MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)
Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran
SETIA: Patung Anjing Hachiko di depan Stasiun Shibuya Jepang, menjadi salah satu spot foto dan favorit wisatawan. (ALBERT M SHOLEH/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno di depan stasiun. Meski dia harus disakiti bahkan diusir warga di sekitar stasiun yang kesal melihat Hachiko. Lalu bagaimana nasib Hachiko selanjutnya? Ikuti terus lanjutan ceritanya.

SUYANTO, Palangka Raya

HACHIKO masih belum tahu jika Profesor Ueno sudah meninggal. Bahkan sudah tenang di alam baka sana. Si anjing setia ini setiap sore masih pergi ke Stasiun Shibuya. Dia berharap tuannya akan muncul di depan pintu Stasiun Shibuya. Kehadiran Hachiko di depan stasiun sepertinya tidak disukai warga di sekitar stasiun. Hachiko sering dilempari batu agar pergi dari tempat itu. Tapi juga tidak sedikit orang yang suka dan memberi makan sate ayam.

Perilaku kasar warga sekitar stasiun terhadap Hachiko ini mengundang keprihatinan dari Asosiasi  Pelestarian Anjing Jepang. Pada 1932, asosiasi menulis artikel tentang kisah sedih Hachiko yang ditinggal majikannya. Artikel itu dikirim ke surat kabar Tokyo Asahi Simbhun. Artikel itu dimuat di koran tersebut.

Sejak itu, warga Jepang sadar dan mengetahui kesetian seekor anjing yang menunggu kedatangan majikan yang tidak akan pernah pulang. Sejak itu, Hachiko menjadi terkenal. Beritanya tersebar ke mana-mana. Atau bahasa sekarang menjadi trending news. Banyak orang yang membicarakan kesetiaanya anjing itu terhadap tuannya. Warga di sekitar stasiun yang awalnya menyakiti, kini berubah 180 derajat. Pedagang dan pegawai stasiun kini menyayangi. Hachiko sering diberi makan kesukaannya, sate ayam.

Orang-orang sekitar menambkan kata ‘ko’ di belakang Hachi yang berarti sayang. Orang-orang Jepang bahkan turis termasuk orang Indonesia memanggilnya Hachiko. Kini Hachiko bisa lebih leluasa menunggu majikannya di depan Stasiun Shibuya. Tidak ada orang yang akan mengganggu atau menyakitinya. Justru bertambah banyak pegawai dan pedagang di sekitar stasiun yang memberi makan.

Kisah sedih Hachiko yang menunggu majikannya di stasiun ini, menjadi perhatian serius produser film di Jepang. Pada 1987, sutradara film terkenal Jepang Seijiro Koyama tertarik untuk mengangkat kisah Hachiko ke dalam drama berseri. Judulnya Hachiko Monogatari. Film itu mendapat respons penonton yang luar biasa.

Kemudian pada 2009, produser fim Holywood juga tertarik untuk mengangkat kisah haru Hachiko ke layar lebar. Sutradara Lasse Hallstrom mengangkat judul Film Hachiko: A Dog’s Story. Film itu diperankan bintang terkenal Holywood Richard Gere dan Joan Alien.

Tidak hanya itu. Ada warga Jepang yang memanfaatkan ketenaran Hachiko. Warga itu membuat perangko surat yang bergambarkan Hachiko. Perangko itu laku keras. Banyak warga Jepang yang membeli perangko sekadar untuk koleksi pribadi. Sayangnya pembuatan perangko ini hanya untuk kepentingan pribadi.

Sejak muncul berita di surat kabar, Hachiko si anjing setia menjadi pembicaraan warga Jepang terutama di Tokyo dan kampung halaman Hachiko di Otade. Pada 1933, seorang pematung kenamaan Jepang tertarik untuk mengabadikan Hachiko dalam bentuk patung. Pada 1934, patung Hachiko selesai dibuat. Patung itu diletakkan di depan pintu Stasiun Shibuya. Pada saat kali pertama peletakan patung tersebut, Hachiko diajak pula untuk menyaksikan.

Pematung terkenal itu juga membuat Hachiko yang sedang bertiarap untuk diletakkan di kampung halamannya. Patung yang terletak di pintu masuk Stasiun Shibuya sempat porak-poranda akibat agresi militer Perang Dunia II. Namun, beberapa bulan berikutnya, pematung itu berhasil membangunnya kembali. Patung Hachiko yang hingga saat ini bertengger di depan pintu stasiun itu, merupakan karya setelah Perang Dunia II. Berbagai sumber menyebutkan, patung Hachiko juga dibuat di dekat makam Profesor Ueno.

Ratusan turis yang mengunjungi simpang Shibuya hampir dipastikan akan mengunjungi dan berfoto di dengan patung Hachiko. Begitu tenarnya kesetiaanya Hachiko terhadap tuannya, kekaisaran Jepang memasukkan kisah Hachiko dalam kurikulum sekolah dasar. Bukan soal Hachikonya, tetapi kesetiaannya terhadap tuannya yang membuat anjing itu sembilan tahun bertahan di depan Stasiun Shibuya.

Pembuatan patung Hachiko itu dimaksudkan untuk mengingatkan kepada warga Jepang agar selalu menyayangi binatang terutama anjing. Binatang anjing jika diperlakukan dengan baik akan lebih setia ketimbang watak asli anjing. Bukti nyata Hachiko, demi kesetiaannya kepada pemiliknya, binatang itu sembilan tahun lamanya menunggu di depan Stasiun Shibuya. Padahal, tuannya sudah meninggal dan tak akan kembali pulang. (bersambung/c3/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .