MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 16 September 2017 15:55
Dua Pemuda Akhiri Hidup di Tali Ayunan dan Rafia
Ilustrasi

PROKAL.CO, DUA pemuda nekat mengakhiri hidupnya. Diduga akibat sering dimarahi, Agus Susanto (27) warga Kotawaringin Timur (Kotim) nekat gantung diri. Sedangkan Herman (26) warga Barito Timur (Bartim), juga mengakhiri hidupnya dengan tali ayunan sang adik.

Informasi dihimpun Kalteng Pos dari kepolisian menyebutkan, Agus Susanto warga Nahan Belawan, Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim, ditemukan menggantung diri di gudang penyimpanan barang Jalan Tjilik Riwut Km 88, Jumat (15/9) pukul 02.30 WIB.

Ia ditemukan ayahnya bernama Syahrani (53) dengan posisi tergantung pada seutas tali jemuran. Dibawa ke Puskesmas Pundu untuk visum et repertum, Agus dipastikan meninggal akibat gantung diri.

Kapolsek Cempaga Hulu Iptu AA Rahmad mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga usai patroli dan langsung menuju tempat kejadian. Dibeberkannya, kejadian itu berawal dari korban mendatangi rekannya bernama Suwanto (17) mengajak minum es kelapa sambil main domino, Kamis (14/9) sekitar pukul 17.30 WIB.

Keduanya bermain kartu ditemani Esti, Indah dan Utuy hingga pukul 20.30 WIB. Tiba-tiba korban pergi seorang diri dengan mengaku pulang ke rumah. Selang satu jam, korban datang lagi ke lokasi tempatnya bermain domino dan melanjutkan permainan. Setelah larut malam, akhirnya permainan selesai dan korban kembali pamitan ingin pulang ke rumah. Setelah itu sudah tidak diketahui lagi keberadaannya.

“Kawan-kawannya merasa korban sudah berada dirumahnya dan tidak mengetahui lagi. Mereka merasa tidak ada yang aneh dan berjalan seperti biasa saja,” katanya.

Saat berada di rumah orangtuanya inilah, aksi nekat Agus membuat Syahrani terbangun. Pasalnya, Syahrani mendengar suara ayamnya ribut di gudang miliknya. Awalnya ia biarkan begitu saja. Tetapi, semakin lama keributan tidak kunjung berhenti, memaksanya untuk memeriksa.

Masuk ke dalam gudang, ia dikejutkan dengan anaknya yang sudah tergantung pada tali yang diikat di atap. “Saat itu korban masih dalam keadaan hidup, sehingga talinya langsung diputus untuk menurunkan korban untuk dibawa ke pusksemas agar mendapatkan pertolongan. Begitu sampai di puskesmas, nyawa korban sudah tidak tertolong,” ujarnya.

Saking paniknya, ia melaporkan kepada warga sekitar dan ke Polsek Cempaga Hulu. Beberapa keluarga korban juga dimintai keterangan untuk mengetahui penyebab aksi nekat korban. “Dari informasi yang didapat, korban diduga selama ini merasa stres (tertekan) karena sering dimarahi,” ucap kapolsek.

Di tempat terpisah, kejadian serupa juga menghebohkan Desa Putai, Kecamatan Dusun Tengah, Barito Timur, Kamis (14/9). Belum diketahui sebabnya, Herman (26) ditemukan dengan posisi tergantung menggunakan tali rafia melilit di lehernya.

Informasi dari kepolisian menyebutkan, kejadian itu diketahui saudara kandung Herman sekitar pukul 14.30 WIB. Adik korban berteriak histeris melihat kakaknya tergantung di dapur. Teriakannya memancing reaksi ibunya yang sedang santai di teras rumah.

Suasana gempar. Ibu korban memanggil warga sekitar untuk menurunkan Herman. Sempat terselamatkan, Herman dibawa ke Puskesmas Ampah. Tetapi nahas, setelah diperiksa petugas ternyata Herman telah meninggal dunia.

“Kami mendapat informasi warga saat korban sudah berada di puskesmas dan juga langsung mengamankan TKP,” kata Wakapolsek Dusun Tengah Ipda Kuslan kepada Kalteng Pos.

Berdasarkan keterangan dokter, lanjut Kuslan, tidak ada luka lain selain bekas tali rafia. Korban mengakhiri hidupnya menggunakan tali di dapur rumah yang juga dipakai untuk ayunan sang adik. Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan menunggu visum et repertum. Pihaknya tidak berani berandai-andai pemicu pemuda tersebut mengakhiri hidupnya.

Sebab, menurut wakapolsek, polisi masih belum melakukan pemeriksaan kepada saksi, dikarenakan masih dalam kondisi berduka. “Jadi kami tunggu dulu sampai pihak keluarga bersedia memberikan keterangan,” timpalnya. (son/log/c3/abe)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 11:30

Kesadaran Menurun, Pelanggaran Meningkat

OPERASI Zebra Telabang 2018 telah berakhir kemarin (12/11). Hasilnya sudah…

Selasa, 13 November 2018 11:15

Diduga Terkait Pelecehan Siswa, Kepala SMAN 1 Mundur

PANGKALAN BUN - SMAN 1 Pangkalan Bun menjadi perbincangan hangat…

Selasa, 13 November 2018 10:56

Diguyur Hujan, Rumah Dinas Terbakar

SAMPIT – Bersamaan dengan hujan lebat mengguyur Kota Sampit dan…

Selasa, 13 November 2018 10:47

2.900 Ikut Tes, Hanya 82 yang Lulus

SAMPIT - Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Kotawaringin…

Selasa, 13 November 2018 10:38
Ketika Curahan Hati Korban Pelakor Viral di Medsos

Banjir Dukungan, Diundang Tampil di Televisi

Kekuatan media sosial (medsos) membawa curahan hati (curhat) pemilik akun…

Senin, 12 November 2018 09:57

Jangan Coba-Coba ! Kobar Perangi Prostitusi

PANGKALAN BUN-Operasi "senyap" praktik prostotusi yang masuk wilayah Kecamatan Arut…

Senin, 12 November 2018 09:54

Budak Sabu Tak Berkutik, Ini Barbuknya

SAMPIT-Seorang budak sabu yang biasa menjajakan barang haram ini akhirnya…

Senin, 12 November 2018 09:50

Waswas Serangan Lanjutan Buaya di Sungai Mentaya

SAMPIT-Teror buaya di Sungai Mentaya Kabupaten Kotim kembali terjadi. Walaupun…

Senin, 12 November 2018 09:47

PARAH NICH ! Empat Laki-laki dan Seorang Perempuan Asyik Ngelem Fox

SAMPIT-Lima anak baru gede (ABG) Sampit, mesti berurusan dengan aparat…

Senin, 12 November 2018 09:41

Mayat Wanita Ditemukan Mengapung di Galian Ekskavator

PALANGKA RAYA-Warga Desa Rawung, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .