MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 16 Agustus 2017 00:50
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (7)
Pekerja Dilarang Telat, Transportasi Harus Sesuai Perjanjian
Rombongan Kalteng Pos Group ketika naik kereta keliling Tokyo dan sekitarnya, beberapa waktu lalu. (ERWIN/KALTIM POST)

PROKAL.CO, Teraturnya lalu lintas di Jepang membuat kagum banyak orang, termasuk rombongan Kalteng Pos Group. Jalan raya selalu lengang. Jarang sekali ada kendaraan melintas, kecuali bus membawa penumpang yang jumlahnya juga tidak banyak. Selain bus dan taksi yang hanya melintas sesekali, di jalan raya justru lebih banyak pejalan kaki yang selalu tertib.

ADY CAHYO JUNARKO, Tokyo

LIMA hari di negeri matahari terbit, nyaris tidak pernah terlihat pengguna jalan melanggar rambu lalu lintas. Pengguna kendaraan maupun pejalan kaki, semuanya taat aturan. Pejalan kaki akan menyeberang, mengambil posisi yang sudah ditentukan. Mereka tidak bergerak sebelum isyarat hijau menyala bagi pejalan kaki.

Berjalan kaki dan naik kereta listrik memang cara yang paling banyak dipilih warga Jepang, untuk pergi dan pulang dari tempat kerja maupun sekolah. Karena naik kereta listrik tidak hanya hemat, bebas macet dan mengurangi polusi udara, namun lebih efektif dalam pengaturan waktu. Naik kereta tidak akan terlambat tiba di kantor atau sekolah.

Tak heran, penumpang kereta listrik selalu penuh. Setiap kereta tiba di stasiun tujuan sesuai waktu yang telah ditentukan. Hal ini mendukung budaya kerja di Jepang yang sangat mengutamakan ketepatan waktu.  Begitu juga ketika ada janji bertemu seseorang. Setiap menit sangat berharga. Apalagi, jika terlambat 4 menit saja, sudah pasti akan ketinggalan satu kereta.

“Kereta datang setiap empat menit sekali. Jadi, kalau kita terlambat empat menit saja tentu harus naik kereta berikutnya, dan untuk itu harus menunggu empat menit lagi. Bisa dihitung bagaimana kalau terlambat 10 menit atau lebih. Semua jadwal akan berantakan,” kata Yoko Kadomaru, Tour Guide rombongan Kalteng Pos Group selama di Jepang.

Menurutnya, perusahaan Jepang menuntut semua karyawannya datang tepat waktu. Begitu ketatnya soal waktu, dalam MoU antara pekerja dan perusahaan, harus dijelaskan alamat rumah, bagaimana cara si pekerja sampai di kantor dan kendaraan apa yang digunakan. Sehingga sudah diketahui berapa lama waktu yang diperlukan pekerja dari rumah sampai tiba di kantor.

Dari MoU tersebut juga akan diketahui rute mana saja yang akan dilalui pekerja saat berangkat dan pulang kantor. Hal ini berkaitan dengan asuransi pekerja. Asuransi tidak bisa diklaim jika terjadi kecelakaan di luar rute atau tidak menggunakan transportasi yang telah ditentukan.

Asuransi ini sendiri juga berlaku bagi anak sekolah yang rute dan alat transportasinya juga telah ditentukan oleh pihak sekolah. Untuk itu, dibentuk regu anak sekolah yang dipimpin satu orang senior yang bertujuan mengontrol adik-adik kelasnya.

Namun, bukan berarti tidak ada pengecualian dalam penggunaan transportasi bagi pekerja yang harus naik kereta listrik. Pengecualian akan berlaku jika si pekerja tinggal di daerah yang tidak memungkinkan menggunakan kereta listrik. Misalnya, tinggal di daerah di pegunungan, atau yang tempat tinggalnya tidak terjangkau kereta listrik.

Hal yang menarik, meski di jalan raya dalam Kota Tokyo jarang sekali kendaraan lalu lalang, bukan berarti warga setempat tidak memiliki mobil atau sepeda motor. Tidak sedikit penduduk Kota Jepang yang memiliki mobil. Hanya saja, mayoritas warga Negeri Sakura tersebut tidak menggunakan kendaraan pribadi saat hari kerja atau untuk keperluan dalam kota.

Mobil hanya dipakai untuk keluar kota dengan jarak tempuh jauh atau memang tidak bisa dijangkau oleh kereta listrik. Diler mobil di Jepang sendiri mempunyai database pelanggan yang isinya sangat detil. Setiap diler selalu menyimpan data yang berkaitan dengan tipe, jenis, merek, aksesoris dan lain-lainnya yang disukai oleh para pelanggannya.

Sehingga ketika beberapa tahun kedepan muncul merek dan tipe sama dengan penambahan fitur-fitur baru yang dikembangkan dari masukan-masukan para konsumen, pihak dieler akan gencar menawarkan produk tersebut kepada pelanggannya. Hal ini membuat diler mampu menarik minat konsumen yang diincar untuk membeli mobil tersebut.

Perlu diketahui, dalam penjualan mobil di Jepang ada kebijakan pemerintah terhadap setiap pemilik kendaraan. Yaitu berupa pajak pemerintah diluar pajak kendaraan. Pajak pemerintah tersebut untuk kendaaran biasa atau kendaraan pada umumnya dengan cc 1,5 liter, dengan nilai yang harus dibayar sekitar 100.000 yen atau setara Rp12.500.000.

Pajak dikenakan setelah tahun ketiga kepemilikan kendaraan, yang kemudian harus dibayarkan setiap 2 tahun sekali hingga 10 tahun. Setelah 10 tahun, pajak harus dibayarkan setiap tahun dengan nilai lebih tinggi, yakni sekitar Rp20 juta. Nilai pajak tersebut hanya untuk mobil standar dengan cc 1,5 liter. Jika cc lebih besar dan lebih mewah, pajak akan lebih besar.

Jadi, tidak mengherankan kalau warga Jepang lebih memilih naik kendaraan umum dan tidak suka mengoleksi banyak mobil seperti kebanyakan orang kaya di Indonesia. Tidak hanya harganya yang mahal, namun pajak yang harus dibayar juga sangat besar. Bahkan, nilai pajak semakin besar seiring dengan pertambahan usia kendaraan tersebut.

Ketat dan tingginya biaya untuk kendaraan di dalam negeri dibanding di luar negeri Jepang tersebut, membuat masyarakatnya memilih jalan kaki dan naik kereta listrik. “Mobil memang mahal di sini. Tapi, yang pasti tidak ada jam karet, karena di Jepang tidak ada karet,” tegas Yoko yang disampaikannya berulang-ulang. (bersambung/c2/nto)


BACA JUGA

Selasa, 14 November 2017 14:43
Enyu-enyu dan Tampahiring, Rumput untuk Pengobatan Tradisional

Tumbuhan Liar Ini Dipercaya Mampu Menyembuhkan Penyakit Ginjal

Cara pengobatan tradisional masih belum tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman. Buktinya, meskipun…

Senin, 13 November 2017 07:31
Melihat Lebih Dekat Bangunan Relokasi Nelayan Ujung Pandaran

80 Rumah Siap Huni, Warga Masih Enggan Menempati

Hingga saat ini bangunan rumah yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang…

Sabtu, 11 November 2017 07:47
Ketika Pelanggan Tidak Mau Bayar “Jasa Cinta”

Perempuan Bertato Ditusuk, Barang Berharga Dijarah

Seorang perempuan inisial ST (40) berlumuran darah di sekujur tubuhnya, perempuan bertato yang diduga…

Rabu, 08 November 2017 07:30
Ketika Warga Menagih Kompensasi Lahan Plasma

Portal Jalan Perusahaan, Polres Fasilitasi Mediasi

Persoalan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat masih saja terjadi, seperti di Kabupaten Lamandau.…

Senin, 06 November 2017 10:55
Ketika Transportasi Sungai Mulai Hilang Ditelan Zaman

Drag Alkon dan Getek Menggairahkan Pariwisata Kobar

Seiring dengan perkembangan jaman, moda tansportasi sungai kini mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat…

Sabtu, 04 November 2017 06:56
Ketika Pengguna Obat Terlarang Terjaring dalam Penggerebekan

Parah! Bandar Jualan Zenith Seperti Jual Sembako

Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya membekuk bandar zenith atau obat…

Selasa, 31 Oktober 2017 07:01
Ketika Seorang Anggota TNI AD Jadi Korban KM Dharma Kencana II

Dokumen Ludes, Turun Pakai Tali, Dua Tangan Terluka

Perjalanan Kapal Motor Dharma Kencana II yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang tujuan Pontianak,…

Jumat, 27 Oktober 2017 09:30
Melihat Perkiraan BMKG Terkait Kondisi Cuaca di Kotim

Ada Titik Panas Terdeteksi, Hujan Es Bisa Terjadi Lagi

Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya mengalami masa peralihan…

Rabu, 25 Oktober 2017 08:32
Cara Polres Kotim Memberantas Peredaran Narkoba

Wajib! Perwira dan Anggota Dites Urine

Tingkat peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) benar-benar  membuat…

Sabtu, 21 Oktober 2017 07:50
Mengintip “Mobil Goyang” di Kawasan Sport Center

Pasangan Mesum Kepergok, Ceweknya Istri ASN, Cowoknya Sopir Travel

Keberadaan mobil yang terparkir di kawasan Sport Center Pangkalan Bun, tampaknya membuat aparat penegak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .