MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah
Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya
Sukarman terbaring tak berdaya di rumah warga di jalan Kolonel Untung Surapati Puruk Cahu, Minggu (3/9). //FOTO : RENO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di jalan Untung Surapati Puruk Cahu. Pria asal Jember, Jawa Timur ini hidup bersama Istri dan kedua anaknya yang masih Balita. Semenjak sakit, Sukarman tidak lagi bekerja bahkan kini ketika dirujuk ke Rumah Sakit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, istrinya tidak memiliki biaya. Harapannya ada orang yang berhati dermawan menolong kesulitan mereka.

RENO, Puruk Cahu

TIDAK ada niatan yang lebih besar selain mengharapkan agar Sukarman (54) sembuh dari penyakit yang dideritanya. Bapak dari Habibi (4) dan Bilkis (2) ini diketahui sudah selama tiga tahun ini menderita Kanker Darah atau Leukemia.

Di rumah yang terbuat dari kontruksi kayu dengan bolam lampu yang seadanya itu, Siti (37) istri Sukarman bermunajat agar mereka dapat rezeki sehingga suaminya bisa di rujuk ke Banjarmasin untuk melaksanakan pengobatan lebih lanjut.

Bahkan untuk menghidupi keluarganya, dirinya harus berjualan pentol dan es krim keliling di Kota Puruk Cahu, agar kebutuhan dapur dapat terpenuhi dan berupaya mengumpulkan uang untuk mengobati suaminya.

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puruk Cahu, Sukarman sudah 25 kali keluar masuk Rumah Sakit. Bertapa tidak penyakit yang diderita mantan buruh bangunan ini harus ditangani oleh Rumah Sakit yang lebih canggih dan memiliki peralatan lengkap.

"Saya terpaksa harus bekerja berjual pentol keliling untuk memberi makan anak-anak. Bapak sudah tidak bisa bekerja lagi karena sakit yang dideritanya. Sekarang saya harus mencari uang untuk biaya keberangkan ke banjarmasin," ungkap Siti dengan raut wajah sedih ketika ditemui di kediamannya, Minggu (3/9).

Selamat dirawat di RSUD Puruk Cahu, Siti tidak mengeluari biaya untuk pengobatan suaminya karena menggunakan Kartu Mura Sehat (KMS), bahkan kini suaminya sudah memiki Kartu BPJS dari pemerintah. Mengingat pasien rujukan tidak dapat menggunakan KMS, karena KMS hanya berlaku untuk RSUD Puruk Cahu.

"Saya tidak bisa berbuat banyak. Apalagi dengan memiliki anak kecil, bekerja tentu tidak maksimal. Sampai sekarang masih bertahan saja tidak bisa secepatnya membawa suami ke rumah sakit di banjarmasin," jelasnya lagi.

Bahkan suaminya saban hari mengeluarkan darah dari rongga giginya, penyakit tersebut tentu sangat merepotkan suaminya karena harus ketergantungan dengan darah orang lain. "Kalau dihitung-hitung darah yang dimasukan ke dalam tubuh suami saya ini lebih dari 300 kantong. Dan itupun hanya untuk bertahan saja," jelasnya lagi.

Untuk mencari darah golongan A pun lanjut Siti sangat kesulitan sehingga tidak semua kebutuhan darah oleh tubuh suaminya itu terpenuhi. "Sekali memerlukan 10-13 kantong darah. Kadang dapat 7-8 kantong saja itu juga sudah syukur," jelasnya lagi. 

Menurut Siti, suaminya jika tidak dibawa ke RS di Banjarmasin tentu pengisian sarahnya seperti tong bocor. "Kata dokter tanpa alat trombosit tidak bisa bertahan lama seperti pengisian tong bocor, di Rumah Sakit Puruk Cahu tidak ada alat trombosit itu kata mereka sehingga harus dibawa ke banjarmasin," tuturnya lagi.

Sampai saat pun dirinya tidak menampik banyak sudah beberapa orang yang datang mengantar bantuan baik berupa pakaian maupun kasur tidur. "Kami juga berterima kasih kepada bu anjeng kartini yang sudi mempercayai kami untuk mendiami rumah beliau. Jika pun tinggal dibarak kami harus mengeluarkan biaya, itu juga rasanya tidak mungkin dengan kondisi kami begini," imbuhnya.

Untuk berobat ke Banjarmasin Sukarman pun harus mendapat uluran tangan dari para dermawan dan bantuan pemerintah untuk biaya keberangakatan dan pengobatannya, mengingat istrinya tidak mampu membiayai pengobatan suaminya ke Banjarmasin. "Mungkin untuk pengoabatan bisa menggunakan BPJS, sementara untuk biaya kami kesana dan menunggu suami saya kami tidak punya dana," sebutnya. (dar)


BACA JUGA

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .