MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07
Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Jomlo Mengasyikan, Di Indonesia Dianggap Produk Gagal

MEJENG: Pimpred kalteng.prokal.co Abdillah di Kuil Sensoji di Asasuka Jepang.

PROKAL.CO, Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin berumahtangga. Benarkan menjomblo lebih mengasyikan dari pada punya pasangan?

 

ABDILLAH, Tokyo

 

PARA orangtua di Jepang menanamkan disiplin ketat kepada anak-anaknya. Mereka mengajari si buah hati untuk bertanggungjawab apa yang dilakukannya. Mandiri dalam segala hal, baik menyangkut kebutuhan diri sendiri maupun hal lain yang intinya menghadapi kehidupan yang begitu keras di negara Sakura ini.

Salah satunya menyangkut pernikahan. Pemuda Jepang jika ingin berumah tangga harus mencari modal sendiri. Segala macam tetek bengek dari persiapan awal hingga sampai kepelaminan biaya sendiri. “Di Jepang pesta pernikahan dibiayai sendiri oleh mempelai pria atau patungan dengan mempelai wanita. Selain itu, bikin ribet yang diundang,” kata Yoko Kadomaru warga Jepang asal Malang yang mendampingi rombongan Kalteng Pos Grup selama di Tokyo.

Biasanya para pemuda dan pemudi yang ingin pernikahan sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri. Mengkakulasi biaya, jika dana yang dikeluarkan Rp 200 juta, maka uang yang dikumpulkan dari hasil kerja berapa tahun?

Jika penghasilan rata-rata perbulan Rp 20 juta biasanya separo gajinya di tabung. Jadi Rp 10 juta x 20 bulan sudah mencapai Rp 200 juta. Itu kalau penghasilan Rp 20 juta perbulan. Bagaimana yang hanya berpenghasilan Rp 5 juta perbulan, ya terpaksa kerja keras mencari kerja sampingan untuk menambah penghasilan.

Banyak juga yang sudah mapan memilih sendiri. ‘Nikah bikin resek, enak jomblo’. Pernikahan bagi para jomblo seakan-akan momok. Jomblo di Jepang dianggap biasa, bahkan dinikmati. Usia 50 tahun masih banyak yang belum menikah, mereka santai saja.

Beda di Indonesia! Bagi pemuda-pemudi yang berusia 25 tahun masih jomblo dianggap produk gagal wkwkwk.

Bagi undangan yang ingin menghadiri pesta pernikahan bikin dompet jebol. Tamu wajib memberi ampou sekitar 3000 Yen bahkan bisa lebih, jika dirupiahkan sekitar Rp 375 ribu, ya lumayan besar. Untuk itu undangan disampaikan dua bulan sebelum hari H. Satu bulan sebelum hari H orang yang diundang harus menjawab lewat kantor pos. Apakah akan hadir atau tidak?

Jika tidak hadir, maka tidak ada kursi bagi undangan tersebut. Jika hadir akn ada kursi sesuai namanya. Tamu yang hadir mendapat cinderamata berupa berupa pernak-pernik lucu, bisa mainan yang bisa dipajang di rumah,  boneka dalam bentuk binatang atau gantungan kunci.

Dalam tradisi pernikahan di Jepang para tamu dilarang mengucapkan Kata yang dianggap bisa membuat kesialan bagi mempelai berdua diantaranya memotong, berpisah, berjauhan dan berakhir.

Ada banyak alasan kenapa mereka enggan menikah, selain pendapatan pas-pasan, mereka yang menjoblo tidak dipusingkan dengan berbagai macam urusan rumah tangga. Hunian yang kecil sebesar rumah kos-kosan yang sempit membuat mereka berpikir seribu kali untuk mencari pasangan.

Tempat tidur yang hanya untuk sendiri, jika punya anak dan istri makin sempit. Selain itu para orangtua di Jepang sangat selektif dalam memilih menantu. Yang jelas menantu laki-laki harus bisa mencukupi kebutuhan putrinya. Orang tua mana yang rela anaknya sengsara.(*)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 09:03
Melihat Pelayanan di Kantor Satpas Polres Lamandau

Sarana Lebih Komplit, Miliki Lapangan Uji Standar

Polres Lamandau kini memiliki Kantor pelayanan Satuan Pelaksana Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi…

Minggu, 19 November 2017 20:12

Melihat Mobil Perpustakaan Keliling Pemkab Bartim

Bentuknya cukup kuno, memanjang dengan warna putih polos. Berbagai perlengkapan seperti air conditioner…

Selasa, 14 November 2017 14:43
Enyu-enyu dan Tampahiring, Rumput untuk Pengobatan Tradisional

Tumbuhan Liar Ini Dipercaya Mampu Menyembuhkan Penyakit Ginjal

Cara pengobatan tradisional masih belum tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman. Buktinya, meskipun…

Senin, 13 November 2017 07:31
Melihat Lebih Dekat Bangunan Relokasi Nelayan Ujung Pandaran

80 Rumah Siap Huni, Warga Masih Enggan Menempati

Hingga saat ini bangunan rumah yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang…

Sabtu, 11 November 2017 07:47
Ketika Pelanggan Tidak Mau Bayar “Jasa Cinta”

Perempuan Bertato Ditusuk, Barang Berharga Dijarah

Seorang perempuan inisial ST (40) berlumuran darah di sekujur tubuhnya, perempuan bertato yang diduga…

Rabu, 08 November 2017 07:30
Ketika Warga Menagih Kompensasi Lahan Plasma

Portal Jalan Perusahaan, Polres Fasilitasi Mediasi

Persoalan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat masih saja terjadi, seperti di Kabupaten Lamandau.…

Senin, 06 November 2017 10:55
Ketika Transportasi Sungai Mulai Hilang Ditelan Zaman

Drag Alkon dan Getek Menggairahkan Pariwisata Kobar

Seiring dengan perkembangan jaman, moda tansportasi sungai kini mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat…

Sabtu, 04 November 2017 06:56
Ketika Pengguna Obat Terlarang Terjaring dalam Penggerebekan

Parah! Bandar Jualan Zenith Seperti Jual Sembako

Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya membekuk bandar zenith atau obat…

Selasa, 31 Oktober 2017 07:01
Ketika Seorang Anggota TNI AD Jadi Korban KM Dharma Kencana II

Dokumen Ludes, Turun Pakai Tali, Dua Tangan Terluka

Perjalanan Kapal Motor Dharma Kencana II yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang tujuan Pontianak,…

Jumat, 27 Oktober 2017 09:30
Melihat Perkiraan BMKG Terkait Kondisi Cuaca di Kotim

Ada Titik Panas Terdeteksi, Hujan Es Bisa Terjadi Lagi

Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya mengalami masa peralihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .