MANAGED BY:
RABU
17 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)
Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian
Rombongan Kalteng Pos Group ketika naik kereta keliling Tokyo dan sekitarnya, beberapa waktu lalu. (ERWIN/KALTIM POST)

PROKAL.CO, Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan raya selalu lengang. Jarang sekali ada kendaraan melintas, kecuali bus membawa penumpang yang jumlahnya juga tidak banyak. Selain bus dan taksi yang hanya melintas sesekali, di jalan raya justru lebih banyak pejalan kaki yang selalu tertib.

ADY CAHYO JUNARKO, Tokyo

LIMA hari di negeri matahari terbit, nyaris tidak pernah terlihat pengguna jalan melanggar rambu lalu lintas. Pengguna kendaraan maupun pejalan kaki, semuanya taat aturan. Pejalan kaki akan menyeberang, mengambil posisi yang sudah ditentukan. Mereka tidak bergerak sebelum isyarat hijau menyala bagi pejalan kaki.

Berjalan kaki dan naik kereta listrik memang cara yang paling banyak dipilih warga Jepang, untuk pergi dan pulang dari tempat kerja maupun sekolah. Karena naik kereta listrik tidak hanya hemat, bebas macet dan mengurangi polusi udara, namun lebih efektif dalam pengaturan waktu. Naik kereta tidak akan terlambat tiba di kantor atau sekolah.

Tak heran, penumpang kereta listrik selalu penuh. Setiap kereta tiba di stasiun tujuan sesuai waktu yang telah ditentukan. Hal ini mendukung budaya kerja di Jepang yang sangat mengutamakan ketepatan waktu.  Begitu juga ketika ada janji bertemu seseorang. Setiap menit sangat berharga. Apalagi, jika terlambat 4 menit saja, sudah pasti akan ketinggalan satu kereta.

“Kereta datang setiap empat menit sekali. Jadi, kalau kita terlambat empat menit saja tentu harus naik kereta berikutnya, dan untuk itu harus menunggu empat menit lagi. Bisa dihitung bagaimana kalau terlambat 10 menit atau lebih. Semua jadwal akan berantakan,” kata Yoko Kadomaru, Tour Guide rombongan Kalteng Pos Group selama di Jepang.

Menurutnya, perusahaan Jepang menuntut semua karyawannya datang tepat waktu. Begitu ketatnya soal waktu, dalam MoU antara pekerja dan perusahaan, harus dijelaskan alamat rumah, bagaimana cara si pekerja sampai di kantor dan kendaraan apa yang digunakan. Sehingga sudah diketahui berapa lama waktu yang diperlukan pekerja dari rumah sampai tiba di kantor.

Dari MoU tersebut juga akan diketahui rute mana saja yang akan dilalui pekerja saat berangkat dan pulang kantor. Hal ini berkaitan dengan asuransi pekerja. Asuransi tidak bisa diklaim jika terjadi kecelakaan di luar rute atau tidak menggunakan transportasi yang telah ditentukan.

Asuransi ini sendiri juga berlaku bagi anak sekolah yang rute dan alat transportasinya juga telah ditentukan oleh pihak sekolah. Untuk itu, dibentuk regu anak sekolah yang dipimpin satu orang senior yang bertujuan mengontrol adik-adik kelasnya.

Namun, bukan berarti tidak ada pengecualian dalam penggunaan transportasi bagi pekerja yang harus naik kereta listrik. Pengecualian akan berlaku jika si pekerja tinggal di daerah yang tidak memungkinkan menggunakan kereta listrik. Misalnya, tinggal di daerah di pegunungan, atau yang tempat tinggalnya tidak terjangkau kereta listrik.

Hal yang menarik, meski di jalan raya dalam Kota Tokyo jarang sekali kendaraan lalu lalang, bukan berarti warga setempat tidak memiliki mobil atau sepeda motor. Tidak sedikit penduduk Kota Jepang yang memiliki mobil. Hanya saja, mayoritas warga Negeri Sakura tersebut tidak menggunakan kendaraan pribadi saat hari kerja atau untuk keperluan dalam kota.

Mobil hanya dipakai untuk keluar kota dengan jarak tempuh jauh atau memang tidak bisa dijangkau oleh kereta listrik. Diler mobil di Jepang sendiri mempunyai database pelanggan yang isinya sangat detil. Setiap diler selalu menyimpan data yang berkaitan dengan tipe, jenis, merek, aksesoris dan lain-lainnya yang disukai oleh para pelanggannya.

Sehingga ketika beberapa tahun kedepan muncul merek dan tipe sama dengan penambahan fitur-fitur baru yang dikembangkan dari masukan-masukan para konsumen, pihak dieler akan gencar menawarkan produk tersebut kepada pelanggannya. Hal ini membuat diler mampu menarik minat konsumen yang diincar untuk membeli mobil tersebut.

Perlu diketahui, dalam penjualan mobil di Jepang ada kebijakan pemerintah terhadap setiap pemilik kendaraan. Yaitu berupa pajak pemerintah diluar pajak kendaraan. Pajak pemerintah tersebut untuk kendaaran biasa atau kendaraan pada umumnya dengan cc 1,5 liter, dengan nilai yang harus dibayar sekitar 100.000 yen atau setara Rp12.500.000.

Pajak dikenakan setelah tahun ketiga kepemilikan kendaraan, yang kemudian harus dibayarkan setiap 2 tahun sekali hingga 10 tahun. Setelah 10 tahun, pajak harus dibayarkan setiap tahun dengan nilai lebih tinggi, yakni sekitar Rp20 juta. Nilai pajak tersebut hanya untuk mobil standar dengan cc 1,5 liter. Jika cc lebih besar dan lebih mewah, pajak akan lebih besar.

Jadi, tidak mengherankan kalau warga Jepang lebih memilih naik kendaraan umum dan tidak suka mengoleksi banyak mobil seperti kebanyakan orang kaya di Indonesia. Tidak hanya harganya yang mahal, namun pajak yang harus dibayar juga sangat besar. Bahkan, nilai pajak semakin besar seiring dengan pertambahan usia kendaraan tersebut.

Ketat dan tingginya biaya untuk kendaraan di dalam negeri dibanding di luar negeri Jepang tersebut, membuat masyarakatnya memilih jalan kaki dan naik kereta listrik. “Mobil memang mahal di sini. Tapi, yang pasti tidak ada jam karet, karena di Jepang tidak ada karet,” tegas Yoko yang disampaikannya berulang-ulang. (bersambung/c2/nto)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 06:57
Ketika Peredaran Miras di Pangkalan Lada Masih Marak

Pemain Lama Tak Jera, Terancam Denda Rp50 Juta

Peredaran Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Pangkalan Lada sepertinya masih ada, meskipun diam-diam,…

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .