MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi
Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi
Rasa sakit dialami Pariman didampingi Istrinya, Maskupah warga Kelurahan Nanga Bulik Kacamatan Bulik Kabupaten Lamandau. //GALIH/KALTENG POS

PROKAL.CO, Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan sakit akibat luka yang dialaminya terus membesar. Padahal Pariman sudah dioperasi di salah satu Rumah Sakit (RS) di Kota Semarang Jawa Tengah.

 GAZALI, Nanga Bulik

RASA sakit dialami Pariman Hadianto (53) warga Kota Nanga Bulik Kabupaten Lamandau ini, karena luka yang dialaminya terus membengkak dan melebar. Akibat lukanya terus membengkak, terpaksa tidak bisa berkerja dan harus menahan sakit. “Tiga bulan yang lalu pernah operasi di RS di Semarang menggunakan BPJS Kesehatan, namun setelah kembali dari sana, bekas operasi malah membekak,” kata Pariman yang didampingi istrinya, Maskupah.

Sehingga Pariman tidak dapat memberikan nafkah kepada keluarganya dan untuk melanjutkan berobat tidak memiliki biaya.  “Saya tidak bisa lagi berkerja dan mau berobat biaya tidak ada,” ungkap Bapak empat anak ini. Maskupah menambahkan, kejadian dialami suaminya ini, ketika merasakan sakit di bagian dada dan dioperasi di Semarang. Tapi bukannya membaik, justru luka habis operasi membengkak dan membesar. “Pernah konsultasi ke dokter di Semarang dan petunjuk dokter tersebut harus di kemoterapi,” jelas Maskupah.

Akhirnya, kata Maskupah, suaminya dibawa kembali ke Lamandau dan tidak melanjutkan kemoterafi terbentur dana/keuangan. Karena tidak mampu untuk berobat kembali dan Dodi (anak Pariman) tidak tega melihat ayahnya. Sehingga atas inisiatif meminta bantuan kepada salah satu Anggota DPRD Lamandau dan dilakukan penggalangan dana. Diharapkan hasilnya dapat membantu masyarakat yang tidak mampu untuk biaya operasi. “Harapannya bisa diobati dan sembuh, agar dapat membantu perekonomian keluarga,” pungkas Maskupah. (ala/dar)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 06:57
Ketika Peredaran Miras di Pangkalan Lada Masih Marak

Pemain Lama Tak Jera, Terancam Denda Rp50 Juta

Peredaran Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Pangkalan Lada sepertinya masih ada, meskipun diam-diam,…

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .