MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 08 Agustus 2017 08:32
Menjenguk Bayi Penderita Hidrocypallus, Epilepsi dan Meningoceli
Wajib Jalani Operasi di Surabaya, Tak Punya Biaya Orangtua Pasrah
Amora, bayi berusia 5 bulan ini terlihat lemah akibat tiga penyakit yang diidapnya. //FOTO : ENDRA/KALTENG POS

PROKAL.CO, Amora Syahrani bayi mungil yang kini berusia 5 bulan ini adalah pengidap penyakit epilepsy, hidrocepalus dan meningoceli. Bayi seusianya selayaknya sedang lucu-lucunya dan begitu menggemaskan. Namun, nasib berkata lain, buah hati pasangan Rusita dan Syarifudin kini berjuang untuk sembuh dan  harus bolak balik ke rumah sakit akibat penyakit yang dideritanya.

Endrawati – Palangka Raya

Rusita (27) tampak lelah. Meski terlihat capek, namun ibu dua anak ini tak berputus asa. Ia ingin tetap berusaha agar anak bungsunya bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya. Harta benda yang ada pun sudah dijual demi kesembuhan Amora. Warga Parenggeran SPT3 H, ini rela bolak balik Sampit – Palangka Raya bahkan Banjarmasin demi mengupayakan kesembuhan anaknya.

Amora ujar Rusita, sejak dalam kandungan sudah memiliki tanda- tanda kelainan mengidap sebuah penyakit. Wanita berkulit sawo matang ini begitu lancar bercerita tentang nasib anaknya yang kini perlu pertolongan secepatnya. “Amora lahir normal meskipun sempat mau dioperasi. Saat lahir kondisi Amora sudah seperti ini. Namun anaknya tidak pernah rewel, ia menangis ketika haus dan lapar saja,”ujar Rusita saat dibincangi Kalteng Pos, Sabtu (5/8) siang.

Pada saat berusia 3 bulan, Amora sudah menjalani operasi. Saat ini Amora, harus kembali menjalani operasi untuk pemasangan tempurung kepalanya di Surabaya, sementara rumah sakit yang ada di Kalimantan Tengah belum mampu melaksanakannya.    

“Seharusnya anak kami menjalani operasi pemasangan tempurung kepala, namun karena kami tidak punya biaya, jadi pasrah saja. Kami juga bingung harus minta tolong dengan siapa lagi untuk membawa anak kami ke Surabaya tidak punya biaya,” ucap Rusita.

Menurut Rusita,pengobatan Amora selama ini sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Hanya saja, biaya perjalanan dan hidup serta membeli obat di luar tanggungan BPJS, selama ini mengandalkan gaji suaminya yang tak seberapa sebagai buruh sawit di Parenggean.

“Kami mohon, bantulah anak kami supaya bisa operasi di Surabaya. Kami juga berharap pihak pemerintah terkait bisa membantu kesulitan kami ini,” urai Rusita sambil berkaca-kaca. 

Saat ini Amora dirawat di RSUD Doris Silvanus ruang Flamboyan kamar F2. Amora kerap menderita kejang-kejang dan epilepsy. “Sebetulnya bulan lalu kami disarankan untuk membawa Amora ke Surabaya, karena keterbatasan dana, maka sampai sekarang belum bisa berangkat,” keluh Rusita.

Salah seorang relawan sosial dari komunitas HCP, Andrianor yang mengantar Amora ke RS, Sabtu (5/8) siang, berharap kepada para donator dan pihak terkait yang peduli terhadap keselamatan Amora. “Kasihan dede Amora, kami di HCP berusaha membantu semampunya agar dede Amora segera dirujuk ke Surabaya,” harapnya. (dar)

 


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 06:51
Cara Dandim 1014/PBN Memperingati Hari Juang Kartika

Ajak Warga Bersihkan Fasilitas Desa, Nobar Film Perjuangan

Peringatan Hari Juang Kartika tahun 2017 yang dilaksanakan oleh Kodim 1014 Pangkalan Bun, di Kabupaten…

Rabu, 13 Desember 2017 07:23
Mengikuti Patroli Srikandi Polwan Polres Kobar

Tunggangi Motor, Datangi Pusat Rawan Kriminalitas

Setelah dibina dan dididik selama sebulan penuh di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Tjilik Riwut Polda…

Kamis, 07 Desember 2017 06:27
Menengok Lokasi Wisata Batu Batungkat dan Negeri di Atas Awan

Tempat Pemujaan untuk Meraih Kesuksesan

Potensi wisata alam di Kabupaten Lamandau sebenarnya tak kalah indah dari daerah yang sudah sukses memajukan…

Rabu, 06 Desember 2017 06:00
Ketika Pemerintah Sudah Bosan dengan Pelanggaran Reklame

AWAS ! Pasang Sembarangan Diproses Hukum, Denda Rp50 Juta

Ketidakpatuhan masyarakat terhadap berbagai aturan yang sudah ditetapkan pemerintah masih sering dijumpai…

Senin, 04 Desember 2017 06:27
Pasca Terjadinya Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kabupaten Katingan

6 Bangunan Rusak, Termasuk Rujab Bupati

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Sabtu (2/12) sore, menyebabkan fasilitas umum hingga…

Kamis, 30 November 2017 07:06
Melihat Terobosan Pemerintah Mempercepat Pengurusan Tanah

Program PTSL Berikan Jaminan atas Kepemilikan Lahan

Satu lagi program dari pemerintah dalam pengurusan kepemilikan lahan atau tanah. Program baru ini sangat…

Rabu, 29 November 2017 06:32
Pengakuan Duriyanto, Pencuri Sawit di Kebun Perusahaan

Beraksi dalam Kondisi Mabuk, Termakan Bujuk Rayu Temannya

Penyesalan mendalam dirasakan oleh Muhammad Duriyanto alias Duri (27), pria ini “Terjebak”…

Senin, 27 November 2017 06:02
Ketika Aksi Pencurian Helm di Tempat Hiburan Marak

Jukir Tak Bertanggung Jawab, Lokasi Parkiran tanpa CCTV

Kasus pencurian helm di Pangkalan Bun kembali meresahkan, meskipun ada juru parkir (Jukir) yang menata…

Jumat, 24 November 2017 22:39
Melihat Hasil Operasi Zebra Telabang 2017

Jaring 900 Pelanggar, Hasilkan Rp82 Juta

Operasi Zebra Telabang 2017 yang dilaksanakan oleh Satlantas Polres Kotawaringin Timur (Kotim) telah…

Rabu, 22 November 2017 09:03
Melihat Pelayanan di Kantor Satpas Polres Lamandau

Sarana Lebih Komplit, Miliki Lapangan Uji Standar

Polres Lamandau kini memiliki Kantor pelayanan Satuan Pelaksana Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .