MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 11 November 2017 13:42
Astaghfirullah..! Kakak Cantik Jadi Pengedar, Semua Keluarga Positif Narkoba

Termasuk Anak Usia 6 Tahun dan Bayi 16 Hari

NARKOBA: Kepala BNNK Kobar AKBP I Wayan Korna (kiri) saat menunjukkan Barang Bukti hasil tes urine dan Pelaku ST (kanan), di Kantor BNNK Kobar, Jumat (10/11). (RUSLAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, DAMPAK narkoba terbukti bisa menyasar siapa saja, tak peduli jenis kelamin dan usia. Seperti yang terjadi di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Satu keluarga terpapar narkoba.

Bahkan mirisnya, akibat narkoba ini, termasuk bayi yang baru berusia 16 hari dan anak usia 6 tahun ikut terpapar. Hasil tes urine anak usia 6 tahun itu telah menyatakan positif mengandung narkoba.

Sementara sang bayi, masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Namun diduga kuat, bayi tak berdosa itu pun ikut terpapar.

Kejadian itu terungkap ketika Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Barat (Kobar) mengamankan seorang perempuan putus sekolah berinisial ST. Wanita 21 tahun itu menjadi kurir narkoba di rumah kontrakannya, Jalan Rajawali, Pangkalan Bun, Jumat (10/11).

Penangkapan terhadap ST bermula dari pengembangan kasus narkoba yang dilakukan BNNK setelah penangkapan seorang laki-laki berinisial TT, Selasa (7/10) lalu.

Saat menangkap ST, petugas juga mengamankan seorang wanita berusia 16 tahun bersama bayinya yang baru berusia 16 hari serta seorang anak laki-laki berusia 6 tahun. Mereka ditangkap dari rumah sewaan ST di Jalan Rajawali. Bayi tersebut belum diketahui statusnya, karena masih menunggu tes urine.

Sementara dua orang yang berusia 16 tahun dan 6 tahun itu diamankan karena hasil tes urinenya positif narkoba. Keduanya merupakan adik kandung ST. Diduga, bayi 16 bulan itu terdeteksi positif narkoba karena terpapar, akibat penggunaan sabu yang dilakukan dalam rumah itu. Mengingat tempat tinggal mereka minim ventilasi udara.

Kepala BNNK Kobar I Wayan Korna mengatakan, tiga kakak beradik serta satu keponakanya ini terjerumus ke lembah narkoba, karena broken home. Mereka tinggal sendiri di kontrakan. Ibunya, Len bercerai dengan ayahnya. Len saat ini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun karena terlibat kasus narkoba. Sedangkan Aleng (ayah tiri) juga menjalani tahanan di Rutan LPSUSTIK Kasongan karena kasus yang sama.

"Ini peringatan bagi kita, kalau dalam keluarga terjadi permasalahan berdampak bagi anak-anaknya juga. Contohnya mereka ini. Ayah dan ibunya sudah masuk LP, akhirnya anak bingung harus menanggung adik-adiknya umur 16 dan 6 tahun, dan terpaksa menjadi kurir narkoba," ujar Wayan kapada Kalteng Pos di Kantor BNNK Kobar, Jumat (10/11).

Terkait hal ini, BNNK akan berkoordinasi dangan Dinas Sosial Kobar, untuk penanganan lebih lanjut anak di bawah umur serta balita tersebut. "Berkaitan dengan keluarga mereka, kita akan koordinasi dangan pihak terkait karena adik pelaku ini juga seorang perempuan dan tidak memiliki pekerjaan, sementara dia sudah memiliki bayi (tanpa ayah) yang baru berumur 16 hari," jelasnya.

Untuk ST sendiri, karena tidak ditemukan barang bukti, hanya positif pengguna narkoba, sehingga yang bersangkutan akan menjalani rehabilitasi oleh BNNK Kobar. "ST akan dilakukan assesment oleh BNNK," tegasnya.

ST sendiri mengaku terpaksa menjadi kurir narkoba karena terhimpit kebutuhan ekonomi, lantaran harus menanggung kebutuhan sehari-harinya dan adik-adik. "Cuma sesekali kalau disuruh orang ngantarin barang (sabu), ya saya antarkan. Ngak setiap hari juga. Sekali antarkan (sabu) biasanya dikasih Rp300 ribu untuk mencukupi biaya hidup," kata ST saat dikonfirmasi awak media di Kantor BNNK Kobar, kemarin.

ST mengaku kenal narkoba dari ibunya yang saat ini sudah menjalani hukuman di penjara. Ia tidak menampik kalau dirinya sebagai pengguna narkoba aktif sejak beberapa tahun lalu. "Saya memang pemakai, tapi kadang-kadang saja, pas diajakin teman. Karena kalau beli sendiri tidak ada uangnya," ungkapnya. (*lan/c3/ens/nto)

 


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 12:01

Maling Kotak Amal Gentayangan

PALANGKA RAYA- Seorang pria terekam kamera CCTV Masjid Al-Husna Jalan Menteng dan Masjid Al Hikmah Tjilik…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:59

Isu Penculikan Anak Mencuat

KASONGAN– Isu penculikan anak kembali mencuat. Baik melalui media sosial maupun perbincangan ditengah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:42

Proyek GOR Mandek, Masih Kurang Rp24 M

PALANGKA RAYA-Mimpi masyarakat Kalteng memiliki gelanggang olahraga (gor) indoor, belum sepenuhnya terwujud.…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:28

Pedagang Digebuki, Ini Penyebabnya

PALANGKA RAYA- Siapa tahu beruntung. Begitulah yang ada di pikiran Mulyadi. Pedagang alas kaki atau…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:18

Menteri PPPA Minta Awasi Mafia Perdagangan Manusia

PALANGKA RAYA-Masih terjadinya kasus tindak pidana perdagangan manusia, menjadi bukti selama ini belum…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:15

Aset Dikonversi, Istri Yantenglie Serahkan Mobil Fortuner

PALANGKA RAYA-Perkara mantan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie terus dikembangkan. Sudah banyak aset…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:15

Dua Cakades Kalahkan Kotak Kosong

NANGA BULIK -  Sejarah kembali terulang pada pemilihan kepala desa (pilkades)  di Kabupaten…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:12

Mayat Bersimbah Darah di PT Uni Primacom

SAMPIT - Warga sekitar perumahan karyawan Divisi H PT Uni Primacom di Desa Barunang Miri, Kecamatan…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:08

Penjual Es Krim Meregang Nyawa

SAMPIT – Seorang penjual es krim, Siswanto meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan tunggal…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:28

KM Kirana III Tabrak Tongkang CPO

SAMPIT - Kecelakaan laut terjadi di Perairan Sampit, tepatnya dekat muara Sungai Sampit, Kabupaten Kotawaringin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .