MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Sabtu, 07 Oktober 2017 06:45
Pasutri Ini Masih Bingung, Anaknya Meninggal Usai Dioperasi
Orang tua Zacky saat menunjukkan foto almarhum anak mereka yang diguga menjadi korban malapraktik, saat ditemui awak media di kediamannya, Jumat (6/10). //RUSLAN/KALTENG POS

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Suasana berduka masih menyelimuti kediaman keluarga Dedi Heri Yadi (31) dan Riana (28) saat awak media Berkunjung ke kediamannya Jalan Perwira, RT 6 Kelurahan Mendawai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat (6/10). Harapan keluarga Dedi Heri Yadi, melihat kesembuhan putra semata wayang mereka Muhammad Zacky Arya Pratama (8), pupus sudah setelah anaknya divonis dokter meninggal dunia pascadilakukan operasi pemasangan pen di bagian paha kaki kanan.

Muhammad Zacky Arya Pratama, diduga menjadi korban Malapraktik setelah bocah delapan tahun ini dikabarkan meninggal dunia usai melaksanakan operasi pemasangan pen pada kaki kanannya. Selain itu keluarga juga menilai adanya kelalaian petugas medis saat menangani anaknya tersebut.“Yang saya curiga kenapa tidak ada kantung darah (yang diberikan) padahal sebelumnya pihak RS meminta darah untuk operasi Zacky. Bibirnya waktu itu saya lihat sudah pucat tapi dokter bilang tidak apa-apa,” ujar Dedi saat dikonfirmasi Kalteng Pos di kediamannya, Jumat (6/10).

Penelusuran Kalteng Pos di lapangan, Zacky dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Rabu 4 Oktober. Zacky sebelumnya diketahui mengalami kaki patah akibat kecelakaan sekitar 6 bulan lalu,  kemudian dibawa ke tempat pijat dan kondisinya sehat, hanya saja kaki Zacky berjalan tidak normal seperti yang lainnya. Kedua orang tua Zacky yang tidak puas dengan kondisi anaknya kemudian berniat mengoperasinya agar bisa kembali berjalan dengan normal seperti sediakala. "Zacky mengalami kecelakaan sekitar 6 bulan lalu kakinya patah, kami bawa ke tukang pijat dia baik-baik saja, setelah 3 bulan (pascakecelakaan) kemudian kakinya keseleo saat bermain, walaupun keadaannya sehat namun kaki Zacky bejalan tidak normal," kata Dedi menjelaskan kepada awak media.

Dedi menambahkan, berkat rekomendasi rekannya, Zacky kemudian dibawa untuk melakukan operasi pemasangan pen di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Mereka mulai mendaftarkan anaknya untuk untuk operasi pada hari Selasa 3 Oktober, dan dijadwalkan oleh pihak Rumah Sakit untuk melakukan operasi pada hari Rabu 4 Oktober, pukul 09.00 WIB. Operasi yang sebelumnya dijadwalkan pagi, molor menjadi pukul 01.30 WIB lantaran terkendala pemadaman listrik. Proses operasi pun diklaim berjalan lancar hingga berakhir pada pukul 05.00 WIB, Zacky masih sempat sadarkan diri dan berkomunikasi dengan  orang tuanya, namun saat itu kondisinya memburuk hingga ia harus dipindahkan ke Ruang ICU, tak lama berselang sekitar pukul 06.00 WIB Zacky dikabarkan sudah meninggal dunia.

Sampai saat ini pihak keluarga masih bertanya-tanya apa yang menyebabkan Zacky, bisa meninggal dunia padahal hanya melakukan operasi pemasangan pen di bagian kaki. Pihak keluarga pun mengaku hingga kini belum menerima keterangan resmi dari pihak Rumah Sakit. "Kalau secara pribadi kami sudah mengikhlaskan kepergian anak kami, namun pihak keluarga masih penasaran, untuk itu keluarga berencana akan menghubungi pihak rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya Zacky, karena dari kemarin kami masih belum diberi tahu," jelasnya.

Ditemui terpisah Plt Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Dr Achmad Faozan mengatakan, kasus yang dialami Zacky merupakan penyambungan kembali tulang yang patah yang terjadi sekitar enam bulan lalu dan ini merupakan operasi yang cukup besar, untuk proses selanjutnya pihak rumah sakit masih mengumpulkan informasi. "Dalam waktu dekat kita akan fasilitasi pertemuan dokter dangan pihak keluarganya untuk menjelaskan prosesnya, karena pihak keluargakan meminta penjelasan dari rumah sakit terkait masalah ini," ujar Faozan saat dikonfirmasi awak media di Kawasan Kantor DPRD Kobar, Jumat siang (6/10).

Saat ditanya lebih lanjut terkait dugaan malapraktik, Dr Faozan belum bisa memastikan, karena pihaknya masih belum melakukan proses investigasi terhadap dokter yang menangani operasi ini. "Kalau keluarga pasien mau meminta catatan perjalanan medik silakan ke rumah sakit, saya sudah bertemu dan meminta keterangan dari dokter yang menangani operasi Zacky, namun penyebabnya belum bisa disampaikan," pungkasnya. (*lan/ala/dar)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 12:18
DPRD Kapuas

Pemda Diminta Lebih Mengintensifkan Pelatihan Pada Masyarakat

KUALA KAPUAS - Persaingan di dunia kerja saat ini semakin ketat, apalagi dengan dibukanya Pasar Bebas…

Kamis, 23 November 2017 12:14
DPRD Bartim

Sejumlah Wilayah di Bartim Memerlukan Kebutuhan Air Bersih Memadai

TAMIANG LAYANG- Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bartim, Depe mendukung penuh upaya pemerintah pusat…

Kamis, 23 November 2017 12:10
DPRD Gunung Mas

Dinkes Dianggap Tak Maksimal Lakukan Pengawasan

KUALA KURUN - Pembangunan Rumah Sakit Pratama di Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing yang dikhawatirkan…

Kamis, 23 November 2017 12:01
Pemkab Katingan

Setiap ADD Wajib Disisihkan

KASONGAN - Setiap anggaran ADD yang dimulai sejak tahun  2015 lalu, wajib disisihkan untuk kegiatan…

Kamis, 23 November 2017 08:56

Wujudkan Kemandirian Pangan, Bangun Infrastruktur dan Fasilitas

SUKAMARA-Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) setiap tahun dilakukan bertujuan untuk memerangi kemiskinan,…

Kamis, 23 November 2017 08:50

Asyik...! Masyarakat Bunut-Mentawa Segera Menikmati Aliran Listrik

NANGA BULIK–Harapan masyarakat dari Desa Bunut dan Mentawa Kecamatan Bulik untuk menikmati pelayanan…

Kamis, 23 November 2017 08:24

Persoalan Gaji, RSUD Lamandau Layangkan Teguran

NANGA BULIK–Persoalan gaji Tenaga Harian Lepas (THL) kebersihan RSUD Lamandau,  tampaknya…

Kamis, 23 November 2017 08:18

SEGERA ! Tinggalkan Lokasi PETI

KASONGAN–Keresahan masyarakat akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI), akhirnya mendapat…

Kamis, 23 November 2017 07:10
Pemkab Seruyan

Semua Desa Harus Tertib dalam Pelaporan Keuangan

KUALA PEMBUANG–Setiap desa di Kabupaten Seruyan diharapkan terus melakukan inovasi, termasuk dalam…

Kamis, 23 November 2017 06:58
DPRD Kotim

Anggaran Minim Menjadi Kendala untuk Meningkatkan PAD

SAMPIT- Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur membahas anggaran pendapatan belanja daerah (APBD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .