MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Minggu, 01 Oktober 2017 22:56
Duh Memrihatinkan...! Lulusan SMK di Kalteng Banyak Menganggur
Masih banyaknya lulusan SMK belum mendapat kesempatan di dunia kerja, mengharuskan mereka meningkatkan keahliannya. Tampak seorang teknisi di Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) Palangka Raya sedang pelatihan teknik pengelasan dan pembubutan, Sabtu (30/9). (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah seharusnya memiliki keahlian, termasuk mampu bersaing di dunia kerja. Tetapi, nyatanya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Slamet Winaryo menilai, lulusan SMK di Kalteng banyak yang belum bekerja.

Untuk itu, pihaknya berencana merancang ulang (reengineering) paket keahlian yang diajarkan di sekolah. Banyaknya lulusan SMK belum mampu bekerja atau membuka usaha sendiri, lanjut dia, bisa terjadi akibat miss mate atau ketidakcocokan antara keahlian lulusan, dengan kebutuhan keahlian di sebuah perusahaan.

“Antara SMK dan industri gak boleh miss match. SMK harus mempunyai link yang match (berpasangan, Red) dan pas dengan industri,” ujarnya usai dialog publik bersama Ombudsman Republik Indonesia, Jumat (29/9) malam.

Tentu saja pihaknya tidak menginginkan SMK mengajarkan atau menerapkan paket keahlian, yang bertolak belakang dengan potensi lingkungan dan industri di daerah SMK tersebut. “Apa yang dibuat (keahlian, Red) harus ada dampak ke industri dan potensi lingkungan. Apa sebab kurangnya, ini yang harus kita benahi,” tukasnya.

Saat ditanyakan kepastian waktu reengineering itu, Slamet belum berani memutuskan. Menurutnya, pihaknya juga harus melakukan pengkajian jumlah dan juga potensi lulusan masing-masing SMK. “Kami masih mengkaji lulusan dari beberapa sekolah dan nanti akan kami petakan,” terangnya.

Pria dengan suara agak serak ini menjelaskan, reengineering itu merupakan amanah dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Sebelumnya, dalam diskusi tersebut, Slamet sempat menerangkan jika ada sekitar 150 SMK dengan beragam paket keahlian di Kalteng.

Selain persoalan miss mate, masih minimnya jumlah guru dan alat produktif juga menjadi salah satu faktor yang harus pihaknya perbaiki, jika ingin mengurangi jumlah pengangguran lulusan SMK. “Reengineering paket keahlian sesuai dengan Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK. Kelemahannya sekarang itu miss mate antara industri dan SMK yang tidak nyambung serta jumlah guru dan alat produktif,” imbuhnya.

Rencana penyesuaian jurusan maupun reengineering tersebut mendapat perhatian Anggota Komisi C DPRD Kalteng Hj Prihati Ttitik Mulyani. Ia menilai, sudah seharusnya keahlian yang diajarkan di sekolah sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

“Ya, harusnya SMK itu disesuaikan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang ada di wilayah Kalteng atau daerah di mana SMK itu berada,” ucapnya melalui telepon, Sabtu (30/9).

Kesesuaian antar kebutuhan tersebut sangatlah penting sehingga lulusan SMK bisa diterima di perusahaan. Jika jurusan tersebut tidak sesuai, sudah pasti lulusan SMK belum siap bekerja dan masih membutuhkan keahlian lainnya.

“Mindset-nya harus diubah, jangan lagi hanya ingin menjadi pekerja saja, tetapi lulusan SMK harus bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” jelas politisi perempuan Nasdem ini sembari menegaskan, tak hanya mendukung reengineering, pihaknya juga mendukung apabila ada pembukaan sekolah baru yang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan. (ami/uni/abe/nto)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 09:51

Jaga Stamina, Kurangi Bepergian Jauh.

PANGKALAN BUN-Anggota DPD RI utusan Kalteng, H Muhammad Rakhman Ebol menyempatkan diri bertemu dengan…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:42

Preman Tikam Pelangsir di SPBU

SAMPIT-Antrean kendaraan di SPBU Jalan HM Arsyad, Desa Pelangsian, Kecamatan MB Ketapang yang semula…

Rabu, 15 Agustus 2018 10:19

Empat Napi Teroris Ada di Kalteng

PENANGKAPAN terduga aksi radikalisme alias terorisme, Lu, mengingatkan pada sangat rentannya warga binaan…

Rabu, 15 Agustus 2018 10:14

Mendadak Berubah, Anak dan Istri Mengurung Diri

Sementara itu, istri terduga radikalisme, saat ini seperti dikucilkan di lingkunganya. Tampak sekali…

Rabu, 15 Agustus 2018 10:08

Diintai sejak 2017, Diduga Menganut Aliran JAD

PALANGKA RAYA- Diamankannya mantan pegawai Rutan Kelas IIA Palangka Raya berinisial Lu, menjadi bukti…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:39

Lihat Mobil Tahanan, Kades Kabur dan Sembunyi di Kebun Sawit

KUALA KAPUAS-Penangkapan yang dilakukan Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Palingkau terhadap seorang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:33

10 Orangutan Dimerdekakan

PALANGKA RAYA-Berkah peringatan HUT ke-73 Indonesia, juga dirasakan satwa endemik Kalteng, orangutan(Pongo…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:22

Cuaca Ekstrem, Pemerintah Beri Payung dan Kacamata untuk Jemaah

MAKKAH-Pemerintah Indonesia sepertinya sangat mewaspadai cuaca dan suhu ekstrem yang sekarang terjadi…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:54

Kebakaran Lahan Dekati Rumah Warga

SAMPIT-Sebuah lahan di kawasan Jalan Pramuka, Kecamatan MB Ketapang terbakar, Senin (13/8) sekitar pukul…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:49

Kejaksaan Periksa Kadis Pertanian

SAMPIT-Kasus dugaan Surat Keterangan Tanah (SKT) fiktif di Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .