MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)
Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan
BUDAYA BACA: Seorang pria tampak lusuh duduk di bawah Pohon Sakura terlihat serius membaca sebuah koran, di tengah lalu-lalang wisatawan yang menikmati Kota Tokyo, Jepang, Sabtu (5/7) lalu. (ALBERT M SHOLEH/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah atau bahkan negara baru. Pemahaman lintas budaya atau cross culture understanding, tak kalah serunya dibanding melihat dua orang berbicara yang satu sama lain tidak memahami bahasannya. Apalagi, mengamati dan mengambil hikmah di balik perbedaan budaya.

ALBERT M SHOLEH, Palangka Raya

BUDAYA baru tampak jelas di depan mata. Meski di dalam buku maupun internet banyak diulas, perbedaan budaya sangat menarik diamati. Ketika rombongan Kalteng Pos wisata studi ke Jepang beberapa hari lalu, tak hanya mendapat ilmu dari perusahaan media cetak terbesar di Negeri Sakura, Asahi Simbhun.  

Berawal dari transportasi yang utama digunakan mayoritas masyarakat Jepang adalah kereta, mau tidak mau siapa saja ke sana harus rela jalan naik dan turun stasiun, ganti kereta, hingga berdiri bergelantungan. Jalan kaki, ternyata memang salah satu budaya mereka.

“Mau masuk sekolah atau saat wawancara kerja ditanya jarak tempat tinggal berapa jauh, jalan kaki atau naik sepeda, berapa lama, maksudnya untuk asuransi jika kecelakaan,” ucap Yoko Kadomari saat mengantarkan rombongan Kalteng Pos keliling Jepang.

Selain pemerintah Jepang membudayakan warganya mengutamakan transportasi umum, jalan kaki dan naik sepeda, tujuan utamanya adalah memudahkan mengelola asuransi jiwa saat kecelakaan dalam rute yang sudah disepakati. Jika terjadi kecelakaan di luar jalur atau waktu yang disepakati, tentu tidak ditanggung asuransi oleh pemerintah.

Berjalan kaki ke pusat Kota Tokyo misalnya, tampak semua orang sama. Tua, muda, kaya dan miskin seolah-olah memilih jalan kaki. Langkahnya pendek tapi cepat. Jalannya sambil menunduk, ada yang pegang gadget ada pula yang fokus bahkan membaca buku sambil jalan kaki. Sangat terlihat berbeda ketika melihat wisatawan, jalan santai sambil celingukan melihat kanan dan kiri mencoba menikmati padat dan sibuknya negeri Matahari Terbit.

“Kalau naik eskalator harus di sisi kiri, karena sisi kanan buat yang buru-buru. Kalau naik kereta, menunggu yang turun dulu,” celetuk Yoko.

Selain budaya jalan kaki dan suka membaca, tak kalah uniknya adalah saat pernikahan. Ketika di Indonesia kebanyakan ingin mengundang orang sebanyak-banyaknya, justru di Jepang kebalikannya.

“Yang menikah keluarga ibu misalnya, maka keluarga ayah bisa tidak diundang. Begitu juga teman dan rekan kerja. Undangan dikirim dan harus dikembalikan dengan konfirmasi kehadiran beserta sumbangan (uang, Red) sebelum hari H,” kelakarnya.

Bahkan, lanjut perempuan asal Malang, Jawa Timur itu, saat menghadiri undangan perkawinan tersebut, tempat duduk sudah diatur dan ditempel nama. Tidak bisa asal akrab apalagi pura-pura akrab bisa duduk dekat pengantin.  

“Tidak memuji tapi mungkin sesuai yang dihasilkan di sini, orang Jepang tidak suka jam karet (telat, red) karena di sini tidak ada karet. Sangat menghargai waktu dan disiplin tinggi,” ucap pembina perhimpunan keluarga Indonesia di Jepang itu.

Asyik mendengarkan cerita dan mengamati perbedaan budaya, sering terganggu dengan waktu. Agenda kunjungan wisata yang padat membuat semuanya dipaksa ekstra cepat. Bahkan seolah-olah belum menikmatinya.

Namun, rasanya tak hanya di bangku kuliah saja bisa menerima materi tentang Cross Culter Understanding (CCU) atau mempelajari kebiasaan antar negara, mengunjungi negeri orang menjadi pengalaman dan guru yang luar biasa. (bersambung/nto)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 20:12

Melihat Mobil Perpustakaan Keliling Pemkab Bartim

Bentuknya cukup kuno, memanjang dengan warna putih polos. Berbagai perlengkapan seperti air conditioner…

Selasa, 14 November 2017 14:43
Enyu-enyu dan Tampahiring, Rumput untuk Pengobatan Tradisional

Tumbuhan Liar Ini Dipercaya Mampu Menyembuhkan Penyakit Ginjal

Cara pengobatan tradisional masih belum tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman. Buktinya, meskipun…

Senin, 13 November 2017 07:31
Melihat Lebih Dekat Bangunan Relokasi Nelayan Ujung Pandaran

80 Rumah Siap Huni, Warga Masih Enggan Menempati

Hingga saat ini bangunan rumah yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang…

Sabtu, 11 November 2017 07:47
Ketika Pelanggan Tidak Mau Bayar “Jasa Cinta”

Perempuan Bertato Ditusuk, Barang Berharga Dijarah

Seorang perempuan inisial ST (40) berlumuran darah di sekujur tubuhnya, perempuan bertato yang diduga…

Rabu, 08 November 2017 07:30
Ketika Warga Menagih Kompensasi Lahan Plasma

Portal Jalan Perusahaan, Polres Fasilitasi Mediasi

Persoalan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat masih saja terjadi, seperti di Kabupaten Lamandau.…

Senin, 06 November 2017 10:55
Ketika Transportasi Sungai Mulai Hilang Ditelan Zaman

Drag Alkon dan Getek Menggairahkan Pariwisata Kobar

Seiring dengan perkembangan jaman, moda tansportasi sungai kini mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat…

Sabtu, 04 November 2017 06:56
Ketika Pengguna Obat Terlarang Terjaring dalam Penggerebekan

Parah! Bandar Jualan Zenith Seperti Jual Sembako

Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya membekuk bandar zenith atau obat…

Selasa, 31 Oktober 2017 07:01
Ketika Seorang Anggota TNI AD Jadi Korban KM Dharma Kencana II

Dokumen Ludes, Turun Pakai Tali, Dua Tangan Terluka

Perjalanan Kapal Motor Dharma Kencana II yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang tujuan Pontianak,…

Jumat, 27 Oktober 2017 09:30
Melihat Perkiraan BMKG Terkait Kondisi Cuaca di Kotim

Ada Titik Panas Terdeteksi, Hujan Es Bisa Terjadi Lagi

Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya mengalami masa peralihan…

Rabu, 25 Oktober 2017 08:32
Cara Polres Kotim Memberantas Peredaran Narkoba

Wajib! Perwira dan Anggota Dites Urine

Tingkat peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) benar-benar  membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .