MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah
Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai
Tampak kondisi rumah warga di Keluarahan Padang, Kecamatan Sukamara yang rata dengan tanah pascakebakaran. //FOTO : ENNY/KALTENG POS

PROKAL.CO, Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (30/7) itu juga menyisakan kisah pilu bagi para korbannya. Apalagi sebagian korban yang merasa dirugikan sempat akan melakukan upaya hukum kepada pemilik rumah tempat api berasal.

 ENNY CHORNIAWATI, Sukamara

Setidaknya ada 15 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban dalam kebakaran itu. Pasalnya dalam satu rumah bisa dihuni dua sampai tiga KK sekaligus. Sehingga jumlah KK yang menjadi korban lebih banyak dibanding jumlah rumah. Kemarahan sebagian pemilik rumah sempat memuncak saat mengetahui api diduga kuat berasal dari rumah yang ditempati Riah (50). Wanita paruh baya yang menjadi tertuduh tersebut hanya bisa pasrah menghadapi kemarahan warga lain. Apalagi dia juga ikut menjadi korban. Rumah yang ditinggali selama ini juga rata dengan tanah.

Warga bernama Iyan Injui mengatakan, api pertama kali terlihat dari dapur rumah milik Riah. Namun dirinya tidak berani memastikan apa penyebab sehingga terjadi kebakaran. “Untuk kepastaian penyebabnya saya tidak berani, itu polisi yang memastikan, tapi memang waktu saya tiba di lokasi namun api sudah membesar,” ujar Riah, Selasa (8/8).

Para korban yang rumahnya habis terbakar merasa tidak terima dan sepakat untuk menuntut pemilik rumah yang diduga tempat asal api. Namun niat tersebut urung dilakukan lantaran pihak kepolisian mengajak warga untuk berunding dan berdamai.

Kapolres Sukamara AKBP Rade M Sinambela SIK MH melalui Kasatreskrim IPTU Lajun SR Sianturi SIK menerangkan, pihaknya telah memanggil sejumlah saksi mata termasuk para korban untuk dimintai keterangan. Hanya saja hingga kini masih belum diketahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan dari kayu tersebut.  “Kami sudah panggil sejumlah saksi dan korban untuk dimintai keterangannya guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga berkonsultasi dengan tim forensik laboratorium dari Surabaya namun hingga saat ini masih menunggu hasilnya,” ungkap kasat.

Lajun mengungkapkan meski para korban telah sepakat untuk berdamai dan tidak saling menuntut, namun proses hukum tetap berjalan. “Proses di kepolisian masih berlanjut dan buktinya masih tahap penyelidikan, sambil menunggu hasil dari labnya,” pungkasnya. (ang/dar)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah

Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai

Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa…

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli

Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah

Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus…

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)

Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari

Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji…

Kamis, 27 Juli 2017 18:48
Mengikuti Syukuran Pemuda Dalam Rangka HUT ke-44 KNPI

Sebagai Aset Negara, Pemuda Wajib Jadi Pelopor Pembangunan

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia”. Perkataan Bung Karno tersebut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .