MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)
Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal
SIBUK: Suasana stasiun kereta Omori, Jepang, tampak sedikit lengang di hari libur atau akhir pekan yang jauh berbeda ketimbang hari kerja atau Senin sampai Jumat. (ALBERT M SHOLEH/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda, Nissan, Suzuki, Mazda, Daihatsu, Mitsubishi dan Subaru ada di sana. Namun, di Jepang sendiri, kendaraan tersebut sangat jarang digunakan masyarakat. Pemerintah menerapkan polotik dumping. Masyarakat lebih mengandalkan kereta pergi ke mana saja.

ALBERT M SHOLEH, Palangka Raya

KOMUTER maupun kereta cepat atau kereta bawah tanah lokal sangat efisien di Jepang. Naik kereta adalah cara terbaik melakukan perjalanan ke seluruh penjuru Negeri Sakura. Jadwal kereta nyaris seluruhnya tepat waktu, membuat siapa saja sangat nyaman.

Meski ada penundaan bahkan perubahan jalur, informasi cepat disebar dan dipahami masyarakat. “Sepertinya ada perubahan jalur, kita cek di berita, ya, kita tunggu sebentar,” kata pemandu wisata lokal Jepang, Yoko Kadomari sembari mengingatkan agar selalu antre dan mendahulukan penumpang yang turun.

Bagi pendatang baru tentu bingung dengan banyaknya jalur kereta. Maklum, kereta sebagai andalan utama transportasi lantaran pemerintah menerapkan politik dumping untuk otomotif yang diproduksi di negerinya sendiri.

Menghafal jalur dan stasiun penting yang ramai dikunjungi wisatawan seperti Shibuya, Ginza, Shinjuku, dan Asakusa sangat penting. Termasuk jalur kereta bawah tanah dan yang menghubungkan ke pusat Kota Tokyo dan sekitarnya.

Kereta, ya, kereta. Empat hari di Jepang menikmati naik turun kereta menjadi pengalaman tak terlupakan. Namun, hal itu tidak lepas dari cara pemerintah mengatur transportasi utama agar menghindari macet.

Jepang melaksanakan politik dumping, dengan kata lain menjual barang di dalam negeri lebih mahal ketimbang di luar negeri. “Tidak semua menggunakan mobil dan motor, harganya mahal dan pajaknya tinggi, malah lebih baik menggunakan kereta,” katanya.

Tak heran rasanya, banyak orang terlihat jalan kaki lantaran memanfaatkan transportasi umum dan harus pindah jalur, stasiun dan kereta. Siapapun yang ingin naik kereta, harus memiliki kartu sebagai ganti tiket. Di dalam kereta tidak ada pemeriksaan tiket. Kartu cukup di-scan (pindai) di pintu masuk jalur kereta.

“Kartu untuk naik kereta cuma 500 yen belinya, ini saya isi 5000 untuk empat hari kira-kira cukup,” imbuh Yoko.

Meski begitu, Jepang tidak lantas meninggalkan transportasi kuno yang terus bersanding dengan kecanggihan teknologi. Jepang juga memiliki becak seperti yang ada di Indonesia. Becak khas Jepang disebut Jinrikisha. Becak di Indonesia pengemudinya di belakang sambil mengayuh, sedangkan pengemudi Jinrikisha di depan dan menarik pegangan becak dengan tangannya lantas ditarik dengan lari dan jalan kaki. (bersambung/c3/nto)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 20:12

Melihat Mobil Perpustakaan Keliling Pemkab Bartim

Bentuknya cukup kuno, memanjang dengan warna putih polos. Berbagai perlengkapan seperti air conditioner…

Selasa, 14 November 2017 14:43
Enyu-enyu dan Tampahiring, Rumput untuk Pengobatan Tradisional

Tumbuhan Liar Ini Dipercaya Mampu Menyembuhkan Penyakit Ginjal

Cara pengobatan tradisional masih belum tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman. Buktinya, meskipun…

Senin, 13 November 2017 07:31
Melihat Lebih Dekat Bangunan Relokasi Nelayan Ujung Pandaran

80 Rumah Siap Huni, Warga Masih Enggan Menempati

Hingga saat ini bangunan rumah yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang…

Sabtu, 11 November 2017 07:47
Ketika Pelanggan Tidak Mau Bayar “Jasa Cinta”

Perempuan Bertato Ditusuk, Barang Berharga Dijarah

Seorang perempuan inisial ST (40) berlumuran darah di sekujur tubuhnya, perempuan bertato yang diduga…

Rabu, 08 November 2017 07:30
Ketika Warga Menagih Kompensasi Lahan Plasma

Portal Jalan Perusahaan, Polres Fasilitasi Mediasi

Persoalan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat masih saja terjadi, seperti di Kabupaten Lamandau.…

Senin, 06 November 2017 10:55
Ketika Transportasi Sungai Mulai Hilang Ditelan Zaman

Drag Alkon dan Getek Menggairahkan Pariwisata Kobar

Seiring dengan perkembangan jaman, moda tansportasi sungai kini mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat…

Sabtu, 04 November 2017 06:56
Ketika Pengguna Obat Terlarang Terjaring dalam Penggerebekan

Parah! Bandar Jualan Zenith Seperti Jual Sembako

Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya membekuk bandar zenith atau obat…

Selasa, 31 Oktober 2017 07:01
Ketika Seorang Anggota TNI AD Jadi Korban KM Dharma Kencana II

Dokumen Ludes, Turun Pakai Tali, Dua Tangan Terluka

Perjalanan Kapal Motor Dharma Kencana II yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang tujuan Pontianak,…

Jumat, 27 Oktober 2017 09:30
Melihat Perkiraan BMKG Terkait Kondisi Cuaca di Kotim

Ada Titik Panas Terdeteksi, Hujan Es Bisa Terjadi Lagi

Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya mengalami masa peralihan…

Rabu, 25 Oktober 2017 08:32
Cara Polres Kotim Memberantas Peredaran Narkoba

Wajib! Perwira dan Anggota Dites Urine

Tingkat peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) benar-benar  membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .