MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)
Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal
SIBUK: Suasana stasiun kereta Omori, Jepang, tampak sedikit lengang di hari libur atau akhir pekan yang jauh berbeda ketimbang hari kerja atau Senin sampai Jumat. (ALBERT M SHOLEH/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda, Nissan, Suzuki, Mazda, Daihatsu, Mitsubishi dan Subaru ada di sana. Namun, di Jepang sendiri, kendaraan tersebut sangat jarang digunakan masyarakat. Pemerintah menerapkan polotik dumping. Masyarakat lebih mengandalkan kereta pergi ke mana saja.

ALBERT M SHOLEH, Palangka Raya

KOMUTER maupun kereta cepat atau kereta bawah tanah lokal sangat efisien di Jepang. Naik kereta adalah cara terbaik melakukan perjalanan ke seluruh penjuru Negeri Sakura. Jadwal kereta nyaris seluruhnya tepat waktu, membuat siapa saja sangat nyaman.

Meski ada penundaan bahkan perubahan jalur, informasi cepat disebar dan dipahami masyarakat. “Sepertinya ada perubahan jalur, kita cek di berita, ya, kita tunggu sebentar,” kata pemandu wisata lokal Jepang, Yoko Kadomari sembari mengingatkan agar selalu antre dan mendahulukan penumpang yang turun.

Bagi pendatang baru tentu bingung dengan banyaknya jalur kereta. Maklum, kereta sebagai andalan utama transportasi lantaran pemerintah menerapkan politik dumping untuk otomotif yang diproduksi di negerinya sendiri.

Menghafal jalur dan stasiun penting yang ramai dikunjungi wisatawan seperti Shibuya, Ginza, Shinjuku, dan Asakusa sangat penting. Termasuk jalur kereta bawah tanah dan yang menghubungkan ke pusat Kota Tokyo dan sekitarnya.

Kereta, ya, kereta. Empat hari di Jepang menikmati naik turun kereta menjadi pengalaman tak terlupakan. Namun, hal itu tidak lepas dari cara pemerintah mengatur transportasi utama agar menghindari macet.

Jepang melaksanakan politik dumping, dengan kata lain menjual barang di dalam negeri lebih mahal ketimbang di luar negeri. “Tidak semua menggunakan mobil dan motor, harganya mahal dan pajaknya tinggi, malah lebih baik menggunakan kereta,” katanya.

Tak heran rasanya, banyak orang terlihat jalan kaki lantaran memanfaatkan transportasi umum dan harus pindah jalur, stasiun dan kereta. Siapapun yang ingin naik kereta, harus memiliki kartu sebagai ganti tiket. Di dalam kereta tidak ada pemeriksaan tiket. Kartu cukup di-scan (pindai) di pintu masuk jalur kereta.

“Kartu untuk naik kereta cuma 500 yen belinya, ini saya isi 5000 untuk empat hari kira-kira cukup,” imbuh Yoko.

Meski begitu, Jepang tidak lantas meninggalkan transportasi kuno yang terus bersanding dengan kecanggihan teknologi. Jepang juga memiliki becak seperti yang ada di Indonesia. Becak khas Jepang disebut Jinrikisha. Becak di Indonesia pengemudinya di belakang sambil mengayuh, sedangkan pengemudi Jinrikisha di depan dan menarik pegangan becak dengan tangannya lantas ditarik dengan lari dan jalan kaki. (bersambung/c3/nto)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah

Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai

Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa…

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli

Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah

Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus…

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)

Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari

Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji…

Kamis, 27 Juli 2017 18:48
Mengikuti Syukuran Pemuda Dalam Rangka HUT ke-44 KNPI

Sebagai Aset Negara, Pemuda Wajib Jadi Pelopor Pembangunan

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia”. Perkataan Bung Karno tersebut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .