MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah
Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai
Tampak kondisi rumah warga di Keluarahan Padang, Kecamatan Sukamara yang rata dengan tanah pascakebakaran. //FOTO : ENNY/KALTENG POS

PROKAL.CO, Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (30/7) itu juga menyisakan kisah pilu bagi para korbannya. Apalagi sebagian korban yang merasa dirugikan sempat akan melakukan upaya hukum kepada pemilik rumah tempat api berasal.

 ENNY CHORNIAWATI, Sukamara

Setidaknya ada 15 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban dalam kebakaran itu. Pasalnya dalam satu rumah bisa dihuni dua sampai tiga KK sekaligus. Sehingga jumlah KK yang menjadi korban lebih banyak dibanding jumlah rumah. Kemarahan sebagian pemilik rumah sempat memuncak saat mengetahui api diduga kuat berasal dari rumah yang ditempati Riah (50). Wanita paruh baya yang menjadi tertuduh tersebut hanya bisa pasrah menghadapi kemarahan warga lain. Apalagi dia juga ikut menjadi korban. Rumah yang ditinggali selama ini juga rata dengan tanah.

Warga bernama Iyan Injui mengatakan, api pertama kali terlihat dari dapur rumah milik Riah. Namun dirinya tidak berani memastikan apa penyebab sehingga terjadi kebakaran. “Untuk kepastaian penyebabnya saya tidak berani, itu polisi yang memastikan, tapi memang waktu saya tiba di lokasi namun api sudah membesar,” ujar Riah, Selasa (8/8).

Para korban yang rumahnya habis terbakar merasa tidak terima dan sepakat untuk menuntut pemilik rumah yang diduga tempat asal api. Namun niat tersebut urung dilakukan lantaran pihak kepolisian mengajak warga untuk berunding dan berdamai.

Kapolres Sukamara AKBP Rade M Sinambela SIK MH melalui Kasatreskrim IPTU Lajun SR Sianturi SIK menerangkan, pihaknya telah memanggil sejumlah saksi mata termasuk para korban untuk dimintai keterangan. Hanya saja hingga kini masih belum diketahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan dari kayu tersebut.  “Kami sudah panggil sejumlah saksi dan korban untuk dimintai keterangannya guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga berkonsultasi dengan tim forensik laboratorium dari Surabaya namun hingga saat ini masih menunggu hasilnya,” ungkap kasat.

Lajun mengungkapkan meski para korban telah sepakat untuk berdamai dan tidak saling menuntut, namun proses hukum tetap berjalan. “Proses di kepolisian masih berlanjut dan buktinya masih tahap penyelidikan, sambil menunggu hasil dari labnya,” pungkasnya. (ang/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .