MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Minggu, 03 September 2017 21:22
ASTAGA! Ngaku Dijambret Uang Raib Rp 200 Juta, Ratna Dipenjara
Ilustrasi

PROKAL.CO, TAMIANG LAYANG-Berbohong bukan berarti bisa menjauhi dari permasalahan, justru menambah masalah baru. Peristiwa yang dialami Eka Ratna (32) ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. Pasalnya, upayanya untuk lepas dari belenggu hutang malah mengantarkannya ke penjara.

Warga Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), harus berurusan dengan hukum lantaran melaporkan kasus palsu kepada pihak yang berwajib.

Perisitiwa itu bermula saat Ratna melaporkan kejadian pencurian dengan kekerasan (curas) ke Mapolsek PatangkepTutui, Rabu (30/8) sekitar pukul 18.00 WIB yang menimpanya.

Dalam laporannnya, Ratna mengalami kerugian uang sebesar Rp 200 Juta karena dijambret sekelompok kawanan. Ketika itu, saat melintas di Jalan di Desa Bentot.

“Setelah menerima laporan kami melakukan penyelidikan, tapi saat cek ke TKP, luka korban, dan ranmor ada kejanggalan,” kata Kapolres Bartim AKBP Raden Petit Wijaya SIK melalui Kapolsek Patangkep Tutui, Iptu Suhadak, saat dikonfirmasi Kalteng Pos, kemarin.

Dijelaskan Suhadak, dari laporan yang diterima serta kejanggalan setelah dibentuk tim yang dipimpin langsung Kasatreskrim AKP Andhi Kurniawan peristiwa itu mulai terang. Pihaknya pun mengungkap laporan curas tersebut hanya rekayasa semata.

Ratna membuat laporan untuk lepas dari beban piutang dengan seseorang di kampung halamannya sebesar Rp200 Juta. Pada saat itu, terang kapolsek, rekayasa curas dengan hilangnya uang yang akan dibayarkan dimaksud mengelabui seseorang yang memberinya pinjaman.

Sebab itu, menurut Suhadak, Ratna saat ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di mana telah dijerat Pasal 242 ayat (1) Sub Pasal 220 KUHPidana atas keterangam tidak benar alias kebohongan.(log/ila)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 18:21

Setahun, Tunjangan Guru Hanya Diberi Enam Bulan

KUALA KAPUAS-Guru Honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Kapuas menuntut peningkatan kesejahtraan ke Dinas…

Kamis, 21 September 2017 18:00
Pemkab Batara

Atasi Truk, Warga Portal Jalan Km 52

MUARA TEWEH-Kerusakan jalan lintas desa lantaran dilintasi truk mengangkut beban melebihi tonase, mendapat…

Kamis, 21 September 2017 17:57

Marakanya Beredar obart Keras, Polisi Sisir Apotek

MUARA TEWEH-Maraknya peredaran obat keras membuat masyarakat khawatir. Karena itu, Satuan Reserse Narkoba…

Kamis, 21 September 2017 12:32
Pemkab Gunung Mas

Kondisi Alat Drumband Perlu Pergantian Total

KUALA KURUN - Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melakukan…

Kamis, 21 September 2017 12:20
Pemkab Katingan

Pembangunan Jalan Terhambat

KASONGAN - Dampak naiknya air DAS Sungai Katingan juga dirasakan terhadap pembangunan jalan di beberapa…

Kamis, 21 September 2017 08:56

Tim Gabungan Buru Obat Terlarang di Apotek

SAMPIT- Maraknya peredaran obat terlarang yang beredar dan sangat berbahaya di tengah-tengah masyarakat…

Kamis, 21 September 2017 08:53

Kakak Bacok Dua Adik, Tangan dan Punggung Muncrat Darah

SAMPIT-Pertikaian atau perselisihan antar saudara di Desa Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan,…

Kamis, 21 September 2017 08:38

Bakal Meriah Nich ! Penutupan Pesparawi Hadirkan Band Armada

NANGA BULIK-Penutupan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XVI Tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2017…

Kamis, 21 September 2017 08:25

Razia Apotek, Tidak Menemukan Obat PCC

SUKAMARA-Peredaran obat keras Paracetamol Caffeine Carisoprodal (PCC) perlu diantisipasi di Kabupaten…

Kamis, 21 September 2017 07:45
Sambut Tahun Baru Islam, Ribuan Umat Muslim Pawai

Bawa Poster, Ajak Save Rohingya

Ribuan kaum muslim dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa menggelar pawai taaruf menyambut Tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .