MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah
Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai
Tampak kondisi rumah warga di Keluarahan Padang, Kecamatan Sukamara yang rata dengan tanah pascakebakaran. //FOTO : ENNY/KALTENG POS

PROKAL.CO, Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (30/7) itu juga menyisakan kisah pilu bagi para korbannya. Apalagi sebagian korban yang merasa dirugikan sempat akan melakukan upaya hukum kepada pemilik rumah tempat api berasal.

 ENNY CHORNIAWATI, Sukamara

Setidaknya ada 15 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban dalam kebakaran itu. Pasalnya dalam satu rumah bisa dihuni dua sampai tiga KK sekaligus. Sehingga jumlah KK yang menjadi korban lebih banyak dibanding jumlah rumah. Kemarahan sebagian pemilik rumah sempat memuncak saat mengetahui api diduga kuat berasal dari rumah yang ditempati Riah (50). Wanita paruh baya yang menjadi tertuduh tersebut hanya bisa pasrah menghadapi kemarahan warga lain. Apalagi dia juga ikut menjadi korban. Rumah yang ditinggali selama ini juga rata dengan tanah.

Warga bernama Iyan Injui mengatakan, api pertama kali terlihat dari dapur rumah milik Riah. Namun dirinya tidak berani memastikan apa penyebab sehingga terjadi kebakaran. “Untuk kepastaian penyebabnya saya tidak berani, itu polisi yang memastikan, tapi memang waktu saya tiba di lokasi namun api sudah membesar,” ujar Riah, Selasa (8/8).

Para korban yang rumahnya habis terbakar merasa tidak terima dan sepakat untuk menuntut pemilik rumah yang diduga tempat asal api. Namun niat tersebut urung dilakukan lantaran pihak kepolisian mengajak warga untuk berunding dan berdamai.

Kapolres Sukamara AKBP Rade M Sinambela SIK MH melalui Kasatreskrim IPTU Lajun SR Sianturi SIK menerangkan, pihaknya telah memanggil sejumlah saksi mata termasuk para korban untuk dimintai keterangan. Hanya saja hingga kini masih belum diketahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan dari kayu tersebut.  “Kami sudah panggil sejumlah saksi dan korban untuk dimintai keterangannya guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga berkonsultasi dengan tim forensik laboratorium dari Surabaya namun hingga saat ini masih menunggu hasilnya,” ungkap kasat.

Lajun mengungkapkan meski para korban telah sepakat untuk berdamai dan tidak saling menuntut, namun proses hukum tetap berjalan. “Proses di kepolisian masih berlanjut dan buktinya masih tahap penyelidikan, sambil menunggu hasil dari labnya,” pungkasnya. (ang/dar)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 06:57
Ketika Peredaran Miras di Pangkalan Lada Masih Marak

Pemain Lama Tak Jera, Terancam Denda Rp50 Juta

Peredaran Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Pangkalan Lada sepertinya masih ada, meskipun diam-diam,…

Jumat, 12 Januari 2018 09:40
Yani, Penderita Gizi Buruk Ditinggal Ayah Tirinya

Diduga Korban Eksploitasi, Uang Sumbangan Dibawa Pergi

Perjalanan hidup Yani Ato (6), gadis kecil asal pulau Soe Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didiagnosa…

Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Ketika Rumah Makan Korban Pelakor Jadi Viral

Siapkan Menu Tumini hingga Janda Gemes

Istilah Zaman Now dan Perebut Laki Orang (Pelakor) adalah kata-kata yang ngetren saat ini. Bagi Lia…

Minggu, 07 Januari 2018 05:55
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak (2/Habis)

Kalapapa Membuat Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit halaban (dalam bahasa Dayak disebut kalapapa) memiliki khasiat ampuh. Tak…

Sabtu, 06 Januari 2018 11:42
Mengenal Kayu Halaban, Tanaman Liar di Tanah Dayak

Bisa Sembuhkan Amandel hingga Tahan Lama Urusan Ranjang

Percaya atau tidak, kulit kayu halaban (dalam bahasa Dayak disebut kayu kalapapa) memiliki khasiat ampuh.…

Sabtu, 06 Januari 2018 09:12
Menelisik Kehidupan Perkampungan Terisolir

Dambakan Kesejahteraan, 80 Tahun tak Teraliri Listrik dan Air Bersih

Warga di Dusun Cempedak, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan,  Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 05 Januari 2018 07:39
Cara Keluarga Pemulung Tunanetra Bertahan Hidup

Suami Narik Gerobok, Istri sebagai Pemandu Jalan

Keterbatasan yang dimiliki oleh kakek Hamid (75) tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah, di usia…

Kamis, 04 Januari 2018 08:49
Bangunan Bergaya Eropa Perpaduan China Nasibmu Kini

Cikal Bakal Pendidikan Kobar, Lahirkan Tokoh-tokoh Terkenal

Bangun kuno peninggalan Jepang masih berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari bangunan…

Rabu, 03 Januari 2018 07:45
Rahasia Sukses Usaha Pandai Besi di Pangkalan Lada

Awalnya Terkendala Modal Kini Beromzet Ratusan Juta

Di tengah senjakalanya, ternyata usaha pandai besi masih menjadi bisnis yang menjanjikan di Kalteng.…

Selasa, 02 Januari 2018 08:10
Ketika Teror Jambret Semakin Marak di Sampit

Pelakunya Masih Remaja, Kaum Perempuan Jadi “Mangsa”

Masyarakat Kota Sampit, sepertinya harus lebih waspada ketika berkendara. Terutama jangan lengah menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .