan…

Kamis, 02 November 2017 22:25

Asyiiikkk... UMP Kalteng 2018 Naik 8,71 Persen

PALANGKA RAYA-Kabar gembira bagi kaum buruh di Kalteng. Mulai 1 Januari 2018 nanti, Pemprov Kalteng…

Selasa, 24 Oktober 2017 13:25

Praperadilan Ditolak, YB Tetap Tersangka

PALANGKA RAYA– Sidang praperadilan terkait status tersangka kasus pembakaran sejumlah gedung sekolah…

Selasa, 24 Oktober 2017 13:20

Pelajar SMP Tewas, Badan Penuh Lebam dan Bekas Cekikan di Leher

PALANGKA RAYA– Seorang gadis belia, Dwi Anggraini (14), ditemukan dalam kondisi sekarat. Namun…

Selasa, 24 Oktober 2017 07:06

Siswi SMP Itu Diduga Dibunuh ? Sang Ibu Diperiksa di Polisi

PALANGKA RAYA- Kematian Dwi Anggraini menggundang tanda tanya. Remaja 14 tahun itu ditemukan warga tersungkur…

Senin, 23 Oktober 2017 21:29

Pelajar Tewas Diduga Dianiaya, Tubuh Penuh lebam dan Luka Memar di Leher

PALANGKA RAYA- Berita tewasnya Dwi Anggraini (14), warga Kompleks Bukit Ketimpun, cukup mengejutkan.…

Senin, 23 Oktober 2017 21:11

ASTAGA...! Sempat Terdengar Suara Teriakan, Pelajar SMP Terkapar dan Akhirnya Tewas

PALANGKA RAYA - Warga Kompleks Perumahan Bukit Ketimoun II, Jalan Tjilik Riwut Km 9 dikejutkan oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .