MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Minggu, 01 Oktober 2017 22:56
Duh Memrihatinkan...! Lulusan SMK di Kalteng Banyak Menganggur
Masih banyaknya lulusan SMK belum mendapat kesempatan di dunia kerja, mengharuskan mereka meningkatkan keahliannya. Tampak seorang teknisi di Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) Palangka Raya sedang pelatihan teknik pengelasan dan pembubutan, Sabtu (30/9). (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah seharusnya memiliki keahlian, termasuk mampu bersaing di dunia kerja. Tetapi, nyatanya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Slamet Winaryo menilai, lulusan SMK di Kalteng banyak yang belum bekerja.

Untuk itu, pihaknya berencana merancang ulang (reengineering) paket keahlian yang diajarkan di sekolah. Banyaknya lulusan SMK belum mampu bekerja atau membuka usaha sendiri, lanjut dia, bisa terjadi akibat miss mate atau ketidakcocokan antara keahlian lulusan, dengan kebutuhan keahlian di sebuah perusahaan.

“Antara SMK dan industri gak boleh miss match. SMK harus mempunyai link yang match (berpasangan, Red) dan pas dengan industri,” ujarnya usai dialog publik bersama Ombudsman Republik Indonesia, Jumat (29/9) malam.

Tentu saja pihaknya tidak menginginkan SMK mengajarkan atau menerapkan paket keahlian, yang bertolak belakang dengan potensi lingkungan dan industri di daerah SMK tersebut. “Apa yang dibuat (keahlian, Red) harus ada dampak ke industri dan potensi lingkungan. Apa sebab kurangnya, ini yang harus kita benahi,” tukasnya.

Saat ditanyakan kepastian waktu reengineering itu, Slamet belum berani memutuskan. Menurutnya, pihaknya juga harus melakukan pengkajian jumlah dan juga potensi lulusan masing-masing SMK. “Kami masih mengkaji lulusan dari beberapa sekolah dan nanti akan kami petakan,” terangnya.

Pria dengan suara agak serak ini menjelaskan, reengineering itu merupakan amanah dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Sebelumnya, dalam diskusi tersebut, Slamet sempat menerangkan jika ada sekitar 150 SMK dengan beragam paket keahlian di Kalteng.

Selain persoalan miss mate, masih minimnya jumlah guru dan alat produktif juga menjadi salah satu faktor yang harus pihaknya perbaiki, jika ingin mengurangi jumlah pengangguran lulusan SMK. “Reengineering paket keahlian sesuai dengan Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK. Kelemahannya sekarang itu miss mate antara industri dan SMK yang tidak nyambung serta jumlah guru dan alat produktif,” imbuhnya.

Rencana penyesuaian jurusan maupun reengineering tersebut mendapat perhatian Anggota Komisi C DPRD Kalteng Hj Prihati Ttitik Mulyani. Ia menilai, sudah seharusnya keahlian yang diajarkan di sekolah sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

“Ya, harusnya SMK itu disesuaikan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang ada di wilayah Kalteng atau daerah di mana SMK itu berada,” ucapnya melalui telepon, Sabtu (30/9).

Kesesuaian antar kebutuhan tersebut sangatlah penting sehingga lulusan SMK bisa diterima di perusahaan. Jika jurusan tersebut tidak sesuai, sudah pasti lulusan SMK belum siap bekerja dan masih membutuhkan keahlian lainnya.

“Mindset-nya harus diubah, jangan lagi hanya ingin menjadi pekerja saja, tetapi lulusan SMK harus bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” jelas politisi perempuan Nasdem ini sembari menegaskan, tak hanya mendukung reengineering, pihaknya juga mendukung apabila ada pembukaan sekolah baru yang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan. (ami/uni/abe/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 10:08

BONGKAR MAHAR POLITIK

PALANGKA RAYA-Mahar politik tak hanya menghiasi Pilwako Palangka Raya 2018 ini. Bahkan, dugaan mahar…

Sabtu, 20 Januari 2018 00:29
PILKADA BARITO TIMUR

Tidak Ada Pemecatan Pengurus PAN Bartim

PALANGKA RAYA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Barito Timur, Benny…

Jumat, 19 Januari 2018 13:25

Keabsahan Ijazah Muhammad Mawardi Tak Diragukan

KUALA KAPUAS-Keabsaban ijazah Muhammad Mawardi sebagai alumni SMAN 1 Kotabaru, Kalsel tak dapat diragukan…

Kamis, 18 Januari 2018 10:48

Banyak ASN Malas; Supian: Tugasnya Hanya Merintah Tenaga Kontrak Bekerja

SAMPIT-Keberadaan tenaga kontrak yang dipekerjakan di setiap Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD)…

Rabu, 17 Januari 2018 00:23

Diduga Gara-Gara Proyek ! Kades dan Mantan Kades Saling Serang Pakai parang, Tangan Nyaris Putus

MUARA TEWEH - Kepala Desa Ipu,  Askameng dan Mantan Kepala Desa bernama Sukarni bersitegang, …

Senin, 15 Januari 2018 08:47

Tercebur saat Bermain, Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

KUALA KAPUAS-Musibah tak diduga menghampiri keluarga Rahman (45) dan Minah (39). Warga Gang 1, Jalan…

Senin, 15 Januari 2018 08:43

Busyet...! Mahar Kurang Rp100 Juta, Rekomendasi Melayang

PALANGKA RAYA-Kontroversi mahar politik semakin menjadi perbincangan. Bukan soal bisa dibuktikan atau…

Minggu, 14 Januari 2018 06:56

Bawaslu Minta Joyo Laporkan Mahar Politik

PALANGKA RAYA-Pernyataan Jhon Krisli-Maryono (Joyo) tentang mahar politik menuai kontroversi. Walaupun…

Sabtu, 13 Januari 2018 11:10

PERNIKAHAN SUGIANTO-IVO ! Akad dan Resepsi di Istana Isen Mulang

TEMPAT pelaksanaan pernikahan Sugianto Sabran dengan Yulistra Ivo Azhari, dipastikan di Istana Isen…

Sabtu, 13 Januari 2018 11:06

Peserta Pilkada Kapuas Tergantung PBB

PALANGKA RAYA- Dukungan ganda parpol yang terjadi di Kapuas, berbeda lagi. Meski dukungan Partai Bulan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .