MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 24 Oktober 2017 13:25
Praperadilan Ditolak, YB Tetap Tersangka
Kkeluarga YB saat menghadiri sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya, Senin (23/10). (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA– Sidang praperadilan terkait status tersangka kasus pembakaran sejumlah gedung sekolah dasar (SD), Yansen Binti (YB) di Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya berakhir Senin (23/10). Hakim tunggal Jimmy Ray IE yang memeriksa perkara tersebut, memutuskan menolak praperadilan YB sebagai pemohon, sehingga kasusnya berlanjut ke persidangan yang menurut rencana digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Sidang dengan agenda putusan praperadilan YB yang berlangsung di lantai satu PN Palangka Raya kemarin, dimulai pukul 09.30 WIB hingga 11.15 WIB. Dari pemohon hadir kuasa hukum Sastiono Kesek dkk. Ada juga putri YB, Chintya Binti dan adik kandung YB, Julian K Binti.

Mereka duduk pada kursi deretan kedua dari belakang di sebelah kanan bersama yang lainnya.

Sementara dari kuasa hukum Polda Kalteng hadir AKBP Miega, AKBP Dwi T Jaladri, AKBP Rachmat Kurniawan, Kombes Pol J Permadi, Kombes Pol Veris Septiansyah dan AKP Philip Samosir serta beberapa orang lainnya.

Suasana di PN Palangka Raya, baik di dalam maupun di luar ruang sidang, tidak terlalu ketat pengamanannya. Walaupun ada sejumlah polisi, baik berpakaian biasa maupun dinas, namun suasana di sekitarnya tampak biasa-biasa saja seperti sidang-sidang lainnya. Bedanya, hanya pengunjung yang datang jumlahnya cukup banyak. Karena ruang sidang di lantai satu dipenuhi pengunjung. Ada juga yang menyaksikan dari luar.

Sementara itu, pertimbangan hakim hingga menolak praperadilan YB, adalah kesaksian para saksi yang dihadirkan pemohon tidak didukung alat bukti lain. Bukti surat yang dihadirkan pemohon tidak didukung dengan aslinya sehingga dianggap tidak bernilai.

Menurut hakim, tindakan termohon dalam menetapkan tersangka sah sesuai pasal 184 KUHAP dan MK Nomor 21-PUU/2014. Sedangkan amar putusannya, menolak eksepsi termohon tersebut dalam pokok perkara, menolak praperadilan pemohon dan membebankan biaya perkara kepada negara.

“Memperhatikan pasal 77 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 dan peraturan perundang-undangan lain yang berkaitan, mengadili dalam eksepsi, monolak eksepsi termohon tersebut dalam pokok perkara dan menolak praperadilan pemohon serta membebankan biaya perkara kepada negara,” kata hakim tunggal Jimmy Ray IE membacakan putusan di ruang sidang PN Palangka Raya, Senin (23/10).

Di antara alasan hakim Jimmy Ray menolak praperadilan tersebut sebagaimana yang dibacakan dalam putusan, bahwa keterangan saksi pemohon, baik Wulandari yang mendengar dari suaminya Sayuti maupun Sanariyah yang mendengar dari suaminya Yosef Duya, keduanya tidak didukung oleh bukti-bukti lain.

“Saksi pemohon bernama Wulandari yang mendengar keterangan dari suaminya bernama Sayuti, saksi dari pemohon yang menyatakan telah dipaksa dan dipukul untuk mengakui terkait kasus pembakaran walaupun didukung oleh keterangan saksi Sanariyah. Namun tidak didukung oleh alat-alat bukti lain yang memberikan keyakinan tentang kebenaran pemaksaan dan pemukulan tersebut. Demikian pula keterangan saksi Sanariyah terkait keterangan suaminya Yosef Duya, saksi dalam perkara pemohon, walaupun melihat ada bekas luka di tangan Yosef Duya, namun hal tersebut tidak dapat dijadikan landasan terhadap penyebab luka tanpa didukung bukti-bukti lain yang bisa menguatkan keterangan saksi Sanariyah,” terang Jimmy.

Selain itu, hakim juga mengungkapkan keterangan dua saksi yang dihadirkan pemohon dalam sidang sebelumnya, bertentangan dengan keterangannya sendiri ketika menemui suami mereka. Sebab saat bertemu suaminya, mereka masih dalam keadaan sehat.

“Keterangan tersebut justru kontradiktif dengan keterangan Wulandari dan saksi Sanariyah dalam persidangan, yang menerangkan pertemuan dengan Sayuti dan Yosef Duya dalam keadaan sehat, dan tidak ada bekas pukulan pada bagian tubuh dari saksi Sayuti dan Yosef Duya. Selain itu, keterangan dua saksi tersebut juga didapat dari keterangan orang lain atau keterangan yang diberikan tanpa dilihat, didengar ataupun dialami oleh saksi-saksi. Sehingga tidak bisa dipastikan dan dibuktikan tentang kebenarannya,” jelasnya.

Di sisi lain, sambung Jimmy, membacakan pertimbangan putusan yang dituangkan dalam 81 halaman, keterangan tersebut dikaitkan dengan keterangan saksi termohon yakni Ismanto (Kasatreskrim Polres Palangka Raya) yang memberikan keterangan dan memperlihatkan video. Dari sana terungkap bahwa saksi seperti Sayuti, Nora, Suriansyah dan pemohon  sendiri (YB) sudah memenuhi perlakuan dengan baik selama menjalani proses penyidikan.

Humas PN Palangka Raya Erwantoni menegaskan, hakim telah memutuskan eksepsi ditolak dan pokok juga ditolak.  Selain itu, keterangan saksi dari pemohon yang dihadirkan tidak dikuatkan dengan bukti-bukti lain. Hanya mendengar dari keterangan orang lain, sehingga tidak masuk dalam pertimbangan.

“Pertimbangan eksepsi juga sudah kita dengar bersama-sama, bahwa semua alasan-alasan yang dikemukakan oleh pemohon merupakan kewenangan praperadilan. Bukti-bukti yang diajukan oleh pemohon seperti keterangan saksi bukan dialami sendiri, tetapi didengar dari keterangan orang lain, sehingga tidak bisa dipertimbangkan,” kata Erwantoni di halaman PN Palangka Raya usai sidang, kemarin.

Selain itu, tambahnya, alasan pemohon yang menolak ditetapkan sebagai tersangka, itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menyatakan tidak sahnya suatu penetapan sebagai tersangka. Karena dalam pasal 52 KUHAP, tersangka itu berhak menyampaikan apa adanya dalam keadaan bebas dan bisa menerima apa yang disangkakan dan bisa juga menolak.

“Yang penting juga, jangan sampai terjadi kesalahan persepsi. Putusan praperadilan ini hanya menyangkut proses penegakan hukum formal saja. Masalah benar tidaknya pemohon sebagai tersangka itu akan dibuktikan lagi dalam pokok perkara yang akan disidangkan,” tuturnya.

Penasihat hukum YB, Sastiono Kesek menyesalkan pertimbangan-pertimbangan hakim. Sebab ada beberapa hal yang tidak masuk dalam pertimbangan hakim. Namun secara prinsip ia menghormati putusan tersebut.

“Pada prinsipnya kami menghormati putusan praperadilan. Namun ada hal-hal yang kami sesalkan berkaitan dengan pertimbangan dengan P12 sampai P14, yang mana hakim tidak mempertimbangkan ada pengakuan saksi bernama Ismanto (dari termohon Polda Kalteng) bahwa tanggal 24 Juli dia memeriksa Suriansyah, Ogut dan Indra Gunawan dalam BAP yang kami hadirkan dalam persidangan, tetapi tidak dipertimbangkan. Dalam putusan persidangan, majelis hakim sempai menguraikan bahwa ada keterangan ahli yang isinya juga disebutkan dalam putusan tersebut, tetapi dalam pertimbangannya tidak dipertimbangkan kualitas dan substansi. Keterangan ahli itu tidak mengarahkan pemohon terlibat di dalam tindak pidana pembakaran sekolah. Langkah selanjutnya, kami sedang mempersiapkan persidangan pokok di Jakarta Barat,” tegasnya.

Sementara, kuasa hukum kepolisian Kombes Pol Veris Septiansyah mengatakan, hakim sudah menyampaikan secara gamblang bahwa penyidik sudah melakukan tugasnya dan menetapkan tersangka sesuai ketentuan yang berlaku. Sehingga kasus ini tetap berlanjut hingga pemeriksaan di pengadilan negeri.

“Penyidik sudah melakukan penetapan tersangka terhadap YB sesuai ketentuan pasal 184 yang berlaku. Tentang alat bukti sudah cukup. Sesuai dengan putusan hakim juga. Sudah dengan bukti-bukti yang kami sampaikan juga. Kemudian untuk kaitan dengan permohonan praperadilan dinyatakan ditolak. Ditolak dalam arti kegiatan ataupun upaya hukum yang dilakukan oleh penyidik sudah dilakukan secara benar. Otomatis untuk perkara ini akan berlanjut dan akan ditindaklanjuti sampai pemeriksaan di tingkat pengadilan negeri,” ungkapnya. (uni/ami/c3/ens)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 09:51

Jaga Stamina, Kurangi Bepergian Jauh.

PANGKALAN BUN-Anggota DPD RI utusan Kalteng, H Muhammad Rakhman Ebol menyempatkan diri bertemu dengan…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:42

Preman Tikam Pelangsir di SPBU

SAMPIT-Antrean kendaraan di SPBU Jalan HM Arsyad, Desa Pelangsian, Kecamatan MB Ketapang yang semula…

Rabu, 15 Agustus 2018 10:19

Empat Napi Teroris Ada di Kalteng

PENANGKAPAN terduga aksi radikalisme alias terorisme, Lu, mengingatkan pada sangat rentannya warga binaan…

Rabu, 15 Agustus 2018 10:14

Mendadak Berubah, Anak dan Istri Mengurung Diri

Sementara itu, istri terduga radikalisme, saat ini seperti dikucilkan di lingkunganya. Tampak sekali…

Rabu, 15 Agustus 2018 10:08

Diintai sejak 2017, Diduga Menganut Aliran JAD

PALANGKA RAYA- Diamankannya mantan pegawai Rutan Kelas IIA Palangka Raya berinisial Lu, menjadi bukti…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:39

Lihat Mobil Tahanan, Kades Kabur dan Sembunyi di Kebun Sawit

KUALA KAPUAS-Penangkapan yang dilakukan Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Palingkau terhadap seorang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:33

10 Orangutan Dimerdekakan

PALANGKA RAYA-Berkah peringatan HUT ke-73 Indonesia, juga dirasakan satwa endemik Kalteng, orangutan(Pongo…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:22

Cuaca Ekstrem, Pemerintah Beri Payung dan Kacamata untuk Jemaah

MAKKAH-Pemerintah Indonesia sepertinya sangat mewaspadai cuaca dan suhu ekstrem yang sekarang terjadi…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:49

Kejaksaan Periksa Kadis Pertanian

SAMPIT-Kasus dugaan Surat Keterangan Tanah (SKT) fiktif di Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:40

Mantan Honorer Mengutil Pakaian di Matahari

SAMPIT-Desakan ekonomi memaksa Ushin Wahyu Winanti (31) melakukan perbuatan nekat yang melanggar hukum.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .