MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

NASIONAL

Jumat, 15 September 2017 06:51
Orangutan Asal Kalteng Diajak Warga Naik Motor di Kuwait

Dilaporkan ke Kedubes RI, Akhirnya Dipulangkan dan Kini Sudah Tiba di Kalteng

Para petugas saat membawa pulang Taymur (3) bayi orangutan yang diselundupkan ke Kuwait dan tiba di bandara H Asan Sampit, Kamis (14/9). //SONY/KALTENG POS

PROKAL.CO, SAMPIT-Setelah beberapa bulan berada di wilayah Negara Timur Tengah bayi orangutan bernama Taymur (3) berhasil dipulangkan ke tanah asalnya di Kalimantan Tengah.  Bayi orangutan spesises Pongo Pygmaeus-Borneo berjenis kelamin jantan ini tiba di Sampit Kalimantan Tengah, Kamis (14/9). Kedatangannya sendiri disambut langsung oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS)  serta Balai konservasi Sumber Daya Alam Kabupaten Kotim melalui Bandara H Asan Sampit.

Sesampainya bayi orangutan dimasukkan dalam kandang melalui kargo dengan dibungkus sangat rapi dan terlihat membuatnya nyaman. Nantinya satwa dilindungi ini akan dilepaskan di Yayasan Nyaru Menteng Palangka Raya. Menurut Humas Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS),  Monterado atau biasa disapa Agung, bahwa pihaknya merasa bersyukur bisa membawa pulang satwa dilindungi yang memang berasal dari Kalimantan Tengah. Penyelundupan yang terjadi hingga di wilayah Negara Timur Tengah sudah terjadi untuk yang ketiga kalinya. Sampai saat ini pihaknya masih mencari modus serta cara yang dilakukan oleh para penyelundup mebawa satwa ini ke luar negeri.

Taymur ini juga menjadi bagian dari sebagai hasil perdagangan gelap yang diselundupkan ke Kuwait- Timur Tengah, oleh orang tidak bertanggung jawab.“Setelah melalui proses panjang akhirnya satwa asli Kalimantan tengah ini bisa dipulangkan kembali ke tanah kelahirannya. Bayi orangutan ini memang sudah cukup lama tiba di Indonesia, tetapi harus melalui proses panjang hingga bisa kembali ke Kalteng,”katanya.

Ia menambahkan, keberadaannya di Negara Kuwait Timur Tengah ini memang bermula saat salah seorang warga Indonesia melihat satwa ini diajak naik motor oleh warga di sana. Sehingga dilaporkan ke kedutaan besar Indonesia sehingga dibantu dengan pihak kepolisian setempat akhirnya diserahkan untuk dipulangkan ke Indonesia. Saat itu kondisinya sangat kasihan, karena bagi orangutan yang usianya bahkan belum genap tiga tahun ini sudah diajak keliling naik motor.

 Padahal dalam kehidupan normal, orangutan di usia ini masih sangat tergantung pada induknya. Sehingga bisa dibayangkan  betapa kesepian dan besar trauma yang dialami oleh satwa tersebut.“Dan pemulangan satwa orangutan dari Kuwait ini sudah untuk yang ketiga kalinya setelah Puspa dan Moza yang diselundupkan pada tahun 2015. Namun karena salah satunya berasal dari Sumatera sehingga harus dikembalikan ke tempat asalnya,”ujarnya seraya meminta pamit karena tidak bisa memberikan info lebih lanjut. (son/ala/dar)


BACA JUGA

Selasa, 26 September 2017 23:10

KPK Resmi Tetapkan Bupati Kukar Sebagai Tersangka

BUPATI Kutai Kertanegara Rita Widyasari resmi berstatus tersangka, Selasa (26/9). Rita Widyasari ditetapkan…

Jumat, 22 September 2017 22:25

Hasil Pemilu 2019, Diprediksi Hanya Segini Parpol yang Lolos ke Senayan

KEBERADAAN Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu akan mengurangi peluang partai politik kecil lolos…

Senin, 18 September 2017 16:17

Proses Pilkada Harus Diluruskan

JAKARTA-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyatakan peraturan terkait proses…

Minggu, 10 September 2017 21:29

Politikus Gerindra: Polisi Semakin Tak Adil

CARA-cara Kepolisian dalam menegakkan hukum semakin mendapat sorotan. Karena aparat tidak adil dalam…

Selasa, 05 September 2017 23:21

PWI Kaltim Galang Dana untuk Rohingya

SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tak mau tinggal diam menyikapi krisis kemanusiaan…

Sabtu, 26 Agustus 2017 20:01

Wew...! Uang Hasil Tuyul Bisa Kena Pajak Juga Loh...

PERISTIWA lucu belum lama ini terjadi pada akun milik Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan…

Sabtu, 26 Agustus 2017 19:43

Sekolah Bayar SPP? Seperti Jaman Orde Baru Saja

BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi menilai, keberadaan pungutan SPP di SMA/SMK merupakan kemunduran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .