MANAGED BY:
SELASA
24 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli
Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah
Amora, bayi berusia 5 bulan ini terlihat lemah akibat tiga penyakit yang diidapnya. //FOTO : ENDRA/KALTENG POS

PROKAL.CO, Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus dan meningoceli. Bayi seusianya selayaknya sedang lucu-lucunya dan begitu menggemaskan. Namun, nasib berkata lain, buah hati pasangan Rusita dan Syarifudin kini berjuang untuk sembuh dan  harus bolak balik ke rumah sakit akibat penyakit yang dideritanya.

Endrawati – Palangka Raya

Rusita (27) tampak lelah. Meski terlihat capek, namun ibu dua anak ini tak berputus asa. Ia ingin tetap berusaha agar anak bungsunya bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya. Harta benda yang ada pun sudah dijual demi kesembuhan Amora. Warga Parenggeran SPT3 H, ini rela bolak balik Sampit – Palangka Raya bahkan Banjarmasin demi mengupayakan kesembuhan anaknya.

Amora ujar Rusita, sejak dalam kandungan sudah memiliki tanda- tanda kelainan mengidap sebuah penyakit. Wanita berkulit sawo matang ini begitu lancar bercerita tentang nasib anaknya yang kini perlu pertolongan secepatnya. “Amora lahir normal meskipun sempat mau dioperasi. Saat lahir kondisi Amora sudah seperti ini. Namun anaknya tidak pernah rewel, ia menangis ketika haus dan lapar saja,”ujar Rusita saat dibincangi Kalteng Pos, Sabtu (5/8) siang.

Pada saat berusia 3 bulan, Amora sudah menjalani operasi. Saat ini Amora, harus kembali menjalani operasi untuk pemasangan tempurung kepalanya di Surabaya, sementara rumah sakit yang ada di Kalimantan Tengah belum mampu melaksanakannya.    

“Seharusnya anak kami menjalani operasi pemasangan tempurung kepala, namun karena kami tidak punya biaya, jadi pasrah saja. Kami juga bingung harus minta tolong dengan siapa lagi untuk membawa anak kami ke Surabaya tidak punya biaya,” ucap Rusita.

Menurut Rusita,pengobatan Amora selama ini sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Hanya saja, biaya perjalanan dan hidup serta membeli obat di luar tanggungan BPJS, selama ini mengandalkan gaji suaminya yang tak seberapa sebagai buruh sawit di Parenggean.

“Kami mohon, bantulah anak kami supaya bisa operasi di Surabaya. Kami juga berharap pihak pemerintah terkait bisa membantu kesulitan kami ini,” urai Rusita sambil berkaca-kaca. 

Saat ini Amora dirawat di RSUD Doris Silvanus ruang Flamboyan kamar F2. Amora kerap menderita kejang-kejang dan epilepsy. “Sebetulnya bulan lalu kami disarankan untuk membawa Amora ke Surabaya, karena keterbatasan dana, maka sampai sekarang belum bisa berangkat,” keluh Rusita.

Salah seorang relawan sosial dari komunitas HCP, Andrianor yang mengantar Amora ke RS, Sabtu (5/8) siang, berharap kepada para donator dan pihak terkait yang peduli terhadap keselamatan Amora. “Kasihan dede Amora, kami di HCP berusaha membantu semampunya agar dede Amora segera dirujuk ke Surabaya,” harapnya. (dar)

 


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .