MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 09 Agustus 2017 15:50
Wew…! Dibanding PT Swasta Pun UPR Jauh Tertinggal

Dari 100 Kampus Terbaik Versi Dikti 2017 Hanya di Peringkat 298

Sebagai perguruan tinggi terbesar di Kalteng, Universitas Palangka Raya dituntut mampu memperbaiki seluruh lini termasuk menghapus citra kurang baik. Tampak gerbang masuk UPR saat diambil gambarnya, Rabu (8/8) malam. (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) ternyata harus banyak berbenah. Untuk peringkat nilai akreditasi dan ranking, dalam daftar 100 Perguruan Tinggi (PT) terbaik se-Indonesia versi Dikti tahun 2017, hanya mampu di peringkat 298. Sungguh jauh dari harapan. Jangankan itu, untuk urutan ranking PT se-Kalimantan, UPR jauh melorot termasuk dengan PT swasta, UPR jauh tertinggal.

Universitas Mulawarman (Unmul) Kaltim misalnya, mampu menduduki peringkat 48, sementara Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin menduduki peringkat 58. Kemudian Universitas Tanjungpura (Untan) Kalbar meraih peringkat 106. Mirisnya lagi, dibanding Politeknik Negeri Pontianak yang terbilang muda justru meraih peringkat 214 di atas UPR.

Ada empat indikator yang dijadikan Dikti sebagai parameter; kualitas SDM, kualitas manajemen, kualitas mahasiswa dan kualitas penelitian dan publikasi. Keempat indikator ini menjadi penilaian baku untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan sebuah perguruan tinggi. Misalnya, kualitas penelitian dan publikasi tentu sangat berpengaruh terhadap sebuah universitas.

Napa J Awat SU, mantan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR)dihubungi Kalteng Pos mengatakan, pemilihan rektor UPR ini harus dijadikan momentum melakukan perubahan di perguruan tinggi ini. Ketertinggalan yang terjadi selama ini harus dikejar dengan cara memilih leadership yang benar-benar pro pada kemajuan UPR.

Karena itu, Napa meminta kepada anggota senat yang memilih rektor sebanyak 65 persen suara nanti, untuk betul-betul membuka hati dan mata. Jangan lagi sampai ada terpengaruh oleh faktor-faktor X yang bisa membuat mereka memilih tidak sesuai dengan kata hati, tapi atas dasar pesanan. Kalau yang terjadi seperti ini, maka UPR akan selamanya tertinggal dan sulit berkembang.

Dari lima kandidat bakal calon rektor itu, kata Napa, sebenarnya semua bagus. Tapi dari kelima itu ada yang paling bagus dan bersih. Napa mengaku tahu dengan siapa saja balon yang bersih dan secara kapasitas memang mampu menakhodai UPR ke arah kemajuan.  “Kita harus bersama-sama mengontrol dan mengawasi para anggota senat ini,” katanya.

Ia juga berpesan, siapapun dari kandidat itu terpilih nanti sebaiknya memimpin UPR menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Tanpa itu sulit bagi lulusan untuk bersaing merebut kesempatan untuk tampil ikut serta dalam upaya peningkatan nilai tambah, baik di sektor swasta, sektor pemerintah, sektor masyaraktat, maupun birokrasi pemerintah, dengan anggapan bahwa konsumen (pihak yang memerlukan lulusan) bersifat rasional.

“Artinya, konsumen hanya akan menerima lulusan yang memiliki kemampuan akademik yang ditaksir melalui test obyektif tanpa katebelece dan lain sebagainya yang mengabaikan mutu,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Napa, rancangan UPR disusun secara sistematis dan aplikatif demi peningkatan mutu lulusan, dan selanjutnya para anggota senat harus efektif melakukan pengawasan (supervision) dan pengendalian (control) terhadap operasi semua organ UPR.

Dikatakan demikian, dengan pengawasan dan pengendalian yang efektif dapat memastikan pelaksanaan operasi organ UPR, sesuai dengan rancangan yang telah disetujui sebelumnya baik oleh senat maupun pihak pusat.

“Kalau senat tidak berperan maka keinginan untuk menghasilkan daya saing tinggi bisa saja hanya isapan jempol. Yang tak kalah pentingnya, rektor terpilih memang memilik visi pribadi yang tidak berbeda dengan visi formal di atas kertas, yakni menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Kalau rancangan benar, pengawsan efektif, maka tujuan normatif itu cenderung tercapai,” tegasnya.

Beberapa doktor dosen muda UPR yang dihubungi terpisah mengatakan bahwa UPR harus berubah. Karena itu rektor yang akan datang secara kapasitas harus betul-betul mampu membawa perubahan. Yang dimaksud dengan perubahan itu tentunya harus mampu meningkatkan kualitas UPR, paling tidak menaikkan urut ranking akreditasi UPR. Bukan sebaliknya tambah terpuruk. (*/c3/abe/nto)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 09:24

Niat Antar Teman, Murid SD Tewas Ditabrak Mobil

PALANGKA RAYA-Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi. Kali ini menimpa Dayat. Murid kelas IB SDN 6 Menteng…

Selasa, 21 November 2017 09:17

Tenggelam di Kolam Renang, Gadis 13 Tahun Innalilahi

PALANGKA RAYA-Nasib nahas menimpa Nabila Citra Asmara. Ia tenggelam ketika sedang berenang di Kolam…

Minggu, 19 November 2017 08:45

Kepergok Sudah Setengah Bugil, Sepasang Pelajar Digerebek Warga

PANGKALAN BUN – Entah sial atau justru malah beruntung. Sepasang remaja yang masih berusia belasan…

Selasa, 14 November 2017 14:31

Kalteng Siapkan 300 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek Pertanian

PALANGKA RAYA-Tiga daerah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan menjadi pusat padi organik. Tiga…

Sabtu, 11 November 2017 13:42

Astaghfirullah..! Kakak Cantik Jadi Pengedar, Semua Keluarga Positif Narkoba

DAMPAK narkoba terbukti bisa menyasar siapa saja, tak peduli jenis kelamin dan usia. Seperti yang terjadi…

Jumat, 03 November 2017 02:25

Beginilah Pembagian Peran Para Pembakar Gedung SD di Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Reka ulang atau rekonstruksi kasus pembakaran sekolah dasar (SD) di Palangka Raya…

Kamis, 02 November 2017 22:48

Rekonstruksi Pembakaran Gedung SD, Ada yang Serius dan Tertawa

PALANGKA RAYA–Rekonstruksi kasus pembakaran 7 gedung sekolah dasar (SD) tidak hanya dilakukan…

Kamis, 02 November 2017 22:25

Asyiiikkk... UMP Kalteng 2018 Naik 8,71 Persen

PALANGKA RAYA-Kabar gembira bagi kaum buruh di Kalteng. Mulai 1 Januari 2018 nanti, Pemprov Kalteng…

Selasa, 24 Oktober 2017 13:25

Praperadilan Ditolak, YB Tetap Tersangka

PALANGKA RAYA– Sidang praperadilan terkait status tersangka kasus pembakaran sejumlah gedung sekolah…

Selasa, 24 Oktober 2017 13:20

Pelajar SMP Tewas, Badan Penuh Lebam dan Bekas Cekikan di Leher

PALANGKA RAYA– Seorang gadis belia, Dwi Anggraini (14), ditemukan dalam kondisi sekarat. Namun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .