MANAGED BY:
RABU
17 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 15 Agustus 2017 23:58
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (6)
Hachiko Anjing Setia Terkenal setelah Masuk Koran
SETIA: Patung Anjing Hachiko di depan Stasiun Shibuya Jepang, menjadi salah satu spot foto dan favorit wisatawan. (ALBERT M SHOLEH/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Hachiko tak kenal menyerah untuk menemukan majikannya. Si anjing itu tetap setia menunggu Profesor Ueno di depan stasiun. Meski dia harus disakiti bahkan diusir warga di sekitar stasiun yang kesal melihat Hachiko. Lalu bagaimana nasib Hachiko selanjutnya? Ikuti terus lanjutan ceritanya.

SUYANTO, Palangka Raya

HACHIKO masih belum tahu jika Profesor Ueno sudah meninggal. Bahkan sudah tenang di alam baka sana. Si anjing setia ini setiap sore masih pergi ke Stasiun Shibuya. Dia berharap tuannya akan muncul di depan pintu Stasiun Shibuya. Kehadiran Hachiko di depan stasiun sepertinya tidak disukai warga di sekitar stasiun. Hachiko sering dilempari batu agar pergi dari tempat itu. Tapi juga tidak sedikit orang yang suka dan memberi makan sate ayam.

Perilaku kasar warga sekitar stasiun terhadap Hachiko ini mengundang keprihatinan dari Asosiasi  Pelestarian Anjing Jepang. Pada 1932, asosiasi menulis artikel tentang kisah sedih Hachiko yang ditinggal majikannya. Artikel itu dikirim ke surat kabar Tokyo Asahi Simbhun. Artikel itu dimuat di koran tersebut.

Sejak itu, warga Jepang sadar dan mengetahui kesetian seekor anjing yang menunggu kedatangan majikan yang tidak akan pernah pulang. Sejak itu, Hachiko menjadi terkenal. Beritanya tersebar ke mana-mana. Atau bahasa sekarang menjadi trending news. Banyak orang yang membicarakan kesetiaanya anjing itu terhadap tuannya. Warga di sekitar stasiun yang awalnya menyakiti, kini berubah 180 derajat. Pedagang dan pegawai stasiun kini menyayangi. Hachiko sering diberi makan kesukaannya, sate ayam.

Orang-orang sekitar menambkan kata ‘ko’ di belakang Hachi yang berarti sayang. Orang-orang Jepang bahkan turis termasuk orang Indonesia memanggilnya Hachiko. Kini Hachiko bisa lebih leluasa menunggu majikannya di depan Stasiun Shibuya. Tidak ada orang yang akan mengganggu atau menyakitinya. Justru bertambah banyak pegawai dan pedagang di sekitar stasiun yang memberi makan.

Kisah sedih Hachiko yang menunggu majikannya di stasiun ini, menjadi perhatian serius produser film di Jepang. Pada 1987, sutradara film terkenal Jepang Seijiro Koyama tertarik untuk mengangkat kisah Hachiko ke dalam drama berseri. Judulnya Hachiko Monogatari. Film itu mendapat respons penonton yang luar biasa.

Kemudian pada 2009, produser fim Holywood juga tertarik untuk mengangkat kisah haru Hachiko ke layar lebar. Sutradara Lasse Hallstrom mengangkat judul Film Hachiko: A Dog’s Story. Film itu diperankan bintang terkenal Holywood Richard Gere dan Joan Alien.

Tidak hanya itu. Ada warga Jepang yang memanfaatkan ketenaran Hachiko. Warga itu membuat perangko surat yang bergambarkan Hachiko. Perangko itu laku keras. Banyak warga Jepang yang membeli perangko sekadar untuk koleksi pribadi. Sayangnya pembuatan perangko ini hanya untuk kepentingan pribadi.

Sejak muncul berita di surat kabar, Hachiko si anjing setia menjadi pembicaraan warga Jepang terutama di Tokyo dan kampung halaman Hachiko di Otade. Pada 1933, seorang pematung kenamaan Jepang tertarik untuk mengabadikan Hachiko dalam bentuk patung. Pada 1934, patung Hachiko selesai dibuat. Patung itu diletakkan di depan pintu Stasiun Shibuya. Pada saat kali pertama peletakan patung tersebut, Hachiko diajak pula untuk menyaksikan.

Pematung terkenal itu juga membuat Hachiko yang sedang bertiarap untuk diletakkan di kampung halamannya. Patung yang terletak di pintu masuk Stasiun Shibuya sempat porak-poranda akibat agresi militer Perang Dunia II. Namun, beberapa bulan berikutnya, pematung itu berhasil membangunnya kembali. Patung Hachiko yang hingga saat ini bertengger di depan pintu stasiun itu, merupakan karya setelah Perang Dunia II. Berbagai sumber menyebutkan, patung Hachiko juga dibuat di dekat makam Profesor Ueno.

Ratusan turis yang mengunjungi simpang Shibuya hampir dipastikan akan mengunjungi dan berfoto di dengan patung Hachiko. Begitu tenarnya kesetiaanya Hachiko terhadap tuannya, kekaisaran Jepang memasukkan kisah Hachiko dalam kurikulum sekolah dasar. Bukan soal Hachikonya, tetapi kesetiaannya terhadap tuannya yang membuat anjing itu sembilan tahun bertahan di depan Stasiun Shibuya.

Pembuatan patung Hachiko itu dimaksudkan untuk mengingatkan kepada warga Jepang agar selalu menyayangi binatang terutama anjing. Binatang anjing jika diperlakukan dengan baik akan lebih setia ketimbang watak asli anjing. Bukti nyata Hachiko, demi kesetiaannya kepada pemiliknya, binatang itu sembilan tahun lamanya menunggu di depan Stasiun Shibuya. Padahal, tuannya sudah meninggal dan tak akan kembali pulang. (bersambung/c3/nto)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 06:57
Ketika Peredaran Miras di Pangkalan Lada Masih Marak

Pemain Lama Tak Jera, Terancam Denda Rp50 Juta

Peredaran Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Pangkalan Lada sepertinya masih ada, meskipun diam-diam,…

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .