MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah
Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya
Sukarman terbaring tak berdaya di rumah warga di jalan Kolonel Untung Surapati Puruk Cahu, Minggu (3/9). //FOTO : RENO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di jalan Untung Surapati Puruk Cahu. Pria asal Jember, Jawa Timur ini hidup bersama Istri dan kedua anaknya yang masih Balita. Semenjak sakit, Sukarman tidak lagi bekerja bahkan kini ketika dirujuk ke Rumah Sakit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, istrinya tidak memiliki biaya. Harapannya ada orang yang berhati dermawan menolong kesulitan mereka.

RENO, Puruk Cahu

TIDAK ada niatan yang lebih besar selain mengharapkan agar Sukarman (54) sembuh dari penyakit yang dideritanya. Bapak dari Habibi (4) dan Bilkis (2) ini diketahui sudah selama tiga tahun ini menderita Kanker Darah atau Leukemia.

Di rumah yang terbuat dari kontruksi kayu dengan bolam lampu yang seadanya itu, Siti (37) istri Sukarman bermunajat agar mereka dapat rezeki sehingga suaminya bisa di rujuk ke Banjarmasin untuk melaksanakan pengobatan lebih lanjut.

Bahkan untuk menghidupi keluarganya, dirinya harus berjualan pentol dan es krim keliling di Kota Puruk Cahu, agar kebutuhan dapur dapat terpenuhi dan berupaya mengumpulkan uang untuk mengobati suaminya.

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puruk Cahu, Sukarman sudah 25 kali keluar masuk Rumah Sakit. Bertapa tidak penyakit yang diderita mantan buruh bangunan ini harus ditangani oleh Rumah Sakit yang lebih canggih dan memiliki peralatan lengkap.

"Saya terpaksa harus bekerja berjual pentol keliling untuk memberi makan anak-anak. Bapak sudah tidak bisa bekerja lagi karena sakit yang dideritanya. Sekarang saya harus mencari uang untuk biaya keberangkan ke banjarmasin," ungkap Siti dengan raut wajah sedih ketika ditemui di kediamannya, Minggu (3/9).

Selamat dirawat di RSUD Puruk Cahu, Siti tidak mengeluari biaya untuk pengobatan suaminya karena menggunakan Kartu Mura Sehat (KMS), bahkan kini suaminya sudah memiki Kartu BPJS dari pemerintah. Mengingat pasien rujukan tidak dapat menggunakan KMS, karena KMS hanya berlaku untuk RSUD Puruk Cahu.

"Saya tidak bisa berbuat banyak. Apalagi dengan memiliki anak kecil, bekerja tentu tidak maksimal. Sampai sekarang masih bertahan saja tidak bisa secepatnya membawa suami ke rumah sakit di banjarmasin," jelasnya lagi.

Bahkan suaminya saban hari mengeluarkan darah dari rongga giginya, penyakit tersebut tentu sangat merepotkan suaminya karena harus ketergantungan dengan darah orang lain. "Kalau dihitung-hitung darah yang dimasukan ke dalam tubuh suami saya ini lebih dari 300 kantong. Dan itupun hanya untuk bertahan saja," jelasnya lagi.

Untuk mencari darah golongan A pun lanjut Siti sangat kesulitan sehingga tidak semua kebutuhan darah oleh tubuh suaminya itu terpenuhi. "Sekali memerlukan 10-13 kantong darah. Kadang dapat 7-8 kantong saja itu juga sudah syukur," jelasnya lagi. 

Menurut Siti, suaminya jika tidak dibawa ke RS di Banjarmasin tentu pengisian sarahnya seperti tong bocor. "Kata dokter tanpa alat trombosit tidak bisa bertahan lama seperti pengisian tong bocor, di Rumah Sakit Puruk Cahu tidak ada alat trombosit itu kata mereka sehingga harus dibawa ke banjarmasin," tuturnya lagi.

Sampai saat pun dirinya tidak menampik banyak sudah beberapa orang yang datang mengantar bantuan baik berupa pakaian maupun kasur tidur. "Kami juga berterima kasih kepada bu anjeng kartini yang sudi mempercayai kami untuk mendiami rumah beliau. Jika pun tinggal dibarak kami harus mengeluarkan biaya, itu juga rasanya tidak mungkin dengan kondisi kami begini," imbuhnya.

Untuk berobat ke Banjarmasin Sukarman pun harus mendapat uluran tangan dari para dermawan dan bantuan pemerintah untuk biaya keberangakatan dan pengobatannya, mengingat istrinya tidak mampu membiayai pengobatan suaminya ke Banjarmasin. "Mungkin untuk pengoabatan bisa menggunakan BPJS, sementara untuk biaya kami kesana dan menunggu suami saya kami tidak punya dana," sebutnya. (dar)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 06:57
Ketika Peredaran Miras di Pangkalan Lada Masih Marak

Pemain Lama Tak Jera, Terancam Denda Rp50 Juta

Peredaran Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Pangkalan Lada sepertinya masih ada, meskipun diam-diam,…

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .