MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 10 Agustus 2017 08:24
Disebut Terima Fee, Tiga Anggota Dewan Membantah
Salah satu saksi yang dihadirkan dalam persidangan kasus Alkes di Pengadilan Tipikor. //FOTO : IST FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Sofyansyah selaku direktur PT Duta Medika Sari Utama (DMSU),kembali menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi. Kali ini orang yang dihadirkan yakni Wakil Ketua DPRD periode 2009-2014 Harianor, Ketua Komisi A periode 2009 hingga sekarang, Tajeri dan Lisentri anggota dewan.

Sidang yang diketuai Agus Maksum Mulyohadi didampingi Anuar Sakti Siregar dan Dedi Riswandi,Rabu (9/8), Harianor untuk pembahasan anggaran alat kesehatan (Alkes)  tidak alot atau standar-standar saja. Terkait adanya fee atau bonus kepada anggota dewan untuk meloloskan proyek ini dirinya tidak mengetahui.

"Tidak tahu saya masalah fee tersebut apalagi ada berapa anggota dewan yang dapat atau tidaknya juga tidak tahu. Baru sidang ini saja saya baru tahu, jika memang ada fee tersebut. Saya juga  tidak pernah menerima uang sepersen pun dari terdakwa," jelasnya.

Harianor juga menambahkan untuk Hery yang diduga pernah menemui anggota dewan untuk menggolkan proyek ini,dengan tegas dirinya mengatakan itu tidak benar atau tidak pernah Hery menemui anggota dewan. "Tidak pernah ketemu hery saya pak hakim, untuk dana Rp5 miliar digunakan untuk berapa item saya tidak tahu. Saya kenal terdakwa juga cuma satu kali itu juga saat saya baru menjabat yakni tahun 2010,"lanjutnya.

 

Untuk ruangan pribadinya yang diduga sebagai pertemuan khusus tersebut, ia juga menjelaskan bahwa tidak ada yang bisa atau boleh anggota dewan lain masuk ke ruangannya. Tidak pernah menerima uang dari anggota dewan lain pun. Masalah pembahasan anggaran ia hanya hadir pas final yakni tahun 2011.

"Dana alkes dari APBD ,ruangan saya selalu terbuka lebar kepada siapa saja tak terkecuali sopir. jadi tidak ada pertemuan khusus terkait pengadaan alkes tersebut, pernah juga ketemu terdakwa akan tetapi hanya perkenalan saja tidak tahu kalo terdakwa ada tujuan lain,"terangnya.

Tidak pernah menerima tamu dari Lister Gobet dan Tajeri untuk membicarakan terkait fee 10 persen diruangannya,karena memang itu tidak benar. "bingkisan apalagi uang pun saya tidak pernah menerima dari terdakwa ataupun anggota dewan lain,"ucapnya.

Sementara itu Lister anggota dewan Komisi A dari tahun 2009 sampai 2014 yang membidangi kesehatan dan pendidikan. mengaku mengetahui adanya alkes, pembahasan anggarannya ia tidak tahu kapan pastinya yang jelas besaran anggaran sebesar Rp5 miliar, itu semuanya disetujui dan tidak ada ketegangan saat pembahasan.

"Tidak pernah mendapat fee 10 persen dari Tajeri, dana tersebut semuanya disetujui karena sangat dibutuhkan. tIdak ada nego-negoan terkait proyek itu, buktinya tahun 2011 aman-aman saja, karena saya tidak pernah mendengar ataupun surat langsung dari masyarakat  terkait alkes yang rusak,"ujarnya.

Bahkan hal senada juga disampaikan Ketua Komisi A Tajeri untuk anggaran yang dibelanjakan berapa dirinya tidak tahu. Pernah kenal hery sejak tahun 2009, sedangkan dengan terdakwa dirinya tidak pernah ketemu sama sekali dan tidak pernah ada pembahasan terkait fee pengadaan alkes. 

"Kita hanya melakukan pengawasan jika memang ada alkes yang bermaslah. Tidak ada melapor kemana saja saya namun hanya diam. tidak tahu adanya 10 persen,bahkan jika memang benar saya ada mengambil uang disebuah bank dengan menggunakam mobil, silahkan saja terdakwa cek langsung cctv yang ada disekitar, karena itu tidak dapat dibohongi,"kata Tajeri.

Dengan keterangan tiga saksi yang dihadirkan,terdakwa pun dengan tegas membantah,karena ia mengaku ada bertemu ketiga  saksi tersebut. Bahkan fee yang harus dibayar sebelum  kontrak. "saya keberatan,"ungkap terdakwa.

Usai sidang Penasehat Hukum Terdakwa Puah Hadinata menegaskan bahwa dengan kesaksian mereka tersebut,tidak menutup kemungkinan saksi hanya mencari kebenaran buat dirinya sendiri saja.  "orang saksi lain saja bilang mereka menerima fee," tutupnya.

Terjeratnya sang direktur yakni terkait dugaan korupsi alat kesehatan di RSUD Muara Teweh. Dimana proyek tersebut berlangsung tahun 2012 dengan anggaran Rp 4,1 miliar, kasus ini merupakan lanjutan dari Fredik selaku direktur RSUD Muara teweh dan Hery yang sudah divonis majelis hakim.

Karena PT Pharmacheutical Enginering Group pusat Palangka Raya mengundurkan diri akibat ke khawatiran tidak bakal mencukupi waktunya. Maka dari itu perusahaan yang dipimpin Sofyanyah maju sebagai pemenang dan langsung menandatangani kontrak kesepakatan.

Dengan mengambil keuntungan melebihi dari yang seharusnya, negara mengalami kerugian sekitar Rp 1,6 miliar.Ia pun terancam pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaiman telah dirubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat(1) ke- 1. (tim)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 09:24

Niat Antar Teman, Murid SD Tewas Ditabrak Mobil

PALANGKA RAYA-Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi. Kali ini menimpa Dayat. Murid kelas IB SDN 6 Menteng…

Selasa, 21 November 2017 09:17

Tenggelam di Kolam Renang, Gadis 13 Tahun Innalilahi

PALANGKA RAYA-Nasib nahas menimpa Nabila Citra Asmara. Ia tenggelam ketika sedang berenang di Kolam…

Minggu, 19 November 2017 08:45

Kepergok Sudah Setengah Bugil, Sepasang Pelajar Digerebek Warga

PANGKALAN BUN – Entah sial atau justru malah beruntung. Sepasang remaja yang masih berusia belasan…

Selasa, 14 November 2017 14:31

Kalteng Siapkan 300 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek Pertanian

PALANGKA RAYA-Tiga daerah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan menjadi pusat padi organik. Tiga…

Sabtu, 11 November 2017 13:42

Astaghfirullah..! Kakak Cantik Jadi Pengedar, Semua Keluarga Positif Narkoba

DAMPAK narkoba terbukti bisa menyasar siapa saja, tak peduli jenis kelamin dan usia. Seperti yang terjadi…

Jumat, 03 November 2017 02:25

Beginilah Pembagian Peran Para Pembakar Gedung SD di Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Reka ulang atau rekonstruksi kasus pembakaran sekolah dasar (SD) di Palangka Raya…

Kamis, 02 November 2017 22:48

Rekonstruksi Pembakaran Gedung SD, Ada yang Serius dan Tertawa

PALANGKA RAYA–Rekonstruksi kasus pembakaran 7 gedung sekolah dasar (SD) tidak hanya dilakukan…

Kamis, 02 November 2017 22:25

Asyiiikkk... UMP Kalteng 2018 Naik 8,71 Persen

PALANGKA RAYA-Kabar gembira bagi kaum buruh di Kalteng. Mulai 1 Januari 2018 nanti, Pemprov Kalteng…

Selasa, 24 Oktober 2017 13:25

Praperadilan Ditolak, YB Tetap Tersangka

PALANGKA RAYA– Sidang praperadilan terkait status tersangka kasus pembakaran sejumlah gedung sekolah…

Selasa, 24 Oktober 2017 13:20

Pelajar SMP Tewas, Badan Penuh Lebam dan Bekas Cekikan di Leher

PALANGKA RAYA– Seorang gadis belia, Dwi Anggraini (14), ditemukan dalam kondisi sekarat. Namun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .