MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 24 Oktober 2017 07:06
Siswi SMP Itu Diduga Dibunuh ? Sang Ibu Diperiksa di Polisi
Warga membopong jenazah dari Dwi Anggraini menuju mobil yang akan membawanya ke RSUD dr Doris Sylvanus, kemarin (23/10) . //FOTO : DENAR/KALTENG POS

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA- Kematian Dwi Anggraini menggundang tanda tanya. Remaja 14 tahun itu ditemukan warga tersungkur di lantai rumahnya, Kompleks Bukit Ketimpun II, Jalan Tjilik Riwut Km 10, kemarin (23/10) sekitar pukul 09.00 WIB. Kondisi badannya ada banyak butiran pasir menempel. Kala itu terdengar teriakan dari dalam rumah, yang mengundang warga berdatangan. Tanpa pikir panjang, langsung dibawa ke Puskesmas Bukit Tunggal menggunakan mobil. Namun, setelah mendapat perawatan selama kurang lebih dua jam, nyawanya tak tertolong.

Mendengar Dwi meninggal, pihak keluarga dari almarhum ayahnya langsung melapor ke SPKT Polres Palangka Raya. Pelapor menduga ada Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Ada penganiayaan atau pembunuhan yang menyebabkan nyawa pelajar kelas VIII SMP Negeri 9 Palangka Raya itu meninggal. Sehari sebelumnya, pelapor mendapat informasi, Dwi telah dipukuli oleh ibunya. Tapi, dirinya tidak menemuinya. Niatnya Senin sore (kemarin) hendak mendatangi dan mengajak keponakannya tinggal bersamanya. Maklum, ayah kandungnya sudah meninggal sejak ia kecil, sebelum akhirnya memiliki ayah tiri. “Mendengar kabar yang tidak enak tadi pagi, rasanya tidak terima. Karena Dwi sering mengadu sering dipukul,” ucap pelapor kepada Kalteng Pos, seraya meminta namanya dirahasiakan.

Menanggapi laporan tersebut, respons cepat dilakukan pihak Polres Palangka Raya. Beberapa petugas mendatangi rumah almarhumah. Penyelidikan dilakukan. Pihak ibu korban, YY sempat menolak pihak kepolisian memeriksa kondisi jenazah anaknya. Dianggap kematian anaknya tidak ada yang di luar kewajaran. Bahkan mengelak mentah-mentah tuduhan kematian Dwi akibat adanya penganiayaan dan berusaha memastikan jika anaknya meninggal lantaran sakit.“Anak saya memang lagi masih halangan, mungkin pas dia jatuh, tubuhnya biru-biru. Dia itu dari sekolah memang sudah sakit,” kilah sang ibu yang tidak mau jika kematian anaknya ditangani oleh polisi. Langkah-langkah humanis dari polisi dibantu pihak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) berhasil membujuknya. Sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah dibawa ke kamar mayat RSUD dr Doris Sylvanus untuk dilakukan visum dan autopsi demi mengungkap penyebab kematiannya.

Kerumunan warga mengiringi mobil yang membawanya ke rumah sakit. Isak tangis tak terhindarkan. Tak terkecuali teman-teman sekolahnya. Salah satunya, Keisha, yang merupakan teman akrabnya. Dia tak menyangka, taman satu kelasnya itu meninggalkannya pergi lebih dahulu. Dia menyebut, korban tidak masuk mulai dari hari Kamis dengan keterangan sakit. “Almarhumah sosok yang baik, lucu, ceria dan pendiam. Dia sering izin pulang, karena alasan sakit,” ucapnya sambil menangis sesenggukan.

Sementara, dokter forensik dr Ricka Brilianty SpKF menyebut, hasil visum luar ditemukan beberapa luka memar. Yakni di sekitar bahu, lengan kanan sampai ke siku, di paha kiri juga ada, umur memar diperkirakan tiga hari. Lalu pada mata sebelah kanan ditemukan luka lecet, lukanya mungkin terjadi beberapa jam sebelum meninggal.“Ada luka memar akibat benda tumpul,” katanya kepada awak media usai melakukan visum Kondisi di kamar mayat RSUD dr Doris Sylvanus juga sempat tegang. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. Menginginkan jenazah dibawa kembali pulang dan segera dimakamkan.

Tapi, akhirnya jenazahnya diautopsi setelah kedatangan pihak kepolisian dari Polres Palangka Raya, sekitar pukul 20.00 WIB. Sedangkan, sang ibu dibawa ke Mapolres oleh penyidik untuk dilakukan pemeriksaan. Sampai pukul 21.30 WIB, tim medis belum selesai melakukan tugasnya. Kasatreskrim Polres Palangka Raya AKP Ismanto Yuwono mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan. Pihaknya belum berani menyebut penyebab kematian Dwi apa ada unsur pembunuhan. “Saksi-saksi masih kami dalami. Tapi dari hasil visum ditemukan bekas pukulan benda tumpul di tubuh dan bekas cekikan di leher korban” ungkapnya. (*ndo/*ais/ram/dar)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 08:33

DIPA Kalteng Naik Rp900 M

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran menerima daftar…

Selasa, 11 Desember 2018 13:11

OALAH ! Ayah Dua Anak Ini Bawa Kabur Motor Ustaz

SAMPIT-Perbuatan Endiansyah tak patut ditiru. Pasalnya, bukannya ke masjid untuk…

Selasa, 11 Desember 2018 13:08

BEJAT ! Pemuda Ini Cabuli Bunga di Hadapan Pacarnya

SAMPIT-Entah apa yang ada dalam benak AR. Pemuda 21 tahun…

Selasa, 11 Desember 2018 13:02

160 ASN Kobar Tes Urine

PANGKALAN BUN-Dalam rangka memastikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah…

Senin, 10 Desember 2018 12:06

Dua Gadis dan Tiga Pria Terciduk di Kamar Hotel

DUA gadis yang masih berusia belasan tahun terjaring razia. Dua…

Senin, 10 Desember 2018 11:58

LUAR BIASA ! Kiper Asal Palangka Raya Ini Bawa Persib Juara

PALANGKA RAYA- Dunia olahraga, khususnya cabang olahraga sepakbola di Bumi…

Jumat, 07 Desember 2018 14:27

KKN-PPL Luar Negeri Berlanjut

PALANGKA RAYA-Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) terus berkomitmen mengukuhkan posisinya sebagai…

Jumat, 07 Desember 2018 14:24

Kalteng Putra Ambisi Beli Pemain Asing

EUFORIA lolosnya Kalteng Putra ke Liga 1 musim depan, belum…

Kamis, 06 Desember 2018 15:07

Kalteng Putra Disambut Bak Pahlawan, Diguyur Bonus 170 Persen dari Gaji

Tim Kalteng Putra disambut bak pahlawan. Turun dari pesawat yang…

Kamis, 06 Desember 2018 14:54

Truk Terbalik ! Satu Tewas, 11 Orang Luka-Luka (Sub)

SAMPIT - Kecelakaan tunggal terjadi pada areal perkebunan kelapa sawit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .