MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07
Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Jomlo Mengasyikan, Di Indonesia Dianggap Produk Gagal

MEJENG: Pimpred kalteng.prokal.co Abdillah di Kuil Sensoji di Asasuka Jepang.

PROKAL.CO, Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin berumahtangga. Benarkan menjomblo lebih mengasyikan dari pada punya pasangan?

 

ABDILLAH, Tokyo

 

PARA orangtua di Jepang menanamkan disiplin ketat kepada anak-anaknya. Mereka mengajari si buah hati untuk bertanggungjawab apa yang dilakukannya. Mandiri dalam segala hal, baik menyangkut kebutuhan diri sendiri maupun hal lain yang intinya menghadapi kehidupan yang begitu keras di negara Sakura ini.

Salah satunya menyangkut pernikahan. Pemuda Jepang jika ingin berumah tangga harus mencari modal sendiri. Segala macam tetek bengek dari persiapan awal hingga sampai kepelaminan biaya sendiri. “Di Jepang pesta pernikahan dibiayai sendiri oleh mempelai pria atau patungan dengan mempelai wanita. Selain itu, bikin ribet yang diundang,” kata Yoko Kadomaru warga Jepang asal Malang yang mendampingi rombongan Kalteng Pos Grup selama di Tokyo.

Biasanya para pemuda dan pemudi yang ingin pernikahan sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri. Mengkakulasi biaya, jika dana yang dikeluarkan Rp 200 juta, maka uang yang dikumpulkan dari hasil kerja berapa tahun?

Jika penghasilan rata-rata perbulan Rp 20 juta biasanya separo gajinya di tabung. Jadi Rp 10 juta x 20 bulan sudah mencapai Rp 200 juta. Itu kalau penghasilan Rp 20 juta perbulan. Bagaimana yang hanya berpenghasilan Rp 5 juta perbulan, ya terpaksa kerja keras mencari kerja sampingan untuk menambah penghasilan.

Banyak juga yang sudah mapan memilih sendiri. ‘Nikah bikin resek, enak jomblo’. Pernikahan bagi para jomblo seakan-akan momok. Jomblo di Jepang dianggap biasa, bahkan dinikmati. Usia 50 tahun masih banyak yang belum menikah, mereka santai saja.

Beda di Indonesia! Bagi pemuda-pemudi yang berusia 25 tahun masih jomblo dianggap produk gagal wkwkwk.

Bagi undangan yang ingin menghadiri pesta pernikahan bikin dompet jebol. Tamu wajib memberi ampou sekitar 3000 Yen bahkan bisa lebih, jika dirupiahkan sekitar Rp 375 ribu, ya lumayan besar. Untuk itu undangan disampaikan dua bulan sebelum hari H. Satu bulan sebelum hari H orang yang diundang harus menjawab lewat kantor pos. Apakah akan hadir atau tidak?

Jika tidak hadir, maka tidak ada kursi bagi undangan tersebut. Jika hadir akn ada kursi sesuai namanya. Tamu yang hadir mendapat cinderamata berupa berupa pernak-pernik lucu, bisa mainan yang bisa dipajang di rumah,  boneka dalam bentuk binatang atau gantungan kunci.

Dalam tradisi pernikahan di Jepang para tamu dilarang mengucapkan Kata yang dianggap bisa membuat kesialan bagi mempelai berdua diantaranya memotong, berpisah, berjauhan dan berakhir.

Ada banyak alasan kenapa mereka enggan menikah, selain pendapatan pas-pasan, mereka yang menjoblo tidak dipusingkan dengan berbagai macam urusan rumah tangga. Hunian yang kecil sebesar rumah kos-kosan yang sempit membuat mereka berpikir seribu kali untuk mencari pasangan.

Tempat tidur yang hanya untuk sendiri, jika punya anak dan istri makin sempit. Selain itu para orangtua di Jepang sangat selektif dalam memilih menantu. Yang jelas menantu laki-laki harus bisa mencukupi kebutuhan putrinya. Orang tua mana yang rela anaknya sengsara.(*)


BACA JUGA

Sabtu, 09 September 2017 07:04
Pariman, Pengidap Penyakit Misterius Pascaoperasi

Dada Membengkak, Tak Punya Biaya untuk Kemoterafi

Pariman sontak menjadi perhatian dan keprihatinan dari masyarakat Kota Nanga Bulik, karena harus menahan…

Minggu, 03 September 2017 21:56
Sukarman, Tiga Tahun Derita Kanker Darah

Sudah 25 Kali Masuk Rumah Sakit, Dirujuk ke Banjarmasin Tidak Punya Biaya

Sukarman (54) hanya bisa terbaring di dalam rumah berukuran 4x6 milik Anjeng Kartini seorang warga di…

Sabtu, 02 September 2017 01:41
Rinco Norkim Berpulang

Selamat Jalan “Sang Penjaga Hutan”

  DI TENGAH kekhidmatan merayakan Hari Raya Iduladha, kabar duka juga tiba-tiba terdengar menjelang…

Selasa, 22 Agustus 2017 06:56
Cara Polres Kobar Mencegah Karhutla di Bumi Marunting Batu Aji

Sebarkan Maklumat Kapolda Sampai ke Desa Terpencil

Polres Kotawaringin Barat (Kobar) begitu intens menjaga daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji dari…

Kamis, 17 Agustus 2017 21:07

Oleh-oleh dari menuntut Ilmu di Negeri Matahari, Jepang (11)

Banyak alasan orang dewasa di Jepang menunda perkawinan. Bahkan terkesan momok bagi mereka yang ingin…

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)

Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian

Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)

Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran

Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .