MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 09 Agustus 2017 15:50
Wew…! Dibanding PT Swasta Pun UPR Jauh Tertinggal

Dari 100 Kampus Terbaik Versi Dikti 2017 Hanya di Peringkat 298

Sebagai perguruan tinggi terbesar di Kalteng, Universitas Palangka Raya dituntut mampu memperbaiki seluruh lini termasuk menghapus citra kurang baik. Tampak gerbang masuk UPR saat diambil gambarnya, Rabu (8/8) malam. (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) ternyata harus banyak berbenah. Untuk peringkat nilai akreditasi dan ranking, dalam daftar 100 Perguruan Tinggi (PT) terbaik se-Indonesia versi Dikti tahun 2017, hanya mampu di peringkat 298. Sungguh jauh dari harapan. Jangankan itu, untuk urutan ranking PT se-Kalimantan, UPR jauh melorot termasuk dengan PT swasta, UPR jauh tertinggal.

Universitas Mulawarman (Unmul) Kaltim misalnya, mampu menduduki peringkat 48, sementara Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin menduduki peringkat 58. Kemudian Universitas Tanjungpura (Untan) Kalbar meraih peringkat 106. Mirisnya lagi, dibanding Politeknik Negeri Pontianak yang terbilang muda justru meraih peringkat 214 di atas UPR.

Ada empat indikator yang dijadikan Dikti sebagai parameter; kualitas SDM, kualitas manajemen, kualitas mahasiswa dan kualitas penelitian dan publikasi. Keempat indikator ini menjadi penilaian baku untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan sebuah perguruan tinggi. Misalnya, kualitas penelitian dan publikasi tentu sangat berpengaruh terhadap sebuah universitas.

Napa J Awat SU, mantan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR)dihubungi Kalteng Pos mengatakan, pemilihan rektor UPR ini harus dijadikan momentum melakukan perubahan di perguruan tinggi ini. Ketertinggalan yang terjadi selama ini harus dikejar dengan cara memilih leadership yang benar-benar pro pada kemajuan UPR.

Karena itu, Napa meminta kepada anggota senat yang memilih rektor sebanyak 65 persen suara nanti, untuk betul-betul membuka hati dan mata. Jangan lagi sampai ada terpengaruh oleh faktor-faktor X yang bisa membuat mereka memilih tidak sesuai dengan kata hati, tapi atas dasar pesanan. Kalau yang terjadi seperti ini, maka UPR akan selamanya tertinggal dan sulit berkembang.

Dari lima kandidat bakal calon rektor itu, kata Napa, sebenarnya semua bagus. Tapi dari kelima itu ada yang paling bagus dan bersih. Napa mengaku tahu dengan siapa saja balon yang bersih dan secara kapasitas memang mampu menakhodai UPR ke arah kemajuan.  “Kita harus bersama-sama mengontrol dan mengawasi para anggota senat ini,” katanya.

Ia juga berpesan, siapapun dari kandidat itu terpilih nanti sebaiknya memimpin UPR menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Tanpa itu sulit bagi lulusan untuk bersaing merebut kesempatan untuk tampil ikut serta dalam upaya peningkatan nilai tambah, baik di sektor swasta, sektor pemerintah, sektor masyaraktat, maupun birokrasi pemerintah, dengan anggapan bahwa konsumen (pihak yang memerlukan lulusan) bersifat rasional.

“Artinya, konsumen hanya akan menerima lulusan yang memiliki kemampuan akademik yang ditaksir melalui test obyektif tanpa katebelece dan lain sebagainya yang mengabaikan mutu,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Napa, rancangan UPR disusun secara sistematis dan aplikatif demi peningkatan mutu lulusan, dan selanjutnya para anggota senat harus efektif melakukan pengawasan (supervision) dan pengendalian (control) terhadap operasi semua organ UPR.

Dikatakan demikian, dengan pengawasan dan pengendalian yang efektif dapat memastikan pelaksanaan operasi organ UPR, sesuai dengan rancangan yang telah disetujui sebelumnya baik oleh senat maupun pihak pusat.

“Kalau senat tidak berperan maka keinginan untuk menghasilkan daya saing tinggi bisa saja hanya isapan jempol. Yang tak kalah pentingnya, rektor terpilih memang memilik visi pribadi yang tidak berbeda dengan visi formal di atas kertas, yakni menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Kalau rancangan benar, pengawsan efektif, maka tujuan normatif itu cenderung tercapai,” tegasnya.

Beberapa doktor dosen muda UPR yang dihubungi terpisah mengatakan bahwa UPR harus berubah. Karena itu rektor yang akan datang secara kapasitas harus betul-betul mampu membawa perubahan. Yang dimaksud dengan perubahan itu tentunya harus mampu meningkatkan kualitas UPR, paling tidak menaikkan urut ranking akreditasi UPR. Bukan sebaliknya tambah terpuruk. (*/c3/abe/nto)


BACA JUGA

Minggu, 24 September 2017 21:31

Golkar Panggil Anggota Dewan Perusak Rujab Bupati Kapuas

PALANGKA RAYA – DPD Partai Golkar Kalteng akhirnya melakukan pemanggilan terhadap Bob Dwi Cipta…

Minggu, 24 September 2017 21:13

Gara-gara Lahan, Dua Kadis Ditangkap Polisi?

PANGKALAN BUN – Menjelang akhir pekan kemarin, muncul kabar di sekitar Kota Pangkalan Bun yang…

Minggu, 24 September 2017 21:00

Ketua DPRD Katingan Sebut APBD Hilang Ulah Oknum di Pemkab dan BTN

KASONGAN – Tak jelasnya uang deposito milik Pemerintah Kabupaten Katingan yang disimpan di Bank…

Minggu, 24 September 2017 09:09

GEGER! Hujan Deras, Rumah dan Bangunan Walet Hancur Disambar Petir

SAMPIT - Warga Jalan Yahya Usman, Desa Cempaka Mulia Barat Kecamatan Cempaga, Kotawaringin Timur geger.…

Sabtu, 23 September 2017 20:13

Pemkab Katingan Layangkan Surat Ketiga ke BTN

KASONGAN – Pemkab Katingan juga terus melakukan gerakan. Mereka tidak tinggal diam dan terus menelusuri…

Sabtu, 23 September 2017 19:49

Kasus Pengrusakan Rujab Bupati Hampir P-21

PALANGKA RAYA – Aparat kepolisian terus memproses perkara dugaan penyerangan (pengrusakan) rumah…

Sabtu, 23 September 2017 19:41

Polda Kalteng Kumpulkan Saksi Raibnya APBD Katingan

PALANGKA RAYA – Setelah Pemkab Katingan mengadukan kejanggalan terkait simpanan Anggaran Pendapatan…

Sabtu, 23 September 2017 19:27

Kerja Bersama untuk Restorasi Gambut

PALANGKA RAYA - Rombongan dua Kedutaan Besar (Kedubes) Norwegia Mr Veegard Kaale dan Kedubes Inggris…

Jumat, 22 September 2017 21:39

Kata Gubernur, Tiga Hal Ini Jadi Masalah Besar Kalteng

PALANGKA RAYA– Pembangunan di Kalteng memang terus meningkat. Namun, hingga saat ini, Bumi Tambun…

Jumat, 22 September 2017 21:36

Ditangkap Polisi, Dua Cewek Kapok “Jual Diri” di Bee Talk

PALANGKA RAYA– Tertangkapnya sindikat muncikari yang menawarkan jasa prostitusi di aplikasi media…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .