MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)
Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan
BUDAYA BACA: Seorang pria tampak lusuh duduk di bawah Pohon Sakura terlihat serius membaca sebuah koran, di tengah lalu-lalang wisatawan yang menikmati Kota Tokyo, Jepang, Sabtu (5/7) lalu. (ALBERT M SHOLEH/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah atau bahkan negara baru. Pemahaman lintas budaya atau cross culture understanding, tak kalah serunya dibanding melihat dua orang berbicara yang satu sama lain tidak memahami bahasannya. Apalagi, mengamati dan mengambil hikmah di balik perbedaan budaya.

ALBERT M SHOLEH, Palangka Raya

BUDAYA baru tampak jelas di depan mata. Meski di dalam buku maupun internet banyak diulas, perbedaan budaya sangat menarik diamati. Ketika rombongan Kalteng Pos wisata studi ke Jepang beberapa hari lalu, tak hanya mendapat ilmu dari perusahaan media cetak terbesar di Negeri Sakura, Asahi Simbhun.  

Berawal dari transportasi yang utama digunakan mayoritas masyarakat Jepang adalah kereta, mau tidak mau siapa saja ke sana harus rela jalan naik dan turun stasiun, ganti kereta, hingga berdiri bergelantungan. Jalan kaki, ternyata memang salah satu budaya mereka.

“Mau masuk sekolah atau saat wawancara kerja ditanya jarak tempat tinggal berapa jauh, jalan kaki atau naik sepeda, berapa lama, maksudnya untuk asuransi jika kecelakaan,” ucap Yoko Kadomari saat mengantarkan rombongan Kalteng Pos keliling Jepang.

Selain pemerintah Jepang membudayakan warganya mengutamakan transportasi umum, jalan kaki dan naik sepeda, tujuan utamanya adalah memudahkan mengelola asuransi jiwa saat kecelakaan dalam rute yang sudah disepakati. Jika terjadi kecelakaan di luar jalur atau waktu yang disepakati, tentu tidak ditanggung asuransi oleh pemerintah.

Berjalan kaki ke pusat Kota Tokyo misalnya, tampak semua orang sama. Tua, muda, kaya dan miskin seolah-olah memilih jalan kaki. Langkahnya pendek tapi cepat. Jalannya sambil menunduk, ada yang pegang gadget ada pula yang fokus bahkan membaca buku sambil jalan kaki. Sangat terlihat berbeda ketika melihat wisatawan, jalan santai sambil celingukan melihat kanan dan kiri mencoba menikmati padat dan sibuknya negeri Matahari Terbit.

“Kalau naik eskalator harus di sisi kiri, karena sisi kanan buat yang buru-buru. Kalau naik kereta, menunggu yang turun dulu,” celetuk Yoko.

Selain budaya jalan kaki dan suka membaca, tak kalah uniknya adalah saat pernikahan. Ketika di Indonesia kebanyakan ingin mengundang orang sebanyak-banyaknya, justru di Jepang kebalikannya.

“Yang menikah keluarga ibu misalnya, maka keluarga ayah bisa tidak diundang. Begitu juga teman dan rekan kerja. Undangan dikirim dan harus dikembalikan dengan konfirmasi kehadiran beserta sumbangan (uang, Red) sebelum hari H,” kelakarnya.

Bahkan, lanjut perempuan asal Malang, Jawa Timur itu, saat menghadiri undangan perkawinan tersebut, tempat duduk sudah diatur dan ditempel nama. Tidak bisa asal akrab apalagi pura-pura akrab bisa duduk dekat pengantin.  

“Tidak memuji tapi mungkin sesuai yang dihasilkan di sini, orang Jepang tidak suka jam karet (telat, red) karena di sini tidak ada karet. Sangat menghargai waktu dan disiplin tinggi,” ucap pembina perhimpunan keluarga Indonesia di Jepang itu.

Asyik mendengarkan cerita dan mengamati perbedaan budaya, sering terganggu dengan waktu. Agenda kunjungan wisata yang padat membuat semuanya dipaksa ekstra cepat. Bahkan seolah-olah belum menikmatinya.

Namun, rasanya tak hanya di bangku kuliah saja bisa menerima materi tentang Cross Culter Understanding (CCU) atau mempelajari kebiasaan antar negara, mengunjungi negeri orang menjadi pengalaman dan guru yang luar biasa. (bersambung/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .