MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli
Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah
Amora, bayi berusia 5 bulan ini terlihat lemah akibat tiga penyakit yang diidapnya. //FOTO : ENDRA/KALTENG POS

PROKAL.CO, Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus dan meningoceli. Bayi seusianya selayaknya sedang lucu-lucunya dan begitu menggemaskan. Namun, nasib berkata lain, buah hati pasangan Rusita dan Syarifudin kini berjuang untuk sembuh dan  harus bolak balik ke rumah sakit akibat penyakit yang dideritanya.

Endrawati – Palangka Raya

Rusita (27) tampak lelah. Meski terlihat capek, namun ibu dua anak ini tak berputus asa. Ia ingin tetap berusaha agar anak bungsunya bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya. Harta benda yang ada pun sudah dijual demi kesembuhan Amora. Warga Parenggeran SPT3 H, ini rela bolak balik Sampit – Palangka Raya bahkan Banjarmasin demi mengupayakan kesembuhan anaknya.

Amora ujar Rusita, sejak dalam kandungan sudah memiliki tanda- tanda kelainan mengidap sebuah penyakit. Wanita berkulit sawo matang ini begitu lancar bercerita tentang nasib anaknya yang kini perlu pertolongan secepatnya. “Amora lahir normal meskipun sempat mau dioperasi. Saat lahir kondisi Amora sudah seperti ini. Namun anaknya tidak pernah rewel, ia menangis ketika haus dan lapar saja,”ujar Rusita saat dibincangi Kalteng Pos, Sabtu (5/8) siang.

Pada saat berusia 3 bulan, Amora sudah menjalani operasi. Saat ini Amora, harus kembali menjalani operasi untuk pemasangan tempurung kepalanya di Surabaya, sementara rumah sakit yang ada di Kalimantan Tengah belum mampu melaksanakannya.    

“Seharusnya anak kami menjalani operasi pemasangan tempurung kepala, namun karena kami tidak punya biaya, jadi pasrah saja. Kami juga bingung harus minta tolong dengan siapa lagi untuk membawa anak kami ke Surabaya tidak punya biaya,” ucap Rusita.

Menurut Rusita,pengobatan Amora selama ini sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Hanya saja, biaya perjalanan dan hidup serta membeli obat di luar tanggungan BPJS, selama ini mengandalkan gaji suaminya yang tak seberapa sebagai buruh sawit di Parenggean.

“Kami mohon, bantulah anak kami supaya bisa operasi di Surabaya. Kami juga berharap pihak pemerintah terkait bisa membantu kesulitan kami ini,” urai Rusita sambil berkaca-kaca. 

Saat ini Amora dirawat di RSUD Doris Silvanus ruang Flamboyan kamar F2. Amora kerap menderita kejang-kejang dan epilepsy. “Sebetulnya bulan lalu kami disarankan untuk membawa Amora ke Surabaya, karena keterbatasan dana, maka sampai sekarang belum bisa berangkat,” keluh Rusita.

Salah seorang relawan sosial dari komunitas HCP, Andrianor yang mengantar Amora ke RS, Sabtu (5/8) siang, berharap kepada para donator dan pihak terkait yang peduli terhadap keselamatan Amora. “Kasihan dede Amora, kami di HCP berusaha membantu semampunya agar dede Amora segera dirujuk ke Surabaya,” harapnya. (dar)

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Yang Dilakukan Sakariyas di Hari Pertama Menjabat Bupati Katingan

Kumpulkan Semua Pegawai dan Tokoh Masyarakat

Sakariyas resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Katingan, Jumat (11/8) lalu, namun kesibukannya…

Selasa, 15 Agustus 2017 23:53
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu di Negeri Matahari Terbit, Jepang (5)

Anjing Hachiko Sembilan Tahun Menunggu Tuannya

Berkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap sebelum mengunjungi Patung Hachiko. Patung itu dibuat untuk…

Selasa, 15 Agustus 2017 06:24
Slamet, Seniman Berbakat dari Lapas Klas IIB Pangkalan Bun

Lukisan Bupati Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

Selama menjalani sepertiga masa hukuman, sudah sederet lukisan lahir dari tangan seniman Slamet Wisnu…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:02
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (4)

Kerja Sama Tim Membuat Perusahaan Sulit Dikalahkan

Team work (kerja sama tim) menjadi budaya kuat di Jepang. Itu menjadi satu syarat utama bekerja di perusahaan…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:06
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (3)

Harga Jual Kendaraan di Dalam Negeri Lebih Mahal

Industri otomotif di Jepang memang nomor satu di Dunia. Sederet pabrik raksasa seperti Toyota, Honda,…

Kamis, 10 Agustus 2017 13:03
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (2)

Belajar Cross Culture Understanding di Jalanan

Kekagetan budaya atau culture shock bisa dialami siapa saja yang baru menginjakkan kakinya di daerah…

Rabu, 09 Agustus 2017 08:24
Kisah Pasca Ludes Terbakarnya Sembilan Rumah

Warga Sempat Emosi, Pihak Kepolisian Mengajak Berdamai

Kobaran api tidak hanya menghanguskan sembilan rumah di Jalan Cakra Adiwijaya, Kelurahan Padang. Peristiwa…

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli

Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah

Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus…

Senin, 07 Agustus 2017 14:16
Oleh-oleh dari Menuntut Ilmu ke Negeri Matahari Terbit, Jepang (1)

Asahi Simbhun Mencetak Enam Juta Koran Sehari

Hitachi, Sanyo, Panasonic, Canon, Nikon, Yamaha, Mitsubishi, JVC, Seiko, Sharp, Olympus, Toshiba, Fuji…

Kamis, 27 Juli 2017 18:48
Mengikuti Syukuran Pemuda Dalam Rangka HUT ke-44 KNPI

Sebagai Aset Negara, Pemuda Wajib Jadi Pelopor Pembangunan

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia”. Perkataan Bung Karno tersebut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .