MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang
Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”
DISKUSI: H Rinco Norkim (kanan) berbincang dengan Bupati Barito Selatan H Eddy Raya Samsuri di rumah jabatan bupati, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO,  

DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang Salat Jumat (1/9). Kalimantan Tengah kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya, Drs H Rinco Norkim.

Rinco Norkim dikabarkan berpulang ke pangkuan Illahi di usia 74 tahun, tepat menjelang Salat Jumat atau sekitar pukul 11.45 Wib.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, pria yang merupakan salah satu tokoh masyarakat, tokoh pendidikan sekaligus tokoh politik Bumi Tambun Bungai dengan pernah menduduki berbagai jabatan strategis ini, sempat dirawat di RS Pelni, Jakarta selama hampir dua pekan.

Semasa hidupnya, sejumlah jabatan penting pernah dipegangnya, di antaranya Pembantu Rektor II Universitas Palangka Raya (UPR), Ketua DWP Partai Amanat Nasional (PAN) Kalteng periode 1998-2010, Wakil Ketua DPRD Kalteng periode 1999-2004, Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kalteng, Ketua Umum KONI Kalteng, KAHMI Kalteng, dan lain-lain.

Meski disibukan dengan berbagai aktivitas tersebut, satu hal yang jarang diketahui banyak orang dari sosok Rinco Norkim adalah perhatiannya terhadap kelestarian lingkungan, terutama hutan. Perhatian dan kepeduliannya terhadap pelestarian hutan tersebut bahkan diwujudkannya pada tahun 2007 dengan mendirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang diberi nama Lestari Hutanku.

Berangkat dari keprihatinannya akan banyaknya areal hutan di Kalteng yang rusak dan mengakibatkan sebagian flora fauna hutan itu kian sulit ditemui.

“Saya tidak ingin anak cucu kita nanti cuma bisa mendengar tentang pohon ramin, tetapi tidak pernah melihat wujud pohonnya. Mereka hanya bisa membaca tentang adanya ikan jelawat, tetapi tidak pernah melihat ikannya secara langsung. Sementara dulu saat masa kecil, hutan adalah tempat saya bermain,” tutur Rinco kepada Kalteng Pos beberapa waktu lalu saat ditanya alasan kepeduliannya terhadap pelestarian hutan.

Sebuah areal hutan seluas 250 hektar di Desa Mangkatip Kabupaten Barito Selatan yang juga merupakan desa tempat asal leluhurnya pun dipilih sebagai kawasan yang dijaga.

Luar biasanya, untuk membiaya menjaga kawasan hutan seluas itu, Rinco pun rela merogoh koceknya pribadi. Meski godaan dan iming-iming sejumlah pihak kerap datang. Rinco menuturkan, dia pernah ditawari uang Rp 1 miliar oleh sebuah perusahaan pemegang izin hak pengusahaan hutan (HPH) di Kalteng. Perusahaan itu ingin agar pengelolaan hutan Mangkatip diserahkan kepada mereka sehingga dapat menjadi lokasi percontohan pengelolaan hutan oleh perusahaan HPH bersangkutan.

“Tawaran ini saya tolak. Saya ingin menjaga hutan Mangkatip itu karena memang ingin melihatnya tetap lestari seperti dulu. Ini agar anak cucu bisa melihatnya, bukan untuk diperjualbelikan,” tegas dia.

Kini Rinco Norkim “Sang Penjaga Hutan” itu telah tiada. Namun kita berharap semangatnya tetap ada dan berkembang terutama di generasi muda. Selamat jalan. (*/nto)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .