MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)
Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran
SETIA: Patung Anjing Hachiko di depan Stasiun Shibuya Jepang, menjadi salah satu spot foto dan favorit wisatawan. (ALBERT M SHOLEH/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno di depan stasiun. Meski dia harus disakiti bahkan diusir warga di sekitar stasiun yang kesal melihat Hachiko. Lalu bagaimana nasib Hachiko selanjutnya? Ikuti terus lanjutan ceritanya.

SUYANTO, Palangka Raya

HACHIKO masih belum tahu jika Profesor Ueno sudah meninggal. Bahkan sudah tenang di alam baka sana. Si anjing setia ini setiap sore masih pergi ke Stasiun Shibuya. Dia berharap tuannya akan muncul di depan pintu Stasiun Shibuya. Kehadiran Hachiko di depan stasiun sepertinya tidak disukai warga di sekitar stasiun. Hachiko sering dilempari batu agar pergi dari tempat itu. Tapi juga tidak sedikit orang yang suka dan memberi makan sate ayam.

Perilaku kasar warga sekitar stasiun terhadap Hachiko ini mengundang keprihatinan dari Asosiasi  Pelestarian Anjing Jepang. Pada 1932, asosiasi menulis artikel tentang kisah sedih Hachiko yang ditinggal majikannya. Artikel itu dikirim ke surat kabar Tokyo Asahi Simbhun. Artikel itu dimuat di koran tersebut.

Sejak itu, warga Jepang sadar dan mengetahui kesetian seekor anjing yang menunggu kedatangan majikan yang tidak akan pernah pulang. Sejak itu, Hachiko menjadi terkenal. Beritanya tersebar ke mana-mana. Atau bahasa sekarang menjadi trending news. Banyak orang yang membicarakan kesetiaanya anjing itu terhadap tuannya. Warga di sekitar stasiun yang awalnya menyakiti, kini berubah 180 derajat. Pedagang dan pegawai stasiun kini menyayangi. Hachiko sering diberi makan kesukaannya, sate ayam.

Orang-orang sekitar menambkan kata ‘ko’ di belakang Hachi yang berarti sayang. Orang-orang Jepang bahkan turis termasuk orang Indonesia memanggilnya Hachiko. Kini Hachiko bisa lebih leluasa menunggu majikannya di depan Stasiun Shibuya. Tidak ada orang yang akan mengganggu atau menyakitinya. Justru bertambah banyak pegawai dan pedagang di sekitar stasiun yang memberi makan.

Kisah sedih Hachiko yang menunggu majikannya di stasiun ini, menjadi perhatian serius produser film di Jepang. Pada 1987, sutradara film terkenal Jepang Seijiro Koyama tertarik untuk mengangkat kisah Hachiko ke dalam drama berseri. Judulnya Hachiko Monogatari. Film itu mendapat respons penonton yang luar biasa.

Kemudian pada 2009, produser fim Holywood juga tertarik untuk mengangkat kisah haru Hachiko ke layar lebar. Sutradara Lasse Hallstrom mengangkat judul Film Hachiko: A Dog’s Story. Film itu diperankan bintang terkenal Holywood Richard Gere dan Joan Alien.

Tidak hanya itu. Ada warga Jepang yang memanfaatkan ketenaran Hachiko. Warga itu membuat perangko surat yang bergambarkan Hachiko. Perangko itu laku keras. Banyak warga Jepang yang membeli perangko sekadar untuk koleksi pribadi. Sayangnya pembuatan perangko ini hanya untuk kepentingan pribadi.

Sejak muncul berita di surat kabar, Hachiko si anjing setia menjadi pembicaraan warga Jepang terutama di Tokyo dan kampung halaman Hachiko di Otade. Pada 1933, seorang pematung kenamaan Jepang tertarik untuk mengabadikan Hachiko dalam bentuk patung. Pada 1934, patung Hachiko selesai dibuat. Patung itu diletakkan di depan pintu Stasiun Shibuya. Pada saat kali pertama peletakan patung tersebut, Hachiko diajak pula untuk menyaksikan.

Pematung terkenal itu juga membuat Hachiko yang sedang bertiarap untuk diletakkan di kampung halamannya. Patung yang terletak di pintu masuk Stasiun Shibuya sempat porak-poranda akibat agresi militer Perang Dunia II. Namun, beberapa bulan berikutnya, pematung itu berhasil membangunnya kembali. Patung Hachiko yang hingga saat ini bertengger di depan pintu stasiun itu, merupakan karya setelah Perang Dunia II. Berbagai sumber menyebutkan, patung Hachiko juga dibuat di dekat makam Profesor Ueno.

Ratusan turis yang mengunjungi simpang Shibuya hampir dipastikan akan mengunjungi dan berfoto di dengan patung Hachiko. Begitu tenarnya kesetiaanya Hachiko terhadap tuannya, kekaisaran Jepang memasukkan kisah Hachiko dalam kurikulum sekolah dasar. Bukan soal Hachikonya, tetapi kesetiaannya terhadap tuannya yang membuat anjing itu sembilan tahun bertahan di depan Stasiun Shibuya.

Pembuatan patung Hachiko itu dimaksudkan untuk mengingatkan kepada warga Jepang agar selalu menyayangi binatang terutama anjing. Binatang anjing jika diperlakukan dengan baik akan lebih setia ketimbang watak asli anjing. Bukti nyata Hachiko, demi kesetiaannya kepada pemiliknya, binatang itu sembilan tahun lamanya menunggu di depan Stasiun Shibuya. Padahal, tuannya sudah meninggal dan tak akan kembali pulang. (bersambung/c3/nto)


BACA JUGA

Selasa, 14 November 2017 14:43
Enyu-enyu dan Tampahiring, Rumput untuk Pengobatan Tradisional

Tumbuhan Liar Ini Dipercaya Mampu Menyembuhkan Penyakit Ginjal

Cara pengobatan tradisional masih belum tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman. Buktinya, meskipun…

Senin, 13 November 2017 07:31
Melihat Lebih Dekat Bangunan Relokasi Nelayan Ujung Pandaran

80 Rumah Siap Huni, Warga Masih Enggan Menempati

Hingga saat ini bangunan rumah yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang…

Sabtu, 11 November 2017 07:47
Ketika Pelanggan Tidak Mau Bayar “Jasa Cinta”

Perempuan Bertato Ditusuk, Barang Berharga Dijarah

Seorang perempuan inisial ST (40) berlumuran darah di sekujur tubuhnya, perempuan bertato yang diduga…

Rabu, 08 November 2017 07:30
Ketika Warga Menagih Kompensasi Lahan Plasma

Portal Jalan Perusahaan, Polres Fasilitasi Mediasi

Persoalan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat masih saja terjadi, seperti di Kabupaten Lamandau.…

Senin, 06 November 2017 10:55
Ketika Transportasi Sungai Mulai Hilang Ditelan Zaman

Drag Alkon dan Getek Menggairahkan Pariwisata Kobar

Seiring dengan perkembangan jaman, moda tansportasi sungai kini mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat…

Sabtu, 04 November 2017 06:56
Ketika Pengguna Obat Terlarang Terjaring dalam Penggerebekan

Parah! Bandar Jualan Zenith Seperti Jual Sembako

Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya membekuk bandar zenith atau obat…

Selasa, 31 Oktober 2017 07:01
Ketika Seorang Anggota TNI AD Jadi Korban KM Dharma Kencana II

Dokumen Ludes, Turun Pakai Tali, Dua Tangan Terluka

Perjalanan Kapal Motor Dharma Kencana II yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang tujuan Pontianak,…

Jumat, 27 Oktober 2017 09:30
Melihat Perkiraan BMKG Terkait Kondisi Cuaca di Kotim

Ada Titik Panas Terdeteksi, Hujan Es Bisa Terjadi Lagi

Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya mengalami masa peralihan…

Rabu, 25 Oktober 2017 08:32
Cara Polres Kotim Memberantas Peredaran Narkoba

Wajib! Perwira dan Anggota Dites Urine

Tingkat peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) benar-benar  membuat…

Sabtu, 21 Oktober 2017 07:50
Mengintip “Mobil Goyang” di Kawasan Sport Center

Pasangan Mesum Kepergok, Ceweknya Istri ASN, Cowoknya Sopir Travel

Keberadaan mobil yang terparkir di kawasan Sport Center Pangkalan Bun, tampaknya membuat aparat penegak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .