MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Rabu, 01 November 2017 14:49
Happy Monday
“PAD Haram”

Oleh: Budipras

Budipras

PROKAL.CO, SEBULAN yang lalu, tepatnya 28 September 2017, sebanyak 47 wartawan di Kalteng mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Dari 47 wartawan, terbagi menjadi tingkat wartawan muda, madya dan utama.

Banyak hal menarik dalam UKW yang dikebut sehari tersebut. Dalam sesi penugasan dan rapat redaksi, muncul usulan liputan dari wartawan tingkat muda, yaitu isu terkait Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 27 Tahun 2017. Karena dianggap menarik, usulan liputan yang sudah digodok di tingkat redaktur itu, saya bawa ke rapat redaksi untuk dibahas bersama dengan pimpinan redaksi dan sejumlah wakilnya.

Berdasarkan fakta-fakta yang berhasil dihimpun wartawan di lapangan, pemred dan 5 orang wakilnya sepakat berita itu naik cetak esok hari. Saat itu juga pemred meminta redaktur menugasi wartawan untuk memperdalam isi berita ini, dengan sejumlah penugasan, termasuk mengkonfirmasi ke sejumlah pihak, agar saat berita itu turun, menjadi berita yang matang dan bisa dipertanggungjawabkan.

Masih di Aula Hotel Nascar Family, bersama redaktur lainnya, saya segera menugaskan wartawan, mulai dari menggali informasi dan mengkonfirmasi ke sejumlah pihak terkait Pergub Nomor 27 Tahun 2017. Mencari informasi, apakah pergub tersebut memang bisa dilaksanakan, hingga berapa jumlah nominal sumbangan yang harus dibayar oleh perusahan, baik perusahaan perkebunan, kehutanan dan juga pertambangan.

Hingga tiba pada sore harinya, redaktur bersama pemred dan beberapa wakilnya melakukan rapat kembali untuk menentukan rubrikasi dan berita headline alias HL untuk terbit besok. Setelah terjadi perdebatan kecil dan sedikit diyakinkan oleh redaktur, akhirnya disepakati berita Pergub 27 Tahun 2017 dijadikan Headline (HL).

Kemudian, di akhir rapat, kembali pemred, wapemred bersama dengan redaktur mencari judul untuk HL tadi. Akhirnya disepakati, judul HL untuk terbitan koran esok adalah “PAD Haram”.

Kenapa muncul judul “PAD Haram” untuk berita Pergub Nomor 27 Tahun 2017 ini? Karena pungutan yang dilakukan pemerintah provinsi dengan menggunakan pergub tersebut dianggap menyalahi aturan, karena bertabrakan dengan undang-undang. Apalagi, ternyata pemerintah sudah melakukan pungutan ke perusahaan yang sudah masuk di kas daerah. Tentunya, pemasukan tersebut menjadi haram atau dianggap ilegal tatkala aturan (pergub) tersebut tidak bisa digunakan untuk menarik pungutan.

Diketahui, pelarangan pungutan sumbangan pihak ketika dan SKAB didasarkan dengan surat edaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Surat edaran tersebut masing-masing bernomor 02.E/30/DJB/2012 tentang SKAB dan Nomor 03.E/30/DJB/2012 tentang pungutan sumbangan pihak ketiga yang ditandatangani Dirjen Mineral dan Batubara.

Selain itu juga bertentangan dengan Surat Edaran Mendagri No.188/2010 tentang Penataan Peraturan Daerah Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

Entah, ada hubungannya atau tidak, seminggu kemudian, Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Pusat melakukan supervisi ke Pemprov Kalteng. Tim berjumlah delapan orang yang dipimpin Brigjen Pol Widiyanto itu, melakukan pertemuan dengan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran serta sejumlah pejabat pemprov lainnya di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur, Senin (2/10).

Dalam kesempatan itu, Widiyanto mengatakan bahwa tujuan kedatangan timnya adalah untuk menanggapi laporan berkaitan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Kalteng Nomor 27 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksana Penerimaan dan Pengelolaan Sumbangan Pihak Ketiga kepada Pemprov Kalteng.

“Kami datang sesuai dengan perintah terkait adanya laporan. Untuk melakukan supervisi, proses pembuatannya masih ada yang perlu dibenahi, karena ada dasar hukum yang belum masuk di situ, terutama yang mengatur tentang ketentuan sumbangan pihak ketiga,” kata Widiyanto setelah keluar rapat.

Pada pertemuan itu, menurut Widiyanto, pihaknya menyarankan agar Pemprov Kalteng melakukan perbaikan-perbaikan atau revisi terhadap pergub yang dilaporkan tersebut.

Hari berikutnya, Selasa (3/10), Tim Saber Pungli juga mendatangi Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Meski tak banyak bicara, Kepala Dinas ESDM Ermal Subhan membenarkan ada Tim Saber Pungli mendatangi kantornya.

Ermal menegaskan, pergub itu tidak hanya menyangkut ESDM saja. Ada sektor lain seperti perkebunan dan kehutanan. “Pergub itu bukan produknya ESDM. Pergub itu kan paketan, bukan ESDM sendiri. Tiga sektor. Yang bikin bukan kami, kami kan pelaksana saja,” urainya.

Jauh sebelum polemik Pergub 27/2017 ini ada, sempat terjadi protes dari pengusaha pertambangan untuk menurunkan tarif sumbangan pihak ketiga. Saat itu, Dinas ESDM sempat menyampaikan ada pihak keberatan dan minta tarif sumbangan diturunkan.

Akhirnya, Pemerintah Provinsi Kalteng sepakat melakukan pembenahan terhadap Pergub Nomor 27 Tahun 2017. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pun memerintahkan dinas terkait untuk menghentikan sementara pelaksanaan pergub tersebut.

Bahkan Pemprov Kalteng membentuk tim untuk mengkaji kembali Pergub Nomor 27 Tahun 2017. Hasil dari pengkajian tersebut, akan menjadi bahan evaluasi untuk mendapatkan solusinya.

“Pergub-nya belum dicabut, akan tetapi masih dikaji oleh tim yang dibentuk oleh gubernur. Jadi, untuk sementara pelaksanaan pergub-nya dihentikan,” ungkap Plt Sekda Kalteng, Mugeni saat itu.

Jadi, patut kita tunggu, seperti apa evaluasi yang dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh Pemprov Kalteng terkait Pergub Nomor 27 Tahun 2017.

Secara pribadi, saya melihat, bahwa terbitnya Pergub Nomor 27 Tahun 2017 merupakan reaksi gubernur atas tidak adanya atau minimnya sumbangsih dari investor baik pertambangan dan perkebunan di Kalteng. Kalau ini dibiarkan terus, maka SDA Kalteng yang begitu berlimpah ini tak akan bisa memakmurkan rakyat Kalteng. Di sinilah gubernur melihat celah bahwa mereka (investor) harus punya sumbangsih besar untuk kemakmuran masyarakat.

Saya acungkan jempol kepada gubenur Kalteng yang begitu peduli dengan rakyatnya. Di mana, gubernur mencoba mencari celah dan mencari peluang sekecil apapun untuk kesejahteraan rakyatnya. 

Tentu semua sepakat, tidak mudah mewujudkan itu. Karena butuh terobosan-terobosan pimpinan, guna menggali potensi pendapatan daerah guna mewujudkan Kalteng BERKAH. Semangat Pak Gub, Rakyat Bersamamu!


BACA JUGA

Senin, 18 September 2017 14:38

Beautiful Monday

CERITA tentang hari Senin sering digambarkan kecemasan bahkan kegalauan. Senin menjadi hari pertama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .