MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang
Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”
DISKUSI: H Rinco Norkim (kanan) berbincang dengan Bupati Barito Selatan H Eddy Raya Samsuri di rumah jabatan bupati, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO,  

DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang Salat Jumat (1/9). Kalimantan Tengah kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya, Drs H Rinco Norkim.

Rinco Norkim dikabarkan berpulang ke pangkuan Illahi di usia 74 tahun, tepat menjelang Salat Jumat atau sekitar pukul 11.45 Wib.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, pria yang merupakan salah satu tokoh masyarakat, tokoh pendidikan sekaligus tokoh politik Bumi Tambun Bungai dengan pernah menduduki berbagai jabatan strategis ini, sempat dirawat di RS Pelni, Jakarta selama hampir dua pekan.

Semasa hidupnya, sejumlah jabatan penting pernah dipegangnya, di antaranya Pembantu Rektor II Universitas Palangka Raya (UPR), Ketua DWP Partai Amanat Nasional (PAN) Kalteng periode 1998-2010, Wakil Ketua DPRD Kalteng periode 1999-2004, Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kalteng, Ketua Umum KONI Kalteng, KAHMI Kalteng, dan lain-lain.

Meski disibukan dengan berbagai aktivitas tersebut, satu hal yang jarang diketahui banyak orang dari sosok Rinco Norkim adalah perhatiannya terhadap kelestarian lingkungan, terutama hutan. Perhatian dan kepeduliannya terhadap pelestarian hutan tersebut bahkan diwujudkannya pada tahun 2007 dengan mendirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang diberi nama Lestari Hutanku.

Berangkat dari keprihatinannya akan banyaknya areal hutan di Kalteng yang rusak dan mengakibatkan sebagian flora fauna hutan itu kian sulit ditemui.

“Saya tidak ingin anak cucu kita nanti cuma bisa mendengar tentang pohon ramin, tetapi tidak pernah melihat wujud pohonnya. Mereka hanya bisa membaca tentang adanya ikan jelawat, tetapi tidak pernah melihat ikannya secara langsung. Sementara dulu saat masa kecil, hutan adalah tempat saya bermain,” tutur Rinco kepada Kalteng Pos beberapa waktu lalu saat ditanya alasan kepeduliannya terhadap pelestarian hutan.

Sebuah areal hutan seluas 250 hektar di Desa Mangkatip Kabupaten Barito Selatan yang juga merupakan desa tempat asal leluhurnya pun dipilih sebagai kawasan yang dijaga.

Luar biasanya, untuk membiaya menjaga kawasan hutan seluas itu, Rinco pun rela merogoh koceknya pribadi. Meski godaan dan iming-iming sejumlah pihak kerap datang. Rinco menuturkan, dia pernah ditawari uang Rp 1 miliar oleh sebuah perusahaan pemegang izin hak pengusahaan hutan (HPH) di Kalteng. Perusahaan itu ingin agar pengelolaan hutan Mangkatip diserahkan kepada mereka sehingga dapat menjadi lokasi percontohan pengelolaan hutan oleh perusahaan HPH bersangkutan.

“Tawaran ini saya tolak. Saya ingin menjaga hutan Mangkatip itu karena memang ingin melihatnya tetap lestari seperti dulu. Ini agar anak cucu bisa melihatnya, bukan untuk diperjualbelikan,” tegas dia.

Kini Rinco Norkim “Sang Penjaga Hutan” itu telah tiada. Namun kita berharap semangatnya tetap ada dan berkembang terutama di generasi muda. Selamat jalan. (*/nto)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 06:57
Ketika Peredaran Miras di Pangkalan Lada Masih Marak

Pemain Lama Tak Jera, Terancam Denda Rp50 Juta

Peredaran Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Pangkalan Lada sepertinya masih ada, meskipun diam-diam,…

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .