MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07
Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Jomlo Mengasyikan, Di Indonesia Dianggap Produk Gagal

MEJENG: Pimpred kalteng.prokal.co Abdillah di Kuil Sensoji di Asasuka Jepang.

PROKAL.CO, Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin berumahtangga. Benarkan menjomblo lebih mengasyikan dari pada punya pasangan?

 

ABDILLAH, Tokyo

 

PARA orangtua di Jepang menanamkan disiplin ketat kepada anak-anaknya. Mereka mengajari si buah hati untuk bertanggungjawab apa yang dilakukannya. Mandiri dalam segala hal, baik menyangkut kebutuhan diri sendiri maupun hal lain yang intinya menghadapi kehidupan yang begitu keras di negara Sakura ini.

Salah satunya menyangkut pernikahan. Pemuda Jepang jika ingin berumah tangga harus mencari modal sendiri. Segala macam tetek bengek dari persiapan awal hingga sampai kepelaminan biaya sendiri. “Di Jepang pesta pernikahan dibiayai sendiri oleh mempelai pria atau patungan dengan mempelai wanita. Selain itu, bikin ribet yang diundang,” kata Yoko Kadomaru warga Jepang asal Malang yang mendampingi rombongan Kalteng Pos Grup selama di Tokyo.

Biasanya para pemuda dan pemudi yang ingin pernikahan sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri. Mengkakulasi biaya, jika dana yang dikeluarkan Rp 200 juta, maka uang yang dikumpulkan dari hasil kerja berapa tahun?

Jika penghasilan rata-rata perbulan Rp 20 juta biasanya separo gajinya di tabung. Jadi Rp 10 juta x 20 bulan sudah mencapai Rp 200 juta. Itu kalau penghasilan Rp 20 juta perbulan. Bagaimana yang hanya berpenghasilan Rp 5 juta perbulan, ya terpaksa kerja keras mencari kerja sampingan untuk menambah penghasilan.

Banyak juga yang sudah mapan memilih sendiri. ‘Nikah bikin resek, enak jomblo’. Pernikahan bagi para jomblo seakan-akan momok. Jomblo di Jepang dianggap biasa, bahkan dinikmati. Usia 50 tahun masih banyak yang belum menikah, mereka santai saja.

Beda di Indonesia! Bagi pemuda-pemudi yang berusia 25 tahun masih jomblo dianggap produk gagal wkwkwk.

Bagi undangan yang ingin menghadiri pesta pernikahan bikin dompet jebol. Tamu wajib memberi ampou sekitar 3000 Yen bahkan bisa lebih, jika dirupiahkan sekitar Rp 375 ribu, ya lumayan besar. Untuk itu undangan disampaikan dua bulan sebelum hari H. Satu bulan sebelum hari H orang yang diundang harus menjawab lewat kantor pos. Apakah akan hadir atau tidak?

Jika tidak hadir, maka tidak ada kursi bagi undangan tersebut. Jika hadir akn ada kursi sesuai namanya. Tamu yang hadir mendapat cinderamata berupa berupa pernak-pernik lucu, bisa mainan yang bisa dipajang di rumah,  boneka dalam bentuk binatang atau gantungan kunci.

Dalam tradisi pernikahan di Jepang para tamu dilarang mengucapkan Kata yang dianggap bisa membuat kesialan bagi mempelai berdua diantaranya memotong, berpisah, berjauhan dan berakhir.

Ada banyak alasan kenapa mereka enggan menikah, selain pendapatan pas-pasan, mereka yang menjoblo tidak dipusingkan dengan berbagai macam urusan rumah tangga. Hunian yang kecil sebesar rumah kos-kosan yang sempit membuat mereka berpikir seribu kali untuk mencari pasangan.

Tempat tidur yang hanya untuk sendiri, jika punya anak dan istri makin sempit. Selain itu para orangtua di Jepang sangat selektif dalam memilih menantu. Yang jelas menantu laki-laki harus bisa mencukupi kebutuhan putrinya. Orang tua mana yang rela anaknya sengsara.(*)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .