MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang
Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”
DISKUSI: H Rinco Norkim (kanan) berbincang dengan Bupati Barito Selatan H Eddy Raya Samsuri di rumah jabatan bupati, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO,  

DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang Salat Jumat (1/9). Kalimantan Tengah kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya, Drs H Rinco Norkim.

Rinco Norkim dikabarkan berpulang ke pangkuan Illahi di usia 74 tahun, tepat menjelang Salat Jumat atau sekitar pukul 11.45 Wib.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, pria yang merupakan salah satu tokoh masyarakat, tokoh pendidikan sekaligus tokoh politik Bumi Tambun Bungai dengan pernah menduduki berbagai jabatan strategis ini, sempat dirawat di RS Pelni, Jakarta selama hampir dua pekan.

Semasa hidupnya, sejumlah jabatan penting pernah dipegangnya, di antaranya Pembantu Rektor II Universitas Palangka Raya (UPR), Ketua DWP Partai Amanat Nasional (PAN) Kalteng periode 1998-2010, Wakil Ketua DPRD Kalteng periode 1999-2004, Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kalteng, Ketua Umum KONI Kalteng, KAHMI Kalteng, dan lain-lain.

Meski disibukan dengan berbagai aktivitas tersebut, satu hal yang jarang diketahui banyak orang dari sosok Rinco Norkim adalah perhatiannya terhadap kelestarian lingkungan, terutama hutan. Perhatian dan kepeduliannya terhadap pelestarian hutan tersebut bahkan diwujudkannya pada tahun 2007 dengan mendirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang diberi nama Lestari Hutanku.

Berangkat dari keprihatinannya akan banyaknya areal hutan di Kalteng yang rusak dan mengakibatkan sebagian flora fauna hutan itu kian sulit ditemui.

“Saya tidak ingin anak cucu kita nanti cuma bisa mendengar tentang pohon ramin, tetapi tidak pernah melihat wujud pohonnya. Mereka hanya bisa membaca tentang adanya ikan jelawat, tetapi tidak pernah melihat ikannya secara langsung. Sementara dulu saat masa kecil, hutan adalah tempat saya bermain,” tutur Rinco kepada Kalteng Pos beberapa waktu lalu saat ditanya alasan kepeduliannya terhadap pelestarian hutan.

Sebuah areal hutan seluas 250 hektar di Desa Mangkatip Kabupaten Barito Selatan yang juga merupakan desa tempat asal leluhurnya pun dipilih sebagai kawasan yang dijaga.

Luar biasanya, untuk membiaya menjaga kawasan hutan seluas itu, Rinco pun rela merogoh koceknya pribadi. Meski godaan dan iming-iming sejumlah pihak kerap datang. Rinco menuturkan, dia pernah ditawari uang Rp 1 miliar oleh sebuah perusahaan pemegang izin hak pengusahaan hutan (HPH) di Kalteng. Perusahaan itu ingin agar pengelolaan hutan Mangkatip diserahkan kepada mereka sehingga dapat menjadi lokasi percontohan pengelolaan hutan oleh perusahaan HPH bersangkutan.

“Tawaran ini saya tolak. Saya ingin menjaga hutan Mangkatip itu karena memang ingin melihatnya tetap lestari seperti dulu. Ini agar anak cucu bisa melihatnya, bukan untuk diperjualbelikan,” tegas dia.

Kini Rinco Norkim “Sang Penjaga Hutan” itu telah tiada. Namun kita berharap semangatnya tetap ada dan berkembang terutama di generasi muda. Selamat jalan. (*/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .